
Seperti biasa..
Setelah bangun raisa langsung menuju kamar mandi..
Ia bersiap² untuk segera berangkat kekantor tuannya supaya keterlambatannya seperti kemarin tidak terulang lagi, namun sepertinya ada kejanggalan yang terjadi pagi ini..
Mengapa dimeja kamarnya sudah tersedia segelas susu dan sepotong roti?
Bukankah kejadian seperti ini tidakpernah sekalipun terjadi.?
Memangnya siapa yang mau memanjakan dirinya sampai teliti begini?
"Aku rasa ada sesuatu yang terjadi! "
Lirih raisa cemas..
Tanpa berfikir panjang raisa pun langsung berlari menuju pintu..
Dan benar saja,seseorang telah mengunci dirinya dari seberang sana..
"Siapa diluar!!!! "
Teriak raisa kencang..
"Kumohon tolong bukakan pintu!! "
Sambungnya kembali..
"Haalloo
Siapa diluar..
Tolong bukakan pintu kamarku"
Teriak raisa keras..
"Pelayann....
Bukakan pintu kamarku!! "
Sambung raisa setengah berteriak.
Ia berfikir percuma ia berteriak..
Toh ia yakin tidak akan ada seorang pun yang akan memperdulikan nasibnya jika bukan papanya sendiri..
Raisa pun segera berlari dari pintu menuju ponselnya dan langsung menghubungi papanya..
"Oh ayolah paa..
Kumohon
Angkatlah,, !!! "
Pinta raisa cemas setelah menunggu lama sambungan teleponnya..
Sekali
Dua kali
Tak ada sambutan dari papanya..
Dan kali ini sepertinya raisa sudah kehabisan cara..
Selang lima menit , barulah raisa merasa sedikit bahagia saat mendapati jika papanya menghubungi balik dirinya..
"Hallo paa..
Papa dimana?? "
Tanya raisa tergesa²..
"Bicaralah pelan² sayang..
Ada apa kau menghubungi papa pagi² sekali??
Apa pagi ini kau baru merindukan papamu ini setelah seharian pergi? "
Jawab karman merayu..
"Pergi??
Pergi kemana??
Kok aku tidak tau!! "
Sahut raisa menyelidiki..
Karman tertawa mendengar pertanyaan putrinya.
"Kau ini..
Seperti tidak pernah jauh dari papa saja..
Papa hanya pergi dalam beberapa hari saja dan Mungkin lusa akan segera kembali"
Jelas karman lembut..
Raisa mendengar jawaban papanya dengan nafas yang sedikit sesak..
Jika papanya pergi Itu Artinya dia akan dikurung dikamar ini selama beberapa hari.?
"Oh Tuhan bencana macam apa ini? "
Lirih raisa lesu..
"Apa sesuatu terjadi kepadamu nak!? "
Potong karman cepat..
"Tidak²..
Aku hanya sedang kelilipan saja! "
Jawab raisa berbohong..
"Baiklah..
Akan papa hubungi lagi nanti.
Jaga dirimu baik²"
Ucap karman tersenyum.
Setelah mematikan telepon raisa melempar keras ponsel keranjang tidurnya..
Ia sangat merasa tertekan jika keluarganya terlalu mencampuri urusan pribadinya..
"Kalo kamar pake dikunci² kekgini, gimana aku bisa berangkat kerja cobak!! "
Ucap raisa kesal.
"Kalo seandainya aku ga kerja..
Trus gadapat uang..
Trus kalo suatu saat mereka ngusir,
Aku harus kemana dong??
Masak sih harus ngemis dijalanan!! "
Tambah raisa semakin geram.
"Ini pasti ulah nenek..
Hufffttt..
Tau gini gausah pulang aja sekalian semalam!! "
Tambah raisa kesal dan menggertakkan kakinya..
Jam menunjukkan pukul 10.25 pagi.
Hampir tiga jam karan menunggu tapi sepertinya kedatangan raisa tak kunjung datang..
Ada apa dengan wanita ini?
kenapa tidak masuk ?
Apa sesuatu terjadi pada dirinya?
Mengapa tidak memberikan dirinya kabar??
Bermacam kumpulan pertanyaan, terngiang tak jelas dalam fikiran karan..
Sedikit cemas sedikit khawatir?
