
,"Ehem,"suara seseorang mengagetkan Lia yang tengah sibuk memakan makanan di meja depan dia.
Kepala Lia menoleh ke belakang dan betapa terkejutnya dia melihat siapa yang tengah berdiri di belakang nya . Seseorang yang ia tabrak kemarin, langsung saja Lia menunduk an kepala nya,dan Diam tak berbicara sedikit pun.
"Kenapa kalau ketemu sama saya kamu selalu menunduk an ,kepala seperti itu, apakah saya sangat menakutkan ."Ucap Dika sambil berjalan terus mendekat ke arah Lia,dan mengangkat dagu Lia dengan tangan nya.
Lia begitu kaget atas apa yang di lakukan Dika kepada nya, refleks Lia memundurkan badan nya ke belakang, menjauh dari Dika.
Sementara Dika hanya tersenyum melihat kelakuan Lia.
"Menarik,dia cantik juga pake baju itu, sederhana tapi pas banget "batin Dika.
"Maaf saya tak bermaksud kurang ajar,saya cuma aneh saja , melihat kamu kalau ketemu saya selalu menunduk,tadi saya liat kamu bisa tertawa lepas,tapi pas saya datang , langsung diam,kenapa"tanya Dika kepada Lia.
"Maaf ,pak ,saya tak bermaksud,saya tidak kenapa Napa,saya cuma kaget saja,dan saya minta maaf atas kejadian kemarin ,saya benar benar tak sengaja,"ujar Lia sambil mengangkat wajah nya dan tersenyum manis ke arah Dika.
"Deg deg deg,, kenapa jantung gue deg degan kaya gini ya ,liat dia tersenyum kaya gitu, sebenarnya apa yang terjadi sama gue sih,"batin Dika.
"Pak ,bapak tidak papa kan ,kok malah bengong ,"ucap Lia sambil melambai lambaikan tangan nya di depan muka Dika.
Dika pun tersadar dari lamunannya, setelah menerima tepukan di tangan nya dari Lia.
"Eh ,maaf saya gak papa kok,tadi saya melamun"jawab Dika dengan kikuk.
Mereka berdua hanya diam tak ada yang memulai percakapan,Sampai Dika mengulurkan tangan dan memperkenalkan namanya,dan menanyakan siapa nama Lia.
"Kenalin nama saya Dika,nama kamu siapa,dan jangan panggil saya bapak,kayanya saya belum tua tua banget."
Tiba tiba Lia tertawa begitu lepas, mendengar ucapan Dika barusan.
__ADS_1
"Maaf pak,eh kak saja, gimana manggil nya, ternyata kakak bisa bercanda juga ya, Lia kira , orang kaya kakak gak akan mengeluarkan kata kata seperti itu."
Ucap Lia sambil terus tertawa ,
Dika pun tersenyum melihat tawa Lia yang begitu lepas tanpa beban sedikit pun,entah kenapa melihat Lia tertawa seperti itu membuat hati Dika merasa senang.
"Sudah selesai ,ketawa nya ,saya juga manusia lah,bisa bercanda juga kali,jadi nama kamu Lia.
"Nama yang lucu,"ucap Dika sambil tangannya mengambil satu kue yang berada di meja ,yang dari tadi Lia makan terus.
"lya , maaf kak,, kakak tamu juga di sini,kok malah duduk di sini enggak ke dalam ,gabung sama yang lain,nya."
"Iya ,saya tamu undangan juga, enak kan di sini sepi , kalau di dalam terlalu banyak orang terus kamu kenapa gak di dalam,kamu salah satu karyawan di perusahaan itu."
"Gak kok,kak, kebetulan majikan Lia,kerja di perusahaan itu,jadi Lia ikut ke sini,Lia kerja sebagai baby sitter ini anak yang di asuh Lia."
karena sedikit pun Lia tak seperti baby sitter pada umum nya.
