
Bayang bayang langit hitam seolah menggambarkan kisah kelam yang dirasakan oleh seorang wanita yang sedang berdiam diri ditepi jendela..
Jemari lembut tangan kanannya menyentuh lembut dinding dinding kokoh dengan pikiran yang berserakan..
Kedua bola matanya pun terasa sudah sangat bengkak dan lelah akibat tangis pecah yang selalu menjadi kebiasaan rutinitas kesehariannya..
Yaa..
Namanya RAISA CASSANDRA..
Seorang gadis remaja yang baru berusia 23 tahun..
Hidup dalam keluarga kaya raya dan bergelimangan harta,
Namun sayang,
Kebahagiaannya tak ia dapatkan dari kekayaannya itu.
Bukan tanpa sebab,
Justru yang menjadi penyebab kesengsaraan hidup raisa adalah karna kesalahan orangtua nya sendiri..
Perbedaan Marga, pendidikan dan ekonomi menjadi penghalang bagi dua sejoli saat itu..
TUAN KARMAN,
Putra sulung dari keluarga TAKUR, yang memiliki kekayaan berlimpah dan bahkan mendapat posisi terkaya dinegeri ini saat itu.
Dimana awal kesalahan terbesar terjadi saat tuan karman jatuh cinta dan menikahi pembantunya sendiri yaitu NONA SASMITA yang tak lain adalah ibu kandung dari Raisa yang meninggal saat melahirkan raisa .
Meskipun pernikahannya ditentang keras oleh keluarga takur,
Namun karman tetap bersikeras akan menikahi wanita yang dicintainya itu meskipun jelas ternyata bahwa Sasmita adalah pembantunya sendiri..
Pernikahan yang tak berlangsung lama itulah yang menyebabkan raisa hadir dalam sebuah kehidupan yang sangat memilukan..
Memang buah jatuh tak jauh dari pohonnya,
Begitulah kata pepatah yang sesuai untuk kehidupan raisa..
Dimana ia harus kuat menghadapi orang orang yang pernah dihadapi ibunya dulu semasa ibunya masih hidup sebagai istri tuan karman..
Hingga pada akhirnya,
Selang beberapa tahun setelah kematian sasmita,
Tuan karman akhirnya menikah lagi dengan seorang wanita pilihan ibunya sendiri..
Wanita muda,
sukses dalam meniti karir, namun tidak bisa menjadi ibu yang sesungguhnya bagi raisa..
Meskipun begitu..
Raisa juga sangat bersyukur dan beruntung karna memiliki seorang ayah yang tidakpernah membedakan putra dan putrinya sampai saat ini..
Rintikan airmata pelan jatuh terjuntai dipipi mulus raisa..
Bagaimana tidak?
Hari ini adalah tepat hari kelahirannya.
Raisa menangis bukan karna mengharap ucapan selamat dari seseorang,
Melainkan ia sedih karna hari ini ibunya telah pergi meninggalkannya selama 23 tahun..
Raisa menghembuskan nafas kasar dan mencoba memejamkan kedua matanya pelan untuk membuang pikiran berat itu sejauh mungkin..
Bukan bermaksud ingin menghindari,,
Tetapi raisa lebih suka hidup dalam kesederhanaan dan bahagia disetiap waktu,
Daripada hidup dalam kekayaan namun batinnya selalu berbakar oleh kelakuan keluarga nya sendiri..
Seorang wanita tua yang berdiri tak jauh dari keberadaan raisa mengetahui betul bahwa cucunya tengah bersedih hati..
Namun sayang,
Kedatangannya untuk mendekati raisa bukanlah untuk menghibur, karna baginya, raisa adalah satu satunya cucu yang paling sangat ia benci. Iapun melangkah berjalan semakin mendekati raisa.
"Kau sedang bersedih hati karna hari kelahiranmu tak ada seorangpun yang datang memberimu ucapan selamat? "
Sindir sang nenek..
Mendengar pertanyaan sang nenek,
Raisa langsung menghapus deraian airmata diwajahnya mengunakan jemari lembut kanan , agar sang nenek tidak bisa melihat kesedihannya itu..
