
Baru saja ririn kembali terhanyut dalam tidurnya, tiba tiba suara mobil kembali masuk kdalam perkarangan kontrakannya. Kali ini iya sangat yakin bahwa itu adalah kepulangan raisa, dengan sedikit kesal ia bangun untuk membuka pintu lagi, dan ingin mengomeli temannya itu, karna malam ini dia benar benar telah mengganggu waktu istrirahatnya.
Setelah membuka pintu, ririn mematung, pasalnya dia benar benar lupa bahwa ternyata raisa pulang dengan diantar karan, dan seharusnya dia tidak menyiakan nyiakan kesempatan emas ini.
"Tuaannn karaannn!!! "
Teriak ririn berhambur lari menuju karan.
Tanpa memikirkan apapun ia langsung memeluk karan, dan karan pun bingung serta kaget harus melakukan apa.
"Siapa? "
Ucap karan bingung tanpa suara.
Raisa hanya tersenyum melihat ririn yang saat ini lebainya tingkat dewa.
"Tuan, perkenalkan ini ririn, teman yang kuceritakan tadi! "
Jelas raisa kepada karan..
Ririn pun melepas pelukan dan tertawa cengengesan..
"Maafkan saya tuan,
Sudah berani memeluk anda, tetapi saya adalah fans terberat tuan, siang malam saya selalu berdoa semoga saya dipertemukan dengan tuan, dan malam ini tuhan mengabulkan doa saya! "
Jelas ririn dengan gerakan lebainya, Mulut ririn tak henti hentinya menyunggingkan tawa renyah, seolah olah ia sangat merasakan bahagia dan lupa bahwa rambutnya sangat terlihat berantakan.
"Apa kau baru bangun tidur? "
Bisik raisa ditelinga ririn.
Merasa curiga dengan pertanyaan raisa, ririn pun segera memperbaiki penampilan dan terutama rambutnya.
"Hmm,, baiklah..
Dimana kau bekerja? "
Tanya karan spontan.
"Saya bekerja dikantor tuan karman,
Apa saya boleh bekerja dikantor tuan? "
Tanya ririn semangat dan berharap.
"Sepertinya itu ide yang bagus! "
Jawab karan tersenyum.
"Yeeeyyyy!! "
Teriak ririn kencang hingga memekik telinga raisa dan karan.
Setelah itu, karan pun akhirnya pamit untuk pulang, malam sudah terlalu larut dan mereka akan berjumpa kembali besok. Ririn dengan senangnya berloncat loncat kecil layaknya anak kecil, dan sampai mobil karan menghilang pun ia masih terus bersemangat melambainya.
"Kau ini,
Terlalu lebai sekali! "
Ucap raisa berlalu masuk.
"Hey, bagaimana aku tidak lebai,
Bekerja dikantor tuan karan, ini sungguh menguntungkan sayang! "
Jawab ririn menghayal sambil mengikuti arah langkah raisa menuju masuk.
"Memangnya apa yang membuatmu sampai bangga seperti ini,? "
Tanya raisa dengan melepas highless nya.
"Oh ya ampun,
Kau tidak akan mengerti! "
Balas ririn enyah merasa kesal.
"Dasar kau ini! "
Balas raisa menepis.
"Dan kupastikan kau akan mengerti suatu saat nanti! " ancam ririn memastikan.
"Baiklah baiklah,
Aku mengerti.
Dia memang sangat tampan sekali! "
Ucap raisa mulanya keras dan ujungnya melemah.
"Apa kamu bilang? "
Tanya ririn serius.
"Aku akan mandi.
Itu yang aku katakan! "
Decak raisa malas.
"Dasar aneh! "
Umpat ririn kesal.
****
Sesampai dirumah.
Setelah membersihkan diri, karan tak langsung tidur, fikirannya sangat penasaran sekali dengan apa sebenarnya yang ditutupi raisa saat ini, ia hendak menghubungi dion tetapi ternyata panggilan lain terlebih dulu masuk kesambungan ponselnya.
(Christy)
Karan mengangkat tanpa berbicara duluan.
"Aku pulang besok! "
Ucap christy tiba tiba.
__ADS_1
"Sudah kukatakan jangan terima pemotretan yang perjalanannya jauh.
Kau ini sangat keras kepala sekali! "
jawab karan spontan
"Pokoknya kau harus menjemputku besok! "
Decak christy geram.
