Cinta Tak Mengenal Alasan

Cinta Tak Mengenal Alasan
Episode 3


__ADS_3

Setelah merenggangkan otot otot lengannya dikursi kerja..


Raisa mencoba melepaskan semua rasa penat yang ditanggungnya selama seharian ini dengan memutar kepalanya kekanan dan kiri, ia menghembuskan nafas kasarnya dengan sekali tarikan sebagai pertanda bahwa ia sudah siap kembali kerumah dan menghadapi tingkah keluarganya lagi..


Raisa memang bekerja diperusahaan papanya,Namun bukan sebagai bos,Bukan pula sebagai sekretaris,


Melainkan berposisi sebagai pegawai biasa..


Memang terlihat sangat aneh,


Namun siapa sangka, bahwa jabatan itu didapatkan raisa secara langsung dari titah sang neneknya sendiri dengan alasan raisa tak memiliki pendidikan yang tinggi..


Bukan raisa tak mau melanjutkan studynya,


Namun bagi seorang pembantu, !!!


dengan menginjakkan kakinya diperusahaan Takur jauh lebih beruntung apalagi sampai menjadi pegawai.


Takperlu bersusah payah mengeluarkan modal untuk menyekolahkan seorang pembantu,


Karna keturunan pembantu tetap akan kembali kepada dasarnya meskipun Pendidikannya tinggi.


Itulah kata kata pedas dari nyonya takur saat raisa ingin melanjutkan kuliahnya..


Padahal bagi raisa..


Tanpa neneknya melarang pun dia sendiri juga tidak sudi melanjutkan pendidikannya dengan terus bergantung pada uang keluarganya..


Ia sungguh bercita cita suatu saat akan hidup mandiri dengan usahanya sendiri tanpa bantuan sedikitpun dari papanya..


Setelah merasa sedikit semangat..


Raisa melangkahkan kakinya menuju lift kantor tempat kerjanya, untuk bersegera kembali kerumah..


Ia tak ingin terus berlarut larut dalam kesedihan karna itu hanya akan membuat ia patah semangat saja..


Bila pagi menyapa,


Raisa akan merasa sedikit semangat karna ia akan menghabiskan harinya tanpa sindiran dari keluarganya,,


Namun bila sore telah tiba,


Entah mengapa Raisa mendadak menjadi lesu dan lemah karna ia harus kembali kenerakanya..


"Huftt...


Melelahkan!! "


Gumam raisa lesu saat sudah berada didalam mobil pribadinya..


***


Saat sedang dalam perjalanan pulang..


Karan ingat betul bahwa malam ini ia akan berjumpa dengan kekasihnya disuatu tempat sesuai dengan janji mereka tadi, Namun Ponsel karan tiba tiba berdering yang mengartikan seseorang diseberang sedang menghubunginya..


(Dion)


"Hallo!! "


Ucap karan dingin..


"Maaf bos,!!!


Saya hanya ingin melaporkan bahwa saya sudah menyelidiki tentang istri dan anak anak karman!! "


Jelas dion..


"Temui saya di Mantion!! "


Titah karan singkat.


"Baik boss!! "


Jawab dion cekatan..


Karan memerintahkan sopir pribadinya untuk menuju kemantion dan menunda kepulangannya..


Baginya informasi tentang karman jauh lebih penting dari apapun itu termasuk kekasihnya..


Karna selama dendamnya belum tuntas,


Urusan Asmara tetap bukan perihal yang utama bagi karan.


***


Pelan raisa melangkah masuk kedalam rumah mewah itu dengan batinnya berdoa, semoga ia tidak akan bertatap muka dengan siapapun yang akan merusak suasana hatinya..


Namun ternyata Tuhan berkata lain,


Dari kejauhan raisa sudah bisa melihat dengan jelas bahwa seseorang didalam sana sedang menunggu kepulangannya, ia menarik nafasnya dalam dan menghembuskan pelan untuk menyiapkan mental batinnya..


"Wow..


Pembantu sudah pulang kerja? "


Ucap elif menyinyir..

__ADS_1


Raisa hanya terenyuh kecil mendengar ejekan ibu tirinya..


"Seperti yang kau lihat!


Minggirlah!! "


Bantah raisa tak kalah dan mencoba untuk tetap berjalan..


"Sepertinya gaya bicaramu tidak menunjukkan bahwa kau adalah seorang pembantu disini,,


Apa kau berlagak lupa dengan posisimu? "


Sindir elif menghentikan langkah raisa..


"Dengar!!!


Aku sedang tak ingin berdebat denganmu! "


Jawab raisa menyeka..


Elif pun hanya tersenyum kecil melihat ekspresi raisa yang membuat elif berteriak bahagia..


"Apa aku mengajakmu untuk berdebat??? "


Tanya elif dengan senyuman tipis..


"Dengar..


Aku hanya ingin kau membuatkan ku segelas teh hangat dan antarkan kekamarku!! "


Perintah elif tajam..


