
Setelah kejadian tadi..
Entah mengapa hari ini Karan merasa lebih bersemangat, tidak seperti biasanya, ia bahkan sering mencuri curi pandang menatap raisa secara diamdiam..
Apa mungkin ini yang namanya cinta?
Atau mungkin hanya obsesi semata..
Raisa terus fokus dengan pekerjaannya, ia samasekali tidak menyadari jika karan sudah dari tadi menatapnya, ia bangkit dari duduknya dan berjalan menuju karan dengan pandangannya terus membaca isi dokumen yang sedang dipegangnya.
"Tuan,
adakah mungkin pernyataan data ini sedikit keliru! "
Ucap raisa lembut dengan meletakkan dokumen itu dihadapan karan, ia masih tetap enggan untuk memandang karan mengingat betapa malu dirinya tadi harus memeluk seorang karan.
Karan pun memeriksa data tersebut, namun fikirannya tak fokus pada penglihatannya,
"Emm, sepertinya begitu,! "
Jawab karan datar seadanya.
Raisa mengkernyitkan dahinya,ia sedikit merasa bingung kenapa karan seolah olah tak membaca dokumen yang diajukannya, karan malah langsung kembali menatap komputernya tanpa menghiraukan raisa yang berada didekatnya.
"Itu tugasmu,
Dan aku membayarmu untuk itu! "
Jelas karan acuh.
Ia sengaja memperlihatkan sikap sombong nya itu kepada raisa, agar raisa tak menyadari jika karan suka memandang dirinya kesal.
"Yasudah! "
Balas raisa tambah acuh dan beranjak duduk ditempatnya.
Kali ini bukan lagi karan yang mencuri pandang menatap raisa, tetapi raisa sendiri yang sesekali menatap karan dengan luapan muak terus berhujat didalam hati, ia sangat kesal pasalnya tuannya itu sama sekali tidakbisa menghargai.
Jam kembali pun tiba.
Setelah melakukan semua pekerjaannya raisa pun membereskan semua barangnya.
Dengan rasa penat menjalar disekujur tubuh, membuat raisa ingin rasanya cepat" tiba dikamar dan merebahkan tubuhnya..
"Sebelum pulang,
Apa kau mau ikut makan denganku? "
Tanya karan saat mengetahui raisa hendak bersiap pulang.
"Ehmm.. "
Pikir raisa bingung
"Sepertinya aku makan dirumah saja! "
Sambung raisa tersenyum menghindar..
Bukan karna takmau,justru saat ini raisa harus benar" hemat agar saat keluarganya mengusirnya nanti,ia masih mempunyai sedikit tabungan..
"Oh ayolah..
Sangat tidak menarik jika aku harus makan sendiri nanti! "
Keluh karan merayu..
Memang biasanya karan selalu makan sepulang kerja, namun kebiasaan ia makan adalah makan dirumah..
Tapi entah mengapa sepertinya saat ini ia masih terus ingin bersama raisa sekarang .
Raisa berfikir sejenak sebelum akhirnya memberi keputusan..
"Emmm..
Baiklah..
Tapi tuan yang akan mentraktirkan saya makan kan?? "
Tanya raisa menyelediki hatihati.
Karan tersenyum lepas mendengar pertanyaan raisa..
Mana mungkin ia seorang tuan besar sudi dibayar makan oleh pekerjanya sendiri..
"Kau ini ada² saja!!
Aku yang mengajakmu makan maka aku sendiri yang akan membayar serta menjaga kamu sepanjang jalan..
Kau ini payah sekali"
Jawab karan menjelaskan..
"Apa nanti tuan juga akan mengantar ku pulang? "
Tanya raisa polos..
"Jika kau mengizinkan! "
Sahut karan cepat..
Sejenak raisa berfikir
"Tidak aku izinkan..
Biarkan Aku pulang sendiri saja nanti! "
Sambung raisa tegas..
"Baiklah²..
Sekarang kita berangkat!! "
Ucap karan dengan mendekati punggung raisa dan mendorongnya agar berjalan didepan..
Kekonyolan yang dilakukan tuannya sekarang lagilagi mengundang tawa renyah raisa..
"Jangan mendorongku seperti ini.
