
Rintikkan pelan jejatuhan hujan diluarsana membuat raisa merasa enggan untuk bangun dari tidurnya.
Mengingat hari harinya kini harus setiap hari berhadapan dengan karan pun menambah rasa semangat dalam dirinya menjadi semakin pudar..
Tapi dengan mengingat nasib hidupnya,
Rasa gairah semangat kerja nya pun tiba tiba kembali..
"Hufftt..
Kenapa harus kerja setiap hari..
Tak adakah waktu luang untukku sehari saja tanpa bekerja! "
Keluh raisa seorang diri..
Saat hendak mengambil handuk..
Langkahan Raisa terhenti dan menoleh karna mendengar nada panggilan yang berasal dari handpone nya..
Tanpa memikirkan apapun raisa langsung mengangkat
"Siapa? "
Tanya raisa cuek..
"Bersiap siaplah karna aku akan menjemputmu pagi ini! "
Ucap penelpon..
"Apa?
Siapa?? "
Tanya raisa kebingungan..
Sambungan terputus secara sepihak.
Hal ini membuat raisa merasa geram..
Saat mengingat ngingat siapa yang menghubungi dirinya barusan.Akhirnya ia sadar bahwa itu adalah suara karan..
"Oh Tuhan.
Benar benar manusia menyebalkan! "
Ucap raisa kesal..
____
Setelah bersiap" .
Dengan perasaan cemas raisa menuruni tangga dan menuju meja makan.
Setelah memberikan salam pagi kepada keluarganya ia pun duduk dengan sopan dikursi terkhusus untuk dirinya.Walaupun tatapan sinis ia dapatkan dari seluruh keluarga selain dari papanya..
Tapi raisa berperan seolah olah mereka tak penting bagi dirinya..
Tiittt.. Tiiitt.. Tiiitt..
Bunyian suara klakson mobil menghentikan kunyahan roti dimulut raisa.
Terselip perasaan khawatir didalam benaknya....
Mungkinkah karan benar benar menjemputnya??
Taklama setelah itu,
Dua pengawal masuk dengan tergesa².
"Maaf tuan, nyonya..
Ada seseorang yang menunggu nona raisa diluar! "
Lapor pengawal..
"Siapa yang menjemputnya? "
Tanya tuan takur..
"Seorang pria tuan! "
Jawab pengawal segera.
"Apa kau menjadi ****** sekarang? "
Ejek nyonya takur.
"Jangan menjalangkan putriku! "
Bantah karman tak terima..
"Siapa yang menjemputmu? "
Tanya karman kembali..
"Tuan karan.! "
Jawab raisa memberi hormat dan berlangkah pergi..
Semua tatapan menatap punggung raisa dengan hinaan, Tapi berbeda dengan tuan takur..
Sepertinya ia merasa bahwa nama karan layaknya tak asing ditelinganya..
Dengan langkahan kaki yang geram raisa berjalan mendekati mobil karan yang terparkir diluar perkarangan istana kakeknya, Pagi ini Tuannya benar benar telah membuat gairahnya hancur..
Tanpa berbasa basi raisa langsung membuka pintu mobil karan dengan keras
"Apa anda tidak belajar sopan santun saat bersekolah dulu,Beginikah cara anda menjemput seseorang.
Membunyikan klakson mobil sebagai tanda bahwa anda sudah sampai?
Apa sedikit pun kesopanan tidak berlaku pada diri anda?? "
Omel raisa geram seraya masuk dan menduduki tempat duduk untuknya.
Mendengar ocehan raisa membuat karan harus menutupi gendang telinganya.
"Apa omelan mu sudah habis?
Kau sama skali tidak tau bersyukur! "
Sahut karan lepas sambil menjalankan mobilnya..
"Bersyukur???
Bersyukur atas dasar apa? "
Bantah raisa segera.
"Apa kau fikir aku ini supir taksi atau ojek online yang siap menjemput siapapun? "
Teriak karan menatap raisa..
"Ohia
Tapi Maaf tuan..
Apa aku meminta dijemput pagi ini? "
Ejek raisa..
Mendengar ejekan raisa karan pun menghentikan rem mobilnya secara tiba tiba tanpa menoleh menatap raisa..
Perasaan cemas menyelimuti diri raisa..
Apa karan akan menurunkannya disini?
Tapi bagaimana bisa?
Raisa diam tak bersuara..