Raisa hanya membalikkan badannya menghadap sang nenek sebagai satu bentuk ia menghormati kedatangan sang nenek,.
Namun mulut raisa terdiam bungkam tanpa menjawab sepatah katapun karna memang ia sendiri sedang malas untuk berdebat..
NYONYA TAKUR yang seharusnya dipanggil dengan sebutan nenek oleh raisa kini terdengar aneh karna sampai saat ini atau bahkan selamanya raisa akan memanggil kakek neneknya dengan sebutan tuan dan nyonya..
"Kamu seharusnya sadar raisa..
Kamu hanya keturunan pembantu disini,.
Jadi jangan terlalu berharap bahwa karman akan datang dan memberimu ucapan selamat atas hari kelahiranmu"
Sambung sang nenek kembali menyindir..
Raisa hanya diam mendengarkan perkataan neneknya lagi..
Ia membuang pandangan matanya keluar mengarah jendela karna merasa sedikit sesak setelah mendengarkan jawaban pedas dari mulut neneknya sendiri..
Bukan hanya dibelakang karman,
Didepan karman pun sang nenek bersikap semakin menjadi jadi untuk menunjukkan rasa kebenciannya terhadap Raisa dan ia sama sekali tak peduli dengan kemarahan karman karna ia benar benar sangat membenci raisa..
"Sebenarnya saya juga sangat ingin memberikanmu ucapan selamat atas hari kelahiranmu hari ini..
Tapi kau taukan,
Bagaimana bedanya posisi antara aku dan kau disini,,
Aku tidak mungkin mengucapkan ucapan selamat buat kamu karna itu akan mengurangi martabatku didepan seorang Pembantu"
Ucap nenek menyindir tajam.
Raisa hanya memejam matanya sejenak dan menatap tajam sang nenek..
"Dulu waktu kau baru lahir aku sudah memberikan keputusan kepada karman untuk menguburkanmu hidup hidup,!!
Namun sayangnya Tuhan berkata lain hingga akhirnya kau bisa hidup untuk menghirup nafas sampai menginjak umur sejauh ini"
Sambung nenek santai
Raisa mendadak lesu tiba tiba dan rintikan airmata mulai datang menyapa..
Namun raisa tetap berusaha bersikap tegar karna kata kata menyakitkan seperti itu sudah terlalu sering mereka lontarkan..
"Jika nyonya sudah selesai bicara sebaiknya keluar lah"
Balas Raisa serius
Sang nenek hanya tersenyum tipis melihat kegeraman terukir jelas diwajah raisa..
"Baiklah,
Aku akan keluar,
Selamat menjalankan hari pilu mu sendirian sayang"
Kata nenek tersenyum jahat dan berlalu pergi..
Raisa menatap lesu punggung tua yang sedang berlangkah menjauhi diri dari tempat berdirinya itu..
Ia sangat mengharapkan kasih sayang cinta dari seorang wanita,
Jika itu tak ia dapatkan dari seorang ibu,Seharusnya ia bisa merasakan semua itu dari seorang nenek..
Namun tiba tiba raisa tersadar bahwa semua yang diharapkannya itu tidak akan mungkin terjadi karna ia tau persis bagaimana sikap neneknya sendiri terhadap dirinya..
Setelah kepergian sang nenek..
Raisa bergegas mengunci pintu kamarnya, karna ia takut nanti seseorang akan datang lagi secara tiba tiba hanya untuk menyayatkan hatinya kembali..
Waktu terus berjalan hingga jam menunjukkan pukul 5 sore,,
__ADS_1
pertanda bahwa hari kelahirannya hanya tersisa sebentar lagi sedangkan sang ayah tak kunjung datang kekamar raisa untuk sekedar mengucapkan kata selamat untuk dirinya..
"Itu pertanda bahwa apa yang nenek bicarakan itu benar"
Simpul raisa ragu..
Ia sangat mengharapkan ucapan selamat dari ayahnya meskipun tanpa perayaan yang megah dan hadiah yang istimewa.
Namun setelah sekian lama raisa mondar mandir kesana kemari diseluruh sudut kamarnya,,
Akhirnya raisa benar benar merasa lelah menunggu kedatangan papa kekamarnya dan memilih untuk keluar secara langsung menemui sang ayah.
