Cinta Tak Mengenal Alasan

Cinta Tak Mengenal Alasan
Episode 3


__ADS_3

Tanpa mengetuk pintu dan mengucapkan salam..


Dion langsung menerobos masuk kedalam ruangan karan dan mendaratkan pantatnya segera tanpa dipersilahkan..


Menyadari kedatangan dion,


Karan menghentikan pandangan sejenak dari layar komputer dan mengarah memandang dion yang masuk secara tiba tiba..


"Apa ada informasi lanjutan? "


Tanya karan seksama..


"Benar boss!!! "


Jawab dion segera..


"Katakan!!! "


Sahut karan penasaran..


"Baik...


Jadi menurut informasi yang saya terima nama wanita itu Raisa Cassandra,


Berusia 21 tahun,


Bekerja diperusahaan papanya sebagai pegawai biasa,


Mengendarai mobil pribadi dengan plat 19Xxx..


Ciri cirinya cantik, putih dan tinggi semampai"


Jelas dion mantap..


Karan mencerna sejenak informasi yang baru saja didengarnya dari mulut dion


"Apa dia putri kesayangan karman? "


Tanya karan ingin tau..


"Benar bos..


Menurut informasi yang saya dapat,


Karman sampai saat ini masih sangat mencintai istri pertamanya yaitu ibu kandung dari wanita ini"


Jelas dion cekatan..


Karan memikir kembali ucapan yang dilontarkan dion barusan,Pelan ia melangkahkan kaki menuju jendela ruangannya dengan rencana yang menyerbu dikepalanya..


Entah apa yang sedang direncanakan karan selanjutnya, Dion berdiam diri sejenak menunggu tuannya mengangkat bicara..


"Umumkan rapat 10 menit lagi"


Titah karan tiba tiba..


"Baik boss!!! "


Jawab dion segera dan beranjak keluar..


***


Dari kejauhan raisa bisa mendengar.


bahwa banyak pegawai disana yang mengumpat dan menyindir diri raisa..Ingin ia melabrak dan mengocehi mereka semua,.Namun semua yang mereka katakan itu benar terjadinya dalam kehidupan raisa.


"Udah lah raisa..


Gausah dengerin omongan mereka.. "


Bujuk ririn sahabat raisa..


"Tapi kamu taukan apa yang mereka ngomongin itu benar"


Bantah raisa cemas..


"Ya iya sih..


Tapi kamu juga taukan kalo mereka yang ngomongin kamu hidupnya juga gak adem² amat"


Sahut ririn segera..


Raisa hening sesaat meratapi kemalangan nasibnya..


Memang benar apa yang dikatakan sahabatnya, namun ia juga merasa tak ingin orang lain mencampuri kehidupannya..


Melihat kesedihan dimata raisa,


Ririn pun mendekat dan menelengkup pipi kanan kiri raisa dengan kedua tapak tangannya..


"Sekarang kamu gausah sedih lagi,,


Kan ada aku disini yang bakalan selalu sayang sama kamu,


Yaa walaupun kita bukan sekandung,


Tapi aku uda anggap kamu kaya sodara aku sendiri kok"


Bujuk ririn.


Raisa pun tersenyum hangat dan langsung menghamburkan pelukan kepada ririn setelah mendengar perkataan sahabatnya.


"Emmm,, ChossSweet!! "


Ucap raisa bergelanyut manja


"Ihh,, kambuhkan, alaynya! "


Imbuh ririn sebal


***


Setelah memberi arahan singkat kepada para para penjabat yang berkecimpung dibawah naungan kepemimpinan karan..


Akhirnya karan pun menyatakan maksud dan tujuan ia melakukan rapat dadakan ini..


"Jadi untuk sementara waktu,


Saya menginginkan agar Darwins Groups ditukargantikan namanya menjadi Karan Groups,,


Dan saya harapkan berita pengalihan nama ini tertutup rapi dan tak seorang media pun tau untuk membeberkan masalah ini"


Tegas karan berbicara..


