Cinta Sang CEO Dan Baby Sitter

Cinta Sang CEO Dan Baby Sitter
episode 19


__ADS_3

Dan sekarang di sinilah Bu Asti berada di lobi hotel tempat Dika menginap sekaligus hotel milik Dika juga.


Bu Asti pun berjalan ke arah resepsionis dan menanyakan apakah dia bisa bertemu dengan Dika,


"selamat malam mbak, maaf apakah saya bisa bertemu dengan bapak Dika bintang Anderson,


apakah beliau ada di kamar nya,"tanya Bu Asti


kepada resepsionis tersebut ,


sebetulnya dia ragu meminta bantuan kepada Dika ,


tapi ini adalah solusi yang ia dapat kan walaupun dia tak tau berhasil atau tidaknya .


dia mendapat pemikiran untuk meminta bantuan Dika pas tadi dia mendengar pembicaraan Lia dan Dika pada saat menelepon.


Dia tau bahwa Lia tak akan pernah mau meminta bantuan kepada Dika karena Lia itu tak pernah mau merepotkan orang lain.


flashback on


(Di saat Lia dan Dika sedang menelepon.)


kenapa saya gak kepikiran buat minta tolong kepada Dika ya ,


dari pada Lia Nikah sama dokter Doni yang udah tua begitu,ucap batin ibu Asti


sambil senyum senyum,dan ibu Asti pun di tanya oleh Lia, kenapa senyum senyum sendiri,dan Bu Asti bilang bahwa dia mendapat kan undian,bu Asti pun beranjak pergi dari taman tersebut ,


dan pas dia sedang dalam perjalanan ke hotel tempat Dika menginap dia menelepon suaminya yaitu pak Ilham


"Halo yah,aku mau tanya donk, pak Dika itu sekaya apa sih,"tanya ibu Asti kepada pak Ilham


"maksud kamu apa sih Bun, gimana keadaan ibu nya Lia , apakah sudah siuman,"ucap pak Ilham


Merasa heran kenapa istri nya itu menanyakan tentang pak Dika,


"keadaan ibu nya Lia, udah baikan yah,


udah di pindahin ke kamar rawat,tapi masih belum siuman.


Ih ayah aku nanya sebenarnya sekaya apa sih Dika itu, nanti aku ceritain yang penting sekarang jawab dulu,"


ucap Bu Ilham dengan heboh nya.


"Ada ada aja sih Bun,ya kalo di tanya kaya ,yah bukan kaya lagi lah kamu tau kan perusahaan C group bergerak di segala bidang perhotelan, penerbangan, fashion ,pertambangan, resort , kuliner, bidang properti,dan segala hal deh pokoknya nya,

__ADS_1


yah kalau di tanya pak Dika kaya atau enggak bayangin aja sama kamu,dia pewaris tunggal dari C group,"Jawab pak Ilham dengan begitu panjang lebar.


Dan Bu Asti pun mengerti dengan yang di maksud oleh suaminya,


jadi ia yakin bahwa Dika,akan bisa membantu Lia.


"Oke kalau gitu ,udah dulu ya ,yah ,titip non Kim Kim dulu,bunda ada urusan dulu,


nanti kalau udah sampai rumah Bunda ceritain,"ucap Bu Asti sambil menutup panggilan telepon nya.


flashback off


"Maaf Bu,pak Dika nya baru saja keluar, apakah ibu sudah membuat janji, dahulu dengan beliau,"


tanya resepsionis tersebut,


"belum sih mbak, apakah saya bisa meminta no handphone nya mbak,


soal nya penting banget mbak"ucap Bu Asti


"Aduh Bu maaf sekali,saya tak bisa memberikan no handphone nya pak Dika sembarangan, maaf banget ya Bu,"ucap resepsionis tersebut.


Deringan telepon pun menghentikan perdebatan mereka berdua, resepsionis itu pun mengangkat telepon nya,


ucap resepsionis tersebut yang ternyata yang menelepon tersebut adalah ibu nya Dika Bunda Siska.