Raisa pelan keluar dari kamarnya menuju ruang kerja ayahnya dengan sangat hati hati karna ia takut jika ada yang tau raisa pergi menemui papanya pasti akan terjadi kiriman kekacauan..
Setelah mengetahui ruang kerja papanya ternyata kosong,
Raisa bergegas berlari menuju kekamar papanya dan ternyata juga kosong..
Raisa bingung dengan tiba tiba suasana rumahnya menjadi sepi..
"Apa mereka sedang menyiapkan suprise untukku? "
Tanya raisa pada dirinya sendiri..
Mulanya raisa hampir merasakan kebahagiaan didalam hatinya...
Raisa pun bergegas berlari kedapur dan ternyata juga kosong tak berpenghuni..
Tak ada sajian yang tersusun di atas meja seperti biasa yang harusnya sudah para pembantu siapkan saat jam segini..
Raisa pun memutuskan menuju kamar bibi dibagian belakang untuk memastikan rasa penasarannya..
Tok tok tok..
Tanpa menunggu lama pintu itupun akhirnya terbuka.
"Apa bibi tidak memasak? "
Tanya raisa tanpa basa basi..
Mulanya sang bibi merasa heran mendengar pertanyaan nonanya itu..
"Tadi nyonya melarang saya masak untuk malam ini,
Karna para keluarga akan makan malam diluar malam ini"
Jelas bibi singkat..
"Apa??
Makan malam diluar? "
Balas raisa melotot tak percaya..
"Iya nona! "
Balas bibi ramah..
Setelah membalas senyum singkat raisa pun bergegas pergi dengan berlari kecil untuk menuju kamar..
Ia mengunci pintu erat karna sekarang ia yakin pasti bahwa papanya tidak akan datang untuk memberikannya ucapan selamat..
"Apa aku bukan keluargamu ayah"
Ucap raisa dengan tumpahan airmata..
Raisa menangis sesegukan karna ia sama sekali tidak percaya bahwa ayahnya telah melupakan dirinya sekarang ini..
Ia bukan bagian dari keluarga ini lalu sebagai siapa dia berstatus dirumah ini..
Pikir raisa..
Sebenarnya raisa sudah sangat terbiasa menerima semua perlakuan keluarga kepada dirinya, ia tak perlu menangis terseris seperti ini, karna semua ini sama sekali tidak akan berpengaruh kepada keluarganya..
Jika keluarganya tau, bahwa raisa akan terpuruk dengan kejadian seperti ini, mereka semua pasti akan tertawa renyah dengan bangganya.
Raisa bangkit dari duduknya, ia menghapus semua deraian airmata dipipinya dengan kasar,
"Ini sama sekali bukan diriku"
Ucap raisa tajam.
______________________________________________________
Dentuman suara tapak demi setapak ia lewati dengan keindahan dedaunan pohon yang sangat memukau membuat aura matanya tercuci dengan sangat suci..
Merasa kelelahan,
Seorang pemuda yang sedang berlari lari kecil di pagi hari akhirnya memilih istrirahat sejenak dibawah pohon beringin untuk menstabilkan detak jantungnya yang sudah bergoyang berirama sedari tadi..
Ya namanya adalah KARAN DARWICH..
Seorang Pria muda dengan usia yang hampir menginjak 28 tahun,
Memiliki kesibukan yang cukup mendalam karna perusahaan tunggal yang sedang ia kuasai..
Karan adalah seorang pria yang sangat tampan,namun sayangnya hatinya tidak setampan dengan wajahnya,,
Pasalnya saat ini karan tengah memendam sebuah dendam penyebab kematian ayahnya 20 tahun yang lalu..
Sebuah kejadian miris yang ditimbulkan oleh Rekan bisnis ayahnya pada masa itu.Dimana pada awalnya dua sahabat saling melakukan kerja sama untuk mempesatkan perusahaan mereka masing masing.
