Cinta Sempurna Gadis Biasa

Cinta Sempurna Gadis Biasa
bab 29


__ADS_3

Dipta mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke toko bu Arum pikirannya benar-benar tak karuan entah mengapa saat mendengar bahwa Almira akan menghindar darinya Dipta tak dapat menerima hal itu.


Sementara mobil Reno mengejar dari belakang karena Reno di tinggal oleh Dipta dia terpaksa menyusul Dipta memakai mobilnya sendiri


''Menyusahkan saja anak ini..dia yang galau gue yang susah,semoga saat nanti ketemu Almira dia tidak kehilangan kendali karena marah''gerutu Reno di dalam mobilnya


Mobil Dipta pun sampai di Toko bu Arum setelah keluar dari mobilnya Dipta bergegas masuk tanpa menunggu Reno yang baru memarkirkan mobilnya


''Almira bisa kita bicara,gue mau minta penjelasan dari loe mengapa loe mau menghindar dari gue''kata Dipta begitu melihat Almira di toko


Nuni dan Almira saling bertatapan kaget mendengar perkataan Dipta,Almira kelihatan gugup dia tak menyangka Dipta akan datang ke toko setelah tadi Nuni menelepon melarang Reno ke toko..tak lama Reno pun masuk ke dalam toko dengan wajah cemas dan tegang melihat ke arah Almira dan Nuni


''Maaf gue tau kita ga boleh ke sini tapi gue ga bisa menghentikan nya..''


''Ren loee bener-bener yaa,ngapain loe ngadu ke Dipta''tanya Nuni kesal karena yakin ini semua ulah Reno


''Gue ga ngadu kok kebetulan aja saat loe nelepon gue,guenya ada di rumah Dipta''Reno mencoba menjelaskan


''Udah selesai kalian bicaranya bisa beri waktu buat gue dan Almira berbicara''kata Dipta pada Nuni dan Reno


Nuni dan Reno hanya menggangguk tanpa berani menjawab omongan Dipta sementara almira hanya diam tanpa mengatakan apapun


''Mir..''Dipta kembali menatap Almira


''Iya tapi tidak di sini ga enak nanti kalau ada pelanggan yang datang''kata Almira


''Ya udah kita ke kafe aja ngobrolnya''Ajak Dipta


''Ngga usah,di dapur aja bicaranya..Nun nitip dulu bentar yaa'' Almira melirik Nuni,Nuni hanya menggangguk


''Iya'' jawab Dipta


Lalu Almira berjalan menuju dapur di ikuti oleh Dipta perasaan Almira bercampur aduk sangat tak terbayangkan,setelah memasuki dapur Dipta langsung berbicara tanpa basa basi lagi


''Mir kamu harus jawab aku..apakah kamu juga suka sama aku''


''aku..kamu..tumben bicaranya aku kamu''tanya Almira mencoba bersikap tenang padahal hatinya berdebar sangat kencang

__ADS_1


''biar aja emang kenapa ,kamu mau loe gue bicaranya..ga penting juga kan panggil apa''kata Dipta sambil bersikap lucu seperti anak kecil


Almira yang tadinya tegang langsung tersenyum melihat tingkah Dipta yang seperti itu sungguh Almira tak menyangka akan ada saat seperti ini..dimana mereka berdua dan berbicara masalah hati di tambah sikap Dipta yang manis menurut Almira


''Kok cuma senyum ga bisa aja jawab apa ga mau jawab..''tanya Dipta


''Sebenarnya aku juga suka sama kamu''jawab Almira ragu


Senyum Dipta langsung mengembang hatinya berbunga-bunga mendengar jawaban Almira


''Tapi...''Almira melanjutkan kata-katanya


''Apa kok pake tapi..aku ga mau dengar kata tapi bisa...''sambar Dipta


''Aku takut status kita benar-benar beda,aku hanya orang biasa yang tak punya apapun untuk di banggakan''Almira menunduk sedih


''Aku tak merasa itu sebuah masalah,toh aku tak pernah memandang orang karana hartanya''kata Dipta karena tak mau Almira menjadikan itu alasan untuk menolaknya


''Menurut mu bukan masalah,tapi suatu hari nanti aku takut ini akan menjadi madalah bagi kita,satu lagi..Aku mau kamu beresin dulu masalah kamu sama Ratu''kata Almira


Urusanku sama Ratu sudah beres''tegas Dipta


''Emang kamu menggoda aku gitu''Dipta malah tetsenyum mendengar Almira memposisikan dirinya sebagai penggoda


''Isssshhh serius''Almira mendelik kesal


''Iya serius..memang kamu godain aku''tanya Dipta menahan senyumnya


''Ngga''jawab Almira ketus


''Iya terus''


''aku takut aja mereka yang ga tau berpikir begitu kalau kita tiba-tiba bersama''Almira menunduk


''aku ga peduli''jawab Dipta


''kamu ga peduli tapi aku peduli''Almira terlihat menahan tangisnya

__ADS_1


''oke terus kamu ingin kita bagaimana kalau aku inginnya kamu jadi pacar aku dan pacaran seperti biasa ga mau sembunyi-sembunyi''


''Aku pun ingin seperti itu tentu saja wanita mana yang tidak mau memamerkan pacar yang seperti mu,laki-laki yang tampan,kaya ,kurang apa coba''


Dipta tersenyum malu-malu dia tak menyangka Almira akan berkata seperti itu..Almira pun tak mengerti keberanian dari mana dia sehingga dia bicara secara terang-terangan kepada Dipta


''Mir aku anggap sekarang kita resmi berpacaran''kata Dipta


''Ngga..aku ingin kami selesai kan dulu masalah dengan Ratu''


''Apalagi yang harus aku selesai kan..aku dan Ratu sudah selesai''


''Sampai dia bisa melepaskan mu dan tak mengejarmu lagi baru kita akan resmi berpacaran''jawan Almira yakin


''Apa, kalau seperti itu sampai kapan pun Ratu ga akan menjauh dari ku..bagaimana cara nya agar dia melepaskan aku secara suka rela''keluh Dipta


''itu urusan mu..jadi silahkan pikirkan sendiri aku ga mau sampai Ratu mencari masalah dengan ku hanya gara-gara kamu..''


''Wah..kamu sungguh tega kalau seperti akan lama aku bisa pacaran sama kamu''kataa Dipta pura-pura sedih


''Iya jangan di lama-lamain dong beresin masalahnya''Almira sewot


''dih mulai cemburu''goda Dipta


''Apaan cemburu..ngga juga tuh''kata Almira sambil membalikkan badan agar tak terlihat jawah nya yang memerah


''Yakin''goda Dipta senang


''Udah ah..kasihan Nuni di depan sendirian.'' Almira mencoba menghindar


''Ga juga, ada Reno kan di depan aku masih mau ngobrol sama kamu''


''Ngobrol apa lagi...''


''Tentang kita''


''Belum saat nya''

__ADS_1


Almira pun meninggalkan Dipta dengan senyum yang masih ada di bibir nya perasaan nya sangat senang..Dipta kini bisa dia miliki tanpa khawatir cintanya bertepuk sebelah tangan karena kini dia yakin Dipta pun cinta padanya..hanya masalah Ratu saja yang masih menghantuinya


__ADS_2