Cinta Tak Mengenal Alasan

Cinta Tak Mengenal Alasan
Episode 10


__ADS_3

UNIVERSITY KARCHA UNITED KINGDOM.


Sebuah perguruan tinggi yang dipenuhi dengan siswa yang berasal dari keluarga konglomerat..


Hanya sebagian siswa yang diakui pintar saja akan diterima meskipun kehidupannya dalam kerendahan..


Peraturan tetap berlaku bagi sesiapapun tanpa seorang pelajarpun yang dibedakan..


Tata krama dan kedisiplinan adalah poin penting yang harus dijaga para siswa selama berkecinampung di Universitas ini,namun rasa pertanggungjawaban juga lebih diutamakan..


Tetapi sepertinya peraturan itu tidak berlaku untuk Arvin,,Karna dengan lihainya Arvin hari ini memutar balikan fakta didepan dosennya bahwa yang bersalah dalam kejadian ini adalah icha yang memaksa merebut buku dari tangannya.


Setelah melaporkan tujuannya,,


Arvin pun keluar menemui icha dengan santai..


"Tuh disuruh masuk sama dosen..


Katanya sekarang giliran kamu! "


Ucap arvin berbohong


Tanpa curiga icha pun bergegas masuk dan menemui dosennya.Setelah tiba didepan meja dosennya,


Icha menunduk kepalanya dalam karna merasa sangat bersalah..


"Jadi kamu yang bernama Alisya Darwins? "


Icha tidak menjawab dan hanya menggangguk kecil..


"Kamu tau kesalahan apa yang kamu lakukan hingga membawamu kemari hari ini? "


Tanya dosen menatap..


Lagi lagi icha hanya diam dan menggangguk kecil..


"Bagus..


Jadi tuliskan kembali semua tulisan kata yang ada didalam buku sobekan ini,


Dilarang mengedit, mengcopy,


atau apapun itu! "


Titah dosen tegas...


Tanpa membantah icha pun menyetujui hukuman untuk dirinya meskipun menulis bukanlah hobinya..


***


Sesampai disebuah Hotel.


Raisa dan karan bergegas masuk dengan disambut hangat oleh para pelayan, para pelayan pun mengantarkan keduanya menuju sebuah ruangan dimana tuan karman sudah menunggu mereka. .


Dari kejauhan karan hanya tersenyum sinis saat mendapati karman sedang berjalan kearahnya,dengan memasang dua wajah,kini karan sedang berusaha bersikap ramah untuk membalas sapaan karman karna takut nantinya hanya akan membuatnya curiga..


"Selamat datang tuan karan! "


Sapa karman tersenyum..


"Trmks tuan!! "


Ucap karan ramah sambil membalas pelukan.


Setelah melepas pelukannya dengan karman..


Karan melirik keberadaan raisa sekilas .


Dalam pertemuan kali ini,,


Sepertinya ada sesuatu yang membuat karan curiga!


Entah mengapa tapi karan menyadari ada sikap kaku yang terjalin antara seorang ayah dan putri kali ini..


Bukankah sikap anak perempuan itu manja apalagi jika bertemu dengan ayahnya?


Dan mengapa kejadian itu seolah tidak berlaku kepada Raisa????


Raisa yang hanya terus berdiam diri disamping karan seolah berperan sejatinya sebagai sekretaris karan dan tak mengenal karman.


Mereka hanya saling melempar pandangan dan tak saling berbicara seolah mereka bukanlah keluarga..


"Ada apa??? "


pikir karan.


"Ayo mari silahkan duduk.. "


Ajak karman mempersilahkan..


Setelah ketiganya duduk disebuah kursi tamu,


Para pelayan datang untuk sekedar menyiapkan minuman dan berlalu pergi..


"Bagaimana keseharianmu bekerja dikantor tuan karan nak? "


Tanya karman kepada putrinya..


Sebelum menjawab,


raisa memandang karan sejenak..!!


wajah karan seolah tergambarkan kegeraman raisa yang belum juga reda sedari tadi..


Dalam keseharian ini tak satupun kejadian yang bisa membuat diri raisa senang..


Lalu ia harus menjawab apa?

__ADS_1


"Semuanya baik baik aja kok pah!! "


Jawab raisa berbohong..


"Memang seharusnya begitu..


Papa pikir diperusahaan tuan karan lebih baik untuk kamu bekerja daripada harus bekerja dikantor papa sendiri kan?? "


Tanya karman tersenyum


Raisa hanya membalas senyuman kecut dan menganggukan kepalanya sedikit, ketiganya pun membahas semua perihal yang akan disampaikan,,


Sepertinya bukan ketiganya,tetapi lebih tepatnya hanya antara karan dan karman,karna keberadaan raisa disana hanyalah sebagai pendengar..


Mereka merencanakan bahwa kesepakatan kerjasama antara mereka akan terus dilanjuti. Beserta juga dengan cabang mereka masing², dan karan menyetujui semuanya karna jalan ini akan lebih memudahkan untuk rencana karan sendiri..


"Apa kau mau kuantar pulang saja atau kau akan pulang dengan papamu? "


Tanya karan menatap..