Apa tuan fikir aku ini troli supermarket? "
Bantah raisa tertawa dengan memindahkan tangan karan dari bahunya..
"Dan kau menyadari itu? "
Jawab karan bertanya balik.
"Aisshh,,
Aku tidak segendut itu! "
Jawab raisa bete.
Setelah puas membuat raisa kesal..
Karan pun kembali berlagak sombong didepan pegawainya layaknya bos yang sedang berjalan dengan pekerja nya..
Sebelum menuju kemobilnya,,
Karan terlebih dulu menuju dion yang sedang mengobrol diteras perkantorannya..
"Berikan kunci mobil kepadaku dan antarkan mobil raisa kerumahnya"
__ADS_1
Titah karan tanpa sepengetahuan raisa..
"Baik bos! "
Jawab dion cekatan..
Setelah membukakan pintu mobil untuk raisa,,
Karan pun langsung berlari kecil ke tempat menyetir dan menjalankan mobilnya menuju restoran makanan..
"Kau pesan apa? "
Tanya karan teliti.
"Ehhmm..
Aku pesaaaaannnnn..
Apa aja deh boleh"
Jawab raisa bingung..
"Kau boleh lihat dimenunya apa saja yang ingin kau pesan? "
Ucap karan segera..
"Tidak²..
Pesankan aku apa saja!".
Bantah raisa segera..
Bukan karna tak ingin mengecek menu makanannya,
Hanya saja ia yakin betul bahwa makanan disini mahal harganya..
"Baiklah,,
Dua kebab dan dua chocholate milkshake saja! "
Ucap karan kepada pelayan.
"Baik tuan, nyonya"
Hormat pelayan setelah mencatat.
Raisa tersenyum kecil menerima sambutan hormat pelayan, Rupanya begini rasanya menjadi orang kaya..
Walaupun ia lahir didalam keluarga bergelimangan harta, Namun ia sangat jarang sekali bisa merasakan bagaimana rasanya makan diluar,karna setiap keluarganya melakukan jadwal makan diluar bersama sama,neneknya pasti akan mencarikan seribu alasan untuk meninggalkannya.
. Jam menunjukkan pukul 18.56.
Akhirnya keduanya pun kembali untuk pulang..
Sepanjang perjalanan keduanya hanya saling diam dan fokus kedepan tanpa percakapan..
"Lho ini kok jalan pulang?
Bukannya kita kekantor dulu,,"
Tanya raisa tiba" saat menyadari mobil yang didudukinya menuju jalan pulang ke rumahnya..
"Trus mobil aku gimana? "
Sambung raisa panik.
"Uda kamu tenang aja!".
Jawab karan santai..
"Tapp..
Tappi"
Ia sebenarnya takut jika nanti keluarganya akan kembali menyerangnya lagi
"Shuuutttt!!! "
Karan membekap tangannya kemulut raisa..
"Santai aja okeh..
Tidak usah merasa sungkan"
Sambung karan santai..
Mendengar jawaban tuannya,,
Raisa hanya bisa menarik nafasnya dalam² dan memejamkan erat kedua matanya..
"Kau tidak akan pernah tau bagaimana posisiku diistana megah itu tuan!! "
Gumam raisa lemah didalam hati..
Sesampai dirumah..
Dengan cemas raisa menapaki langkahnya memasuki rumah, Baru saja tadi pagi ia mendapat hinaan dari keluarganya,
Lalu apa sekarang dia akan kembali dihina?
Ia sangat menyesal karna telah mengambil keputusan mau untuk bermakan malam dengan tuannya tadi.
Hampir berkalikali ia dihina oleh keluarganya karna ulah tuannya karan,dan sepertinya malam ini kembali terulang lagi..
"Akhirnya kau pulang juga ******?
Sejak kapan kau berani berkelakuan begini? "
Teriak nyonya takur saat mendapati raisa telah pulang..
Dengan dipenuhi rasa khawatir raisa berusaha tenang..
"Kemana kau pergi seharian.
Hari ini aku mengujungi perusahaan karman dan aku tidak mendapati kamu bekerja disana..
Apa sekarang kamu benar² bekerja sebagai ******? . "
Tambah tuan takur..
"Apa uang yang papamu berikan tidak cukup untuk kebutuhanmu sayang? "
Sindir elif memanaskan keadaan..