"Apa kau tidak faham ?
Atau kau berpura pura bodoh skarang? "
Ucap karan membalas ejekan.
Raisa merasakan sedikit gemetar, ia tetap duduk dengan diam tanpa membantah sedikitpun..
Karna ia tau,Perjalanan kembali kerumah untuk mengambil mobilnya sudah lumayan jauh saat ini..
"Turunlah.
Berangkatlah kebandara pagi ini karna kita akan terbang ke paris! "
Sambung karan cuek.
Sebenarnya karan takberniat menurunkan wanita ini dipersimpangan jalan seperti ini.
Hanya saja ia ingin memberikan wanita ini sedikit pelajaran atas ucapannya tadi.
Mendengar perintah turun saja membuat raisa berubah menjadi mati gaya.
Seharusnya yang menjadi pemarah disini adalah raisa?
Tapi mengapa sekarang jadi dia yang marah?
Apa aku berkata salah?
Pikir raisa..
Mengingat ngingat akan nasibnya jikalau ia turun nanti, dengan uang paspasan mana mungkin ia bisa mengejar waktu keberangkatannya keparis..
Dengan memejamkan keduanya matanya raisa pun menghadapkan wajahnya menatap karan dengan perasaan bersalah..
"Baiklah,.
Maafkan ucapanku tadi?! "
Ucap raisa lemah..
Dengan sedikit gugup ia genggamkan lengan karan dengan hati hati.
"A.. Ak aku janji tidak akan mengulangi lagi! "
Sambung raisa memohon..
Sebenarnya ia sangat malas harus memohon kepada pria sombong ini..
Tapi mau bagaimana lagi?
Meskipun raisa memohon.
Tetapi karan tetap enggan untuk menatap raisa walaupun dihatinya ia tersenyum kemenangan..
Ia takpercaya baru kali ini ada seorang wanita mau mengalah dan tak merasa gengsi..
Bersikap seolah olah acuh..
Karan menjalankan kembali mobilnya tanpa sedikitpun menatap wanita yang memohon kepadanya tadi..
Perasaan lega kembali bersendera dihati raisa..
Akhirnya ia tak jadi diturunkan oleh pria gila ini..
"untung saja! "
Gumam raisa didalam hati..
Setelah kejadian itu.
keduanya saling diam selama perjalanan..
Jangankan untuk berbicara
Menatappun serasa taksudi.
_____
Sepanjang penerbangan raisa hanya berdiam diri tanpa sedikitpun menatap karan karna kejadian tadi..
Walaupun ia sangat bahagia Akhirnya ia bisa merasakan bagaimana rasanya penerbangan, namun ia tetap berlagak seolah acuh tak acuh dan tak ingin memperlihatkan..
"Kau tau..
Kau adalah satusatunya wanita yang pertama kali berada didalam pesawat pribadi kesayangan ku ini"
Ucap karan tiba².
Raisa hanya mendengarkan dan tak berniat menjawab..
"Bahkan pacarku saja tidakpernah berada disini!
Dan Kau sungguh beruntung sekali "
Sambung karan menyindir.
"Apa tuan sedang memancingku untuk mengulangi kejadian seperti tadi?? "
Jawab raisa kesal.
"Aku tidak memancingmu.
Aku hanya sedang memberitahukanmu! "
Jawab karan datar..
Dengan perasaan geram raisa membuang wajahnya menatap keluar guna untuk mendamaikan hatinya.
"Benarbenar manusia menyebalkan! "
Gumam raisa.
Raisa takmau menatap karan lagi, ia menatap pandangannya mengarah jendela, ia kesal mengapa karan harus duduk disampingnya, matanya kini terasa hendak menutup karna rasa kantuk yang menerpa, tapi dengan tiba tiba sebuah kepala tersandarkan dibahunya, ia melihat karan sudah tertidur dengan merebahkan kepalanya dibahu raisa.
"Manusia ini, benar benar sangat menyebalkan! "
Pekik raisa
_____
Sesaat setelah itu..
akhirnya sampailah kedua insan ini dinegeri Paris..
Dengan keindahan yang memukau mata raisa membuat senyuman indah mulai terukir dibibir ranumnya, pemandangan yang indah,hawa dingin yang menusuk menyelimuti kulit membuat raisa sangat bahagia dan bersorak kesana kemari.
Karan terus berjalan mengikuti langkahan kaki raisa.