"Kamu gak bercanda ,kan,kamu seorang baby sitter,tapi kok gak seperti baby sitter,kamu bohongin saya ya,"ujar Dika sambil menatap Lia dengan tatapan serius.
Percakapan mereka pun terhenti tatkala handphone Lia berbunyi dengan keras. Akhirnya Lia mengangkat nya, ternyata yang nelepon itu ,ibu Asti menanyakan mereka berada di mana,selang beberapa menit kemudian datang lah,Bu Asti dan pak Ilham
pak Ilham begitu kaget saat melihat siapa yang sedang bersama Lia.
Pak Ilham menyapa Dika,dengan sopan, akhirnya mereka pun berbincang bincang ,dan tak tau apa yang mereka bicarakan.
"Li,kok kamu bisa sama pak Dika,,di sini,
dia gak ngapa ngapain, kamu kan,kamu masih utuh kan."Tanya Bu Asti dengan heboh nya. Sambil membolak balik an ,badan Lia ,ke kiri ke kanan takut ada yang kurang di badan Lia,atau ada yang lecet.
__ADS_1
"Ih ,ibu mah,,suka riweh,gak puguh deh,Lia baik baik aja Bu,dan ibu ingat cowok yang kemarin Lia cerita in, yang Lia tabrak kemarin,itu cowok nya,"jawab Lia, sambil menunjuk ke arah Dika.
Terus dia duduk di sofa sebelah non Kim Kim,sambil memperbaiki handuk yang menyelimuti tubuh non Kim Kim.
"Kamu gak bercanda kan ,Li,jadi cowok itu,pak Dika, Li,kamu tau siapa dia,"
tanya ibu Asti lebih tambah heboh lagi.
"Gak tau Bu , yang Lia ,tau namanya Dika ,dan dia gak mau di panggil pak, katanya saya masih muda ,gak mau di panggil pak,"ucap Lia,dengan polos nya.
Tak lama datang lah pak Ilham,dan Dika,ke arah Lia dan ibu Asti berada menghentikan percakapan antara Lia dan Bu Asti.
"Bun ayo kembali ke kamar,biar aku gendong Kim Kim nya dulu"ucap pak Ilham sambil beranjak menggendong non Kim Kim,dan menarik tangan Bu Asti.
Dan pas Lia mau mengikuti mereka berdua , tangan nya di cekal oleh Dika,dan Dika berkata.
"Ay,boleh saya bicara dulu sama kamu,sebentar kok,nanti saya anterin kamu sampai kamar ,saya juga sudah minta izin sama pak Ilham,dan dia mengizinkan ,asal jangan terlalu malam,boleh?,"tanya Dika sambil memegangi tangan Lia dan tak berniat melepaskan nya.
"kenapa Kakak panggil saya ,ay,nama saya Lia,kak jangan asal ganti nama,pamali,"jawab Lia sambil cemberut mengerucut kan bibir nya.
"Jadi kamu mau ngobrol dulu sama saya, untuk panggilan ,semua orang kan manggil kamu Lia,saya pengen beda aja manggil nya jadi saya panggil , Ay,aja lebih singkat lagi".ucap Dika.
"Tapi kakak gak boleh main ganti nama kaya gitu,kakak tau mamah Lia itu susah banget katanya mikirin nama buat Lia,jadi harus di hargai,,"ucap Lia sambil tambah cemberut.
"kamu lucu banget,sih,Ay,,iya maaf maaf deh kalau gitu tapi saya akan tetep panggil kamu ,dengan nama Ay."
Ujar Dika dengan tangan nya refleks mengelus puncak kepala Lia,membuat keduanya diam membisu,dan Lia pun berlari pergi meninggalkan Dika.
Tanpa pamit ,Lia memegangi dada nya,yang terasa terus berdetak tak karuan,Lia berjalan di lorong hotel ,dan sampai lah di depan pintu kamar tempat dia menginap.
__ADS_1