
''Entahlah Pah..''jawab Dipta kurang yakin
''Baik lah pikirkan kembali penawaran dari papa'' Pa wirawan tersenyum..''papa mau mandi ya udah malam banget nih besok pagi papa ada meeting penting''lanjutnya
Dipta hanya menatap pada sang papa yang berlalu ke kamarnya bersama sang mama, sambil terus berpikir apa yang harus dia lakukan..dalam hatinya senang sekali mendengar papa dan mamanya dapat menerima Almira tapi bagaimana cara dia membujuk Almira untuk pergi
''Lebih baik gue besok bicara sama Reno semoga dia punya ide''Dipta berkata sendiri
Dipta pun menuju kamar nya untuk tidur karena waktu sudah pukul 22.00,setelah sampai di kamarnya Dipta merebahkan dirinya di kasur..baru kali ini di merasakan hati nya sangat galau karena seorang wanita
Sementara di kamar Almira masih terjaga dia sedang mempersiapkan laporan pembukuan bulanan tokonya..Almira tersenyum melihat hasil penjualannya memang benar kata bu Arum kue-kue di toko nya sangat laris pantas saja bu Ani membuka toko baru karena itu sangat menguntungkan..
Almira menatap buku yang penuh dengan angka-angka di dalamnya
''Kalau hasil penjualan terus seperti ini tak lama lagi aku dan ibu bisa punya toko sendiri,andai itu terwujud mungkin keuangan keluarga ku akan semakin stabil walau masih jauh dari keluarga Dipta tapi setidaknya keluargaku nanti akan ada penghasilan tetap dan mungkin orang tua Dipta tak kan keberatan kalau aku menjalin hubungan dengan anaknya''Almira senyum-senyum sendiri sambil terus mengkhayalkan Dipta
''Ya Allah aku mohon biarkan kami berjodoh,karena sungguh hati ini sangat mengharapkan nya,hati ini tak bisa jauh dari nya,hati ini selalu merindukan nya..''
''Andai saja kau beri hamba mu ini kesempatan untuk mendapatkannya maka tak kan ku pernah lepaskannya menjaga dirinya dan selalu bersama dengannya''
''hamba sungguh sangat mencintainya''
Almira pun mengusap wajah dengan telapak tangannya mengakhiri doa nya tersebut..sambil tersenyum bingung entah mengapa dia berdoa seperti itu..
tanpa Almira ketahui ternyata di depan pintu Almira ibunya mendengar setiap doa yang Almira ucapkan..hati ibu nya sungguh merasa bersalah sepertinya keputusannya untuk Almira menjauhi Dipta adalah salah,tapi bu Arum berpikir itu semua hanya demi kebaikan Almira bu Arum tak ingin Almira nantinya di permalukan oleh keluarga besar Dipta hanya karena orang biasa..
''Ya allah aku sungguh kejam pada anakku sendiri,aku takut dia akan sakit hati apalagi ini adalah cinta pertamanya..kami hanya keluarga biasa Ya Allah..apakah pantas bagi anak ku menjalin hubungan dengan keluarga itu''batin Bu arum
Bu Arum pun menutup kembali pintu kamar Almira dengan pelan,dia tak jadi masuk untuk melihat anaknya,air matanya menetes merasakan rasa bersalah di hatinya
Almira menatap sekilas ke arah pintu yang seperti menutup
''Aneh perasaan seperti ada yang menutup pintu..apa angin ya..bisa jadi mungkin tadi aku kurang rapat nutup pintunya..''pikir Almira
__ADS_1
Almira pun mematikan lampu belajarnya bersiap untuk tidur..tak lama membaringkan tubuhnya di kasur Almira pun langsung terlelap ke alam mimpi
****
Keesokan paginya Dipta menjemput Reno untuk berangkat bersama Dipta sengaja menjemput Reno untuk berbicara tentang Syarat dari Papanya
Sesampainya di Rumah Reno tampak Reno akan masuk ke dalam mobilnya Dipta pun membunyikan klakson untuk memanggil Reno,Reno menatap ke arah mobil Dipta lalu berjalan menghampirinya
''Mas bro sengaja jemput gue''tanya Reno heran
''iya buruan naik''
''tapi gue ga mau nyetir ya''
''iya tenang aja gue yang nyetir loe tinggal duduk manis aja''
Reno pun tersenyum dan berjalan memutari mobil lalu masuk ke dalam mobil setelah Reno selesai memasang seat belt Dipta pun menjalankan mobilnya menuju sekolah..