Sebenarnya ia berniat mengajak makan raisa ditempat ini,tapi melihat senyum indah menghiasi wajah raisa membuat karan tak tega untuk mengajaknya pergi.
"Apa kau sering kesini? "
Tanya raisa tersenyum sumringah..
"Hmm!! "
Jawab karan santai dengan menapatkan kedua tangan didalam sakunya.
"Ohh kau pasti bahagia sekali karna bisa menikmati pemandangan seperti ini setiap kali kau inginkan!! "
Ucap raisa menghayal..
"Apa kau tiidak pernah kemari? "
Tanya karan hati"..
"Tidak..
Aku tidak pernah kesini! "
Balas raisa meratapi..
"Apa kau sedang berusaha menipuku.
Mana mungkin seorang putri karman takpernah menapaki kakinya disini..
Bercandamu lucu sekali! "
Ejek karan tak percaya..
"Terserah kau saja?! "
Balas raisa tak ingin memperpanjang.
Jika dilihat dari kegembiraannya memang terlihat seperti baru pertama kali kesini..
Tapi siapa percaya??
Pikir karan..
"Hei coba lihat ini?? "
Tunjuk raisa memecahkan lamunan karan.
Setangkai bunga mawar merah bertuliskan dua kata
"True love".
"Indah skali!! ".
Ucap raisa..
"Jika kau mau kau boleh mengambilnya! "
Ucap karan..
" benarkah..??? "
Jawab raisa gembira..
Karan hanya mengangguk kecil sebagai jawaban..
"Baiklah,,..
Aku ambil yang ini!! "
Sahut raisa dengan mengambil setangkai mawar merah tadi.
"Sepertinya waktu bermain sudah habis.
Kita kembali kehotel malam ini dan besok kita akan mengujungi proyek baru yang sedang aku kembangi!! "
Jelas karan serius..
"Baiklah!! "
Jawab raisa semangat ..
_____
"Apa putrimu tidak kembali malam ini?
Kau lihat jam sudah menunjukkan pukul 20.00,
Tapi putrimu masih juga belum kembali"
Ucap nyonya takur.
"Aku percaya putriku..
Akan kuhubungi dia nanti! "
Jawab karman menghentikan bacaan surat berita..
"Memang akan lebih baiknya jika dia tidak lagi disini "
Sela nyonya takur..
"Terserah ibu saja"
Ucap karman melipat koran dan lalu beranjak pergi..
__ADS_1
Nyonya takur tersenyum sinis menatap kemalangan hidup raisa yang sebentar lagi akan dibenci oleh papa kandungnya sendiri..
_____
Setelah membersihkan diri..
Rasa kantuk menerpa berat dalam diri raisa sehingga tanpa menunggu lama ia pun merebahkan tubuhnya diatas kasur yang empuk..
Saat bayang bayangan mimpi mulai datang mewarnai tidur raisa,tiba tiba handphone nya berdering sehingga membuat raisa terkejut dari tidurnya.
'PAPA'
Raisa membulatkan matanya seketika..
Ia baru menyadari bahwa ia lupa memberi kabar kepada papanya tentang kepergiannya hari ini..
"Hallo pa"
Sapa raisa cemas..
"Dimana kamu?
Kenapa belum pulang? "
Tanya karman khawatir..
"Ini,,
Anuu paa,,
Eehmm hari ini aku dan tuan karan harus berangkat keparis untuk memantau sebuah proyek baru! "
Jelas raisa hati"
"Baiklah..
Jaga dirimu baik²"
Ucap karman merasa lega setelah mendengar nama karan..
"Iya paa! "
Jawab raisa lega..
Setelah mematikan sambungan.
Raisa terdiam sejenak,
Ia bahagia karna ternyata papanya masih mencemaskan dirinya..
tingg tingg..
Bel pintu berbunyi..
Raisa langsung mendekati pintu dan memeriksa di cctv siapa yang berkunjung malam malam begini..
Setelah menemukan wajah karan raisa pun bernafas lega dan sedikit memperbaiki penampilannya..
"Ada apa?! "
Tanya raisa setelah membuka pintu..
"Aku hanya ingin mengajakmu makan malam! "
Jelas karan..
Raisa berfikir sejenak..
"Baiklah..
Tunggu sebentar! "
Ucap raisa dan berlangkah masuk mengganti pakaian..
.
.
