Cinta Sang CEO Dan Baby Sitter

Cinta Sang CEO Dan Baby Sitter
episode 20


__ADS_3

Dan disini lah sekarang bunda Siska sedang terbaring pura pura lemah di tempat tidur yang berada di kamar rawat rumah sakit,


rumah sakit yang sama dengan ibu nya Lia di rawat,


menurut pemikiran bunda Siska,kalau dia di rawat di rumah sakit yang sama dengan ibu nya Lia.


Lia bisa langsung menemui nya , apabila nanti drama nya di mulai,


bunda Siska di ruangan tersebut di temani oleh sekertaris Dika yang lain nya,


yang bernama ah Mei, sekertaris anak nya itu sudah di beritahu bahwa dia hanya pura pura sakit,


dan bunda Siska pun menceritakan rencana nya,dan ah Mei pun mendukung nya ,


karena dia juga sudah tak sabar ingin melihat bos nya itu menikah dan bisa di taklukkan oleh seorang wanita.


"Mei apa Dika sudah datang kenapa lama sekali sih,"


tanya bunda Siska,yang sudah tak sabar ingin memainkan peran nya itu.


"belum Bu,kayanya terjebak macet deh bu,


barusan saya sudah telepon kak Linda ,


katanya sudah Deket,"ucap ah Mei,


Dia penasaran sekali seperti apa gadis yang bisa meluluhkan hati bos nya itu,


dan membuat ibu dari bos nya itu pun sangat ingin membuat gadis itu menjadi menantu nya, sampai harus bersandiwara seperti ini.


"Ah bisa pegal saya kalau terus pura pura tidur seperti ini kayanya saya lapar deh Mei, kalau Dika masih lama , boleh kali ya saya makan dulu,"ucap Bunda Siska sambil tersenyum.


Suara pintu di buka dengan kasar pun menghentikan pembicaraan bunda Siska dan ah Mei,


bunda Siska kembali pura pura tertidur,


"bunda,bunda ,gak papa kan , kenapa bunda bisa begini,"ucap Dika begitu panik nya melihat bunda nya terbaring lemah.


"Mei,kamu tau bagaimana bunda bisa seperti ini,"tanya Dika kepada ah Mei,


yang berdiri sambil menunduk dia takut ketahuan berbohong,


"saya tidak tau pak,persis bagaimana kejadiannya,


saya di telepon oleh staf hotel bahwa ibu Siska di temukan pingsan di depan pintu kamar,dan saya langsung membawa nya kemari.


tapi tadi dokter sudah memeriksa nya,


tapi dokter tersebut ingin berbicara langsung dengan keluarga nya,"jawab ah Mei sambil terus menunduk dan menahan kegugupan nya,dia takut ketahuan berbohong.


Linda yang melihat ah Mei terus menunduk pun hanya bisa tersenyum di tahan, sebenarnya dia pun pas pertama menerima kabar bunda Siska masuk rumah sakit pun sangat panik,


tapi pas di beritahu bahwa itu hanya pura pura, akhirnya dia pun ikut andil dalam rencana tersebut.


"Lin ,Mei, kalian berdua jagain bunda dulu ,saya akan menemui dokter Parhan dulu ,


menanyakan apa yang sebenarnya terjadi,tadi dokter Parhan kan yang memeriksa nya,"


tanya Dika kepada ah Mei,


dan ah Mei pun hanya bisa mengangguk sebagai tanda iya.


Setelah Dika keluar dari ruangan itu dan di ikuti oleh Linda untuk memastikan bahwa Dika benar benar pergi,


"Ah,, akhirnya anak itu pergi juga,

__ADS_1


aduh ini mulut gatel banget mau bicara "ucap bunda siska dengan heboh nya dan langsung bangun dari tidur nya.


"Ah ibu mah apalagi saya, jantung saya rasa nya udah mau copot tadi,"ucap ah Mei langsung duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut ,


"tapi akting ibu,bagus banget barusan,kalau saya gak di beritahu ah Mei tentang rencana ini, pasti saya sudah ke tipu,"ucap Linda.


akhirnya mereka bertiga pun tertawa bersama sama,


"eh bu ,bagaimana dengan Dokter parhan, apakah dia sudah di beritahu,"tanya Linda,dengan muka tegang nya.


"tenang saja dokter Parhan beres,untung dokter Parhan nya masih ada di rumah sakit,


jadi bisa di ajak kerjasama ,"ucap bunda Siska Sambil senyum senyum sendiri mengingat betapa khawatir nya tadi Dika melihat dia terbaring sakit,


maaf kan bunda ,ya sayang,bunda ngelakuin ini juga buat kebaikan,kamu karena bunda yakin Lia,


adalah jodoh terbaik buat kamu,"ucap batin bunda Siska.


Suara pintu di buka dengan terburu-buru mengagetkan ketiga orang yang berada di situ,


dan muncul lah ayah Alex yang ngos ngos-ngosan seperti nya dia abis lari,


bunda Siska yang melihat suaminya seperti abis di kejar kejar orang gila pun tertawa begitu lepas,dan membuat ayah Alex bingung kenapa istri nya itu malah tertawa seperti bukan orang sakit.


