Cinta Sempurna Gadis Biasa

Cinta Sempurna Gadis Biasa
bab 16


__ADS_3

Almira sudah tiba di rumah bersama bu Arum mereka langsung ke dapur bersemangat untuk menyiapkan bahan-bahan kue..


''Bu sepertinya gula nya bakal kurang''kata Almira


''Iya terigunya juga kurang nak''tambah sang ibu


''Iya udah ibu catat apa aja yang kurang nanti aku pergi belanja'' kata Almira lagi


''Di catat aja dulu biar belanjanya besok ga perlu sekarang kan kue nya juga buat lusa..''


''Aku ga sabar deh bu..semoga nanti kue kue ibu laris ya di toko bu Ani''


''Amin..amin..ibu juga berharap begitu..kalo sudah lancar kita ga perlu jualan keliling lagi kita bisa juga jualan di rumah saja iya kan''


Almira menggangguk setuju..''semoga ini adalah jalan untuk keluar dari setiap kesulitan kami ya allah..''senyum mengembang di wajah Almira


Sementara Almira sedang bahagia berbeda dengan yang di rasakan oleh Dipta..di kamar Dipta dia mengunci dirinya mama Rissa memanggil namanya untuk makan tapi Dipta hanya diam saja..


Dia ingin menenangkan dirinya..kepalanya benar benar pusing ingin rasanya dia kembali ke kota b bersama dengan nenek kakeknya dia sekarang menyesal datang ke rumah orang tuanya..


Tok..tok..tok


''Dipta buka pintunya papa mau bicara''terdengar suara papanya di depan pintu


Dipta terkejut dan bergegas membuka pintu dia tak mau membuat papanya lebih marah


Clekk..


''Pah kenapa..''tanya Dipta


''Kenapa..kamu pikir sendiri kenapa bisa papa pulang sedangkan pekerjaan papa sedang menumpuk sekarang''jawab papanya dengan ekspresi wajah yang sulit di tebak Dipta


''Maaf pah''Dipta menunduk dia tak mau berdebat lagi dengan sang papa


''Apalagi sekarang sampai-sampai mama mu menangis dan menyuruh papa pulang''tanya papa Wirawan


''Dipta ga ngapain ngapain kok pah..Dipta hanya ingin menenangkan diri''


''Dan membuat mama mu khawatir karena kamu mengunci pintu''


Dipta hanya menunduk


''Maaf pah..Dipta ga bermaksud''


''Dipta dengar papa..perjodohan ini papa setujui karena memikirkan masa depan kamu..kalau kamu keberatan dengan keputusan papa..kamu boleh menolak nya tapi alasan nya harus tepat jangan hanya karena kamu ga mau saja..''jelas papa Wirawan


Dipta langsung senang mendengar ucapan papanya


''Papa serius''tanyanya


''Iya papa serius..tadi papa juga sudah bicara dengan papanya Ratu karena Ratu mengadu sama papanya tentang sikap kamu di sekolah pada Ratu''


''Aku cuma...''


''Udah ga usah beri alasan..papa nya ratu khawatir kamu terus menyakiti hati anaknya..maka nya perjodohan di tunda dan membiarkan kalian dekat atas dasar kemauan sendiri''


''Itu artinya perjodohan nya ga batal dong..tadi kata papa aku boleh nolak''


''Iya emang tapi dengan alasan yang tepat''

__ADS_1


''Maksudnya''


''Kalian saling kenal dulu..temenan dulu aaja ''


''Tapi pah..''


''Mau alasan lagi..kamu kan belum kenal Ratu dengan baik berilah Ratu kesempatan dekat dengan kamu mungkin nanti kamu akan jatuh cinta atau nemu alasan kalian ga cocok iya kan..''


''Makasih pah...''


''Ya sekarang udah kan galau nya..papa harus balik kantor lagi''sambil melihat mama Rissa


''Dipta ikut pah''


''Ngerayu papa kamu''


Dipta hanya nyengir saja


''Udah cepet ganti baju papa tunggu di bawah''


''Oke pah''


mama Rissa dan papa Wirawan keluar dari kamar Dipta ada perasaan lega di hati mama Rissa entah apa yang membuat hati papanya luluh seperti itu


''Mama kenapa''tanya papa Wirawan yang aneh melihat tatapan mama Rissa padanya


"Makasih pah..udah menunda perjodohan Dipta tapi mengapa papa berubah pikiran"tanya mama Rissa penasaran


"Papa tadinya setuju mah...tapi melihat sikap pa Lukman papa jadi berpikir kembali tentang perjodohan ini"


"Emang pa Lukman kenapa pah.."