Mendengar titah tuannya, para penjabat menggangguk anggukan kepala sedikit memberi tanggapan artinya mengerti tanpa harus bertanya lagi..Setelah memberi waktu jeda untuk para bawahannya bertanya,Akhirnya karan beranjak pergi setelah suasana menghening tanpa ada lagi yang berbicara.Iya pun melangkahkan tapak kakinya pelan keluar sebelum akhirnya berkata


"Aturkan pertemuan saya dengan Karman Takur!!! "


Setelah 15 menit berada didalam ruangan pribadinya sambil memikirkan ribuan cara untuk bisa membalaskan karman..Dengan tiba tiba telepon Ruangan kantor karan berdering yang berarti panggilan masuk dari sektetarisnya


Dengan menekan tombol terima karan diam mendengarkan informasi dari sekretarisnya .


"Maaf tuan,,


Nona Christy datang ingin bertemu dengan tuan"


Lapor sekretarisnya ..


"Suruh dia masuk keruangan saya! "


Jawab karan segera..


Tanpa menunggu lama christy pun langsung menerobos masuk kedalam ruangan karan dan melangkah dengan bergelanyut manja


"Sayang aku kangen!!! "


Rengek christy..


"Hmm..!!! "


Balas karan cuek sambil tetap terus melanjutkan kegiatannya..


"Kok kamu cuek sih sayang!! "


Balas christy sebal


"Trus kamu maunya apa? "


Tanya balik karan.


"Pokoknya aku gamau tau,,


Besok kamu tetap harus nemenin aku pemotretan!! Titik"


Ucap christy menekan


"Gabisa gitu dong,,


Kamu taukan kalo waktu aku padat banget dan ga ada waktu luang! "


Bantah karan segera..


"Pokoknya aku gamau tau!! "


Potong christy sebal


"Yaudah aku bakalan nemenin,,


Tapi nggak besok ya"


Imbuh karan


"Iyaa deh..


Yaudah ayo makan siang bersama!! "


Ajak christy menarik pergelangan tangan karan hingga mau tak mau karanpun mengikuti..


***


Dengan melangkahkan kaki jenjangnya menaiki tangga teras perusahaan suaminya..


Elif berjalan bak model yang sedang mengikuti lomba..

__ADS_1


Dengan rambut dilancip dan sedikit make up tipis terpolesi diwajahnya menambah kesan yang sangat cantik kepada wanita ini..


"Pagi nyonya!!! "


Sapa karyawan ramah dan tak ada balasan dari elif..


Melihat kedatangan ibunya,,


Raisa hanya tersenyum kecut dari kejauhan..


Ia tak berniat mendekat karna tak ingin berhadapan dengan orang yang sangat dibencinya itu..


Namun saat ingin menghindar secara tiba tiba elif menghamburkan sapaan..


"Oh hai..


Seorang pembantu juga bekerja disini? "


Sindir elif mengejek..


Memang ini adalah kunjungan pertama yang dilakukan elif kekantor suaminya selepas raisa bekerja disana..


"Seperti yang anda lihat nyonya,,!!! "


Balas raisa takmau kalah..


"Sepertinya menjadi pegawai sangat tak sesuai untuk orang sepertimu,,.


Apa aku harus menjadikanmu seorang OB diperusahaan ini agar kamu sadar akan posisi kamu"


Ucap elif tajam


Raisa hanya tersenyum sinis mendengar ocehan ibu tiri nya itu..


"Jangankan hanya sebagai OB,,


Keluar dari kantor ini pun aku sudah sangat mampu!! "


Balas raisa menekankan..


Elif terlihat geram menghadapi raisa pasalnya raisa sangat takmau, berkalah saing dengan dirinya..


Merasa direndahkan,,.


Elif pun beranjak pergi menemui suaminya dan meninggalkan raisa..


***


Jam menunjukkan pukul 19.28


Waktunya makan malam telah tiba..