"Aku tidak punya waktu.! "
Bantah karan.
"Kalo kau tidak menjemputku,
Maka aku akan kekantormu! "
Ucap christy mencari akal.
Dan tanpa menjawab karan mematikan sambungannya. Ia sangat kesal kepada pacarnya itu. dua hari yang lalu ia meminta izin kepada karan, karan melarangnya, tetapi larangan yang karan ajukan itu sama sekali tidak diindahkannya, lalu untuk apa meminta izin?
Suasana hati karan berantakan karna hadirnya christy barusan, ia tak ingin memikirkan raisa lagi dan memilih untuk tidur saja.
"Dasar payah! "
Gumam karan kesal dan menutupi wajahnya dengan bantal.
***
Dikediaman keluarga Takur.
Saat mengetahui jika petang ini raisa tidak pulang, mereka semua acuh saja dan tak mengkhawatirkan, apalagi sampai menanyakan kabar.
Bagi mereka kehadiran raisa hanya menimbulkan kerusuhan dan lebih baik jika dia tak ada. Suasana makan malam ini pun sangat terasa damai, tak ada perbantahan dan teriakan suara yang bisa memekik telinga.
Meskipun acuh, namun tuan takur dengan begitu semangatnya tetap mencari tau siapa laki laki yang bernama karan. Ia ragu tapi sepertinya ia mengenal, ia memerintahkan pengawal untuk menelusuri jejak perusahaan darwins group,karna saat ia mengingat nama karan, bayang bayangannya nama darwins juga ikut terlibat, maka dari itu ia harus waspada, namun nihilnya tak ada perusahaan atas nama demikian.
Tuan takur menekankan dengan tegas kepada bawahannya untuk terus membuntuti kemana arah hilangnya perusahaan darwins groups, setelah hampir 15 tahun silam ia melupakan perusahaan darwins group sebelum akhirnya terjadi pembangkrutan dadakan..
"Sepertinya kali ini aku harus turun tangan sendiri. "
Ucap tuan takur geram.
"Aku tidak bisa mengandalkan bawahanku yang bahkan sebagian dari mereka sama sekali tidak mengenali perusahaan itu! "
Tambah tuan takur seraya berfikir.
Tak menunggu lama, tuan takur pun langsung menghubungi profesor darick, Seorang ahli politik yang sudah bekerja sama dengannya selama puluhan tahun,ia masih sangat penasaran tentang kemana sekarang perusahaan darwins menghilang. Mungkin melalui profesor darick ia bisa melacak, karna profesor darick juga sangat mengenal dekat tuan Darwins.
"Halo tuan!
Senang menerima panggilan darimu "
Sapa prof darick..
"Yaa..
Mari kita bertemu"
Jawab tuan takur singkat.
Kirimkan lokasinya ke emailku! "
Sambung prof darick.
******
Disisi lain Elif yang juga sangat sibuk mencari data tentang siapa karan sebenarnya, mengapa ia bisa meminta raisa untuk bekerja pada kantornya, bukankah raisa hanya seorang pegawai biasa!?
Elif juga sempat mendengarkan gosip pegawainya saat berkunjung tadi,
Mereka mengatakan bahwa tuan karan itu sangat tampan dan kaya raya, Apakah itu benar? Pikir elif.
Jika itu benar,
Apapun caranya elif harus tetap menghentikannya, karan tidak boleh membantu raisa keluar dari dekapan keluarga taku, karna bagi elif, siksaan yang diterima raisa belum seberapa.
Saat ini elif tengah sibuk mencari tau tentang karan dimedia sosial, disana memang tertera jelas bahwa karan memang pria muda sukses yang sangat kayaraya,
namun malangnya,
Menapa ia sampai bisa memilih raisa untuk menjadi teman kerjanya.
Ini semakin membingungkan bagi elif.
******************
.Kriing Kriing Kriing.
Suara alarm Berbunyi, Raisa mengeliat kesana kemari sebagai permulaan jika ia sudah mendengarnya, meskipun amat mengganggu tidurnya namun hal seperti ini sudah biasa terjadi bagi raisa,tak lama setelah itu ia pun duduk diranjang, ia melepaskan semua penatnya dengan nikmat
"Huuhhh"
Jerit raisa dengan mensenamkan tubuhnya.
Beberapa saat kemudian ia baru sadar bahwa ririn taklagi disampingnya, ini artinya ia sudah bangun,
"Baguslah! "
Pikir raisa, ia tak perlu bersusah payah untuk membangunkannya.
