
Dipta mengatakan kepada Almira tidak akan apa-apa kalau tak menerima syarat dari papanya tapi kenyataannya sekarang hatinya benar-benar bingung harus bagaimana menjelaskan semua pada papanya..
''Dipta kenapa kamu diam''tanya pak Wirawan heran karena Dipta tak melanjutkan kata-katanya
''Maaf pah Almira masih ga mau menerima tawaran dari papa,papa tau kan kalau toko kue tante ani yang di kelola oleh bu Arum ibunya Almira baru saja membuka toko cabang yang baru makanya mereka sekarang makin sibuk pah..Almira ga mau meninggalkan ibunya sendirian''jawab Dipta
''Tapi kamu tau sendiri kan kalau Almira sekolah di luar negeri itu akan menjadi nilai tersendiri buat dirinya kalau nanti sampai kakek menyelidiki latar belakang Almira''
dan kalau Almira tetap dengan pendirian nya terus pak Lukman memberitahu kakek mu tentang Almira semuanya kita tak akan bisa berbuat apapun..''
''Bagaimana kalau kita duluan yang memberitau kakek tentang Almira''saran Dipta
''Dan kalau kakek marah terus kamu yang di kirim ke luar negeri berpisah selamanya tak dapat bertemu lagi dengan Almira kamu siap''tanya Pak wirawan''kamu tau kan bagaimana aturan kakek tentang calon pendamping anak cucunya''lanjut pak Wirawan
''Iya pah aku tau dan keputusan kakek ga akan bisa di rubah oleh siapapun..sekarang aku harus bagaimana''Dipta kembali menghela napasnya
''Bagaimana kalau kamu meminta bantuan dari tante Ani untuk membujuk Almira agar mau menerima tawaran dari papa''
''Tante Ani ''Dipta bingung
''Iya tante Ani kan pemilik toko kue bu Arum pasti Almira dan bu Arum menghormati tante Ani dan papa yakin tante Ani bisa membujuk Almira dan ibunya apalagi ini adalah kesempatan yang bagus untuk merubah nasih hidup mereka''kata pak Wirawan yakin
Dipta mengganghuk setuju'' iya pah nanti aku akan meminta bantuan dari tante Ani semoga tante Ani bersedia membantu ku ya pah''
pak Wirawan pun mengangguk sambil tersenyum puas dengan idenya..''oh ya kalau ga ada urusan lagi kamu bisa pulang sekarang papa ada rapat dengan klien sebentar lagi''kata pak Wirawan sambil melihat ke arah jam tangan nya
Saat itu sekretaris pak Wirawan masuk dan menyerahkan Map kepada bosnya..pak Wirawan tersenyum ramah saat menerima map tersebut
''Terima kasih''kata pak wirawan kepada sekretarisnya itu
__ADS_1
Sekretarinya mengganguk dan pamit keluar dari ruangan pak Wirawan
''Iih papa napa sih senyumnya gitu,naksir yaa sama sekretarisnya''kata Dipta yang dari tadi memperhatikan interaksi antara papa dan sekretarisnya
''Kamu nih jangan berpikiran aneh-aneh kalau perkataan kamu terdengar mama mu bisa perang dunia ke 3 mama sama papa,papa tuh orangnya setia ga akan macam-macam''
Dipta hanya tertawa saja mendengar perkataan papanya karena Dipta tau kalau sudah marah mama nya seperti macan betina
''Udah sekarang kamu pulang dan bilang sama mama kamu papa akan pulang terlambat nanti karena ada klien dari luar negeri yang harus papa temui..''
Dan kamu harus langsung pulang ga boleh keluyuran kemana-mana di rumah saja temani mama kamu karena walaupun sudah ada bodyguard papa tetap khawatir''
''Iya siap pak bos..aku langsung pulang kok ga akan main kemana-mana..
*******
Almira pulang menuju toko dengan perasaan bingung dia tak tau harus bagaimana membujuk ibu nya agar bisa menerima Dipta dia bingung harus memulai pembicaraannya bagaimana
''Mir...Mir..''panggil Nuni sementara Almira Hanya terus berjalan masuk ke dalam toko
Nuni kemudian menyusul Almira ke dalam toko di lihatnya Almira sudah duduk di meja kasir tapi tetap melamum
''Mir..mir loe marah sama gue''panggil Nuni tapi Almira masih tak mendengarnya saat mengulang kembali panggilan nya Nuni kesal karena Almira tetap mengabaikannya akhirnya Nuni menggebrak meja membuat Almir kaget
''Kammmuuu apaaan sih''kata Almira kaget dan melihat ke arah Nuni
''Abis loe terus cuekin gue padahal gue dari tadi ada di sini..loe marah sama gue''kata Nuni cemberut
''Kamu udah lama di sini''Almira merasa bersalah karena memang sejak tadi dia melamun
__ADS_1
Nuni menggangguk''iya loe bilang pulang langsuk ke toko makanya aku nyusul kamu ke sini tapi di tungguin dari tadi kok lama banget baru datang kamu dari mana''
''tadi aku ngobrol dulu sama Dipta''jawab Almira
''Oh ya soal pertanyaan ku sama Dipta kamu ga marah kan aku ga bernaksud apa-apa kok''kata Nuni
''Aku tau..aku ga marah kok kamu bertanya seperti itu hanya untuk belain aku kan aku ga marah,tapi menurut aku kamu jangan menekan Dipta terus dia kan ga salah aku sendiri yang tadinya ingin menghindar dari Dipta''kat Almira
''Gue hanya ingin dia lebih berjuang lagi untuk cinta kalian bukan nyerah gitu aja saat loe bilang menjauh dia hanya nurut gitu aja tanpa berbuat apapun''
''Tapi Nun..itu demi kebaikan semuanya dia ngertiin aku bukan nurutin aku''bantah Almira
''gue tau loe sayang banget sama dia apa loe bisa melupakan Dipta dengan cepat atau bagaimana kalau kita bujuk lagi bu Arum ''
''Aku juga dari tadi sedang memikirkan cara untuk bicara sama ibu tapi aku ragu Nun..aku takut membuat ibu sedih''kata Almira lesu
''Dan semakin melukai perasaan mu sendiri begitu kan Mir..''kata Nuni ikut sedih
''Nunii..''
''Iya... benarkan ''
''Udah deh untuk sekarang kita jangan membahas ini dulu yaa..aku ga mau nanti ibu mendengarnya dan membuatnya kepikiran''
''Nak Ibu akan mengizinkan kamu kalau ingin berhubungan dengan Dipta'' Tanpa mereka ketahui ternyata bu Arum sudah mendengarkan obrolan Nuni dan Almira sejak tadi
Almira kaget melihat Bu arum sudah ada di depannya apalagi mendengar perkatan ibu nya tadi
''Apa bu..''Almira bertanya kembali agar yaki bahwa dirinya tak salah dengar
__ADS_1
''Maaf kalau selama ini ibu egois ibu tau kebahagian kamu adalah bersama Dipta tapi ibu benar-benar takut kamu akan malu di hadapan orangtuanya Dipta karena kita hanya orang biasa tak seperti mereka,tapi setalah ibu pikir kembali mungkin ibu berpikir terlalu jauh kamu berhak merasakan bagaimana rasanya mempunyai seseorang yang menyanyangi kita dan bersedia di samping kita apapun yang terjadi,kalau masalah jodoh menurut ibu itu masih lama kamu masih muda..
Almira terharu mendengarkan ibunya begitupun Nuni...