"Tadi dia marah marah di kantor karena sikap Dipta pada Ratu dan mengancam membatalkan kerjasama yang sudah di setujui"


"Terus udah jelaskan mah..kalau dia hanya menginginkan keuntungan saja di pihak mereka..dia tidak bisa bersikap profesional dalam pekerjaan mah.."


"Mama ga ngerti pah"


"Ya intinya papa menyuruh Dipta berteman sama Ratu hanya untuk mengulur waktu mah sampai kerja sama papa sama pak Lukman berakhir"


"Itu artinya papa sama aja kaya pak Lukman dong pah"


"Ya beda lah mah pak Lukman mau membatalkan kerjasama karena perusahaannya berinves kecil di proyek ini sedangkan papa sudah mengeluarkan uang banyak untuk proyek ini dan perusahaan papa yang menjadi penanggung jawab proyek ini jadi enak di pak Lukman dong kalau di batalin "


"Ga ngerti ah..kan proyek bersama tapi kok papa ngeluarin uang banyak sedangkan pak Lukman sedikit"


"Katanya baru bulan depan perusahaannya berinvestasi lagi"


"Papa ga rugi"


"Ga lah papa udah pegang saham perusaan pak lukman kalau sampai dia berani main main.."


"Ya udah kalo gitu tinggal batalin aja"


"Ngga bisa mah kalau sampai papa yang batalin nama perusahaan akan di permalukan mah..."


"Dan papa memanfaatkan Dipta"


"Hanya sampai kerjasama berakhir aja mah.."

__ADS_1


"Papa sama saja"


"Pah..Dipta udah siap berangkat yuk" kata Dipta membuat orang tuanya menghentikan obrolan mereka


"Ok ayo"ajak papa Wirawan


"Dan Dipta mau papa jelasin tentang omongan papa dan mama tadi"


Kamu dengar"tanya mama Rissa khawatir


"Iya"jawab Dipta


"Papa jelasin di mobil"


Dipta mengganguk dan mengikuti sang papa berjalan ke mobilnya


Sementara mamanya masih khawatir melihat anak dan suaminya ..karena tak mengerti akan rencana suaminya itu


*


Almira merebahkan dirinya di kamar setelah selesai mencatat bahan bahan yang di perlukan untuk belanja besok Almira berniat untuk beristirahat


Nuni sayang ku calling..


Almira tersenyum melihat handphone nya sambil mengangkat panggilan tersebut


"Hallo Almira sayang"


"Ada apa sih "


"Ga cuma gabut aja bingung mau ngapain..ya udah ngganguin loe deh"


"Dasar..ga ada kerjaan"


"Tapi loe ga lagi ngapa ngapainkan loe ga lagi sibuk kan"tanya Nuni


"Ngga aku cuma sedang rebahan aja"


"Gimana kalau jalan..mau"ajak Nuni


"Kemana"


"Terserah"


"Kamu yang ngajak kali Nuni sayang.."


"Haha aku bingung"jawab Nuni


"Ya udah kamu mening tidur aja daripada ga jelas mau ke mana"


"Tapi pengen keluar..bete banget di rumah"jawab Nuni..


"Iya udah kamu ke sini aja juga aku malas keluarnya"tawar Almira


"Iya juga nya..ya deh aku balik lagi ke rumah kamu aja ya"


"Heemm cepetan sini"


"Oke tunggu gue ya..bye Almira sayang.." panggilan pun terputus

__ADS_1


Almira memejamkan matanya..rasanya senang mempunyai sahabat seperti Nuni dia selalu menemani Almira di saat senang dan susah walaupun Nuni anak orang kaya tapi Nuni tak pernah malu untuk bersahabat sama Almira..


"Terima kasih Nuni.."Almira bergumam dengan senyum di bibirnya


__ADS_2