Dengan menuruni tangga pelan raisa beranjak turun menuju meja makan dengan santai, meskipun seluruh anggota keluarganya memandang sinis mengarah raisa,namun raisa bertingkah seolah tak memperdulikan pandangan mereka itu..


"Apa kau baik baik saja sayang? "


Tanya karman cemas kepada raisa..


"Seperti yang papa lihat"


Jawab raisa cuek..


"Ohya karman,,


Kapan kau akan mengunjungi perusahaanmu yang di Inggris? "


Potong nyonya takur mengalihkan pembicaraan.


"Secepatnya bu! "


Jawab karman singkat..


"Yasudah kalo begitu,


Ajak istri dan juga anakanak mu"


Titah nyonya takur..


Karman menengadah menatap ibunya dengan tiba tiba..


"Aku hanya akan kesana dengan Raisa! "


Bantah karman..


Elif mendadak batuk mendengarkan jawaban karman..


"Aku akan mewarisi perusahaan cabang yang disana khusus untuk raisa!! "


Sambung karman hingga membuat tuan takur terbelalak melotot..


"Apa kau gila karman! "


Bentak tuan takur..


"Apa aku salah?? "


Bantah karman segera..


Raisa hanya memandang heran menatap ayahnya.


"Aku tidak setuju,,


Wariskan perusahaanmu itu kepada Arvin"


Bantah tuan takur menyeka..


"Arvin sudah aku siapkan perusahaan yang lain!!! "


Sela karman santai sambil terus melahap makanan..


"Jangan melakukan sesuatu yang dapat membuatku Murka karman!!!! "


Teriak nyonya takur sehingga membuat elif tersenyum kemenangan saat ibu mertuannya memberi tanggapan..


"Dimana salahku? "


Tanya karman tak mengerti..


"Biarkan selamanya dia hidup dengan bekerja sebagai pegawai dikantormu sekarang..


Bekerja disana juga dia tidak akan mati kelaparan!!! "


Ucap nyonya takur dan meninggalkan meja makan dengan geram..


Raisa tersenyum sindir menatap kesinisan neneknya..


"Aku tidak butuh apapun dalam keluarga mengerikan ini!! "


Ucap raisa dan berlalu pergi meninggalkan meja makan..


********


Hangatnya sinar matahari membuat siapapun merasa bersemangat jika menikmatinya dengan sepenuh hati..


Dengan setelan kemeja hitam,


Juga dibaluti dengan jas hitam,


seolah Memberi kesan tampan mendalam, bagi seorang karan yang sedang terduduk elegan didalam mobil pribadinya..


Tak tanggung tanggung,,


Hari ini karan meminta 12 mobil pengawalnya untuk menjaga ketat aktifitas sehariannya,,


Sebenarnya bukan untuk penjagaan, Sepertinya ia hanya ingin memperlihatkan kekayaan yang dimilikinya didepan mata Karman..


Seharusnya karan bisa saja mengaturkan pertemuan dirinya dengan karman tanpa harus ia mengunjungi perusahaan yang dimiliki karman,


Namun entah mengapa karan sedikit merasa penasaran dengan wanita yang berstatus sebagai putri karman itu.


Setelah tiba disebuah gedung megah yang menjulang tinggi,beberapa pengawal pun turun dengan bersegera membukakan pintu mobil untuk tuannya turun.


Setelah menapakkan kakinya diperkarangan kantor megah karman..


Karan pun terdiam sejenak memandang dengan seksama gedungan kantor itu.


Ratusan pegawai kantor karman, nampak terlihat riuh saat mengetahui kedatangan karan berkunjung kekantornya..


Yaa,,


Siapa yang tak mengenal sosok Karan?


Seseorang yang selalu terpampang ekspos dimedia dan berbagai majalah..


Pemberi inspirasi untuk kaum remaja


Bahwa sukses bisa dicapai dalam usia muda .


Inilah ucapan karan sehingga banyak sekali para remaja yang menganggumi dirinya.