Perusahaan Darwin's Group yang telah dirintis dengan susah payah oleh ayah karan, hampir hancur karena pengkhianatan yang dilakukan secara tersembunyi oleh rekan bisnisnya tersebut,hingga membuat ayah karan meninggal karna serangan jantung dadakan setelah mengetahui kebenaran tentang pengkhianatan itu.
Dendam tentang kematian ayahnya itulah yang membuat karan sangat berkeinginan untuk segera membalaskannya, karna ia merasa sangat geram pasalnya adik perempuan karan tak bisa merasakan kasih sayang dari ayahnya dari kecil sampai saat ini.
Bertahun tahun ia menunggu dirinya menjadi seorang pria yang dewasa dan berupaya kesana kemari untuk menetralkan kembali perusahaan ayahnya hanya untuk satu tujuannya yaitu hanya untuk menuntaskan dendamnya...
Saat menyadari bahwa waktu kembali telah tiba..
Karan bergegas berlari kecil menuju pulang kerumahnya, aklupa pula karan tutupkan sebagian kepalanya menggunakan jaket hitam untuk menghindari sinar matahari yang dapat membuat kulit tengkuk nya menghitam..
Sesampai karan dirumah.
Para pelayan pun langsung membuat barisan serapi mungkin untuk menyambut kepulangan tuannya .
Dilewati karan barisan berbentuk abjad I itu dengan tanpa menatap pelayannya satu persatu dan langsung bergegas menaiki lift menuju kamar nya..
30 menit karan selesai bersiap siap..Baru saja ia hendak mendaratkan pantatnya dikursi makan,
Tiba tiba Karan dikejutkan dengan nada dering diponselnya yang mengartikan sebuah panggilan masuk..
(Mama)
Tanpa menunggu lama karan langsung menjawabnya..
"Iya ma! "
Kata karan segera..
"Kau sudah sarapan? "
Tanya mama diseberang..
"Aku baru mau sarapan! "
Balas karan cepat..
" O baguslah.
Lanjutkan sarapanmu..
mama hanya ingin memberi taumu bahwa mama mengunjungi Galery hari ini"
Jelas mamanya dan langsung mematikan sambungannya..
Menyadari sambungannya terputuskan sepihak,
Karan hanya bisa mengangkat kedua bahunya tanda tak mengerti dan langsung melanjutkan sarapannya..
"Apa kaka akan selalu seperti ini..
Selalu sarapan tanpa menunggu aku turun! "
Bantah adiknya tiba tiba..
Karan menghentikan suapannya sejenak menatap adiknya sekilas dan kembali melanjutkan suapannya tanpa menjawab sindiran adiknya..
Merasa diabaikan,.
__ADS_1
Ia pun memukul kepala karan dengan buku belajar tipisnya.
"Apa mulutmu sedang berpuasa? "
Sambung adiknya kesal..
"Heemm!!! "
Jawab karan acuh.
Icha hanya memutar bola matanya malas dan segera bersarapan untuk segera berangkat kekampusnya..
Ia malas berdebat dengan kakanya karna itu hanya akan menguras kesabarannya..
***
Dilain sisi..
Raisa sedang berusaha mempolesi wajahnya untuk menutupi mata bengkak agar keluarganya tidak tau tentang tangisannya semalam..
Meskipun tanpa melihat mata bengkak itupun mereka semua sudah tau,namun raisa tetap tak ingin menunjukkan kelemahannya begitu saja didepan keluarganya..
Ingin rasanya raisa bertanya kepada ayahnya mengapa ia bisa melupakan hari kelahirannya,
Namun itu tidak bisa raisa lakukan karna ia tidak ingin hubungan nya dengan ayahnya retak begitu saja hanya karna sebuah masalah yang ringan.
Setelah menyiapkan mental yang cukup mantap,
Raisa pelan keluar kamar dan menuju meja makan untuk berhadapan dengan keluarga besar nya..
Kegiatan seperti ini memang rutin setiap pagi raisa lakukan sebelum ia berangkat kerja.Setelah memberi salam hormat kepada kakek dan neneknya,
Lalu Raisa bergegas menarik satu kursi kosong yang memang tersedia khusus untuk dirinya..
"Kau terlihat sangat lesu nak,,
Apa kau sedang sakit? "
Tanya sang ayah cemas..