Tapi sepertinya ini bukan rasa,. Apalagi kerinduan??
Bantah karan segera menepis semua kekhawatirannya terhadap raisa..
Ia sangat tak ingin melakukan hal konyol seperti semalam,
Harus mengirimkannya pesan tanpa balasan..
Karan pun berusaha untuk tidak mengingat² tentang raisa hari ini tetapi fikirannya lagi² terusik
Dan apa dia sedang sakit???
Pertanyaan terakhir yang muncul dalam benak karan,
sehingga membuat ia semakin tak fokus mengerjakan tugasnya..
Bercucuran keringat keluar membanjiri dahi karan , seakan ia taklagi mampu bertahan, tanpa jawaban, dari ribuan pertanyaannya..
"Aku harus menghubunginya! "
Ucap karan tiba² sambil mengambil ponsel..
"Tidak²..
Aku tidakboleh menghubunginya.
Bahkan dia saja tidak berniat untuk menghubungi ku!! "
Tepis karan ragu dan meletakkan kembali ponselnya..
"Tapi ini hanya untuk memastikan keadaannya saja..
Oh ayolah karan!!.
Buang egomu sekali saja! "
Tambah karan semakin tak jelas dengan fikirannya..
Setelah memperbaiki suara seraknya karanpun mencoba menghubungi raisa..
Ia tetap bersikap tegas,
walaupun sebenarnya ia sangat ingin mengomeli wanita ini , karna ketidaksiplinannya dalam bekerja..
Menyadari tuannya menelefon,
raisa pun menepuk jidatnya kuat²..
Dia sama sekali tidak teringat untuk menghubungi tuannya sedari tadi,lalu alasan apa yang harus ia berikan sekarang..
Tidakmungkin ia akan menceritakan segala kejadiannya hari ini karna ia yakin tuannya pasti akan menertawai nasibnya..
"Haa.. Halo tuann!! "
Sapa raisa gugup.
"Ada apa dengan kau hari ini?
Kenapa bisa tidak masuk kerja?? "
Tanya karan to the point..
"Ehhmm..
Inii... Anuu. Tuannnn.
Ehh,, "
Jawab raisa tak jelas..
"Ehmm saya lagi sakit tuan..
Yahh,,
Saya lagi sakit!! "
Sambung raisa berbohong..
"Sakit??
Kau sakit apa??? "
Tanya karan sedikit cemas.
"Bukan apa² kok tuan..
Hanya sakit ringan saja! "
Jawab raisa tersenyum bohong..
"Baiklah..
Lanjutkan saja istrirahatmu..
Maafkan aku yang sudah menganggumu! "
Ucap karan lembut..
"Tidak tuannn..
Kau sama sekali tidak menggangguku!! "
Jawab raisa segera..
"Baiklah..!! "
Sahut karan datar dan langsung mematikan sambungan nya..
__ADS_1
Ada perasaan lega didalam benak karan setelah mengetahui keadaan raisa,,.
Namun sesekali juga terlintas rasa penyesalan Kenapa ia harus menghubungi wanita itu tadi.
Setelah sambungannya terputus..
Raisa pun baru bisa kembali bernafas dengan lega..
Sepanjang obrolannya tadi seakan² membunuh semua keberaniannya selama ini..
Taktau harus memberi alasan apa hingga ia tak punya pilihan lain selain berbohong.
_______
Seharian sudah terlewati,
tapi tak seorang pun yang datang untuk membukakan pintu kamar raisa kembali.
Ia sangat lapar sekarang karna seharian ini ia hanya makan sepotong roti ..
Apa anggota yang lain sudah lupa bahwa dikamar ini masih ada nyawa yang berpenghuni??
Pikir raisa...
Berulang" raisa menghubungi para pelayan agar dirinya diberikan makanan..
Namun sudah berapa jam ia menunggu paraa pelayan pun tak kunjung datang..
"Benar² payah!! "
Ucap raisa geram..
Ingin rasanya ia mengadu perihal ini kepada papanya,,
Tapi ia sangat tak mau jika nanti papanya akan merasa khawatir dan cemas.
raisa juga sangat tak ingin jika papanya harus bertengkar dengan nenek hanya karna dirinya.
Kunci pintu terbuka,
Dengan segera raisa menghadap menatap pintu untuk menunggu siapa yang berada disebalik pintu itu.. .
