
Biarkan aku mencintai mu dengan cara ku sendiri''Almira menatap yakin pada Dipta..
Sementara Dipta hanya diam saja memandang Almira tak lama Dipta pun berkata''ini kah cara mu mencintaiku dengan pergi dari ku dan melupakan cinta ku,ini terlalu aneh untuk ku''
****
Sudah satu bulan berlalu sejak kejadian di atap itu Almira dan Dipta bagai orang asing yang tak pernah saling menyapa Ratu yang selalu berusaha mendekatkan Almira dengan Dipta pun merasa usaha nya sia-sia..
''Mir gue perhatikan loe udah lama ga bicara sama Dipta'' tanya Ratu saat pelajaran sedang kosong
''Bukan urusan kamu'' jawab Almira malas
''Mir kita udah jadi teman sebangku satu bulan tapi kenapa sih loe masih ketus aja sama gue''tanya Ratu pura-pura sedih
''Berhenti bersandiwara..aku malas meladeni kamu..''
''Oke tak masalah kalau kamu masih ga percaya..tapi gimana kalau siang ini kita belajar bareng untuk UTS ajak Dipta juga yaa please...''pinta Ratu
''Maaf aku udah janji sama Nuni untuk belajar bareng..ga mungkin Nuni mau bareng sama kamu''tolak Almira
''Kamu keterlaluan Mir..kamu bener-bener kejam padahal aku tulus mau temenan sama kamu tapi kamu sangat tak menghargai itu''
''aku udah bilang aku biarin kamu duduk sebangku sama aku bukan berarti kita teman..''
''Awas loe Mir loe bakal nyesel...''kata Ratu dalam hatinya
Ratu pun melangkah keluar dengan kesal..sementara Almira hanya memandang Ratu dengan tatapan heran Almira merasa sepertinya Ratu memang sengaja mendekatkan nya dengan Dipta entah untuk alasan apa Almira tak mengerti
Almira menatap ke bangku Dipta tampak Dipta sedang memainkan HP nya..sudah lama Dia tak berbicara ada kerinduan di hatinya untuk Dipta tapi tetap tak berani Almira ungkapkan untuk sekarang Almira hanya ingin fokus mengurus toko baru yang belum lama mereka buka..Almira ingin berusaha sukses dulu agar layak di hadapan keluarga Dipta dan tidak membuat ibunya Khawatir
Satu bulan ini Almira hanya bisa memandang Dipta dalam diam atau menanyakan kabarnya kepada Nuni melalui Reno
Bel istrahat pun berbunyi Almira bersiap akan pergi ke kantin saat akan berdiri Almira hampir jatuh karena menginjak tali sepatunya yang terlepas untung saja Dipta yang ada di belakangnya menahan tubuhnya Almira sehingga Almira tak jatuh ke lantai
__ADS_1
''Terima kasih''kata Almira terlihat sangat gugup
''Ga perlu''Dipta menjawab dengan cueknya
''Tapi..''
''Gue bilang ga perlu''
Dipta pun meninggalkan Almira yang masih berdiri menatapnya heran karena sikapnya yang sangat cuek..ya sejak kejadian itu Dipta menjadi pribadi yang semakin dingin dan cuek bukan hanya pada wanita-wanita lain pada Almira pun sama seperti itu
''Apakah aku sangat menyakiti hatinya sehingga sikapnya begitu dingin..padahal aku pun sama terluka menahan cinta ini..tapi apa dayaku..untuk saat ini aku harus bisa menahannya''
''Apa mungkin sekarang Dipta sudah tak mencintaiku lagi,andai saja ibu waktu itu setuju mungkin sekarang aku bisa bersama dengan Dipta..Aaaaah sudah lah..aku percaya akan ada saatnya untuk kami bahagia nanti''batin Almira sambil mengusap dadanya yang terasa sesak
Sementara Dipta berjalan ke luar kelas menuju kelas Reno,setelah sampai di kelas Reno Dipta kemudian duduk di sebelah Reno yang masih asik mencontek PR dari temannya
''Kantin yuk...''ajak Dipta dengan malasnya
''Napa tuh muka''tanya Reno menatap sekilas wajah Dipta kemudian kembali menulis lagi
''Wah bagus dong..udah ada kemajuan lagi harusnya loe senang kan bukan nya BT kaya gitu tuh muka''
''Iya harusnya tapi ga tau kenapa melihat cara bicara nya yang kaku kaya ngomong sama orang asing gue jadi kesel banget..''
''Harus nya loe bisa memanfaatkan kesempatan itu untuk ngobrol lagi sama Almira..napa juga loe harus ikut menjauhi Almira bukan perjuangin cinta loe.. aneh loe berdua''
''Aneh ...aneh apa maksud loe''tanya Dipta heran
''Ya loe sama Almira sama-sama Aneh saling cinta tapi ga bisa bersama bukannya mempertahankan cinta malah sepakat saling menjauh,eh sekarang sudah menjauh ga bisa nahan rindu jadi marah-marah terus bawaan nya''jelas Reno
''Itu gue lakukan demi dia juga..mungkin kalau gue beri dia waktu sendiri,dia akan sadar bahwa gue tulus mencintainya tanpa memandang apapun..''
''Mening sadar..gimana kalau selamanya Almira ga sadar,mau tunggu sampai kapan sampai datang jodoh Almira yang di setujui oleh ibunya''ledek Reno
__ADS_1
''Ya ga lah..gue yakin suatu saat nanti Almira akan berhasil membujuk ibunya untuk merestui kami''jawab Dipta yakin
''Terus bermimpi..ini mah judul nya jodoh ku terhalang restu mertua..''Reno tertawa puas
''Udah selesai loe..kantin yuk''kata Dipta tanpa mau menjawab ucapan Reno
Reno menggangguk kemudian berdiri menyusul Dipta yang sudah melangkah duluan saat akan keluar dari kelas mereka bertemu dengan Nuni yang akan masuk ke dalam kelas
''Sendirian loe''tanya Reno sambil melihat ke kiri dan ke kanan Nuni
'' Iya..kenapa nanya '' Nuni balik bertanya
''Loe ga liat temen gue galau banget''jawab Reno sambil melihat ke arah Dipta,Nuni pun menatap ke arah nya
''Temen loe galau apa urusan nya sama gue,yang gue liat temen loe B aja..malah makin cuek dan dingin menurut gue''kata Nuni yang mengerti maksud pertanyaan Reno
''Maksud loe''tanya Dipta sadar sedang di bicarakan Nuni dan Reno
''Ngga maksud apa-apa cuma penasaran aja,kenapa loe beda sekarang bukan hanya sama gue bahkan sama Almira juga loe cuek banget''tanya Nuni
''Bukannya ini keinginnan temen loe..apa dia keberatan sekarang dengan sikap gue yang seperti sekarang..''jawab Dipta dengan kesal
''Kenapa loe jadi marah''Nuni juga kesal melihat sikap Dipta
''Gue ga marah..''jawab Dipta
''Kelihatan banget kali loe kesel nya''kata Nuni
''Udah gue lapar..gue mau ke kantin ga mau bahas lagi urusan yang ga penting..''kata Dipta tetap cuek
'' Apa..urusan ga penting maksud loe Almira Ga PENTING gitu..''Nuni semakin kesal
''IYA BUAT GUE SEKARANG TEMAN LOE ITU GA PENTING''jawab Dipta
__ADS_1
Almira yang mendengar ucapan Dipta pun terkejut tadinya dia mau ke kelas Nuni mengambil cemilan yang terbawa Nuni tapi Almira mengurungkan niatnya saat melihat ada Dipta di depan kelas Nuni..