Cinta Tak Mengenal Alasan

Cinta Tak Mengenal Alasan
Episode 20


__ADS_3

Jam Kembalipun tiba..


Mengingat Dinnernya malam ini membuat pikiran raisa tak tenang dan tak bisa konsentrasi..


Ia berfikir keras tentang alasan apa yang harus ia katakan pada ayahnya nanti saat meminta izin keluar..


Tidak mungkin ia mengaku tentang masalah pekerjaan sebab raisa yakin,


bahwa ayahnya tau betul jika pekerjaan raisa dikantornya karan tidak selarut itu..


Apalagi jika sampai karan datang menjemputnya..


Pasti keluarganya akan menghina dirinya habis habissan..


Sambil merapikan meja kerjanya,


raisa memikirkan seribu cara agar ia bisa melewati hukumannya ini dengan berhasil menghindari hinaan dari keluarganya dan juga tak ingin mengecewakan tuan karan..


Dua duanya harus berhasil ia lakukan apapun caranya (pikir raisa)


Karan yang sudah sedari tadi tiba dirumah sangat tak sabar untuk menjalani dinnernya..


Padahal raisa bukan kekasihnya,


Tapi entah mengapa sepanjang hari ini,


senyuman merekah terus hadir dari bibir karan mengingat hukuman yang diberikannya untuk raisa nanti malam..


"Hmm..


Nanti dia pasti cantik skali"


Hayal karan tak karuan..


Raisa yang masih bingung dengan tujuannya sekarang terus menerka nerka,


Sambil berjalan keluar kantor karan, raisa terus berbicara kecil dengan dirinya sendiri


"Pulang, atau tidak pulang saja..


Pulang, atau tidak pulang saja ,, "


hitung raisa menggunakan jemarinya..


Pasalnya jika ia pulang,


bagaimana dia bisa keluar lagi nantinya sedangkan kakeknya pasti akan mengocehi dirinya ..


Raisa yakin bahwa keluarganya pasti akan mengatai dirinya seorang ****** jika ia nekat keluar..


Dan sebenarnya sebutan ****** itu sangat sakit sekali rasanya walaupun raisa berusaha tetap tegar saah sebelumnya..


Dan jika dia tidak pulang..


Harus kemana?


Sedangkan jam baru menunjukkan pukul 17.09.


Berdiam diri dikantor karan bukanlah sebuah ide yang tepat..


"Kenapa sih harus ini hukumannya!! "


Rengek raisa kesal dan menggertakkan kaki didalam mobilnya..


**Bipp..


1 message.


Mengetahui 1 pesan masuk raisa langsung membuka Pesannya.


Walaupun ia akan sangat muak jika pengirim pesannya ternyata adalah karan..


Ririn :


Saa..


Kamu dimana?


Kok lama banget gada kabarnya..?


Aku rindu tauk..


Uda mulai sombong nih ya..


Raisa tersenyum pulas mendapati pesan dari sahabatnya..


Hampir seharian penuh ia memikirkan kemana ia harus pergi dan alangkah bodonya ia sampai lupa dengan sahabatnya sendiri..


"Bodoh bodoh bodoh?! "


Ucap raisa geram memukuli kepalanya kecil.


Ia takpercaya bagaimana bisa ia melupakan sahabatnya ririn..


Tanpa menunggu lama raisa akhirnya menghubungi ayahnya.


Ia hanya ingin mengatakan kepada karman bahwa ia tak akan pulang kerumah malam ini sebab ia akan menginap di kontrakannya ririn..


Mendengar nama ririn karman setuju setuju saja sebab ia hafal betul bahwa ririn adalah wanita yang baik dan bahkan sudah lama menjadi sahabatnya raisa..


_______


Setelah berenang sejenak ,


untuk sekedar melepaskan tubuhnya dari rasa penat,


Akhirnya icha bangkit dari kolam renang dan mengambil handuk kecilnya..


Sesudah mengganti pakaian renang dengan jubah mandinya, icha pun mengayunkan kakinya guna menuju kamarnya..


"Itss..


Tunggu dulu!!! "


Cegah karan tiba tiba saat menyadari adiknya hendak lewat dari kamarnya..


"Kenapa?? "


Jawab icha bingung..


"Coba deh, masuk sebentar aja!! "


Sahut karan dengan mendorong kecil bahu icha agar mau masuk kekamarnya..


Sesampai dikamar karan.


"Ada apa? "


Tanya icha cuek..


"Ehmm..


Ini..


Sebenarnya!! "


Jawab karan ngawur sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal..


"Apaan sih? "


Bantah icha kesal..

__ADS_1


"Uda gausah ngambek² sekali ini aja bisa nggak sih.."


Sahut karan bete..


"Hiyaa hiyaa..


Orang nggak ngambek kok! "


Jelas icha tertawa..


"Ehm..


Tolong dong..


Pilihin baju buat kak karan nanti malam! "


Ucap karan tiba tiba..


"Baju??? "


Ucap icha bingung..


"Memangnya nanti malam kaka mau kemana?.


Sampai harus dipilihkan baju? "


Tanya icha penasaran..


"Ehmm..


Nggak kemana mana sih..


Tapi nanti malam kakamu ini harus bertemu dengan seorang klien..


Yaah.., seorang klien!! "


Jawab karan mengelak dan berusaha menipu adiknya.


"Klien???


Bukankah setiap hari kaka selalu bertemu dengan klien??


Dan apa bedanya dengan klien yang nanti malam akan kaka jumpai??? "


Tanya icha semakin penasaran..