Dan
"Apa kau tidak punya pekerjaan lain selain mengurus hidupku? "
Tanya raisa tiba² saat mendapati ibu tirinya masuk kedalam kamarnya.
Elif tersenyum sinis menatap raisa.
Sepertinya apa pun tuduhan raisa sekarang sama sekali taklagi berlaku untuk dirinya.
"Jika kau masuk hanya untuk menertawakanku maka keluarlah.
Aku sangat lelah dan ingin beristrirahat.. "
Ucap raisa lelah..
"Apa kau fikir aku akan beruntung hanya dengan menertawakanmu..
Omonganmu sungguh lucu sekali "
Jawab elif sinis..
" Enyahlah dari hadapanku! "
pinta raisa datar
"Pelayan..
Masuklah.? "
Teriak elif keras..
Mendengar aba² dari elif masuklah dua para pelayan..
Dua pelayan tersebut lagi² hanya membawakan segelas susu dan sepotong roti..
"Bawakan saja semua makanan ini dari hadapanku..
Tak usah berpura" untuk mengasihiku. "
Ucap raisa datar..
Dua pelayan tsb akhirnya pergi dari hadapan raisa setelah melatakkan makanannya diatas meja..
"Aku melakukan ini bukan atas dasar kemauanku..
Andai saja situa bangkang itu setuju untuk melenyapkanmu..
Aku pasti tidak akan sudi untuk menjengukmu seperti ini!!! "
Sahut elif sinis.
"Hhaa..
Kau ini lucu sekali..
Kau ingin melenyapkanku, tapi kau harus meminta persetujuan dari mertuamu itu ?
Lalu modal apa yang kau punya disini nyonya Elif? "
Seringai raisa tajam..
"Kurang hajar..
Jaga bicaramu raisa!! "
Sahut elif geram..
"Lalu apa aku berkata salah..
Kau tau..
Kau disini sebagai wanita..
Dan aku juga wanita..
Tapi sayangnya, aku tidak menemukan hatimu terbentuk layaknya dari hati wanita!!
Apa kau wanita jelmaan iblis nyonya elif?? "
Tambah raisa menyindir.
"Anak kurang hajar.
Kau memang harus diberi pelajaran! "
Ucap elif tak tahan dan langsung mendekati raisa untuk menamparnya..
Namun sebelum jemarinya melayang dipipi raisa..
Raisa dudah terlebih dahulu menahannya..
"Jangan pernah menyentuhku dengan tangan busukmu itu..
Kau sungguh menjijikkan sekali! "
Tambah raisa tegas..
"Lepaskan tanganku!! "
"Akan kubuat kamu perhitungan suatu saat..
Ingat itu!! "
Ancam elif geram..
"Kau sedang mengancamku??
Lalu apa kau fikir aku akan takut dengan ancamanmu? "
Balas raisa cuek..
"Kau mungkin bisa memperlihatkan keberanianmu hari ini..
Tapi tidak untuk suatu hari nanti!! "
Ancam elif tegas..
"Masa bodoh.. "
Jawab raisa santai..
Dengan geram elifpun keluar dari kamar raisa setelah menghentakkan kakinya kasar..
Ia kembali mengunci pintu kamar raisa lagi, sebelum akhirnya ia pergi dan menuju kekamarnya
********
.Pagi hari ini..
Entah mengapa nasib sial menerpa kehidupan arviin..
Pagi ini ia mendapat perintah untuk menghadap dosen pembimbingnya guna kembali membahas persoalan kemarin..
Bahkan arvin sempat mengira bahwa persoalan itu telah usai..
"Jadi apa kau akan mengatakan semuanya sendiri?
Atau kau akan menunggu saya menjelaskan kecuranganmu kemarin? "
Ucap sang dosen seksama setelah mengetahui semua kebohongan arvin melalui cctv...
"Sak.. Saya minta maaf pak..
Atas kecerebohan saya kemarin?! "
Ucap arvin menunduk..
"Kau bilang maaf..
Berulang" saya menjelaskan perihal peraturan disekolah kita ini..
Bahwa kata maaf saja tidak akan mampu untuk menutupi semua kesalahan siapapun!!"
Jelas dosen
"Dan sepertinya kau memang harus diberi hukuman!! "
Tambah dosen yakin..