"Ayah,ayah habis lari maraton, kenapa sampai ngos ngos-ngosan seperti itu,"ucap bunda Siska Sambil tertawa tanpa dosa,


ayah Alex pun menghampiri istri nya itu yang terus tertawa,


"bukan nya bunda lagi sakit, kenapa gak kaya orang sakit,atau jangan jangan bunda,


jangan bilang cuma pura pura saja,"


tanya ayah Alex,tak mengerti dengan jalan pikiran istri nya itu,


Dan bunda Siska pun hanya tersenyum cengengesan menunjukkan wajah tanpa dosa,


"emmmm,cup cup, maaf in bunda ya,


ayah sayang bunda lupa bilang sama ayah,dan membuat ayah khawatir,"


ucap bunda Siska sambil bergelayut manja di lengan ayah Alex yang sedang duduk di kursi di sebelah tempat tidur bunda Siska.


"Bunda, bunda buat apa sih bunda pura pura sakit kaya gini,"


tanya ayah Alex,tak habis pikir dengan kelakuan istri nya itu,


akhirnya bunda Siska pun menceritakan semuanya ,


saat pertama bertemu dengan Lia,ibunya Lia yang sakit dan butuh biaya,dan pertemuan nya dengan ibu Asti majikan nya Lia.


Dan ayah Alex yang mendengar cerita istri nya bisa menyimpulkan bahwa Lia itu anak yang berbakti sekali kepada orang tua nya,


"nah jadi ayah pokok nya harus ikut dalam rencana ini,"ucap bunda Siska sambil tersenyum


"iya ,ayah ikut dalam rencana Bunda,"ucap ayah Alex pasrah saja ,


dari pada nanti dia kena hukuman dari ibu negara,bisa gawat darurat.


Tak begitu lama Dika datang,


dengan wajah lesu nya,


bunda Siska pun sudah kembali pura pura sakit ,tapi sekarang cerita nya dia sudah siuman.


"Ayah kapan datang ,kok cepat banget,,"tanya Dika yang melihat ayah nya baru keluar dari kamar mandi Yang ada di ruangan tersebut,

__ADS_1


ayah Alex yang kaget karena tiba tiba Dika datang pun langsung menyembunyikan kekagetan nya dan bersikap biasa saja,supaya tak ketahuan sandiwara nya.


"Ayah baru saja sampai,tadi pas kamu telepon ayah baru Sampai ke bandara jadi langsung ke sini,


kamu sudah bertemu dengan dokter Parhan bagaimana katanya ,


bagaimana keadaan bunda,"tanya ayah Alex Sambil berjalan ke arah bunda Siska di ikuti oleh Dika di belakang nya.


"bunda udah siuman , bagaimana keadaan bunda apakah sudah mendingan, apakah ada yang sakit,"tanya Dika begitu heboh nya.


Bunda Siska pun merasa bersalah telah membuat anak nya itu begitu panik seperti itu,


"bunda gak papa kok sayang,


bunda hanya kecapean saja, gak usah khawatir kaya gitu,"ucap bunda Siska sambil mengelus kepala Dika.


"Bunda berbohong sama Dika, kenapa bunda gak bilang kalau penyakit lama bunda suka kambuh,


maafin Dika karena selama ini Dika kurang memperhatikan bunda,


Dika janji mulai sekarang,


Dika akan selalu ada buat bunda,"ucap Dika ,


yang membuat bunda Siska dan ayah Alex kaget apa benar penyakit lama nya itu bisa kambuh lagi bukan nya sudah di nyatakan 100 persen sembuh,ucap batin bunda Siska,


"Bun ,apa benar penyakit lama kamu suka kambuh,kok kamu gak pernah bilang sama ayah,"


tanya ayah Alex yang berubah panik mendengar cerita Dika barusan.


"Gak kok yah, kalian gak usah khawatir kaya gitu,bunda baik baik saja,


dan akan selalu baik baik saja,apalagi kalau Dika cepat memberikan bunda cucu,


pasti bunda makin sehat,dan gak kesepian lagi,"ucap bunda Siska sudah mulai melancarkan rencana nya,


sementara Dika di buat bingung dengan permintaan bunda nya itu.


"Tapi Bun,Dika belum menemukan wanita yang cocok buat Dika,"ucap Dika,


"terus bagaimana dengan Lia,bukan nya kamu suka sama dia,"tanya bunda Siska,


"Lia kan udah punya kekasih Bun,


Dika gak mungkin memaksa Lia untuk menikah dengan Dika,"ucap Dika menyesal karena tak bisa memenuhi keinginan bunda nya itu.


"pokok nya bunda ingin Lia


jadi menantu bunda titik,


gak tau bagaimana pun caranya,


dan sekarang bunda ingin bertemu dengan nya,


bukan nya ibu nya Lia juga di rawat nya di sini,"ucap bunda Siska sambil menunjukkan wajah memelas nya.


Ayah Alex hanya bisa tersenyum di tahan melihat anak nya yang kelimpungan di kerjain bunda nya sendiri,


"bun, kalau bunda ingin bertemu dengan Lia sekarang,


mungkin Dika bisa mengusahakan nya,


tapi untuk memaksa Lia menjadi istri Dika ,


Dika gak bisa Bun maaf,"ucap Dika sambil beranjak dari duduknya nya dan berjalan ke arah luar untuk mencari Lia.

__ADS_1


__ADS_2