.
.
.Jam menunjukkan pukul 06.43..
Artinya pagi telah datang menyapa kembali..
Akan tetapi sepertinya waktu tidur masih belum cukup untuk pria satu ini..
Yaa..
Karan Darwich yang masih setia terbungkus hangat didalam selimut tidurnya, merasa enggan untuk bangkit bangun,namun mengingat tentang pekerjaan'ya takmemungkinkan untuk ia melanjutkan tidurnya..
Setelah membersihkan diri ia pun berlangkah mendatangi kamar raisa untuk mengajaknya sarapan pagi, namun UNIVERSITY KARCHA UNITED KINGDOM.
Sebuah perguruan tinggi yang dipenuhi dengan siswa yang berasal dari keluarga konglomerat..
Hanya sebagian siswa yang diakui pintar saja akan diterima meskipun kehidupannya dalam kerendahan..
Peraturan tetap berlaku bagi sesiapapun tanpa seorang pelajarpun yang dibedakan..
Tata krama dan kedisiplinan adalah poin penting yang harus dijaga para siswa selama berkecinampung di Universitas ini,namun rasa pertanggungjawaban juga lebih diutamakan..
Tetapi sepertinya peraturan itu tidak berlaku untuk Arvin,,Karna dengan lihainya Arvin hari ini memutar balikan fakta didepan dosennya bahwa yang bersalah dalam kejadian ini adalah icha yang memaksa merebut buku dari tangannya.
Setelah melaporkan tujuannya,,
Arvin pun keluar menemui icha dengan santai..
"Tuh disuruh masuk sama dosen..
Katanya sekarang giliran kamu! "
Ucap arvin berbohong
Tanpa curiga icha pun bergegas masuk dan menemui dosennya.Setelah tiba didepan meja dosennya,
Icha menunduk kepalanya dalam karna merasa sangat bersalah..
"Jadi kamu yang bernama Alisya Darwins? "
Icha tidak menjawab dan hanya menggangguk kecil..
"Kamu tau kesalahan apa yang kamu lakukan hingga membawamu kemari hari ini? "
Tanya dosen menatap..
Lagi lagi icha hanya diam dan menggangguk kecil..
"Bagus..
Jadi tuliskan kembali semua tulisan kata yang ada didalam buku sobekan ini,
Dilarang mengedit, mengcopy,
atau apapun itu! "
Titah dosen tegas...
Tanpa membantah icha pun menyetujui hukuman untuk dirinya meskipun menulis bukanlah hobinya..
***
Sesampai disebuah Hotel.
Raisa dan karan bergegas masuk dengan disambut hangat oleh para pelayan, para pelayan pun mengantarkan keduanya menuju sebuah ruangan dimana tuan karman sudah menunggu mereka. .
Dari kejauhan karan hanya tersenyum sinis saat mendapati karman sedang berjalan kearahnya,dengan memasang dua wajah,kini karan sedang berusaha bersikap ramah untuk membalas sapaan karman karna takut nantinya hanya akan membuatnya curiga..
"Selamat datang tuan karan! "
Sapa karman tersenyum..
"Trmks tuan!! "
Ucap karan ramah sambil membalas pelukan.
Setelah melepas pelukannya dengan karman..
Karan melirik keberadaan raisa sekilas .
Dalam pertemuan kali ini,,
Sepertinya ada sesuatu yang membuat karan curiga!
Entah mengapa tapi karan menyadari ada sikap kaku yang terjalin antara seorang ayah dan putri kali ini..
Bukankah sikap anak perempuan itu manja apalagi jika bertemu dengan ayahnya?
Dan mengapa kejadian itu seolah tidak berlaku kepada Raisa????
Raisa yang hanya terus berdiam diri disamping karan seolah berperan sejatinya sebagai sekretaris karan dan tak mengenal karman.
Mereka hanya saling melempar pandangan dan tak saling berbicara seolah mereka bukanlah keluarga..
"Ada apa??? "
pikir karan.
"Ayo mari silahkan duduk.. "
Ajak karman mempersilahkan..
Setelah ketiganya duduk disebuah kursi tamu,
Para pelayan datang untuk sekedar menyiapkan minuman dan berlalu pergi..
"Bagaimana keseharianmu bekerja dikantor tuan karan nak? "
Tanya karman kepada putrinya..