Tak butuh waktu lama..
Sang dosen langsung memberikan arvin hukuman dengan dipermalukan didepan lapangan atas kebohongan yang ia ciptakan sendiri..
Banyak siswa siswi yang berbisik² merasa takpercaya bahwa seorang pangeran disekolahnya juga bisa mendapatkan hukuman..
Mengingat nasibnya kini..
Ingin sekali arvin mencakar wajah wanita yang memperebutkan buku bersamanya kemarin..
Dan Karna ulah wanita itulah,,
Arvin merasa hingga ia sampai kebencana ini..
Dari kejauhan icha menyadari ,
saat semua siswa siswi sibuk membicarakan seseorang yang sedang menjalani hukuman dipertangahan lapangan..
Ia pun sedikit penasaran karna kehebohan mahasiswa dan langsung berjalan mendekati teman"nya.
"Siapa yang dihukum? "
Tanya icha penasaran..
"Tuh..
Si Arvin yang kece itu loh..
Masak bisa kena hukuman sih? "
Jawab temannya menertawakan..
"Arvinn siapa sih?
Kok guek gak kenal? "
Tambah icha penasaran..
"Makanya lo itu update dikit kek jadi manusia..
Noh liat aja Sana lebih deket , siapa tau lo juga kenal! "
Jawab temannya menyarankan..
Tanpa menunggu lama icha pun berjalan mengayuni langkahan kakinya..
Semakin mendekat sepertinya semakin ia merasa bahwa ia pernah berjumpa dengan laki" ini..
Semakin mendekat dan semakin mendekat..
"Lho..
Kok lo disini?
Lo.. Bentar" deh..
Lo kenak hukuman? "
Tanya icha takpercaya..
Menyadari kedatangan icha membuat arvin muak dan mati gaya..
"Udah mending lo pergi sana deh..
Jauh jauh ya..
Jauh jauh"
Jawab arvin asal..
"Itu kardus dileher loh ketulis
"SAYA BERBOHONG TENTANG KASUS YANG KEMARIN! "
__ADS_1
Kasus yang mana nih,?
Jangan² yang kasus sama guek itu yak?? "
Jawab icha asal menerka..
"Uda deh loh gausah ngaco deh..
Lagian ini masalah gue sendiri juga!! "
Jawab arvin mengelak..
"Whats??
Jadi dalam seminggu lo bisa bikin 10 ulah?
Oh noo..! "
Sahut icha takpercaya..
"Udah deh mending lo masuk kelas aja sana..
Bikin ribet banget sih jadi cewe!! "
Gertak arvin geram..
"Its oke.
Gue cuman mau kasih selamat aja sih ya buat lo..
Karna dihari yang indah ini lo bisa mendapat hukuman yang begitu istimewa!! "
Jawab icha setengah menghayal..
"Sial nih cewe! "
Gumam arvin didalam hati..
Setelah mengatakan hal itu..
Icha pergi meninggalkan arvin seorang diri..
Namun bukan pergi memasuki kelas.
Ia justru pergi menemui dosennya, untuk menanyakan tentang kasus apa yang terjadi, sehingga arvin bisa mendapatkan hukuman..
"Jadi benar..
Pria gila itu berbohong tentang soal kejadian buku rusak itu?
Pantesan aja waktu itu dia ngelarang gue masuk duluan keruang dosen...
Ternyata ini rencana dia.? "
Lirih icha bertanya" setelah mendengarkan penjelasan dosennya..
"Awas aja!!
Urusan kita belum selesai!! "
Ucap icha setengah kesal..
______
Disisi lain..
Karan yang masih setia menunggu kedatangan raisa..
Masih terus bertanya" didalam fikirannya tentang kehadirannya hari ini..
Satu jam..
Dua jam..
Namun kehadirannya juga tak kunjung muncul..
Ini artinya sudah dua hari raisa tak hadir bekerja..
"Sebenarnya apa yang terjadi pada wanita ini? "
Guman karan bertanya"..
Perasaan karan yang diliputi gundah gulana akhirnya terbebaskan saat seseorang membukakan gagang pintu ruangannya..
Ia cepat" bangkit dari kursi dan matanya fokus menatap menuju pintu untuk mengetahui siapa yang muncul disebalik pintu itu..
