Cinta Tak Mengenal Alasan

Cinta Tak Mengenal Alasan
Episode 2


__ADS_3

Setelah merenggangkan otot otot lengannya dikursi kerja..


Raisa mencoba melepaskan semua rasa penat yang ditanggungnya selama seharian ini dengan memutar kepalanya kekanan dan kiri, ia menghembuskan nafas kasarnya dengan sekali tarikan sebagai pertanda bahwa ia sudah siap kembali kerumah dan menghadapi tingkah keluarganya lagi..


Raisa memang bekerja diperusahaan papanya,Namun bukan sebagai bos,Bukan pula sebagai sekretaris,


Melainkan berposisi sebagai pegawai biasa..


Memang terlihat sangat aneh,


Namun siapa sangka, bahwa jabatan itu didapatkan raisa secara langsung dari titah sang neneknya sendiri dengan alasan raisa tak memiliki pendidikan yang tinggi..


Bukan raisa tak mau melanjutkan studynya,


Namun bagi seorang pembantu, !!!


dengan menginjakkan kakinya diperusahaan Takur jauh lebih beruntung apalagi sampai menjadi pegawai.


Takperlu bersusah payah mengeluarkan modal untuk menyekolahkan seorang pembantu,


Karna keturunan pembantu tetap akan kembali kepada dasarnya meskipun Pendidikannya tinggi.


Itulah kata kata pedas dari nyonya takur saat raisa ingin melanjutkan kuliahnya..


Padahal bagi raisa..


Tanpa neneknya melarang pun dia sendiri juga tidak sudi melanjutkan pendidikannya dengan terus bergantung pada uang keluarganya..


Ia sungguh bercita cita suatu saat akan hidup mandiri dengan usahanya sendiri tanpa bantuan sedikitpun dari papanya..


Setelah merasa sedikit semangat..


Raisa melangkahkan kakinya menuju lift kantor tempat kerjanya, untuk bersegera kembali kerumah..


Ia tak ingin terus berlarut larut dalam kesedihan karna itu hanya akan membuat ia patah semangat saja..


Bila pagi menyapa,


Raisa akan merasa sedikit semangat karna ia akan menghabiskan harinya tanpa sindiran dari keluarganya,,


Namun bila sore telah tiba,


Entah mengapa Raisa mendadak menjadi lesu dan lemah karna ia harus kembali kenerakanya..


"Huftt...


Melelahkan!! "


Gumam raisa lesu saat sudah berada didalam mobil pribadinya..


***


Saat sedang dalam perjalanan pulang..


Karan ingat betul bahwa malam ini ia akan berjumpa dengan kekasihnya disuatu tempat sesuai dengan janji mereka tadi, Namun Ponsel karan tiba tiba berdering yang mengartikan seseorang diseberang sedang menghubunginya..


(Dion)


"Hallo!! "


Ucap karan dingin..


"Maaf bos,!!!


Saya hanya ingin melaporkan bahwa saya sudah menyelidiki tentang istri dan anak anak karman!! "


Jelas dion..


"Temui saya di Mantion!! "


Titah karan singkat.


"Baik boss!! "


Jawab dion cekatan..


Karan memerintahkan sopir pribadinya untuk menuju kemantion dan menunda kepulangannya..


Baginya informasi tentang karman jauh lebih penting dari apapun itu termasuk kekasihnya..


Karna selama dendamnya belum tuntas,


Urusan Asmara tetap bukan perihal yang utama bagi karan.


***


Pelan raisa melangkah masuk kedalam rumah mewah itu dengan batinnya berdoa, semoga ia tidak akan bertatap muka dengan siapapun yang akan merusak suasana hatinya..


Namun ternyata Tuhan berkata lain,


Dari kejauhan raisa sudah bisa melihat dengan jelas bahwa seseorang didalam sana sedang menunggu kepulangannya, ia menarik nafasnya dalam dan menghembuskan pelan untuk menyiapkan mental batinnya..


"Wow..


Pembantu sudah pulang kerja? "


Ucap elif menyinyir..


Raisa hanya terenyuh kecil mendengar ejekan ibu tirinya..


"Seperti yang kau lihat!


Minggirlah!! "


Bantah raisa tak kalah dan mencoba untuk tetap berjalan..


"Sepertinya gaya bicaramu tidak menunjukkan bahwa kau adalah seorang pembantu disini,,


Apa kau berlagak lupa dengan posisimu? "


Sindir elif menghentikan langkah raisa..