Sebelum menjawab,
raisa memandang karan sejenak..!!
wajah karan seolah tergambarkan kegeraman raisa yang belum juga reda sedari tadi..
Lalu ia harus menjawab apa?
"Semuanya baik baik aja kok pah!! "
Jawab raisa berbohong..
"Memang seharusnya begitu..
Papa pikir diperusahaan tuan karan lebih baik untuk kamu bekerja daripada harus bekerja dikantor papa sendiri kan?? "
Tanya karman tersenyum
Raisa hanya membalas senyuman kecut dan menganggukan kepalanya sedikit, ketiganya pun membahas semua perihal yang akan disampaikan,,
Sepertinya bukan ketiganya,tetapi lebih tepatnya hanya antara karan dan karman,karna keberadaan raisa disana hanyalah sebagai pendengar..
Mereka merencanakan bahwa kesepakatan kerjasama antara mereka akan terus dilanjuti. Beserta juga dengan cabang mereka masing², dan karan menyetujui semuanya karna jalan ini akan lebih memudahkan untuk rencana karan sendiri..
"Apa kau mau kuantar pulang saja atau kau akan pulang dengan papamu? "
Tanya karan menatap..
"Aku!! "
Jawab raisa ragu menatap karman..
Ia hanya takut nenek dan kakeknya akan marah besar kalau mereka tau mobil pemberian papa untuk dirinya sengaja dipulangkan karna ia ingin pulang dengan papanya..
"Mereka pasti akan salah menduga nantinya ! "
Gumam raisa cemas.
Namun jika dia memilih pulang dengan diantar karan ,
"Ini juga bukan jalan keluar! "
Pikir raisa kembali
entah kekesalan apa lagi yang akan dilakukan karan kepada dirinya nanti..
"Dia akan pulang bersamaku! "
Potong karman segera..
Karan dan raisa pun beralih menatap karman berbarengan..
Entah mengapa tapi sepertinya ada kekecewaan yang terbesit dihati karan..
"Baiklah!! "
Jawab karan sekilas..
***
Dengan perasaan cemas..
Raisa ikut duduk disamping karman karna berpulang barengan..Pikiran raisa kacau dan nada marah kakek neneknya terngiang² dikepalanya..
Malam ini adalah pertama kalinya ia duduk satu mobil dengan papanya tanpa alasan, Bukan karna sakit atau bukan karna mendadak..
Tuan takur sudah berulang kali mengingatkan raisa untuk tidak berperan penting dalam kehidupan karman, karna sejatinya raisa hanya seorang pembantu yang tak pantas untuk ditenarkan..
Setibanya dirumah..
Karman dan raisa bergegas masuk kedalam rumah.
Raisa berusaha mengikuti langkah papanya yang tak sanggup dikejarnya..
Rencananya untuk menghindar,
Justru sesuatu yang ingin dihindarkan itulah yang telah tersaji matang dihadapannya..
Ia mencari² dimana keberadaan papanya, yang ternyata telah tiba dipintu kamarnya..
"Kau sama persis seperti ibumu..
Satu satunya wanita yang tidakpunya rasa malu!! "
Ucap tuan takur tajam..
Raisa hanya diam tak menjawab..
"Berapa kali harus saya katakan..
Kamu itu bukan siapa siapanya karman.!! "
Sambung tuan takur menekankan..
"Sepertinya semakin hari kau semakin tidak tau diri..
Kau terus berupaya untuk mendekati karman dan ingin agar dunia mengakui bahwa kamu adalah putri pertama dari Karman Takur? "
"Kau Mimpi!!! "
Ucap tuan takur meludah.
"Apa aku kelihatan seperti sedang mencari muka disini? "
Tanya raisa membalas..
"Kau terlalu berlebihan tuan takur..! "
Balas raisa enyuh dan berlalu pergi..
"Jangan berani untuk melawan titah kami,
Ingat,,
Kau hidup disini karna menumpang dan sewaktu² kau harus angkat kaki dari sini!! "
Teriak nyonya takur yang tiba tiba datang..
Raisa menghentikan langkahnya sejenak mendengarkan neneknya berbicara
Hingga akhirnya ia kembali melangkah pergi menuju kamar..
"Benar benar hari tersial!! "
Ucap raisa lelah dan menghempaskan diri keranjangnya..
***
"Apa yang membuatmu menulis sepanjang malam begini? "
Tanya karan penasaran..
