Cinta Sempurna Gadis Biasa

Cinta Sempurna Gadis Biasa
bab 47


__ADS_3

kebahagian terasa di hati Almira saat melihat kedua orang tua Dipta sangat ramah padanya pak Wirawan yang terlihat sangat tegas ternyata ada sisi lembut dalam dirinya Almira merasa cocok saat berbincang dengan papanya Dipta tak lama kemudian asisten pak Wirawan memberitahu saatnya untuk berangkat ke acara pesta..papa dan mama Dipta berdiri di ikuti oleh Dipta dan Almira


''Nanti di sana kamu jangan jauh-jauh dari Dipta ya..kalau misalnya Dipta nya sibuk kamu sama tante aja ga usah malu oke..''nasihat mama Rissa sebelum mereka naik ke mobil masing-masing


Tak lama mereka pun sampai sebuah hotel megah salah satu hotel yang di kelola oleh keluarga Dipta..hotel yang sangat indah membuat Almira kembali terpana saat memasuki aula hotel tempat acara berlangsung melihat ke arah Dipta


''Kenapa..''tanya Dipta sadar Almira terus melihat ke arah nya


Almira menggeleng malu kini dia makin minder untuk mencintai Dipta entah mengapa perasaan malunya kini lebih besar daripada rasa cintanya pada Dipta


Dipta merasakan tangan Almira yang dingin dan wajah Almira sangat tegang saat Dipta menggandeng tangan Almira


''Mir..kamu baik-baik saja''Dipta kembali bertanya untuk memastikan


Almira hanya tersenyum kaku dia bingung untuk menjawab pertanyaan Dipta Akhirnya Almira hanya mengganggukkan kepalanya


''Kamu ga usah takut ada aku di sini aku akan selalu di samping kamu jadi kamu tenang ya''sambil tersenyum Dipta mencoba menenangkan Almira


Saat keluarga Dipta masuk semua tamu undangan yang hadir langsung melihat ke arah mereka tampak pak Lukman pun hadir di acara itu dia hanya tersenyum sinis menatap kedatangan Pak Wirawan


Begitupun Almira dan Dipta yang bertatapan dengan Ratu yang berada di samping papanya


Almira melihat Ratu mencoba tersenyum padanya


''udah ga usah di liatin terus ayo kita duduk dekat mama dan papa''kata Dipta


''Tapi kamu liat ga tatapan mata Ratu sangat aneh padaku..apa mungkin semua perkataannya di sekolah hanya pura-pura''


''Mungkin saja karena aku juga belum sepenuhnya percaya dia sudah berubah..tapi sudahlah jangan kamu pikirkan sekarang''


Almira mengangguk setuju dengan perkataan Dipta,diapun duduk di samping Dipta bersama dengan keluarga Dipta


Acara ulang tahun perusahaanpun di mulai dengan sambutan dari papa Dipta..tampak gagah sekali pak Wirawan saat menyampaikan kata demi kata sambutan dan ucapan terima kasihnya


Acara berlangsung sangat meriah Dipta di ajak oleh papanya untuk berkenalan dengan beberapa koleganya dan mama Rissa tampak sibuk dengan istri-istri direktur yang merupakan temannya


Almira duduk seorang diri sambil menikmati acara dan beberapa potong kue yang ada di meja nya


Tak lama seorang kakek menghampiri Almira dan mengajak nya berbicara


''Nona..kalau saya boleh tau siapa anda..''tanya sang kakek tersebut

__ADS_1


Almira memandang kakek itu karena wajah nya tampak seperti Dipta


''Mengapa Anda hanya diam..anda tak mendengar pertanyaan saya''tanya kakek itu lagi


Almira tersadar mendengar ucapan kakek itu dan langsung berdiri..''Maaf..maaf kan saya tuan kalau saya kurang sopan..nama saya Almira saya adalah teman sekolah Dipta putra pak Wirawan''Almira memperkenalkan diri


''Oh teman..apakah hanya teman''tanya nya lagi


''Maksud tuan..saya kurang mengerti pertanyaan Anda''kata Almira yang sebenarnya tau maksud pertanyaan itu tapi dia pun bingung harus memperkenalkan diri sebagai apa


''Dipta tak pernah membawa teman perempuan ke acara seperti ini apa hubungan mu dengannya lebih dari teman..apakah orang tua mu adalah salah satu patner bisnis dari papanya Dipta sehingga kalian bisa dekat''tanya kakek penuh selidik


''Maaf tuan..saya hanya teman nya saja di sekolah dan orang tua saya bukan rekan bisnis pak Wirawan''jawab Almira menunduk


Reno yang baru sampai di tempat acara bersama orang tuanya menghampiri Almira dan Kakek tersebut