"ini bocah kepo banget sih..


Tau gini juga gausah minta bantuan dia sedari tadi"


"Uda..


Sebenarnya ada niat mau bantuin nggak sih? "


Potong karan pura pura kesal..


"Yaa makanya jelasin dulu dong mau ketemu siapa??


Baru ica bantuin "


Imbuh icha semakin melonjak..


"Emh..


Mau ketemu Cristy..


Udah bantuin aja udah,,


Yang mana?? "


Ucap karan sibuk dengan pilihan bajunya..


"Whatss..


Tau gini juga icha gamau bantu..


Kalo hanya mau ketemu si Cristhy itu,


Tanpa kaka make baju juga dia tetap bakalan mau kok!!! ".


Nyindir icha kesal dan keluar dari kamar karan..


"Sialan!! "


Pekik karan bete..


_________


Tok tok tok


Tok tok tok


Setelah mengetuk pintu beberapa kali ,


tak lama kemudian muncullah si empunya kontrakan dengan ekpresi yang sedikit terkejut.


"Lho saa..


Kamu kesini! "


Kata ririn takpercaya..


"Trus..


Kamu pikir aku ini roh gentayangan yang harus kamu kagetin selebai ini! "


Balas raisa ngambek..


"Yaahh.


Bukan gitu siih..


Cuman kan kamu jarang banget kesini..


Lagian pesan aku tadi juga ga kamu balas..


Aku pikir kamu uda gaingat lagi sama aku! "


Sahut ririn datar..


"Diijinin masuk gak ni? "


Sindir raisa keras..


"Yaelah,,


dikontrakan sendiri juga pake harus dipersilahkan segala..


Kamu mau makan, mau tidur , mau loncat loncat juga silahkan,,


Gausah minta ijin!! "


Jawab ririn ketus..


"Jadi Kalo aku mau bakarin kontrakan ini juga gausah minta ijin gitu?? "


Sahut raisa tersenyum sinis..


"Sadis banget sih jadi Sahabat? "


Teriak ririn sok sedih hingga membuat raisa tertawa lepas..

__ADS_1


"Ohiaa..


Aku nginap ya!! "


Ucap raisa datar saat hendak menaruhkan tasnya disofa kontrakan ririn..


"Serius nginap,?? "


Tanya ririn takpercaya..


"Emm..!! "


Jawab raisa cuek sambil melangkahkan kakinya menuju kulkas untuk mengambil minuman..


"Emm..


Sa,,


Kamu nggak lagi diusir kan?? "


Tanya ririn hati hati.


"Yaah untuk saat ini belum diusir sih..


Tapi akan!! "


Balas raisa cuek dan duduk disofa.


"Trus kok tumben kamu gapulang?? "


Tanya ririn menyelidiki dan ikut duduk disamping raisa..


"Aku mau dinner sama karan nanti malam! "


Jawab raisa bete


"Appaaa???


Kamu mau dinner sama karan nanti malam?? "


Teriak ririn terkejut tak percaya serta membungkam mulutnya dengan tangan..


"Udaa..


Ngomongnya gausah kenceng² bisa bengkak telinga aku tau!! "


Sahut raisa kesal sambil menutup gendang telinganya..


"Nah kan.


Uda aku bilang juga suatu saat kamu pasti bakalan kepincut sama tampannya sikaran itu..


Kamu aja yang sok sok an ngeles! "


Jelas ririn cuek..


"Ini kejadiannya nggak seperti itu ririn..


Pokoknya aku gasuka dan gak akan pernah suka sama dia..


Titik!! "


Sahut raisa menekankan..


"trus kenapa kamu mau aja diajak dinner sama dia? "


Tanya ririn penasaran..


"Yaah..


Karna ada alasannya lah..! "


Jawab raisa malas..


"Alasannya?? "


Tanya ririn cepat..


"Nahkan..


Ketahuan kepoo!! "


Jawab raisa tertawa lepas sambil menunjukkan telunjuknya mengarah wajah ririn...


"Yailah gueh kepo..


Wanita mana coba yang ga bakalan kepo sama tuan karan..! "


Balas ririn berlagak sombong dan menghayal.


"Hmm..


Gueh ga kepo tu!! "


Sahut raisa cepat..


"Maklum aja sih..


Lo kan waria"


respon ririn segera dan menahan tawa.


"Ih enak aja! "


Serang raisa takmau kalah dan langsung memukul kecil kepala ririn menggunakan bantal sofa..


"Ampunn ampuun!! "


Melas ririn sambil menutup wajah..


Namun raisa tak mengubris permintaan ririn,


ia terus memukul kepala ririn dengan menggunakan bantal sofa..


Hingga akhirnya ia kewalahan dengan nafas yang terengah engah..


Kejadian ini mengingatkan raisa kepada kejadian tadi,,


Dimana dia juga memukul kepala karan dengan bantal sofa ruangan kerjanya tanpa ampun..


"Ternyata perputaran kehidupan sedetil ini"


Lirih raisa pilu didalam hati..


"Aku mau mandi! "


Kata raisa tiba tiba dan bangkit berjalan menuju ke kamarnya ririn..


"Mandi yang bersih ya..


Jangan sampai nanti tuan karan jadi bersin² pas lagi dinner sama kamu "


Ejek ririn berteriak dengan tawa yang tertahankan..


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar nyah readers 😜


Biar authornya bisa tambah cumangattt 😝😝


__ADS_2