"Apa yang kau lakukan elif!! "


Potong sang nenek tiba tiba mengejutkan elif dan raisa..


Elif menatap mertuanya dalam dalam,


Ia bingung dengan sikap nyonya takur itu yang terkadang membuatnya bingung untuk menghadapinya..


"Ibu aku hanya mengajari seorang pembantu untuk bekerja pada tempatnya.


Apa itu salah? "


Bantah elif memastikan.


"Tentu saja Kau salah elif.. "


Potong nenek lembut


"Kenapa hanya menyuruhnya menyiapkan segelas teh hangat saja..


Teriak nyonya takur dengan penuh amarah hingga membuat raisa sedikit gemetarr.


Dengan berusaha bersikap santai..


Raisa memperbaiki rambut lebatnya yang tidak terlalu berantakan itu untuk menunjukkan ketidakpeduliannya terhadap perintah dan suara mereka..


"Minggir..


Aku sangat lelah hari ini dan tolong jangan ganggu waktu istrirahatku sekarang ".


Ucap raisa memutar bola matanya malas hingga ibu tiri dan neneknya merasa geram..


Raisa pun beranjak pergi dan menerobos pertengahan antara elif dan nyonya takur dan membuat bahu kiri raisa sedikit menyenggol bahu kanan elif hingga membuat tubuh elif sedikit tersurut mundur..


"Dasar pembantu sialan!! "


Kata elif kesal..


Sebelum menaiki tangga rumahnya,


Raisa sedikit membalikkan badannya dan melemparkan senyum tipis menatap dua wanita yang terlihat sangat kesal memandang dirinya itu..


Ia sangat merasa puas karna berhasil membuat mereka geram walaupun sebenarnya raisa sendiripun berharap bisa akur dengan keluarganya..


Namun raisa tak ingin membuang²kan waktunya hanya untuk memikirkan orang yang jelas jelas tak menganggap keberadaannya..


***


"Katakan apa yang kau tau? "


Ucap karan tanpa basa basi.


Tanpa menunggu lama dion langsung menjelaskan informasi sesuai dengan yang diketahuinya, ia juga menyondorkan sebuah foto kehadapan karan sambil menjelaskan.


"Sebelum menikah dengan karman..


Istri keduanya dulu berprofesi sebagai pemilik sebuah villa dan restoran Xiotoriys..


Namun setelah menikah,!!


Proyek yang dimiliki istrinya itu digabungkan dengan proyek karman hingga kini istrinya mengambil dalih satu perusahaan keluarga karman..


Satu anak perempuannya sedang dalam masa pendidikan dan yang laki laki sedang belajar menangani masalah bisnis,,


Dan anak perempuan dari istri pertamanya karman kini bekerja diperusahaan karman sendiri"

__ADS_1


Jelas dion panjang lebar.


"Berapa usia anak laki laki karman? "


Tanya karan dengan menaikkan sedikit alis kanan..


"Kurang lebih 21 tahun bos.. "


Jawab dion mantap..


Karan hanya tersenyum tipis mendengar jawaban dion..


"Jadi putranya masih bau kencur??? "


Balas karan tertawa untuk memastikan..


"Betul bos!! "


Angguk dion tersenyum tipis..


"Lalu bagaimana dengan anak perempuan dari istri pertamanya? "


Tanya karan penasaran.


"Dia bekerja dikantor keluarganya sebagai pegawai biasa"


Jawab dion sekilas..


"Apaa??? "


Ucap karan kaget..


"Sebagai pegawai biasa?? "


Tanya karan memastikan tak percaya..


"Iyaa benar boss!! "


Sahut dion membenarkan..


Karan mulanya seorang pria yang dingin,


kali ini ia benar benar tak sanggup membungkam mulutnya untuk tidak menertawakan wanita itu.


"Apa dia memiliki ganguan kejiwaan?? "


Sela karan dalam tertawa bahaknya..


Dion hanya diam karna ia tak memiliki informasi yang detil tentang gadis itu..


"Siapa namanya?? "


Sambung karan penuh tanda tanya..


"Namanya Raisa Cassandra..


usianya 23 tahun"


Jawab dion segera.


"Baiklah!!!


Cari lagi informasi tentang wanita itu! "


Titah karan menggepalkan tangannya erat..


"Baik bos!! "


Jawab dion memberi hormat..


Karan menatap bayangan tubuh dion dilantai yang menghilang tiba tiba..


Ia semakin penasaran dengan keluarga karman..


Jika ia tidakbisa membalaskan dendam ayahnya kepada karman,.


Maka akan karan lakukan kepada anak dan istrinya Karman..


Dengan sorotan mata tajam karan menghempaskan sebuah vas bunga dimeja kerjanya dengan lantang dan keras hingga membuat vas tersebut benar benar terpecah kecil..


.


.


.


.


.


.


.


Mohon krittikan dan sarannya yah manteman 😁😀


Saya baru belajar membuat cerita.

__ADS_1


Kepoin terus yah cerita raisa dan karan di episode selanjutnya.. 😍😘


__ADS_2