Icha tidak mengubris perkataan karan dan terus melanjutkan kegiatan menulisnya.
"Apa ini?
Kenapa buku ini bisa runyah begini? "
Tanya karan kembali..
"Jangan menggangguku!! "
Ucap icha tanpa menatap.
"Apa kau melakukan kecerobohan dikampus? "
Tanya karan meninggi.
Icha memutar matanya malas dan meletakkan pulpen yang sedang dipegangnya dengan geram.
"Dan aku akan bertanggungjawab untuk itu!! "
Bantah icha menatap.
"Bagus!! "
Jawab karan menggangguk mantap.
Karan lebih memilih duduk dikursi seberang, guna untuk saat ini dia tidak akan mengganggu adiknya yang menurutnya tengah berusaha bersikap dewasa..
Lama karan merenungkan sesuatu hingga akhirnya suara ponsel menyadarkan lamunannya.
"Hallo bos! "
Sapa dion diseberang..
"Kenapa? "
Tanya karan singkat..
"Apa Besok tuan jadi berkunjung kePariis? "
Ucap dion..
Hening tak ada jawaban dari karan..
"Nona crhisty memaksa untuk ikut! "
Tambah dion lagi..
"Hentikan dia,,!
Katakan bahwa kita datang karna masalah pekerjaan "
Sambung karan datar
"Baiklah!! "
Jawab dion kembali..
"Lalu bagaimana dengan nona raisa? "
Tanya dion kembali.
__ADS_1
"Biar aku yang mengurus, ! "
Jawab karan cepat..
"Ahh baiklah tuan..
Selamat malam! "
Sambung dion menutup telepon.
Karan menggenggam ponselnya kuat kuat,,
Apapun caranya ia harus mendapatkan hati raisa.
*****
beberapa kali ia membunyikan bel kamarnya,sepertinya wanita ini masih juga belum bangun dari tidurnya.
"Benar² payah!! "
Ucap karan setengah kesal.
Dengan sedikit geram karan pun mencoba menghubungi raisa agar ia bangun dan membukakan pintu kamarnya, namun setelah beberapa kali ia mencoba menghubunginya,sepertinya masih juga takada tanda bahwa raisa akan menjawab panggilannya..
"Apa dia sudah mati kedinginan didalam? "
Ucap karan bingung.
Bingung harus melakukan apa?
Akhirnya karan berniat kembali kekamarnya guna menunggu wanita ini terjaga dari tidurnya..
Namun saat ia hendak berbalik dari hadapan pintu kamar raisa, karan pun menyadari dari kejauhan bahwa wanita yang berdiam diri diteras perkarangan hotel itu adalah Raisa..
Yaa itu adalah raisa..
Tanpa menunggu lama karan pun segera datang menghampirinya.
"Kau ini kemana saja?
Kau tau?
Aku sudah menunggu didepan kamarmu selama 1 jam.
kakiku pegal pegal sekarang dan kau harus bertanggungjawab untuk itu! "
Omel karan tibatiba.
Raisa sedikit terkejut dengan kehadiran karan yang tibatiba muncul..
Akhirnya ia pun memutar bola matanya malas karna manusia inilah yang saat ini paling tidak ingin dia hadapi..
"Maafkan aku tuan..
tapi apa aku harus melapor kepadamu kalo aku sudah bangun, ingin jalanjalan, Ingin sarapan..
Atau ingin kemana pun itu apa aku juga harus memberitahukanmu? "
Nyinyir raisa malas..
"Apa kau fikir aku ini seorang pria yang tidak bertanggungjawab?
Bagaimana kalo seandainya kau diculik,?
Apa yang harus kukatakan kepada orangtuamu?
Mengatakan bahwa para preman disini telah berhasil menculikmu dariku? "
Bantah karan takterima..
Raisa hanya tersenyum sinis mendengar ucapan karan..
"Memangnya siapa yang akan menculikku..
Toh keluarga ku sendiri saja tidak menginginkan kehadiranku".
Jawab raisa lemah..
"Apa?? "
Jawab karan terkejut..
"Lupakan! "
Balas raisa santai..
Karan kini semakin bingung mendengar pembicaraan wanita dihadapannya .
Memang sepertinya benar , bahwa manusia akan berbicara ngawur kalau sarapan paginya masih belum tertuntaskan..
Tanpa berfikir panjang..