"Dengar!!!


Aku sedang tak ingin berdebat denganmu! "


Jawab raisa menyeka..


Elif pun hanya tersenyum kecil melihat ekspresi raisa yang membuat elif berteriak bahagia..


"Apa aku mengajakmu untuk berdebat??? "


Tanya elif dengan senyuman tipis..


"Dengar..


Aku hanya ingin kau membuatkan ku segelas teh hangat dan antarkan kekamarku!! "


Perintah elif tajam..


"Apa yang kau lakukan elif!! "


Potong sang nenek tiba tiba mengejutkan elif dan raisa..


Elif menatap mertuanya dalam dalam,


Ia bingung dengan sikap nyonya takur itu yang terkadang membuatnya bingung untuk menghadapinya..


"Ibu aku hanya mengajari seorang pembantu untuk bekerja pada tempatnya.


Apa itu salah? "


Bantah elif memastikan.


"Tentu saja Kau salah elif.. "


Potong nenek lembut


"Kenapa hanya menyuruhnya menyiapkan segelas teh hangat saja..


Perintahkan pada pembantu ini untuk segera menyiapkan makan malam"


Teriak nyonya takur dengan penuh amarah hingga membuat raisa sedikit gemetarr.


Dengan berusaha bersikap santai..


Raisa memperbaiki rambut lebatnya yang tidak terlalu berantakan itu untuk menunjukkan ketidakpeduliannya terhadap perintah dan suara mereka..


"Minggir..


Aku sangat lelah hari ini dan tolong jangan ganggu waktu istrirahatku sekarang ".


Ucap raisa memutar bola matanya malas hingga ibu tiri dan neneknya merasa geram..


Raisa pun beranjak pergi dan menerobos pertengahan antara elif dan nyonya takur dan membuat bahu kiri raisa sedikit menyenggol bahu kanan elif hingga membuat tubuh elif sedikit tersurut mundur..


"Dasar pembantu sialan!! "


Kata elif kesal..


Sebelum menaiki tangga rumahnya,


Raisa sedikit membalikkan badannya dan melemparkan senyum tipis menatap dua wanita yang terlihat sangat kesal memandang dirinya itu..


Ia sangat merasa puas karna berhasil membuat mereka geram walaupun sebenarnya raisa sendiripun berharap bisa akur dengan keluarganya..


Namun raisa tak ingin membuangยฒkan waktunya hanya untuk memikirkan orang yang jelas jelas tak menganggap keberadaannya..


***


"Katakan apa yang kau tau? "


Ucap karan tanpa basa basi.


Tanpa menunggu lama dion langsung menjelaskan informasi sesuai dengan yang diketahuinya, ia juga menyondorkan sebuah foto kehadapan karan sambil menjelaskan.


"Sebelum menikah dengan karman..


Istri keduanya dulu berprofesi sebagai pemilik sebuah villa dan restoran Xiotoriys..


Namun setelah menikah,!!


Proyek yang dimiliki istrinya itu digabungkan dengan proyek karman hingga kini istrinya mengambil dalih satu perusahaan keluarga karman..


Satu anak perempuannya sedang dalam masa pendidikan dan yang laki laki sedang belajar menangani masalah bisnis,,


Dan anak perempuan dari istri pertamanya karman kini bekerja diperusahaan karman sendiri"

__ADS_1


Jelas dion panjang lebar.


"Berapa usia anak laki laki karman? "


Tanya karan dengan menaikkan sedikit alis kanan..


"Kurang lebih 21 tahun bos.. "


Jawab dion mantap..


Karan hanya tersenyum tipis mendengar jawaban dion..


"Jadi putranya masih bau kencur??? "


Balas karan tertawa untuk memastikan..


"Betul bos!! "


Angguk dion tersenyum tipis..


"Lalu bagaimana dengan anak perempuan dari istri pertamanya? "


Tanya karan penasaran.


"Dia bekerja dikantor keluarganya sebagai pegawai biasa"


Jawab dion sekilas..


"Apaa??? "


Ucap karan kaget..


"Sebagai pegawai biasa?? "


Tanya karan memastikan tak percaya..


"Iyaa benar boss!! "


Sahut dion membenarkan..


Karan mulanya seorang pria yang dingin,


kali ini ia benar benar tak sanggup membungkam mulutnya untuk tidak menertawakan wanita itu.


"Apa dia memiliki ganguan kejiwaan?? "


Sela karan dalam tertawa bahaknya..


