
Almira keluar dari dapur di susul oleh Dipta..Nuni langsung menghampiri Almira sementara Reno menghampiri Dipta,terlihat sekali kebahagian terpancar dari wajah Dipta saat ini
''Mas bro seneng banget kaya nya,ada apa jangan-jangan sudah jadian yach..''tanya Reno sangat penasaran melihat Dipta
''Kepo''Dipta mengacuhkan Reno dan berjalan ke arah Almira
''Mir emang udah jadian''Nuni pun ikut bertanya
''Ngga..''jawab Almira acuh
''Lho kok engga sih..''protes Dipta ngga terima dengan jawaban Almira dia berharap Almira mengakui perasaannya di depan sahabatnya itu
''Emang ngga kan''Almira menatap Dipta
''Tadi aku pikir kita sudah Resmi pacaran''kata Dipta cemberut
''setelah urusan kamu beres ingat kan''Almira mengingatkan Dipta tentang urusannya Dengan Ratu
Dipta hanya mendengus kesal sementara Reno dan Nuni hanya saling menatap tak mengerti apa yang sedang di bahas ke dua sahabatnya itu..
Almira lalu menyuruh Dipta dan Reno pulang dia tak mau ada mereka di toko karena sangat menganggu Almira saat bekerja,kebetulan ibu Arum juga sudah kembali ke toko..
''Kalau gitu gue juga pulang deh..Mir''kata Nuni ikut pamit pulang setelah Dipta dan Reno pamit pulang
''Iya hati-hati di jalannya ya..di jemput kan pulangnya''Almira sambil tersenyum dan memberikan tas Nuni
''Iya..gue pamit sama ibu loe dulu yach''kata Nuni
''oh ibu di dapur..yuk aku anter''Almira menggandeng tangan Nuni
Mereka pun menuju dapur untuk menemui bu Arum yang sedang bersiap untuk membuat kue kembali..
__ADS_1
''Bu Nuni pamit pulang dulu,''kata Nuni sambil menciun tangan bu Arum
''Iya nak makasih banget ya,kamu mau temenin Almira di toko ibu senang Almira punya teman sebaik kamu''kata Bu Arum
''Sama-sam bu Nuni juga senang punya teman seperti Almira..''
Nuni pun pulang setelah mobilnya datang menjemput..Almira terdiam di depan kaca tokonya menatap ke arah jalan raya,pikiran nya melayang mengingat kembali kejadian di dapur bersama Dipta,walaupun dia sangat senang dia tak ingin terbawa oleh keadaan bahagia dia harus tetap sadar bahwa belum saatnya untuk bersama dengan Dipta
''Mir kok melamun..tak baik anak gadis banyak melamun apa lagi sudah sore begini''tegur bu Arum yang melihat Almira melamun,sambil menata kue-kue di etalase, bu Arum terus menatap ke arah Almira yang masih berdiri
''Bu pernah ga ibu merasa malu dengan keadaan kita yang sekarang ini''tanya Almira sambil berbalik menatap ibunya
''Mengapa bertanya begitu,kamu malu karena hanya anak penjual kue''ibu nya hanya menatap Almira dengan tatapan sedih
''Bukan begitu bu..maksud aku..apa orang lain akan memandang rendah kita hanya karena kita orang miskin bu'' Almira sadar mungkin telah menyinggung perasaan ibu nya dengan pertanyaan itu
''Ibu ga ngerti nak Arah pembicaraan kamu''jawab Bu Arum sambil pergi menuju dapur
''Kamu lagi jatuh cinta nak..''tanya bu Arum lembut
Sontak saja Almira terkejut mendengar pertanyaan ibunya''eh kok..ibu nyangka gitu''dengan menundukkan wajahnya agar tak terlihat wajahnya yang memerah
''apa salah satu dari laki-laki yang tadi ada di toko..''tanya Bu Arum yang tadi berpapasan
dengan Reno dan Dipta
''engga kok bu mereka cuma teman''Almira berusaha menyembunyikan debaran di hatinya karena tau dia tidak kan sanggup berbohong pada ibu nya
''Jangan berbohong nak mata mu berkata kebenaran nya,ibu memperhatikan mata mu yang terus menatap teman mu yang tampan itu''kata bu Arum
Mira malu-malu''maaf kan Mira bu,Mira ga maksud berbohong bu,namanya Dipta dia keponakan bu Ani pemilik toko ini bu..''