''Mas bro ada masalah ''tanya Reno heran karena tak biasanya Dipta mau menjemputnya secara sukarela
''Wah loe datang pada orang yang tepat..gue konsultan cinta terakreditasi loe ga bakal nyesel cerita sama gue..''
''Apaan sih loe..''
''Serius Mas bro,loe bisa cerita masalah apa aja gue dengan senang hati pasti akan membantu mas bro kok..''
''Gini gue udah dapat restu dari papa untuk berhubungan dengan Almira''
''Wah...bagus...bagus dong Om Wirawan memang TOP deh..''potong Reno
''Dengar dulu gue belum selesai''
''Terus..''kata Reno menggoda Dipta
__ADS_1
''Ada syaratnya''
''What syarat..syaratnya berat atau tidak..aaaah bukan itu masalah,mau apa pun syaratnya mas bro harus terima kan..ga boleh menyerah'' ceroscos Reno yang memotong kata-kata Dipta membuat Dipta kesal dam menatap tajam pada Reno
''Mas bro napa liat nya gitu emang gue salah ngomong''tanya Reno berhati-hati karena tau kalau Dipta marah urusan nya bisa kacau
''Loe bisa kan dengerin dulu gue selesai ngomong baru jawab bukan dari tadi maen potong aja omongan gue''Dipta kesal
''Maaf gue kan hanya penasaran dengan syaratnya..oke deh sekarang gue akan dengarin dulu loe ngomong,jadi silahkan lanjutkan cerita loe Mas bro..'' bujuk Reno sambil nyengir kuda
''Papa Mau Almira menerima pertukaran pelajar ke luar negeri,dan gue harus bisa bujuk Almira sebagai syarat agar hubungan gue dan Almira di restui''jelas Dipta sambil terus fokus menyetir
Reno menatap tak percaya dengan apa yang di ucapkan Dipta,dia sampai diam tak menjawab apapun kata-kata Dipta
''Kenapa loe diam..''tanya Dipta yang heran Reno tak menjawabnya dan hanya menatap padanya
''Gue bingung ini syarat apa cara om Wirawan untuk menolak Almira secara tidak langsung''pikir Reno
Dipta tersenyum ''gue juga awalnya berpikir seperti itu''
''Iya kan coba loe pikir kalau Almira pergi ke luar negeri otomatis loe ga bakal ketemu sama dia terus seperti sekarang satu sekolah dan mungkin nanti komunikasi kalian pun tidak akan berjalan lancar..
Itu kan bisa menjadi penyebab hancurnya suatu hubungan''
''Maksud loe''
''Maksud gue mungkin dengan cara seperti itu hubungan loe dengan Almira bakal berakhir dengan sendirinya,gue pikir Om Wirawan tau kalau mungkin menolak Almira secara langsung loe pasti ga akan terima''
''Loe pikir Papa gue selicik itu haah..''
''Sorry mas bro itu kan cuma menurut gue''Reno merasa bersalah
Mobil Dipta sudah sampai ke sekolah,dia pun memarkirkan mobilnya dan mereka pun turun untuk masuk ke kelas masing-masing
__ADS_1
''Mas bro jangan marah dong''kata Reno setengah berlari menyusul Dipta yang berjalan cepat di depannya
''Percuma ngomong sama loe ga ada solusi malah bikin pikiran gue makin kacau''sahut Dipta tanpa menghentikan langkahnya...