
Sementara di pesta tampak Reno dan Dipta sedang duduk termenung tadinya Dipta akan menyusul Almira setelah Reno memberitahunya bahwa Almira pulang bersama Nuni,Dipta langsung memcoba menghubungi Almira tapi Almira tak menjawab panggilannya,Reno mencegah Dipta pergi karena acara belum selesai,Reno yakin kalau Dipta meninggalkan Acara para tamu pasti akan bergosip yang tidak-tidak dan itu pasti akan mempengaruhi nama baik perusahaan AL-FATIH GROUP..
''Mas bro..loe baik-baik aja kan''dengan ragu Reno bertanya
''Loe pikir aja sendiri''jawab Dipta ketus
Reno tak berani bertanya lagi diapun diam dan hanya menatap ke arah panggung di sana pak Wirawan sedang memberikan penghargaan kepada beberapa karyawannya
''gue mau pulang..tolong loe bilang sama nyokap gue''kata Dipta sambil berdiri
''Tapi mas bro..''cegah Reno sambil memegang tangan Dipta untuk kembali duduk ''tante Rissa lagi di panggung elo ga bisa pulang sekarang''lanjutnya
''Ren gue mohon sama loe ngertiin gue..perasaan gue lagi kacau banget sekarang gue khawatir sama Almira dan juga tentang besok pertemuan dengan kakek..gue benar-benar pusing,gue pengen tenangin diri gue''kata Dipta tampak frustasi
''gue ngerti..tapi sebagai anak dari Wirawan Alfatih dan penerus perusahaan ini loe ga bisa seenaknya untuk pulang.''Reno mengingatkan
''ini cuma Acara ulang tahun perusahaan Ren..kehadiran gue ga akan ada pengaruhnya''Dipta mencari alasan
''Mas bro gue mohon untuk sekarang loe pikirin dulu nama baik perusahaan dan juga orang tua loe..untuk masalah kakek dan Almira kita bahas lagi nanti''Reno terus berusaha mencegah Dipta
''coba loe lihat para tamu undangan dari tadi trus menatap ke arah loe kalau loe pulang pasti mereka akan berpikir hubungan loe dan keluarga tidak baik setelah perdebatan tadi iya kan''
''Tapi Ren..''
''Gue mohon sebentar lagi..oke...sebentar lagi''Reno memotong perkataan Dipta
Akhirnya Dipta hanya menurut dan duduk tanpa melakukan apapun rasanya nya dia sangat benci ketidakberdayaan seperti ini dia merasa seperti pengecut yang tak bisa melindungi wanita yang di cintainya
Setelah selesai memberi penghargaan kepada karyawannya orang tua Dipta kembali duduk di mejanya..pak Wirawan memperhatikan wajah sedih Dipta
__ADS_1
''Sudah ga usah sedih gitu mukanya jelek''goda papa Wirawan melihat Dipta mencoba mencairkan suasana yang masih tegang
''Pah,jangan di goda terus anaknya kasihan pasti sekarang perasaannya ga tenang banget memikirkan Almira''bela mama Rissa yang tak tega melihat wajah sedih Dipta
''Iya papa tau pasti ini sangat membuat hatinya tak tenang tapi sebagai laki-laki yang dewasa dia harus bisa menghadapi hal seperti ini,anggap saja ini ujian untuk cinta nya..mama inget ga dulu perjuangan papa untuk dapat restu dari kakek seperti apa kalau di bandingkan sekarang dengan Dipta ini belum apa-apa Mah..''pak Wirawan mwmbela diri
Mama Rissa hanya tersenyum mengingat masa lalu nya karena benar ayah nya lebih kejam dari sekarang entah sudah berapa kali kakek Malik menampar dan mengusir papa Wirawan karena berani mendekati putrinya
''Mah..Pah aku pulang sekarang yaa''kata Dipta yang sebenarnya malas meladeni candaan orang tua nya
Mama Rissa dan Papa Wirawan hanya saling menatap bingung harus mengizinkan atau tidak karena acara nya masih berlangsung dan rencananya di akhir acara papa Wirawan akan memperkenalkan secara Resmi Dipta sebagai penggantinya walaupun Dipta masih muda papanya sangat yakin Dipta mampu memimpin perusahaannya terbukti dari usaha Dipta yakni beberapa bengkel dan restauran yang kini berkembang pesat karena kemamapuan bisnis Dipta