Raisa hanya diam dan memandangi wajah sang pemilik pertanyaan..memang terlihat raut wajah khawatir,
Namun siapa sangka,
Ternyata dirinya lah yang membuat raisa kehilangan semangatnya hari ini..
"Jangan terlalu manjakan dia karman!! "
Bantah nenek menekan..
Karman langsung mengalih pandangannya dari wajah raisa menatap sang ibu dengan wajah bingung..
"Ibu aku hanya menanyakan keadaannya! "
Bantah karman segera..
"Biarkan saja dia..!!!
Jika memang dia sakit sepertinya dia masih tau dimana Rumah sakit! "
Kata sang ibu dengan nada keras.
Dengan sedikit tersenyum ,
Elif (ibu tiri raisa) hanya bisa meneriaki kemenangan didalam batinnya..
Sepertinya pertunjukan drama setiap pagi seperti ini takpernah membosankan bagi elif dan juga anak anaknya..
Elif memang sangat senang saat keluarganya menjatuhkan diri raisa dan membanggakan anak anaknya.
"Aku berangkat! "
Ucap raisa tiba tiba setelah memakan sedikit ujung roti.Raisa merasa lelah dengan tingkah keluarganya itu yang hampir setiap waktu membuatnya pusing..
Akhirnya,Raisa pun bergegas pergi dan meninggalkan seluruh keluarganya yang sedang menatap cerna disebalik punggungnya..
******
"Apa kau sudah mendapatkan informasi?? "
Tanya karan seksama..
"Sekilas yang saya tau bos..
Bahwa tuan karman
"Jangan terlalu menghormati sipembunuh itu!!
Panggil saja dia karman"
Bantah karan segera..
"Baik bos.. "
Jawab dion menuruti..
"Saat ini karman masih memimpin perusahaan yang dirintis dulu ..perusahaannya berkembang cukup pesat karna banyak dari cabang cabang perusahaannya juga ikut maju.. Dan juga karman banyak menanam modal diperusahaan asing hingga membuat jalan bagi kita sangat sempit untuk menjatuhkan perusahaannya...
Memang benar saat ini posisi Darwins Group Jauh lebih tinggi dari perusahaan takur atau perusahaan lainnya,,
Namun Karman juga bekerja sama
"Cukup!!! "
Potong karan dengan gempalan tangan..
"Apa yang kau tau tentang keluarganya? "
Tanya karan tajam.
"Saya tidak tau banyak..
Yang saya tau karman dulu menikah dengan pembantunya sendiri, hingga akhirnya ia memiliki seorang putri yang berumur 23 tahun sekarang,
Dan setelah itu istri pertamanya meninggal saat melahirkan putrinya.
dan lalu karman menikah lagi dengan seorang wanita pilihan ibunya dan memiliki seorang anak laki laki dan perempuan dari istri keduanya "
Jelas dion seksama.
"Carikan informasi tentang istri dan anak anaknya! "
Titah karan singkat..
"Baik boss!! "
Jawab dion hormat dan berlalu menghilang dari hadapan karan..
Selepas kepergian pengawal,,
Karan memukul meja nya dengan keras pasalnya ia tidak bisa begitu saja menghancurkan perusahaan karman..
Ia menggepalkan kedua tangannya erat dengan amarah mendalam, itu nyata terlihat dari sudut matanya yang kasar..
"Aku tidak akan melepaskanmu karman!! "
Ucap karan penuh geram..
"Kau akan segera merasakan akibatnya!! "
Sambung karan seringai..
.
.
.
.
.
**Hai hai hai. 😁
Mohon komentar dan sarannya yaa kaka² 💋
Sebenarnya saya sangat suka membuat novel untuk sekedar dibaca teman" waktu sekolah dulu..
Alhamdulillah mereka suka dan bahkan minjem kesana kemari buku cerita ku itu sampai akhirnya buku itu runyah 😒
__ADS_1
Dan sekarang aku ingin berbagi cerita disini walaupun ceritanya mungkin sedikit berantakan 😂😂
Yang penting jangan dihujat deh yaa. 🤗🤗**