Karan pun menarik pergelangan tangan raisa dan menuju kesebuah restoran untuk mengisi perutnya yang sedari tadi mengusik kenyamanannya..
_____
Hampir 24 jam tuan takur berfikir keras tentang siapa yang bernama karan..
Namun sepertinya ia benar² lupa dan sama sekali tidak mengingatnya..
Alhasil..
Ia pun mencoba menemui karman diruang kerjanya guna untuk menyelidiki siapa pria yang bernama karan..
Tokk tokk tokk..
"Apa papa boleh masuk? ".
Tanya tuan takur.
"Masuklah! "
Jawab karman datar..
"Apa yang sedang kau kerjakan? "
Tanya tuan takur berbasa basi..
"Aku hanya sedang memperbarui prosedur proyekku yang disini"
Jawab karman seadanya..
Tuan takur pun menduduki sebuah sofa lembut yang tersedia didalam ruangan kerja karman..
"Aku tidak melihat putrimu pagi ini?
Apa dia baik² saja? "
Tanya tuan takur berpura²..
Mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut papanya mendadak karman mengkernyitkan dahinya dan menatap dalam kedua mata papanya..
Baru kali ini ia mendengar papanya menanyakan tentang keadaan putrinya..
Apa saat ini ia sedang berusaha memainkan dramanya?
"Apa aku tidak salah dengar??
Sejak kapan kau mulai mengawasinya?
Atau lebih tepatnya sejak kapan kau mulai mengkhawatirkannya?? "
Seringai karman takpercaya..
"Kau ini terlalu berlebihan skali..
Papa hanya menanyakan keberadaan nya sekarang..
Jangan sampai ia berbuat hal yang bisa membuat keluarga takur menjadi malu akibat kelakuannya"
Sindir tuan takur..
"Itu tidak akan terjadi pa! "
Balas karman cuek dan melanjutkan kegiatannya..
_____
"ini adalah proyek baru kita disini! "
Ucap karan..
"Hmm..
Jadi pembangunan ini atas dasar ide tuan sendiri"
Tanya raisa polos.
"Lalu siapa lagi "
Balas karan cepat..
Raisa memutar kedua bola matanya malas karna telah memberikan pertanyaan bodoh..
"Aku hanya ingin..
Kamu menandatangani surat perjanjian ini! "
Titah karan kembali..
"Surat perjanjian??
Surat perjanjian apa? "
Tanya raisa bingung..
"Surat perjanjian bahwa kau akan selalu bekerja untukku,tidak akan mengkhianatiku,dan akan selalu menuruti perintahku"
Jelas karan datar..
"Apa harus sedetil ini bekerja padamu tuan karan ? "
Tanya raisa polos..
"Tentu saja Raisa Casandra..
Aku ini sudah memperkerjakan manusia puluhan tahun,dan aku selalu membuat surat perjanjian kerja! "
Jelas karan.
"Tapi apa aku terlihat seperti seorang pengkhianat? "
Bantah raisa takmau kalah..
Karan hanya tersenyum sinis mendengar ucapan raisa..
Hingga akhirnya ia tertawa lepas..
Melihat karan tertawa..
Raisa menjadi semakin bingung dengan apa yang terjadi pada pria dihadapannya ini..
"Apa ada yang lucu?? "
Tanya raisa hatihati.
"Sudah sebaiknya tanda tangan saja..
Aku tidak ingin membuang waktu hanya untuk sesuatu yang tidak bermanfaat! "
Jawab karan lepas..
"Dasar pria sombong! "
Balas raisa geram dan lalu menandatangani surat perjanjian tsb..
Karan tersenyum puas saat mendapati raisa menandatangi surat perjanjian tersebut, surat itu sengaja dion usulkan kepada karan agar karan bisa leluasa mengendalikan raisa. Sayangnya raisa jengah, dia tidak menyadari bahwa terdapat banyak perjanjian didalam isi surat tersebut dan salahsatunya adalah raisa hanya boleh menikah dengan karan.
Raisa mengembalikan surat itu kepada karan dengan santai, dan tak sedikitpun ia curiga.
"Oke..
Pekerjaan kita sudah selesai, proyek ini baru dimulai dan kita akan kembali lagi saat semuanya selesai"
Ucap karan seksama.
"Lalu apa sekarang kita akan pulang? "
Tanya raisa tergurat sedih.
"Lalu? "
Jawab karan heran.
