Cinta Sempurna Gadis Biasa

Cinta Sempurna Gadis Biasa
bab 5


__ADS_3

Mobil dipta memasuki sebuah rumah yang sangat mewah khas rumah - rumah orang kaya lainnya..keadaan sudah nampak sepi saat Dipta melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah


"Sepertinya mama dan papa mereka sudah tidur " batin Dipta


Ia pun bergegas naik ke kamarnya yang berada di lantai atas rumah tersebut.saat akan menaiki tangga


"EEHMMM''


suara deheman itu mengagetkan Dipta..Dipta langsung berbalik dan terkejut melihat sang papa sudah ada di belakang nya


"Papa belum tidur" Dipta yang langsung berbalik kaget ke arah suara deheman itu


Tapi tak ada jawaban papa Wirawan hanya menatap penuh selidik pada putranya itu


"Papa kenapa kok liatin aku kaya gitu ini aku pah..PRADIPTA WIRAWAN papa lupa ya.." sambil cengengesan ga jelas


"Diam kamu jangan cengngesan" bentak papa Wirawan


"Kamu pasti sudah udah ikut tawuran yaa liat penampilan kamu berantakan kaya gitu..


kamu baru seminggu di sini ya jangan membuat masalah" lanjut papa Wirawan


Papa nya memang keras dan tegas kepada Dipta dia tidak mau anak semata wayangnya tersebut sampai salah jalan dalam pergaulannya apalagi usianya yang masih remaja


"Ngga pa aku ga tawuran kok malah aku nolongin perempuan yang hampir di lecehkan preman pah.."jelas Dipta


Papa Wirawan tak percaya


"Serius pah..Dipta ngga bohong" lanjut nya lagi


Kemudian Dipta menceritakan kejadian yang menimpa gadis itu dan bagaimana dia menyelamatkannya tentu saja dengan sedikit adegan yang di tambah tambah...


Papa Wirawan mengerutkan dahinya mendengarkan cerita putranya tersebut


"Ya sudah klo gitu papa percaya awas aja klo kamu macam macam papa masukin kamu ke asrama pria" kata papa Wirawan


Dipta hanya menggangguk paham maksud


papanya..karena Dipta tau perkataan papa nya tak bisa ia bantah


"Ya udah sana pergi tidur"suruh papa Wirawan sambil melangkah pergi ke ruang kerjanya


"Papa masih banyak kerjaan ya kok udah malam belum tidur" tanya Dipta


"Iya makanya kamu jangan main main terus cepat belajar urusan kantor agar papa ada yang bantu" kata papa sambil berhenti dan menatap putranya itu


"Nanti deh pah aku belum siap"jawab Dipta


Sebenarnya Dipta tidak terlalu tertarik akan masalah di kantor dia lebih suka perkerjaan yang bebas Dipta mempunyai sebuah bengkel dan restauran yang mulai dia rintis sejak masih smp awalnya hanya kafe dan bengkel kecil milik sang kakek karena Dipta sering ikut akhirnya Dipta mulai menekuni bisnis tersebut hingga sekarang usaha nya berkembang bahkan usaha restoran nya sudah memiliki beberapa cabang..

__ADS_1


"Aku pamit ke kamar ya pah" pamit Dipta


"Oh ya..jangan lupa hari senin mulai sekolah papa sudah bicara dengan kepala sekolah nya" kata ayah Wirawan


DIpta hanya menngaganguk sambil melangkah di tangga


sampai di kamar nya Dipta langsung ke kamar mandi membersihkan dirinya..15 menit kemudian Dipta keluar dari kamar mandi dia langsung membaringkan diri di ranjang hanya dengan memakai celana boxer saja saat memejamkan mata nya dipta teringat gadis yang ia selamatkan di kampung bi nah itu


"Oh ya gue lupa... nanya namanya trus gue juga lupa kasih uang untuk ganti rugi kue nya...kasihan cewe itu.." celoteh Dipta


Pikiran nya terus melayang seputar gadis itu sampai matanya terlelap


Sementara di rumah Almira..dia pun sedang memikirkan sang penolong dirinya


"Sayang banget aku tadi ngga sempet nanya namanya..gara gara grogi sih..apa aku akan bisa bertemu lagi ga ya ma dia.."


"Kenapa yaa semakin aku memikirkannya hati ku semakin ga karuan gini rasanya...apa ini cinta pandangan pertama yaa.."