''Nak papa kan sudah bilang sama kamu bahwa nanti di puncak acara papa akan memperkenalkan kamu secara resmi sebagai Direktur baru di perusahaan papa..bukankah kamu sudah setuju kan''pak Wirawan mencoba mencegah Dipta
''Tadinya Aku sudah setuju pah...tapi itu semua aku lakukan karena papa setuju tentang hubungan ku dan Almira tapi sekarang kakek menentangnya aku harus pikirkan kembali tentang bekerja di perusahaan pah..''jawab Dipta tegas
''Nak Kamu harus yakin kakek pasti akan merestui kamu asal kita bicara baik-baik dengan kakek..''mama Rissa menyakinkan Dipta
''Kamu bisa menebak siapa yang di maksud kakek tentang seseorang yang memberi info tentang Almira''tanya Papa Wirawan
Dipta menggangguk yakin begitu pun dengan Reno
''Dipta yakin dia pak Lukman dan Ratu karena siapa lagi musuh papa yang ingin menghancurkan perusahaan selain mereka iya kan''Dipta meminta persetujuan Reno dan Reno pun mengiyakan
Pak Wirawan menggangguk setuju''Papa juga berpikir ke sana tapi kita tak bisa menuduh tanpa bukti sebaiknya kita bahas ini nanti setelah papa mendapatkan bukti papa akan menyuruh anak buah papa untuk menyelidikinya''
''Iya pah..''jawab Dipta tak banyak bicara karena dia yakin papa nya lebih tau bagimana menghadapi pak Lukman
''Baiklah setelah acara selesai kamu bisa pulang sepertinya mengumumkan tentang penerus perusahaan sekarang bukan waktu yang tepat karena suasana hati kamu sedang buruk..''kata pak Wirawan kemudian
__ADS_1
''Terima kasih Pah..Dipta akan pulang sekarang''Dipta mencoba tersenyum
''Jangan pulang sendiri nak..apalagi kamu menyetir sendiri mama khawatir nanti saja bareng mama sama papa ya''cegah mama Rissa
''Tenang aja Tante Mas bro pulang sama Reno..biar Reno yang bawa mobilnya mas Bro''
''Terus mobil kamu bagaimana..''tanya mama Rissa karena tau Reno pasti ke sini membawa mobil sendiri
''Biar nanti supir papa yang bawa,nanti Reno ngomong sama papa''jawab Reno
''Baiklah Makasih Ren''
''Iya Tan..''
Setelah pamit kepada Orangtuanya Reno mengantar Dipta pulang di perjalanan pulang Dipta hanya Diam sambil memandang ke luar jendela mobil
''1Ren..Almira sedang nangis ga yaa sekarang..''tiba-tiba Dipta menanyakan hal itu kepada Reno sambil tetap menatap keluar mobil
''Gue ga tau Mas bro..gue berharap sih Almira ga Nangis atau apapun karena gue yakin dia perempuan yang kuat..bukan perempuan cengeng yang hanya karena hal seperti ini saja bisa menangis ber jam-jam''Reno menjawab sesantai mungkin dia tidak mau menambah pikiran Dipta walau pun sebenarnya Reno pun yakin pasti Almira sedang menangis karena hal di pesta tadi
''Tapi perkataan kakek tadi sungguh keterlaluan Ren..loe tau kan Almira selalu menjaga jarak dari gue karena gue kaya,sekarang kakek menuduhnya mendekati gue karena harta doang Almira pasti ga akan bisa terima itu dan pasti akan menjauhi gue kembali..''
''Tenang pasti ga akan seperti yang loe pikirkan asal loe bisa jelasin sama dia maksud kakek ga seperti itu..''
''Entahlah..baru juga gue dekat lagi sama Almira sekarang masalah kembali muncul entah ini pertanda atau apa gue ga ngerti''
''loe kok pesimis banget sih Mas bro..''
''Gue lelah Ren...mungkin memang Almira bukan takdir gue sehingga bagaimana pun usaha gue untuk dekat dengannya ada aja hal atau orang yang menghalanginya''
__ADS_1
''Mas brooo..''