Cinta Sempurna Gadis Biasa

Cinta Sempurna Gadis Biasa
bab 46


__ADS_3

Hari ulang tahun perusahaan AL-FATIH GROUP akan di laksanakan malam ini..semua orang tak sabar melihat acara ulang tahun yang akan di liput oleh semua media elektronik..Almira terus memandangi dirinya di cermin Almira sudah siap untuk pergi ke acara tersebut kemarin di sekolah Dipta secara khusus mengundang nya untuk datang sementara Nuni di undang oleh Reno..mereka sudah janji akan berangkat bersama tapi rencana itu batal karena Dipta akan menjemputnya dan Almira Harus mau nanti berangkat bersama orang tua Dipta,tentu saja hal itu membuat Almira gugup setengah mati berhadapan langsung dengan orang tua Dipta entah harus sebagai apa dia memperkenalkan dirinya nanti


karena dia belum sempat memberitahu Dipta tentang izin yang ibunya berikan..karena Almira ingin menyampaikan hal itu langsung tapi karena Dipta di perintahkan oleh papanya untuk mengawasi persiapan pesta Dipta menjadi sangat sibuk bahkan berbicara dengan Almira pun jarang sekali..


HP Almira berbunyi..di lihatnya panggilan dari Nuni Almira kemudian menjawab panggilan itu


''Mir..Dipta udah jemput belum''tanya Nuni setelah panggilan tersambung


''Adaapa gitu..''bukannya menjawab Almira malah balik bertanya


''Aku cuma penasaran aja untuk apa Dipta mengajak kamu bertemu orang tuanya dulu..apa dia mau memperkenalkan kamu sebagai pacarnya..''jawab Nuni penasaran


''Kamu lagi dimana sih kok berisik banget''tanya Almira


''Aku masih di salon..aku berangkat dari sini dan janjian ketemu sama Reno di sini kalau harus ke rumah terlalu malas nanti orangtua aku tanya siapa lagi''jawab Nuni


''Emang orang tua kamu ada di rumah gitu..''Almira kembali bertanya karena dia tau orang tua Nuni biasanya tidak ada di kota ini


''Iya mereka pulang karena akan menghadiri ulang tahun perusahaan itu juga''


''Oh jadi orang tua kamu patner bisnis keluarga mereka juga''


''Aku ga tau..mungkin aja,perasaan kamu terus yang bertanya padahal pertanyaan aku belum kamu jawab.. Dipta udah datang belum jemput kamu''kata Nuni terdengar kesal

__ADS_1


sebelum melanjutkan obrolan nya terdengar suara ketukan di pintu rumah Almira yakin yang datang Dipta benar saja tak lama terdengar pintu di buka Ibunya memanggil namanya dan Almira pun langsung mematikan sambungan telepon Nuni


Sebenarnya Dipta cukup takut saat akan menjemput Almira ke rumahnya karena yang Dipta tau bu Arum belum menerimanya tapi saat dia datang bu Arum terlihat ramah dan tersenyum padanya bahkan langsung memanggil Almira tanpa Dipta menanyakannya


Almira keluar dari kamarnya dengan Dress yang panjang mencapai betis berwarna peach..sungguh sangat pas potongan baju dan warna baju itu di tubuh Almira di tambah dandanan yang natural semakin memancar kecantikan seorang Almira putri..


Dipta begitu terpesona memandang Almira bu Arum hanya tersenyum melihat Dipta yang seperti tersihir oleh Almira sehingga lupa tujuannya datang


''Ehhhmmm...''bu Arum berdehem menggagetkan Dipta..Dipta tersadar dan hanya tersenyum malu


''Sampai kapan hanya diam terpesona seperti itu..ga jadi berangkatnya''goda bu Arum yang tersenyum melihat wajah malu Dipta


''Maaf bu..Dipta izin ajak Almira ya bu''kata Dipta kemudian


''Tentu saja bu..''jawab Dipta


Mereka berpamitan kepada bu Arum dan kemudian menaiki mobil dan melaju menuju Rumah Dipta dulu karena orang tua Dipta sedang menunggu mereka..


Tak lama sampailah Dipta dan Almira ke rumah Dipta..Ini pertama kalinya Almira melihat rumah Dipta rumah yang sangat mewah dan besar kalau Almira bandingkan mungkin 10x lebih besar dari rumahnya mungkin juga bukan 10x tapi 100x lebih besarnya Almira diam mematung melihat rumah dan halamannya yang sangat bagus


''Kenapa cuma melamun..ayo masuk mama dan papa sudah menunggu''ajak Dipta


Almira menahan tangan Dipta saat tangannya menarik Almira untuk masuk..

__ADS_1


''Mengapa..''tanya Dipta


''Aku sangat gugup sekarang''jawab Almira terlihat sekali cemas di wajahnya


''Tenang saja..bukankah kamu sangat cantik sekarang apa yang kamu khawatirkan''goda Dipta sambil mengusap rambut Almira untuk membuat Almira tenang


Almira memcoba tenang dengan menarik napasnya dan kemudian menggenggam tangan Dipta,Dipta mempererat genggaman itu dan mengajak Almira masuk


Saat masuk ke dalam Rumah Almira tampak semakin menciut melihat perabotan dan tatanan rumah yang sangat elegan sungguh membuat Almira seakan ingin kabur saja..


Di lihatnya di sofa Pa Wirawan yang sudah rapi dan siap berangkat begitu pula bu Rissa mama Dipta dia terlihat sangat cantik di umurnya yang sekarang..mama Rissa melihat ke arah mereka dan tersenyum


''Kalian sudah datang,ayo ke sini duduk dulu sebentar''ajak mama Rissa pada Dipta dan Almira


''Iya Mah''jawab Dipta sedangkan Almira hanya tersenyum dan menggangguk sopan kemudian mengikuti Dipta yang berjalan ke arah sofa tempat papa dan mamanya


Almira kemudian mencium tangan papa dan mama Dipta sebelum duduk di samping Dipta tampak sekali Almira gugup sehingga dia hanya menunduk tak berani menatap ke arah Dipta


''Tenang papa dan mama baik kok mereka ga akan gigit kamu''bisik Dipta yang tau Almira sangat gugup


''Apa..siapa yang ga gigit''tanya mama Rissa yang mendengar ucapan Dipta


Dipta hanya menahan tawa sementara Almira semakin gugup

__ADS_1


''Jangan takut sayang..anggap saja kami ini orang tua mu juga jadi kamu ga perlu tegang santai saja ya''kata Mama Rissa menatap lembut Almira


__ADS_2