"Aku!! "


Jawab raisa ragu menatap karman..


Ia hanya takut nenek dan kakeknya akan marah besar kalau mereka tau mobil pemberian papa untuk dirinya sengaja dipulangkan karna ia ingin pulang dengan papanya..


"Mereka pasti akan salah menduga nantinya ! "


Gumam raisa cemas.


Namun jika dia memilih pulang dengan diantar karan ,


"Ini juga bukan jalan keluar! "


Pikir raisa kembali


entah kekesalan apa lagi yang akan dilakukan karan kepada dirinya nanti..


"Dia akan pulang bersamaku! "


Potong karman segera..


Karan dan raisa pun beralih menatap karman berbarengan..


Entah mengapa tapi sepertinya ada kekecewaan yang terbesit dihati karan..


"Baiklah!! "


Jawab karan sekilas..


***


Dengan perasaan cemas..


Raisa ikut duduk disamping karman karna berpulang barengan..Pikiran raisa kacau dan nada marah kakek neneknya terngiang² dikepalanya..


Tuan takur sudah berulang kali mengingatkan raisa untuk tidak berperan penting dalam kehidupan karman, karna sejatinya raisa hanya seorang pembantu yang tak pantas untuk ditenarkan..


Setibanya dirumah..


Karman dan raisa bergegas masuk kedalam rumah.


Raisa berusaha mengikuti langkah papanya yang tak sanggup dikejarnya..


Rencananya untuk menghindar,


Justru sesuatu yang ingin dihindarkan itulah yang telah tersaji matang dihadapannya..


Ia mencari² dimana keberadaan papanya, yang ternyata telah tiba dipintu kamarnya..


"Kau sama persis seperti ibumu..


Satu satunya wanita yang tidakpunya rasa malu!! "


Ucap tuan takur tajam..


Raisa hanya diam tak menjawab..


"Berapa kali harus saya katakan..


Kamu itu bukan siapa siapanya karman.!! "


Sambung tuan takur menekankan..


"Sepertinya semakin hari kau semakin tidak tau diri..


Kau terus berupaya untuk mendekati karman dan ingin agar dunia mengakui bahwa kamu adalah putri pertama dari Karman Takur? "


"Kau Mimpi!!! "


Ucap tuan takur meludah.


"Apa aku kelihatan seperti sedang mencari muka disini? "


Tanya raisa membalas..


"Kau terlalu berlebihan tuan takur..! "


Balas raisa enyuh dan berlalu pergi..


"Jangan berani untuk melawan titah kami,


Ingat,,


Kau hidup disini karna menumpang dan sewaktu² kau harus angkat kaki dari sini!! "


Teriak nyonya takur yang tiba tiba datang..

__ADS_1


Raisa menghentikan langkahnya sejenak mendengarkan neneknya berbicara


Hingga akhirnya ia kembali melangkah pergi menuju kamar..


"Benar benar hari tersial!! "


Ucap raisa lelah dan menghempaskan diri keranjangnya..


***


"Apa yang membuatmu menulis sepanjang malam begini? "


Tanya karan penasaran..


Icha tidak mengubris perkataan karan dan terus melanjutkan kegiatan menulisnya.


"Apa ini?


Kenapa buku ini bisa runyah begini? "


Tanya karan kembali..


"Jangan menggangguku!! "


Ucap icha tanpa menatap.


"Apa kau melakukan kecerobohan dikampus? "


Tanya karan meninggi.


Icha memutar matanya malas dan meletakkan pulpen yang sedang dipegangnya dengan geram.


"Dan aku akan bertanggungjawab untuk itu!! "


Bantah icha menatap.


"Bagus!! "


Jawab karan menggangguk mantap.


Karan lebih memilih duduk dikursi seberang, guna untuk saat ini dia tidak akan mengganggu adiknya yang menurutnya tengah berusaha bersikap dewasa..


Lama karan merenungkan sesuatu hingga akhirnya suara ponsel menyadarkan lamunannya.


"Hallo bos! "


Sapa dion diseberang..


"Kenapa? "


Tanya karan singkat..


"Apa Besok tuan jadi berkunjung kePariis? "


Ucap dion..


Hening tak ada jawaban dari karan..


"Nona crhisty memaksa untuk ikut! "


Tambah dion lagi..


"Hentikan dia,,!


Katakan bahwa kita datang karna masalah pekerjaan "


Sambung karan datar


"Baiklah!! "


Jawab dion kembali..


"Lalu bagaimana dengan nona raisa? "


Tanya dion kembali.


"Biar aku yang mengurus, ! "


Jawab karan cepat..


"Ahh baiklah tuan..


Selamat malam! "


Sambung dion menutup telepon.


Karan menggenggam ponselnya kuat kuat,,


Apapun caranya ia harus mendapatkan hati raisa.


.


.


.


.


Waduuhh..


Babang karan lagi mau merebutkan hati raisa. 🤔🤔


Kira kira untuk apa yakk 😋😋


Pantongiin terus yakk di episod selanjutnya 🤗😚


Jangan lupa like and Comentarnyahhh manteman 😀😂

__ADS_1


__ADS_2