Cinta Sempurna Gadis Biasa

Cinta Sempurna Gadis Biasa
bab 37


__ADS_3

Almira sudah sampai di kelasnya dia melihat Dipta sudah duduk manis di bangkunya,Almira mencoba bersikap biasa pada Dipta yang terus memperhatikan dirinya sejak masuk ke dalam kelas sampai duduk di bangkunya


Ratu yang juga melihat ke arah Almira lalu menghampiri bangku Almira dan duduk do sebelah Almira


''Mir mulai hari ini gue duduk di sini dan kita menjadi teman sebangku yaa''Ratu tersenyum sambil memegang tangan Almira


''Kamu duduk di sini ga salah..''tanya Almira heran entah mengapa hatinya yakin kalau Ratu pasti merencanakan sesuatu yang ga baik untuk dirinya


Dipta yang melihat Ratu duduk di sebelah Almira kemudian menghampiri bangku Almira karena khawatir,sementara Ratu hanya diam tanpa menjawab pertanyaan dari Almira


''Ratu ngapain loe''tanya Dipta dengan suara keras


Ratu yang tau Dipta menghampirinya dan Almira hanya tersenyum menatap pada Dipta


''jawab gue ngapain loe duduk di sini..loe punya rencana jahat apa sekarang..''Dipta geram menahan emosi,ternyata pikiran Dipta sama dengan Almira dia yakin Ratu punya hal aneh-aneh di otaknya


''Kalian curiga sama gue,tenang aja kali gue cuma pengen temenan sama Almira kok''jawab Ratu tenang sambil terus tersenyum pada Almira


''Apapun tujuan loe sekarang gue ga peduli,tapi meningan sekarang loe pindah kembali ke bangku loe..''tegas Dipta


''Mir loe keberatan gue duduk di sini''tanya Ratu


Almira kemudian menatap Dipta yang sedang menahan emosi dan menatap Ratu yang tersenyum penuh harap..dia bingung harus ngomong apa tapi setidaknya saat ini dia tak ingin membuat keributan apapun di kelas nya hingga terpaksa dia mengganggukkan kepala setuju dengan Ratu,Ratu tersenyum puas sementara Dipta menatap tak percaya padanya


''loe tenang aja Dip,gue ga akan macam-macam kok sama Almira''kata Ratu


''Gue tau loe ga akan macam-macam-karena loe tau kan apa yang bisa gue lakukan kalau loe cari gara-gara..''ancam Dipta


Ratu hanya cuek menanggapi Dipta lalu Dipta pun kembali ke bangkunya karena bel masuk sudah berbunyi


-saat istirahat nanti ada hal yang ingin gue sampaikan sama kamu gue tunggu di atap sekolah


Dipta mengirimkan pesan WA kepada Almira saat sudah duduk di bangku nya..Almira membaca pesan itu kemudian melihat pada Dipta dan dia menggangguk kan kepalanya pelan..

__ADS_1


''serius amat kode-kodean nya..''sindir Ratu


''Bukan urusan kamu''balas Almira


''loe belum yakin gue mau berubah''tanya Ratu pura-pura sedih


''Aku biarkan kamu duduk di sini hanya tak ingin Dipta terus membuat keributan bukan setuju untuk menjadi teman kamu''Almira tersenyum sinis pada Ratu


Ratu tak membalas perkataan Almira tapi dalam hatinya Dia sangat kesal dengan sikap Almira''Ah sial Perempuan miskin tak tau diri..kalau bukan atas ide papa aku ga bakalan sudi baik-baikin kamu cihhh''


Ya sikap Ratu saat ini adalah ide Pak Lukman papa Ratu,dia ingin Ratu menjadi teman Almira agar bisa memanfaatkan Almira dan Ibunya untuk menghancurkan Pak Wirawan..


''Mengapa sedang mengutukku dalam hati yaa''lanjut Almira yang melihat Ratu hanya menatap pada dirinya


''Mungkin sekarang loe masih belum bisa percaya sama gue tapi gue bisa pastiin bahwa gue memang tulus ingin temenan sama kamu''Ratu mencoba menyakinkan Almira


Almira hanya tersenyum tak membalas ucapan Ratu karena guru sudah masuk ke dalam kelas pelajaran pun di mulai dan Almira ingin Fokus dengan pelajarannya


Jam istirahat pun berbunyi sesuai janji Almira menuju atap untuk Menemui Dipta sebelum itu Almira terlebih dulu menghubungi Nuni agar sahabatnya itu tak mencari dirinya,sebenarnya Nuni memaksa ikut tapi Almira melarangnya..


''kamu udah datang''


Almira menggangguk''ada apa kamu manggil aku ke sini apa masih ingin membahas yang kemarin''


''Sebenarnya Aku sudah tau tentang alasan kamu menghindar dari aku,tadi aku sempat khawatir kamu ga mau nemuin aku di sini''kata Dipta


''Kamu sudah tau,jadi aku harap kamu bisa terima keputusan aku''


''Tapi Mir sekarang orang tua ku sudah setuju dengan hubungan kita mereka tak mempermasalahkan status sosial kamu dan bu Arum jadi aku pikir ketakutan ibu kamu sudah ga perlu lagi karena dari awal aku pikir ibu kamu cuma salah paham pada orang tuaku,mereka ga seperti yang ibu kamu pikirkan''


Almira menatap Dipta tak percaya dengan apa yang di dengarnya''maksud kamu''tanya nya


''Papa dan mama tak menolak kalau kamu dan aku pacaran''jawab Dipta sambil tersenyum

__ADS_1


''Ga mungkin kamu yakin pak Wirawan setuju kamu pacaran sama anak penjual kue''Almira masih tak percaya


''Iya walau pun ada syaratnya''kata Dipta akhirnya


Almira tersenyum sinis''Sudah ku duga ga mungkin papa kamu setuju begitu saja''


''Tapi syaratnya juga gampang kok Mir,aku yakin kita sanggup''


''Apa syaratnya''


''Kamu hanya harus menerima program pertukaran pelajar ke luar negeri Mir''


''Apa..aku ga mau''


''Tapi Mir''


''Kamu tau kan aku ga bisa ninggalin ibu dan adik aku sendiri''


''Tapi program ini ga lama kok Mir cuma 6bulan saja dan selama kamu pergi aku bersedia jaga ibu dan adik kamu juga membantu di toko kue''kata Dipta


''Maaf aku tetap ga bisa''


''Tapi ini juga demi masa depan kita Mir aku mencintai kamu dan aku yakin kamu pun cinta sama aku kan''


Almira menatap sedih pada Dipta,''aku memang mencintai kamu tapi aku ingin ibu ku juga bisa menerima kamu ''


Aku yakin ibu bu bakal setuju bila kamu bilang pada beliau bahwa orang tua ku setuju dengan hubungan kita asal kamu bersedia ke luar negeri''


''Aku ga yakin ibu aku akan setuju''Almira masih berusaha menolak karena dia tak ingin membuat ibunya sedih


''Percayalah Mir aku mohon..aku sangat mencintai mu''Dipta menatap Almira


''Maaf tapi seperti yang aku bilang mungkin sekarang bukan lah saatnya bagi kita bersama,biarlah aku mencintai mu dengan caraku sendiri''

__ADS_1


Setelah berkata itu Almira pergi dari atap meninggalkan Dipta yang masih diam membisu mendengar perkataan Almira..walaupun dalam hati Almira sengat sedih karena untuk ke sekian kalinya harus menolak Dipta


__ADS_2