Cinta Sang CEO Dan Baby Sitter

Cinta Sang CEO Dan Baby Sitter
episode 22


__ADS_3

Lia sedang duduk di kursi yang berada di taman rumah sakit,


tak begitu jauh dari ruangan tempat di rawat bunda Siska , sambil memikirkan apa yang harus ia perbuat selanjutnya.


Sementara Dika terus berjalan menyusuri Lorong rumah sakit tersebut mencari keberadaan Lia,


tak lama ia melihat ada seorang gadis yang tengah duduk di kursi taman dengan kedua tangan nya menutup muka nya,dan Dika tau siapa wanita itu.


Akhirnya Dika pun menghampiri nya,


"Ay,kakak cari kamu ke mana mana eh ternyata kamu duduk di sini,


emang kamu gak takut ada hantu,"ucap Dika bercanda sambil duduk di sebelah Lia.


"Kakak kok ada di sini, kenapa gak nemenin bunda,"ucap Lia sambil memalingkan wajahnya ke arah lain,


dia tak mau Dika tau bahwa dia sudah menangis,


"Ay, sekali kali kita juga harus menunjukkan kesedihan kita,


jangan pernah memendam nya sendiri,


kalau dengan menangis membuat hati kita lega makan lakukan lah,"


ucap Dika kepada Lia,dia tau bahwa Lia sudah menangis makan nya dia menyembunyikan wajah nya.


"Lia,gak papa kok kak,Lia gak nangis,mata Lia hanya kemasukan debu aja kok,jadi berair,"


ucap Lia sambil menampilkan senyum di paksakan,


"Ay, maafin perkataan Bunda tadi ya,


kamu gak usah mikirin perkataan bunda tadi, kakak gak mau kamu malah kepikiran dan malah menambah beban pikiran kamu,"ucap Dika kepada Lia.


"kak , boleh Lia tanya sesuatu,"ucap Lia dengan serius,


"boleh,mau nanya apa,kok serius banget"tanya Dika,


"apa kakak benar benar mencintai Lia,"tanya Lia,


yang membuat Dika kaget dengan pertanyaan Lia barusan, tapi sesaat kemudian Dika pun tersenyum.


"Ay,kamu tau kakak gak pernah berbicara sesantai ini Dengan wanita, kakak pun tak pernah duduk sedekat ini dengan wanita,kecuali ka Mei,Linda, dan Bunda,


kamu adalah wanita yang bisa membuat kakak nyaman dekat kamu,kamu wanita pertama yang membuat kakak meninggalkan semua pekerjaan kakak karena ingat kamu terus,


kamu wanita yang membuat kakak ngerasain rasanya jatuh cinta dan patah hati dalam waktu bersamaan,


kamu wanita yang bisa merubah sifat kakak menjadi lebih baik,jadi kalau kamu nanya apakah kakak mencintai kamu,


kakak akan menjawab kakak mencintai kamu dengan segenap hati kakak, Ay,"ucap Dika sambil tersenyum ke arah Lia.


"Sebelum nya terimakasih banyak karena kakak sudah mencintai Lia,


tapi Lia mau tanya,

__ADS_1


apabila Lia mau menikah dengan kakak,


apakah kakak tak keberatan menikah tanpa cinta dari Lia,


karena jujur Lia belum ada rasa cinta di hati Lia buat kakak,"Ucap Lia sambil menundukkan kepalanya nya,


Dika yang mendengar perkataan Lia merasa terkejut dan sekaligus bahagia.


Apakah Lia benar akan menikah dengan nya,


"Ay,Apa kamu beneran mau menikah sama kakak,kamu gak bercanda kan,"


tanya Dika penasaran apakah Lia hanya bercanda saja,


"jawab dulu pertanyaan Lia,barusan kak"ujar Lia,


"baiklah kakak akan jawab, kakak gak keberatan menikah dengan kamu tanpa ada rasa cinta dari kamu,


karena kakak yakin sedikit demi sedikit kakak akan bisa menumbuhkan rasa itu di hati kamu, karena kakak yakin cinta itu bisa datang karena kita terbiasa bersama,"ucap Dika .


"Satu lagi kak,apa kakak gak keberatan apabila Lia menikah sama kakak karena ingin memanfaatkan harta kakak,"ucap Lia sambil terus menunduk sebenarnya Lia Merasa tak enak berbicara seperti itu .