"maaf mbak apa Dika sudah terlihat kembali ke hotel,"tanya Bunda Siska di telepon,


"owh belum Bu,saya belum melihat nya,tapi ada seorang ibu ibu yang mencari pak Dika Bu, katanya beliau ingin bertemu dengan pak Dika ,dan itu sangat penting,"ucap resepsionis tersebut.


"siapa ,coba tanyain namanya, siapa tau saya kenal"ucap Bunda siska,


akhirnya resepsionis itu menanyakan nama Bu Asti


Bu Asti pun menjawab "bilang saja saya Asti majikan nya Lia, ada yang mau saya sampaikan tentang Lia,"ucap Bu Asti.


Akhirnya resepsionis itu menyampaikan apa yang barusan Bu Asti bicarakan kepada bunda Siska,


dan Bunda Siska pun langsung terkejut dengan siapa yang sedang ada di resepsionis itu,


akhirnya di sinilah sekarang bunda Siska dan Bu Asti sedang berbicara di sebuah sofa di restoran hotel tersebut.


"Sebelum nya perkenalkan nama saya Asti Bu,


kebetulan Lia kerja di saya membantu mengasuh anak saya, sebenarnya saya tak enak datang ke sini dengan niat ingin meminta tolong kepada pak Dika, untuk menolong Lia,"

__ADS_1


ucap Bu Asti sambil was was.


"owh iya Bu, perkenalkan nama saya Siska saya bunda nya Dika,


memang apa yang telah terjadi dengan Lia,


apa ada sangkutan nya dengan ibu,nya,"tanya bunda Siska.


Akhirnya Bu Asti pun menceritakan semua nya ,


tentang Lia,tak terlewatkan sedikit pun,bunda Siska yang mendengar cerita ibu Asti pun merasa kaget sekaligus kagum terhadap Lia,


"tapi Bu, Lia itu tak pernah mau mendapatkan bantuan tanpa di tuker dengan apa yang ia punya atau bisa ia lakukan,"ucap Bu Asti


"ya ampun kasihan sekali Lia, sebenarnya saya dari pas pertama bertemu dengan Lia saya sudah sangat menyukai dan menyayangi nya,


dan saya ingin dia menjadi menantu saya,tapi kata Dika dia sudah mempunyai kekasih"ucap bunda Siska.


"sebenarnya saya bisa membantu Lia,tapi tak bisa membiayai semua nya , karena saya lagi membangun rumah jadi uang nya,


ya gitu lah Bu,"ucap Bu Asti merasa menyesal tak bisa membantu Lia.


"Masalah uang mah gampang,yang kita pikirkan bagaimana caranya kita bisa membantu Lia,dan menjadikan dia sebagai menantu saya secepat nya,,"ucap bunda Siska yang membuat ibu Asti merasa lega,


berarti Lia tak usah menerima penawaran dokter Doni.


"seperti nya saya punya cara Bu,


tapi gak tau ibu setuju atau tidak,"ucap Bu Asti sambil tersenyum ke arah bunda Siska.


"Cara apa,asal saya bisa menolong Lia,dan dia bisa jadi menantu saya ,saya pasti lakukan,"ucap bunda Siska,


akhirnya Bu Asti pun menceritakan rencana yang akan mereka lakukan,


dan Bunda Siska pun menyanggupi rencana tersebut dan akan di mulai malam ini juga,


dia udah tak sabar ingin membuat Lia menjadi menantu nya dan mendapatkan cucu yang banyak dari Lia dan Dika.


Akhirnya Bu Asti pun pamit karena sudah malam,


dan Bunda Siska pun kembali ke kamar hotel nya itu .


Di mana tepat berada di lantai paling atas dan di lantai tersebut hanya ada satu kamar dan kamar tersebut tak di sewakan karena itu khusus untuk pemilik hotel tersebut apabila sedang berkunjung,


bunda Siska pun terus tersenyum sepanjang lorong hotel yang ia lewati ,ia sudah tak sabar ingin menjalankan drama nya itu.

__ADS_1


__ADS_2