
Terlihat Lia sedang menyiram tanaman di depan rumah nya sambil bernyanyi nyanyi kecil,dan terlihat juga mobil Dika baru saja sampai,Dika sengaja berhenti tak pas di depan pintu rumah tempat Lia bekerja.
Kebetulan juga kompleks di perumahan tempat Lia tinggal semua rumah nya tak memiliki pagar,jadi dia bisa melihat Lia dengan jelas dari tempat Dika parkir di sebrang rumah Lia,
"Dik jadi itu cewek nya, pantas banget Lo bisa jatuh cinta sama dia pada pandangan pertama,dia menarik banget gak buat gue bosen memandang dia,.
Lihat deh bener kan kata gue,"ucap Riko kepada para sahabat nya yang lain,tapi aneh nya kok gak ada jawaban dari mereka yang duduk di belakang,
kebetulan Riko dan Dika duduk di depan,dan ke tiga lainnya duduk di belakang.
Pas dia lihat ke sebelah kiri dan kanan nya ternyata mereka bertiga sedang memandang ke arah Lia yang sedang menyiram tanaman .
Tanpa berkedip sedikit pun, Dika pun langsung melihat ke belakang, melihat ke tiga sahabat nya melongo melihat Lia,dia hanya tersenyum geli, ternyata ketiga sahabat nya pun punya pemikiran yang sama, seperti dirinya pas pertama melihat Lia.
"woy ingat istri dan pacar kalian,bisa bisa nya Lo pada,tak berkedip kaya gitu liat tuh cewek",ucap Ervan
yang membuat mereka bertiga kaget,dan langsung tersadar,
"Dik,gila ini mah emang patut di perjuangan kan dia lucu banget ,gue boleh kali ya ikut ngejar dia, pasti nyokap gue langsung setuju,liat calon menantu model nya kaya gitu mah,"ucap Ervan.
sambil geleng-geleng kepala ,yang membuat Dika langsung menoleh ke belakang dan memberikan tatapan tajam nya kepada Ervan,
"woy woy,,slow slow slow,gue bercanda bro,
gue gak mungkin ,ngerebut gebetan sahabat sendiri "ujar Ervan sambil tertawa ngakak,
dan sahabat nya yang lain hanya tertawa melihat Ervan kalang kabut mendapatkan tatapan tajam dari Dika.
__ADS_1
"Dik ,Lo gak turun gitu samperin dia,"tanya Riko sambil tersenyum mengejek,
"gue gak punya alasan , nanti pas dia nanya ngapain nemuin dia,"ucap Dika.
yang membuat ke empat sahabat nya itu tertawa ngakak , mereka Heran kok bisa seorang Dika kehabisan akal atau ide,yang biasa nya dia mempunyai seribu cara untuk keluar dari sebuah permasalahan dan selalu menang dalam memperebutkan proyek apapun
Dan dengan siapapun,tapi sekarang dia bilang dia tak punya alasan untuk bertemu dengan seorang cewek,apa jatuh cinta itu bisa membuat orang jadi sedikit bodoh.
"Lo ,gak bercanda kan,Dik,bicara kaya gitu, jangan jangan otak Lo bermasalah Dik,gara gara di tolak cinta,
,"ucap Leon, sambil tertawa,
"udah Lo sana turun,Lo gak butuh alasan buat ketemu dia, cinta itu harus di perjuangan kan,dan kalau Lo bener bener cinta sama dia Lo harus perjuangin dia,Lo harus membuktikan sama dia, bahwa Lo serius sama dia,dan Lo juga harus buktiin bahwa Lo itu lebih baik dari pacar dia sekarang,"ucap Leon,
dengan muka serius nya.
ujar Ervan sambil menurun naikan alis nya,dan langsung mendapatkan pukulan dari semua yang berada di dalam mobil.
dengan penuh keberanian akhirnya Dika pun turun dari mobil,Dika pun tak tau apa yang terjadi pada dirinya kenapa dirinya selalu bertingkah seperti orang bodoh apabila sudah berhadapan dengan Lia.
"Hai,, selamat pagi "ucap Dika sedikit gugup,
Lia yang sedang fokus merawat bunga dan terus menunduk mendadak berhenti karena mendengar ada orang yang menyapa nya,dan suara nya begitu familiar di telinga dia,
dan begitu kaget nya Lia saat tau yang datang dan tepat berada di hadapan nya sekarang.
"Kak Dika,kok kakak ada di sini pagi pagi begini, kakak mau ke mana,kakak gak tidur sambil berjalan kan dan nyasar ke sini,"tanya Lia dengan gaya cerewet nya dan berbicara tanpa jeda sedikit pun,dan itu membuat Dika tertawa.
__ADS_1
"Ay ,bisa gak kalau nanya itu satu satu,terus pake titik ,koma ,kalau bicara itu,biar orang itu ngerti apa yang kami bicarakan,"ucap Dika sambil tersenyum ke arah Lia,
"abis nya ,kakak bikin kaget aja ,jam segini udah ada di sini, jangan jangan kakak nginep di sini ya ,dimana kak,"ujar Lia sambil tersenyum cengengesan.
Dengan gemas nya akhirnya Dika menjitak kening Lia ,
"kamu itu ya, emang saya satpam komplek ini apa ,yang harus nginep di sini terus jagain tiap rumah gitu,,,"
elak Dika sambil berbicara sewot,
"ya ,terus kakak ke sini mau ngapain,ada perlu apa. kakak ke sini pagi pagi begini, kalau kakak mau ketemu pak Ilham , sebaiknya kakak ke sini nya agak siangan ,soal nya dia Belum bangun,"ucap Lia sambil memelankan suara nya takut takut ada yang dengar .
"Kakak ke sini mau ketemu kamu,ada yang mau tau muka kamu, gadis hebat yang udah buat saya jatuh cinta dan mematahkan nya
dalam waktu bersamaan,"ucap Dika sambil pura pura bersedih,
"ih,, kakak,Lia kan udah minta maaf,Lia kan gak bermaksud nyakitin kakak, kakak kan tau alasannya,"ucap Lia merasa bersalah dan menunduk an kepala nya,
"hey, maaf maaf kakak cuma bercanda kok,gak usah ngerasa bersalah gitu,kan jodoh siapa yang tau, siapa tau Sekarang kamu pacaran nya sama dia,eh nikah nya sama kakak,,bener kan,"
ujar Dika sambil tersenyum dan menarik turunkan alis nya.
"Ih kakak ,buat Lia jantungan deh,"ujar Lia sambil memukul tangan Dika,dan itu pun di manfaat kan oleh Dika yang berpura pura kesakitan karena tangan nya di pukul Lia,dan itu sukses membuat Lia menunjukkan wajah khawatir nya.
Dan sementara di dalam Mobil ke empat sahabat nya itu ,di buat bengong dan terheran heran oleh kelakuan Dika yang berubah 180 derajat ,dari Dika yang mereka kenal yang selalu berwajah dingin dan irit bicara ,tapi sekarang Dika bisa bicara santai dan bisa bercanda dengan bebas begitu.
Mereka yakin Lia bisa merubah sifat Dika yang dingin itu menjadi seperti dulu sebelum kejadian itu terjadi,Dika yang bisa berbicara hangat,bisa bercanda ,dan selalu ramah pada siapapun , termasuk kepada wanita.
__ADS_1
"Tok tok tok,,"suara ketukan dari luar ,di kaca mobil membuat ke empat orang yang ada di mobil pun refleks langsung membuka kaca jendela mobil tersebut ,dan mereka begitu terkejut setelah tau siapa yang berada di luar jendela tersebut.