Dika yang mendengar pertanyaan Lia pun malah tertawa begitu lepas,


Lia yang melihat Dika tertawa pun merasa bingung kenapa reaksi Dika malah seperti itu,


Lia kira Dika bakalan menghujatnya dan mengatainya wanita matre yang ingin memanfaatkan harta laki laki doang,


"kenapa kakak malah tertawa,


"Maaf Ay, kakak lucu aja,


dengan pertanyaan kamu barusan,


kamu itu mau belajar jadi wanita matre kenapa malah bilang duluan,


tapi kalau kamu mau menikah dengan kakak karena harta kakak,


malahan kakak senang berarti selama kakak masih punya uang yang banyak kamu gak akan ninggalin kakak,benar gak,"ucap Dika sambil tertawa.


"Lia serius dengan pertanyaan Lia,"ucap Lia ,


yang membuat Dika menghentikan tawa nya,


dan berpikir bahwa telah terjadi sesuatu dengan Lia makannya dia berbicara seperti itu,


"Ay, sebenarnya ada apa,apa yang telah terjadi ,apa kamu mendapatkan masalah,"tanya Dika sambil membalikkan badan Lia agar berhadapan dengan dirinya.


"Lia ,mau menikah dengan kakak,


tapi dengan syarat kakak harus membiayai semua pengobatan ibu Lia sampai dia sembuh total,"ucap Lia, sambil terbata bata, karena gugup.


"Ay, kamu gak bercanda kan,


kakak gak mau kamu menikah dengan kakak karena terpaksa,

__ADS_1


dan soal biaya pengobatan ibu kamu,


kakak akan membayar nya tanpa kamu menikah Dengan Kakak,


kalau itu alasan kamu mau menikah dengan kakak,"ucap Dika kepada Lia,


dan Lia pun hanya bisa menunduk dan menangis,


"kalau kakak memberi uang untuk biaya rumah sakit ibu,


Tanpa Lia menikah dengan kakak,


berarti kakak menganggap Lia sebagai pengemis,


yang hanya bisa meminta minta ,


dan mengharapkan belas kasihan orang lain,


Lia memang orang tak punya tapi Lia tak akan pernah menerima uang dari orang lain Tanpa Lia bekerja dulu,


karena ibu Lia selalu mengajarkan kepada Lia bahwa ,


walaupun kita orang miskin tapi kita harus tetap menjunjung tinggi harga diri kita,


karena itulah harta yang paling berharga yang kita punya,"ucap Lia sambil menangis dan akan beranjak pergi dari tempat itu.


Sedangkan Dika yang mendengar Lia berbicara seperti itu merasa bersalah dia tak berniat seperti itu,


"Ay, tunggu dengerin dulu penjelasan kakak ,


kakak gak berniat sedikit pun merendahkan kamu ,


kakak cuma gak mau kamu menikah dengan kakak itu karena terpaksa, itu saja,


maafin kakak ya kalau udah nyakitin kamu,"ucap Dika sambil mencekal tangan Lia yang akan pergi dan refleks Dika pun memeluk Lia,dan Lia pun menangis di pelukan Dika.


"Dengerin kakak,


ayo cerita ke kakak apa yang sebenarnya terjadi ,


apa ini ada sangkutan nya dengan kesehatan ibu kamu Ay,


sekarang jelaskan sama kakak apa yang terjadi,"ucap Dika sambil terus memeluk Lia,


Lia pun sedikit tenang dan melepaskan pelukan Dika sambil berkata .


"Maaf kak ,gak seharusnya kakak peluk Lia,kita bukan muhrim,"ucap Lia sambil melepaskan pelukan Dika dan agak menjauh dari Dika,


Dika yang melihat itu hanya tersenyum geli ,


"ya udah , maafin kakak,bukan nya sebentar lagi kamu juga akan jadi muhrim kakak,"ucap Dika sambil tersenyum dan menaik turunkan alis nya.


Lia yang di tatap begitu oleh Dika pun merasa sangat malu,dan hanya bisa menunduk kan kepala nya,tanpa berkata apapun,


"Ay, sekarang kamu ceritakan apa yang telah terjadi ya,"ucap Dika kepada Lia dengan begitu lembut.

__ADS_1


__ADS_2