"Tapi klo d inget inget pria itu kan sebelum nya yang bertubrukan dengan ku..apa dia orang kampung sebrang tapi dia bawa mobih mewah apa dia anak juragan tanah d kampung itu yaa artinya dia pasti anak orang kaya sementara aku hanya anak penjual keliling...aaaahhhh sepertinya aku tak sebanding dengannya.." Almira terus berkutat dengan pikiran tentang pria itu juga dengan senyum yang terus nampak d bibirnya saat memikirkan pria itu


Matanya pun terlelap sambil berharap dapat bertemu dengan pria tersebut di alam mimpi


Sinar mentari pagi di akhir minggu menyambut insan manusia yang masih terlelap dalam buaian mimpi...


Almira tersentak kaget karena melihat sinar mentari dari arah jendela kamar nya dia lansung bangung dari ranjangnya dan bergegas ke dapur tanpa membersihkan dirinya


"Bu..ibu" cari Almira di dapur tapi tak ada jawaban dari sang ibu


"Ibu kok ga bangunin aku sih aku kesiangan kan jd nya ga ke pasar" tanya Almira


Ibu Arum hanya menatap Almira sambil tersenyum


"Habisnya ibu ga tega kamu tidurnya nyenyak dan keliatan lelah banget.."jawab sang ibu


"Terus jualan nya gimana bu "tanya Almira sedih


"Ya udah kita libur dulu aja lagian Niko masih sakit..kasihan kamu kalau harus jualan sendirian lagi"


"Ya udah deh..ibu darimana pagi pagi gini"


"Oh tadi ibu beli obat buat Niko obatnya abis..kamu udah lapar semalam kan ga makan langsung tidur tapi ibu belum bikin sarapan mau beli nasi uduk aja"


"Ngga usah bu..ibu jaga Niko aja biar aku nyiapin sarapan nya"


"Kamu yakin mau masak sendiri aja..ngga mau beli "


"Iya aku masak aja"


"Ya udah deh kalau gitu ibu di kamar jagain Niko lagi"

__ADS_1


"Ya buu"


Lalu Almira ke dapur untuk menyiapkan sarapan


Sementara di tempat Dipta


"Sayaang...sayyaaang bangun.." teriak mama Risa mamanya Dipta di depan pintu kamar Dipta


Dipta mengerjapkan matanya melihat jam di kamarnya yang baru pukul 7 pagi sambil berteriak


"Aaah napa sih teriak-teriak berisik banget masih pagi mah.." balas Dipta sambil bangun dengan kesal


"Cepet buka pintunya mama mau ngomong ama kamu"


"Iyaaa bentar Dipta mau ke kamar mandi dulu" katanya lagi sambil memakai baju


"Cepetan" mama nya mulai tak sabaran


"Iya maaaah"


Tak lama kemudian Dipta membuka pintu dengan malas


"Apaan sih mah ganggu ini kan masih pagi mah.."


"Habis nya kamu..semalam pulang jam berapa darimana aja mama kan cuma nyuruh nganteron obat ke rumah Bi Nah masa sampai malam pulangnya mama sampai ketiduran nunggu kamu pulang bikin khwatir aja ga telepon atau apa gitu kasih kabar " pertanyaan mam nya tanpa jeda


"Mama iih ngomongnya pake jeda dong lagian itu pertanyaan panjang banget kaya kereta aja"


"Iih dipta mama serius ngga bercanda mama beneran marah nih sama kamu" mama nya cemberut kesal sama anaknya


"Aduh mamaku yang cantik jangan marah marah ah nanti cantik nya ilang lho kasihan papa kan kalo cantik mama ilang perawatan nya makin mahal" bukan nya menjawab pertanyaan mamanya dipta malah mengejek mamanya


"Dasar anak nakal.. sambil mukul tangan anak nya"


"Aduh mama sakit ih... "


"Lho kok kenapa tangan kamu biru biru gini" sambil memperhatikan tangan Dipta


"Ga kenapa napa kok mah" sambil menutup bagian yang biru di tangan nya


"Ah ga mungkin ini pasti bekas pukulan kamu berkelahi" selidik mamanya


"Ngga mah...dah ah aku mau lanjut tidur lagi masih ngantuk" sambil menutup pintu


" Kamu ni mama masih ngomong maen tutup aja pintu nya kamu sama sekali belum jawab pertanyaan mama satu pun.." masih berteriak


"Satu lagi kata ayah besok hari senin kamu mulai sekolah jadi nanti malam kamu ga boleh keluar...denger ga"


"Iyaaaa maaaah udah tau malam papa udah ngomong..." jawab Dipta dari dalam kamarnya

__ADS_1


"Ya udah kalo gitu.." kata mama nya pelan sambil pergi karena sudah bisa di pastikan dipta tidak akan keluar walau dia berteriak lagi..


__ADS_2