Dengan sidikit penasaran,,


Ririn dan raisa pun menerobos kerumunan staf pegawai kantornya untuk mengetahui penyebab apa yang membuat mereka sampai benar benar gaduh..


Setelah berhasil,


Ririn sempat ternganga melihat seorang pria tampan sedang turun dari mobil diluar, ia berloncat kegirangan karna berhasil bertemu dengan karan secara langsung ..


Namun tidak dengan raisa,


Seolah membuangbuang waktu,


Raisa pun bergegas menarik tangan ririn untuk menjauh dari kerumunan pegawai yang sedang menonton pertunjukkan tak bermanfaat itu.


"Aduh raisa kok kita pergi sih,,


Itu kan tuan karan


Pria tampan dan juga pengusaha suksesl!!! "


Ucap ririn menghayal


"Karan siapa coba?

__ADS_1


Kayaknya gak penting juga!! "


Balas raisa melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda..


"Masak sih kamu gak kenal sama Karan,,


Ketinggalan banget deh!! "


Sindir ririn bete.


Raisa tidak mengubris perkataan sahabatnya itu dan memilih untuk diam tanpa membantah..


Dengan dilanda rasa penasaran..


Karan menatap intens para pegawai karman yang sedang membisik² ketampanan dirinya..


Sambil berjalan ia mengamati secara seksama mana wanita yang sama seperti foto yang dion tunjukkan kemarin, karan berfikir bahwa wanita itu pasti ada dalam kerumunan tumpukan para pegawai itu karna takmungkin seorang wanita menganggurin kedatangan karan..


Dengan tergesa gesa tuan karman langsung menyambut kedatangan karan yang telah tiba.


Ia tak menyangka bahwa seorang karan akan meminta bekerja sama dengan dirinya..


"Selamat datang tuan!!! "


Sapa karman ramah sambil mengulurkan tangan..


"Terimakasih! "


Balas karan singkat dan menjabat tangan..


"Ayo mari!! "


Ajak karman menuju ruang pribadinya.


Karan mengikuti arah langkah karman namun fikiran karan masih bertanya tanya yang mana sebenarnya putri karman..


"Silahkan duduk! "


Ucap karman mempersilahkan..


Tanpa menjawab karan langsung menduduki sofa empuk yang tersedia disana..


Kini mereka hanya beradu empat mata tanpa pengawal seorang pun..


Karan pun menyatakan maksud kedatangannya..


"Jadi saya fikir tuan karman telah mengetahui maksud kedatangan saya kesini hari ini " ucap karan seksama..


"Benar tuan!! "


Jawab karman segera..


"Jadi bagaimana keputusan anda!! "


Tanya karan sambil menaikkan satu alis.


"Saya sangat merasa senang dengan pengajuan permintaan bekerja sama anda tuan,,


Dan mulai hari ini kita akan memulai bisnis dan proyek baru bersama?? "


Balas karman menjulurkan tangan dan dibalas uluran dengan segera oleh karan..


"Karna anda menerima permintaan kerjasama dari saya,,


Sebagai pengawasan tuan dikantor saya,,


Bagaimana jika saya minta satu karyawan anda untuk menjadi pengawas pribadi di kantor saya,


Ini saya lakukan untuk menghindari kecurangan diantara kita"


Ucap karan memulai strateginya.


Karman sejenak memikir sekilas kata kata yang diucapkan karan barusan..


Memang benar apa yang dikatakan pria dihadapannya itu,


Ini kerjasama,


jadi memang sewajarnya mereka harus melibatkan orang kepercayaan mereka masing-masing untuk mempermudah Semuanya


"Baiklah,,


Saya akan meminta april sekretaris saya untuk bekerja dikantor tuan mulai dari besok!! "


Balas karman menyanggupi..


"No no no,,,


Saya tidak ingin sekretaris anda karna ini akan berpengaruh dengan kegiatan anda,,


Bagaimana dengan pegawai biasa anda!! "


Ucap karan mencoba menyeka..