__ADS_1
''Ibu harap kamu tidak berhubungan dengan orang kaya seperti mereka Mir,ibu takut kita hanya orang biasa kalau kamu punya perasaan yang berbeda kepada salah satu dari mereka mening lupakan saja dari pada nantinya sakit hati''
''Buu..''Almira memeluk ibunya kata-kata ibu nya sungguh membuat dia semakin takut memikirkan bersama dengan Dipta''
''Maaf kan ibu nak''Bu Arum mengelus punggung Almira dengan mata berkaca-kaca
''Walaupun cinta mu tulus tapi perasaan itu tidak mungkin,kita hanya orang biasa tak pantas dengan mereka''lanjut bu Arum
Akhirnya tangis nya pecah di pelukan sang Ibu..baru saja hatinya merasa bahagia karena Dipta menyatakan cintanya,baru saja hati nya berharap untuk bersama Dipta,baru saja dia merasa sangat bahagianya jatuh cinta ..tapi kenyataan yang dia hadapi sekarang adalah status sosial yang ada di antara dia dan Dipta bagaikan langit dan bumi yang membuat ibunya khawatir..
******
Malam semakin larut tapi Dipta tak dapat memejamkan mata nya ,berkali-kali dia mencoba menghubungi Almira hati nya benar-benar gelisah tapi Almira tak pernah mengangkat telepon nya akhirnya Dipta mengirimkan pesan WA kepada Almira..
-Mir kenapa lagi sih kok aku hubungi kamu tapi ga di jawab..bukan kan tadi sore semuanya sudah baik-baik saja kan walaupun kamu belum memutuskan pacaran dengan ku tapi kita sudah mengakui perasaan kita masing-masing kan.
-Apa yang sebenarnya terjadi apa kamu benar-benar mengkhawatirkan Ratu,dia ga penting kamu ga usah pikirin dia..
Dipta harap-harap cemas pesannya terkirim tapi belum di baca Almira,Dia kembali mencoba menghubungi Almira tapi tetap saja Almira tak menjawab teleponnya
''baru aja aku merasa tenang tadi Almira juga bilang suka padaku,sekarang mengapa aku merasa seperti di campakkan oleh Almira''
Aaaaaaaah Almira...Almira napa sih kamu ga jelas gini bikin hatiku galau aja..apa mungkin kan kalau dia malu untuk berbicara dengan ku..ah rasanya ga mungkin,atau dia sudah tidur karena kelelahan''gerutu Dipta sambil menatap langit-langit kamarnya mengingat Almira
Sudah satu jam berlalu dari Dipta mengirim pesan tapi tak ada tanda-tanda akan di balas oleh Almira berkali-kali Dipta menatap layar HP nya membuatnya semakin frustasi saja
''Baiklah..sekarang akan aku biarkan mungkin juga Almira sudah tidur besok di sekolah aku akan minta bertanya mengapa dia tak menjawab teleponku..''Dipta berkata sendiri
Sementara di tempat Almira,dia sedang menangis menelungkupkan wajahnya di bantal agar tangisannya tak terdengar oleh sang ibu
''Maaf..maaf..''lirih nya sambil menatap layar HPnya puluhan panggilan dan pesan dari Dipta tampak di layarnya namun dia tak berani mengangkat panggilannya atau membaca pesan itu..
__ADS_1
Hatinya sangat sakit memikirkan jawaban apa yang akan dia katakan pada Dipta setelah tadi sore dengan tersenyum dia mengatakan perasaan sukanya pada Dipta dan mulai sekarang juga dia harus melupakan persaan itu menuruti nasehat ibunya...