"Sayang..!!! "
Sapa crhisty berlarian kecil untuk memeluk karan..
Ada rasa kecewa yang timbul dibenak karan..
Mengapa bukan raisa?
"Ohia..
Kenapa tak memberi kabar jika ingin kemari? "
Tanya karan sambil membalas pelukan.
"Apa kau tidak tau betapa aku sangat merindukanmu? "
Jawab christy ngambek dengan gayanya.
"Ohia !! "
Jawab karan datar..
"Apa kau tidak merindukan aku? "
Tanya christy kesal..
"Sepertinya tidak!! "
Jawab karan asal.
"Kau jahat sekali! "
Bantah christi kecewa.
"Baiklah baiklah..
Aku merindukanmu juga syg!! "
Jawab karan tersenyum..
Mendengar pernyataan karan..
Christy pun menjadi bersemangat kembali dan memeluk karan dengan segera.
Entah apa yang terjadi dengan hati karan..
Sepertinya ia sekarang mulai jenuh dengan kehadiran christy dan fikirannya selalu terbayang" tentang raisa..
Walaupun begitu..
Karan tetap harus fokus pada tujuan pertamanya..
ia tidak Ingin mengambil tindakan pantang mundur hanya karna masalah percintaan..
Toh lagian itu hanya tentang perasaan..
Fikir karan..
"Apa kau sibuk hari ini? "
Tanya christy..
"Hmm..
Sepertinya begitu!! ".
Jawab karan seadanya..
"Tinggalkan kesibukanmu sehari ini saja..
Aku sangat ingin menghabiskan hari ini bersamamu!! "
Rengek christy manja..
sejenak karan berfikir..
Mungkin dengan bepergian akan lebih bisa menenangkan fikirannya saat ini..
"Baiklah..
Tapi hanya untuk kali ini saja!! "
Ucap karan mengingatkan..
"Ahh ia baiklah!! "
Jawab christy segera..
Keduanya pun berangkat menuju kesebuah pantai yang indah nan menawan..
Dengan luapan histeris angin membuat keduanya tertawa kesana kemari menyambut hadirnya angin yang berkelabu tajam..
Namun lagi lagi entah mengapa.
Bayangan wajah christy tergambarkan wajah raisa dari bayangan tatapan karan..
Hingga karan harus menyadarkan dirinya cepat² agar bayangan wajah raisa segera menghilang sehingga antarkeduanya tidak terjadi kesalahpahaman..
"Sayang kamu kenapa? "
Tanya christy cemas saat menyadari jika sesuatu terjadi pada karan..
"Tidak..
Bukan apa apa..
Aku hanya kelelahan saja! "
Ucap karan menyeka..
"Kalo begitu kita duduk dulu saja..
Ayokk.
Disana! "
Ajak christy segera..
Karan pun langsung mengikuti langkahan kaki christy untuk menuju kesebuah tempat..
Sebenarnya tidak membuatnya kelelahan,
Hanya saja ia semakin geram dengan fikirannya yang terus terusan mengingat raisa..
"Duduklah! "
Titah christy kepada karan..
Karan pun langsung mendaratkan pantatnya dikursi tersebut.
"Kau mau pesan apa? "
Tanya christy kembali..
"Tidak..
Pesankan aku apa saja!! "
Jawab karan.
"Ehhmm..
Yasudah pesankan kami seperti biasa! "
Jawab christy kepada pelayan..
"Baiklah!! "
Jawab pelayan ramah..
Pelayan itupun akhirnya pergi setelah mencatat menu makanan..
"Apa sudah mendingan? "
Tanya christy hati²..
"Seperti yang kau lihat! "
Jawab karan segera...
"Memang nya apa yang kau fikirkan? "
Tanya christy penasaran..
"Aku hanya sedang memikirkan rais"
Ucap karan tiba² terputus...
"Lupakan!"
Sambung karan kembali .
Christy semakin bingung menghadapi pria dihadapannya kini..
Sedang memikirkan rais?
Rais siapa?.
Tanya christy kepada dirinya sendiri..
"Aku harus mencari tau!!! "
Ucap christy didalam benakknya..
Tak berselang lama pun akhirnya karan memilih untuk mengantar christy pulang, karna ia ingin segera menenangkan fikirannya dirumah.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa like dan koment 😋🤗