Mulanya karman sempat menaruh curiga terhadap karan karna ia menolak pengawas dari sekretarisnya langsung..


Namun entah mengapa dalam tiba tiba karman mengingat putrinya sendiri,,


Kenapa ia tidak meminta putrinya saja untuk menjadi pengawas disana karna ia yakin putrinya adalah seorang yang jujur..


Namun sekali lagi karman berfikir keras,,


Tidak mungkin karman membeberkan status putrinya yang bekerja sebagai pegawai biasa dikantornya sendiri.


"Bagaimana jika putri saya saja yang akan bekerja dikantor tuan! "


Tanya karman tanpa basa basi..


Dengan sedikit tersenyum,,


Karan berteriak keras didalam batinnya,,


penawaran yang sedari tadi karan tunggu akhirnya terucap sendiri dari mulut karman..


Tanpa membuang²kan waktunya,,


Karan langsung menerima tawaran tersebut..


***


Setelah menghabiskan waktu hampir 3 jam untuk berbincang sejenak dengan karman..


Karan akhirnya pamit untuk kembali kekantornya..


Semula karman ingin mengantarkan karan hingga sampai lantai bawah, namun karan menolak dengan alasan tak ingin merepotkan..


Setelah keluar dari ruangan karman,,


Karan berjalan menuju lift untuk turun, ,


Namun saat pintu lift terbuka ..


Seorang wanita yang sedang berjalan tepat di depan lift tidak melihat karan yang hendak keluar dari lift pun akhirnya tanpa sengaja ia tabrak, hingga dokumen² yang dibawa wanita itu jatuh berhamburan diatas lantai..


"Oh ya ampun maafkan saya! "


Ucap wanita itu cemas tanpa melihat siapa yang ditabraknya dan langsung bergegas mengumpuli kembali kertas bawaannya yang berserakan dilantai..


Dengan sedikit jongkok,


Wanita ini menyadari bahwa seseorang yang ditabraknya tadi masih berdiam diri dihadapannya sampai saat ini..


Hal ini diketahui wanita itu ketika ia melihat sepasang sepatu tak juga melangkah beranjak pergi..


Dengan raut wajah khawatir raisa pun dengan pelan menengadahkan kepalanya keatas hendak melihat siapa laki laki itu dan


"Maafkan saya tuan!! "


Ucap raisa tiba tiba berdiri saat menyadari siapa yang barusaja ditabraknya..


Merasa mengenali wanita ini..


Karan hanya terus menatap tanpa kedip kedua bola mata raisa hingga raisa merasa risih..


"Apa ada yang sakit? "


Tanya raisa lembut karna ia tak ingin mendapatkan masalah.


Karan masih terus saja diam menatap dan tak berniat mengeluarkan kata kata sedikit pun..


Sepertinya sehari berkunjung kekantor ini bisa membuat karan tersenyum puas karna bisa bertemu dengan dua orang yang diinginkannya sekaligus..


Mendapat kebisuan setelah melayangkan pertanyaan,


Semula raisa merasa heran dengan tingkah pria ini..


Tidak pergi, tidak mengocehi, dan juga tidak berbicara..


"Lalu mau apa?? "


Tanya diri raisa didalam hati..


Setelah sejenak memandang tajam mengarah pria ini,


Tanpa menunggu lama akhirnya raisa pun berlangkah pergi meninggalkan pria tak jelas itu sendirian.


Mengetahui wanita itu pergi,,


Karan membalikkan kepalanya kebelakang untuk mengintip kepergian wanita itu menghilang hingga akhirnya ia tersenyum kemenangan.


.


.


.


.


.


.


Naah ketemukan 😂😂

__ADS_1


Pokoknya tetap kepoin terus yah gimana kelanjutannya 😍Juga jangan lupa sama kritik dan sarannyah..


Thanks you so muchhh 😁😘😘


__ADS_2