"Apakau tidak butuh sedikit jalan jalan! "
Tanya raisa hati hati.
"Ide yang bagus! "
Sahut karan segera hingga membuat raisa sedikit bahagia.
Keduanya pun kembali menelusuri jalan untuk menikmati indahnya alam disini, gedung gedung tinggi membuat raisa berdecak kagum karna ia tak pernah melihat pemandangan sebagus ini,
Sesekali mereka menulusuri negeri ini dengan mobil, sesekali berjalan kaki sambil merasakan lembutnya ******* escriem, hal ini cukup membuat raisa bahagia dan bahkan sangat berbahagia.
Setelah pekerjaannya selesai..
Akhirnya petang ini karan dan raisa kembali.
Meskipun sehari saja tapi ia menemukan kenyamanan tinggal disini..raisa berharap,semoga suatu saat ia bisa kembali kesini..
Sesudah membereskan semua barangnya..
Raisa keluar untuk menemui tuannya yang sudah sedari tadi menunggunya..
"Apa kau sudah siap? "
Tanya karan memastikan..
"Seperti yang tuan lihat! "
Jawab raisa santai..
"Baiklah..
Kita pulang! "
Ucap karan..
Keduanya pun mengikuti para pelayan yang dengan setia membawa barang nya menuju bandara, namun sepertinya ada sesuatu yang mengganjal dibenak raisa..Seperti ada yang ketinggalan.
Tapi apa??.
"Oh ya ampun..
Tuan berangkatlah terlebih dahulu..
Ada sesuatu yang aku tinggalkan!! "
Ucap raisa tibatiba dan langsung berlari kembali.
Karan bingung dengan wanita ini..
Apa yang ia tinggalkan sampai ia harus kembali untuk mengambilnya..
Pikir karan..
Setelah menunggu selama 20 menit Akhirnya dari kejauhan karan bisa melihat bahwa wanita aneh itu telah kembali, tapi yang membingungkan karan adalah, raisa kembali hanya untuk mengambil setangkai bunga mawar yang dibelikan oleh dirinya kemarin.
"Whatss??
Hanya untuk bunga ini kamu kembali?? "
Tanya karan takpercaya..
"Memangnya kenapa?
Apa ada yang salah?
Tuan pasti tidak tau bahwa aku telah jatuh hati kepada mawar ini! "
Jawab raisa tersenyum..
"Kau boleh mencintai bunga buruk ini.
Tapi jangan sampai kau mencintai sipembeli bunga ini"
Bantah karan segera.
"Mana mungkin aku mencintai pria sepertimu?
Diberi gratis saja aku tak sudi! "
Jawab raisa meledek dan berjalan pergi..
"Apa kau fikir aku ini sampah!! "
Teriak karan kesal namun tak digubris oleh raisa...
______
Selesai sudah perjalanan melelahkan keparis..
Dan akhirnya malam ini raisa kembali harus menghadapi keluarganya lagi.
Sebuah mobil asing masuk keperkarangan istana takur, Itu artinya seseorang tamu datang berkunjung atau anggota keluarga baru saja pulang, Dengan tergesa Elif berjalan mendekati jendela kamarnya untuk memastikan siapa yang datang ?
"Ternyata wanita gila itu yang kembali! "
Ucap Elif kesal setelah melihat bahwa raisa telah kembali..
Tanpa menunggu lama..
Ia pun segera turun untuk menyambut kepulangan anak tirinya itu..
"Akhirnya kau pulang juga ******! "
Kami sangat merindukanmu disini! "
Ejek elif tanpa basa basi.
"Aku sedang takbutuh sambutan dari siapapun! "
Jawab raisa menepis..
"Ohh yaa yaa yaa..
Aku faham..
Kau pasti sangat cape sekali!! "
Tambah elif menyindir..
Karna tak ingin memperpanjang,
Akhirnya Raisa pun berlangkah masuk menuju kamarnya dan meninggalkan ibu tirinya sendiri..
Setelah membersihkan diri , ingin rasanya ia tidur dengan tenang untuk mengembalikan rasa penat disekujur tubuhnya..
Dan juga agar ia bisa tetap bersemangat untuk menyambut hadirnya pagi.
.
.
.
.
.
Perjanjian menikah?
__ADS_1
Dan apakah raisa akan setuju?? 😋🤔
Ikuti terus yah kisahnya di next episod. 😚🤗