Raisa bangkit dari ranjangnya, ia berjalan mengambil handuk dengan rasa malas dan menuju kekamar mandi, baru saja ia sampai dipintu kamar mandi namun suara klakson mobil diluar berbunyi hingga memekik telinganya, siapa yang mengganggunya pagi pagi begini, dengan dilanda rasa penasaran raisa langsung menuju keluar dan membatalkan niatnya untuk kekamar mandi terlebih dahulu.
Sesampai diluar
Tiiit tiit tiitt.
"Ya ammpunn kaamu ngapain sih rin,! "
Teriak raisa kesal dengan menutup telinganya
"Kamu itu kelamaan deh..
Aku uda nunggu satu jam tau? "
Decak ririn kesal.
"Nunggu satu jam.
__ADS_1
Emang kita mau kemana coba?
Jangan ngaco deh rin,ini baru pukul 6 lewat 10 juga!! "
Balas raisa bete.
"Oh my good, kamu itu masih belum paham juga yaa ternyata..
Hari adalah hari pertama aku bekerja dikantor tuan karan, dan aku ga mau kecewain kesempatan emas ini dengan alasan aku telat datang! Titik"
Jelas ririn menekan.
"Serah deh,
Lagian heboh banget sih, baru juga tingkat sikaran, ! "
Bantah raisa menyindir.
"Gitu gitu juga idola gue kali,
Awas aja kalo lo kepincut!
Nggak gue restuin lo "
Balas ririn mengejek kecil.
"Bodo amat! "
Balas raisa acuh.
"Yaudah,
Gimana kalo kita adu rebutin hati tuan karan aja, gimana? Lo setuju nggak? "
Tawar ririn menyeringai..
"OGAH!!! "
Balas raisa menekan.
"Uda kaya ga ada kerjaan lain aja,
Unfaedah banget tau nggak"
Sambung raisa kesal dan melangkah masuk kedalam untuk menlanjutkan mandinya yang tadi sempat tertunda.
"Bukan karna ogah sih,.
Tapi lo jujur aja kalo emang tuan karannya sebenarnya gamau sama elo"
Teriak ririn asal.
Raisa yang mendengar teriakan ririn hanya tertawa kecil saja, lagian memang kenyataanya begitu kan? Pikir raisa sejenak.
Setelah bersiap siap, raisa akhirnya kembali keluar, ia berniat untuk sarapan pagi terlebih dahulu namun ririn memaksanya untuk segera berangkat.
"Aduh rin kamu kesambet setan apa sih semalam, ini itu masi pagi tau nggak,?Lagian tuan karan juga belum datang jam segini! "
Jelas raisa setengah kesal
Tanpa mendengarkan keluhan raisa, ririn tetap menarik pergelangan tangan raisa dan memasukkannya kedalam mobil.
"Udah, duduk yang cantik disini! Oke "
Kata ririn dan tersenyum sumringah.
Raisa memanyunkan bibirnya, ia sebenarnya lapar, tapi sepertinya sahabatnya ini lebih lapar dibandingkan dirinya,
"Terlalu lapar untuk segera bertemu dengan tuan karan! "
Pikir raisa heran.
Akhirnya raisa mengikut saja, untuk membantah sepertinya juga akan percuma.
Merekapun berangkat, sepanjang jalan raisa bermuka masam,lantaran masih merasa kesal kepada sahabatnya yang tak memberikan waktu untuknya makan, namun ririn tak menyadari akan hal itu.
"Ehmm,,
Sa, mending mulai sekarang kamu tinggal sama aku aja, gimana? "
Tanya ririn memecahkan kesunyian.
"Apa?
Tinggal bersama?.
Bisa mati kelaparan dong akunya lama lama, "
Bantah raisa cepat..
"Nggak lagii..
Ini ituh cuman sehari aja kok berlakunya,
Besok nggak lagi,, suer dehh!! "
Jawab ririn cengengesan.
"Gabisa dong,
Kamu taukan keluarga aku itu gimana.
Tapi intinya, aku bakalan sering sering nginap kok,. Apalagi sekarang kita satu tempat kerja!! "
Jawab raisa tersenyum.
"Oke deh!! "
Jawab ririn bahagia.
.
.
.
.
Jangan lupa komentarnya manteman 😀
__ADS_1