''Ayah..anda datang''kata Tante Ani sambil memeluk kakek tersebut''apakah ayah datang sendiri ibu tidak ikut''tanyanya


Kakek itu tersenyum kepada anak perempuannya''Aku sudah datang dari tadi tapi lihat kakak dan kakak ipar mu sungguh sibuk tak ada yang menyambut ku..''kata kakek Malik kesal


Almira yang mendengar perkataan kakek itu langsung menatap padanya


''Hey anak nakal apanya yang lucu mengapa kau tersenyum seperti orang bodoh''kata Kakek Malik kepada Reno


Reno melihat kepada kakeknya dan kemudian memeluknya juga''hanya merasa lucu kek..''jawabnya kemudian


''Dasar Anak nakal..kakek rasa ibumu ini terlalu memanjakan mu''


''Engga kek malah mama sering mememarahiku..''adu Reno


''Ayah naik apa ke sini,apakah ayah dan ibu sehat ''sapa papa Reno


''Ayah sehat ibu mu juga sehat tapi dia tidak bisa ikut karena tidak suka acara seperti ini kau tau sendiri..''


''Syukurlah kalau ayah dan ibu sehat..''tambah tante Ani


''Ani..apakah dia temannya Dipta''tanya Kakek kepada tante Ani menunjuk ke arah Almira yang dari tadi hanya diam memperhatikan percakapan mereka


Tante Ani tersenyum ramah pada Almira..''hai Mir tante sampai ga sadar kamu ada di sini..kamu ke sini sama Dipta''


Almira mengganguk..

__ADS_1


''Ayah sepertinya dia akan menjadi calon cucu menantu mu..''kata Tante Ani menjawab pertanyaan Ayahnya


''Tante...''Almira kaget mendengar perkataan Tante ani tentang dirinya


''Maaf tuan..saya sudah bilang saya cuma temannya Dipta saja''kata Almira malu


''Tenang Mir kamu ga usah tegang gitu kakek aku orangnya baik kok..iya kan Kek..''kata Reno


Almira kembali tersenyum''oh ya Ren..bukannya kamu bareng sama Nuni dimana Dia kok belum datang..''tanya Almira kepada Reno


''Nuni..bukannya itu temannya Almira..yang sering di ajak ke toko''tanya Tante Ani kepada Reno


''Iya Mah..''jawab Reno''tadi dia bareng sama aku tapi katanya mau ke toilet dulu..kebetulan di pintu ketemu sama mama dan papa jadi aku masuk duluan bareng mereka..Nuni paling nyusul masuk bentar lagi''kata Reno menjelaskan


''Gini lho ayah...mas..Almira ini anaknya patner bisnis toko aku..aku udah ceritakan kalau aku buka 2 cabang toko baru,nah ke 2 toko itu di kelola sama Ibu Arum ibunya Almira..''jelas tante Ani yang melihat Ayah dan Suaminya tampak bingung


''Penjual kue''kata Kakek Malik kepada Almira seperti kurang senang


Almira menggangguk pelan


''Ayah kok gitu sih ngomongnya..anak ayah juga kan penjual kue''kata Tante Ani yang melihat sikap ayah nya


''Apakah ada yang salah dari perkataan ayah..mengapa kamu seperti marah pada Ayah''kata kakek Malik sedikit meninggikan suaranya membuat tamu melihat ke arah mereka Dipta dan Pak Wirawan pun melihat ke arah Almira..Mereka kaget melihat ada kakek Malik di sana sementara Mama Rissa masih asik mengobrol belum sadar kehadiran Ayahnya


Dipta dan Pak Wirawan langsung menghampiri meja Almira


''Maaf Ayah..saya kira anda belum datang''kata pak Wirawan sambil mencium tangan mertuanya itu


''Kakek''kata Dipta sambil memeluk kakeknya


''Mengapa kamu ga pernah berkunjung ke tempat kakek..kamu tau di rumah kakek laporan dari bengkel dan restoran mu menumpuk belum di periksa''kata Kakek Malik


''Maaf kek..aku di sini sedang sibuk''Dipta membuat alasan


''Oh ya sibuk pacaran dengan gadis ini''kata Kakek malik menatap tajam Almira


''Apakah kakek tau gadis cantik ini masih temanku dia belum jadi pacarku kek..dia menolak seorang PRADIPTA WIRAWAN cucu kesayangan kakek ini''jawab Dipta


membuat semua keluarga Dipta menatap ke arah Almira..sementara Dipta dan Reno hanya tersenyum


''Dia hanya gadis kecil berani menolak kamu Dipta..apa kamu ga salah''kata kakek Malik tak percaya

__ADS_1


__ADS_2