"Jika kalian ingin tau aku bekerja dimana sekarang..
Tanyakan kepada papa,,
Aku hanya mengikuti perintah papa..
Sudah itu saja!! "
Jawab raisa menjelaskan sebelum akhirnya berlangkah pergi meninggalkan mereka..
"Dasar anak tidak berguna?? "
Tambah tuan takur geram..
"Semakin hari anak itu semakin kurang hajar,,
Bukankah lebih baik kita antar saja dia pergi mengikuti jejak ibunya? "
__ADS_1
Tambah elif..
Semuanya diam tak memberi masukan..
Entah apa yang mereka fikirkan sekarang..
Dan entah rencana apa yang tengah mereka susunkan sekarang..
_____
Bip.
1 message :
Tuan karan
(Bagaimana keadaanmu sekarang?
Kurasa kau pasti sangat bahagia hari ini kan?)
Raisa terpaku saat membaca pesan yang dikirimkan oleh tuannya kepada dirinya malam ini..
Dan isi pesannya pun sungguh sangat berjauhan dengan apa yang dirasakan raisa sekarang.
Saat ini ia sangat merasakan geram dan bingung harus bagaimana menghadapi keluarganya,
Dan tuannya mengatakan bahwa hari ini ia merasakan sangat bahagia??
"Benar² tidak menguntungkan!!"
Pekik raisa sebelum akhirnya ia melempar ponsel ketempat tidurnya..
Ia sama sekali tak berniat untuk membalaskan pesan tuannya apalagi jika nanti terjadi perdebatan² kecil yang semakin membuat jiwanya merasa geram..
"Lebih baik aku tidur saja!! "
Ucap raisa dan merebahkan tubuh dikasur kamarnya..
_____
"Nahhh.
Ketahuankan lagi bete!! "
Teriak icha tiba" hingga mengejutkan karan yang sedang sibuk dengan ponselnya..
"Lagi nungguin pesan dari siapa emangnya? "
Tanya icha merayu..
"Ihh.
Apaan sih..
Orang lagi nunggu balasan dari dion juga, buat ngebahas masalah pembangunan proyek besok! "
Hindar karan bohong..
Memang sebenarnya ia sedang menunggu balasan dari raisa..
Namun sudah hampir setengah jam ia menunggu,,. Sepertinya memang tidak akan ada balasan dari raisa untuk pesannya.
"Bodoh sekali!!
Kenapa bisa aku mengirimkannya pesan! "
Gumam karan didalam hati..
"Uda deh..
Kalo mau nungguin balasan dari kak crhisty yah bilang aja gausah boong²..
Lagian juga aku emang uda tau kok!! "
Sahut icha menjelaskan..
"Sok tau kamu!!! "
Jawab karan cepat lalu beranjak pergi menuju kulkas untuk mengambil sebuah minuman..
"Kenapa sih mau aja pacaran sama si christy itu??
Mending pacaran sama aku aja deh!! "
Teriak icha ga jelas.
"Apaan sih..
Anak kecil juga uda tau pacaran"
Jawab karan datar dan meminum minuman..
"Yeee..
Kecil² juga udah bisa jatuh cinta kali! "
Bantah icha menyeka.
"Sekolah aja yang bener..
Jangan sampe nanti anjlokk nilainya! "
Tambah karan menekankan..
"Baiklah,, baiklah..
Siap pak guru!!! "
Jawab icha menyindir dan memberi sindiran hormat tangan.
Tak dapat menahan tawa melihat tingkah adikknya, karan pun mengacak" rambut ichaa hingga akhirnya berantakan..
"Tuhhkan..
Uda ga cantik lagi kan!! "
Seru icha kesal.
"Aku ga peduli"
Jawab karan cekatan sebelum akhirnya ia mengingat saat raisa menjawab pertanyaannya tadi pagi.
"Aku ga peduli!! "
Karan mengulang² kalimat itu dengan sedikit senyum ia kembangkan diwajahnya..
.
.
.
.
.
Hai Readers 😁
Gimana sama ceritanya,?
Mesti dibikin penasaran kan 😀
__ADS_1
Pokoknya ikuti terus next episod nyah. 💋😍
Jangan lupa like dan coment. 😘😘