Dion hanya diam karna ia tak memiliki informasi yang detil tentang gadis itu..


"Siapa namanya?? "


Sambung karan penuh tanda tanya..


"Namanya Raisa Cassandra..


usianya 23 tahun"


Jawab dion segera.


"Baiklah!!!


Cari lagi informasi tentang wanita itu! "


Titah karan menggepalkan tangannya erat..


"Baik bos!! "


Jawab dion memberi hormat..


Karan menatap bayangan tubuh dion dilantai yang menghilang tiba tiba..


Ia semakin penasaran dengan keluarga karman..


Jika ia tidakbisa membalaskan dendam ayahnya kepada karman,.


Maka akan karan lakukan kepada anak dan istrinya Karman..


Dengan sorotan mata tajam karan menghempaskan sebuah vas bunga dimeja kerjanya dengan lantang dan keras hingga membuat vas tersebut benar benar terpecah kecil..


*********


Jam menunjukkan pukul 19.25 malam..


Waktu makan malam telah tiba bagi seluruh anggota keluarga Takur..


Saat karman berbincang sejenak dengan ayahnya,


Semua anggota keluarganya terlihat sudah hadir dan menduduki kursi makan mereka masing masing..


Namun dari kejauhan karman menyadari bahwa satu putrinya belum juga turun untuk bergabung makan malam bersama..


"Apa raisa benar benar sakit?? "


Tanya karman khawatir..


Sang ibu langsung memasang wajah masam saat mendengar pertanyaan putra kandungnya..


Sedangkan elif hanya memandang mertuanya dalam sebagai tanda aba aba agar sang ibu saja yang menjawab pertanyaan suaminya..


Dia sendiri yang meminta kita semua untuk tidak mengganggu waktu istrirahatnya"


Jawab ibu mencoba menjelaskan.


"Apa?? "


Balas karman tak percaya..


Ia yakin putrinya tidak seperti yang ibunya katakan..


Tanpa menunggu jawaban ibunya karman langsung beranjak berdiri dari tempat duduknya dan menyuruh pelayan untuk menyiapkan sepiring nasi untuk dihantarkan kepada putrinya..


"Jangan terlalu memanjakan dia karman"


Bantah tuan takur..


"Ayah apa yang kau katakan..


Aku hanya ingin melihat keadaan putriku!!


Itu saja "


Jelas karman seadanya..


"Dia bukan putrimu..


Dia hanya seorang PEMBANTU.


INGAT ITU!!! "


bantah nyonya takur..


Elif hanya bisa tersenyum kecil melihat tontonan gratis yang selalu terpampang jelas didepan matanya tanpa perlu memasang sebuah dvd..


Anak anaknya pun memutar bola matanya malas karna merasa bosan dengan semua drama konyol yang hampir setiap hari begini..


"Cukup bu!!!


Jangan pernah mengatakan putriku seorang pembantu! "


Bantah karman geram dengan mengigit gigi atas bawahnya.


"Apa ibumu berkata salah? "


Sindir tuan takur merasa tak berdosa..


"Sudah kukatakan dari dulu,


DIA PUTRIKU!!!


jika kalian tidak bisa menerima kehadirannya,


Biarkan aku pergi dengan membawa putriku"


Bantah karman tak tahan.


"Apa yang kau katakan suamiku.


Apa kau lupa bahwa aku disini sebagai istrimu? "


Potong elif berpura pura memelas..


"Yaa..


Aku lupa bahwa kau adalah istriku,


karna kau sendiri juga lupa bahwa kau sendiri juga tidak bisa menyayangi putriku! "


Sahut karman memandang elif tajam..


Melihat ibunya tersudutkan..


Keisya pun bergegas memotong pembicaraan orangtua nya agar sang papa tak lagi memojokkan mamanya..


"Sepertinya aku sudah tak berselera lagi makan!! "


Kata Keisya putri kandung elif bergurat sedih dan beranjak pergi meninggalkan meja makan..


"Aku juga!!!! "


Balas Arvin menyambung dan berlangkah pergi..


Mengetahui suasana keluarganya semakin berantakan, Akhirnya tuan takur pun memilih mengalah untuk memperbaiki suasana agar karman tidak benar benar pergi..


"Karman jangan memperburuk suasana..


Duduk dan makanlah dengan tenang.


Biarkan aku sendiri yang akan menemui cucuku sekarang ini! "


Kata tuan takur lembut..


Karman memandang tajam manik mata papanya..


Ia yakin betul ada segurat akting yang tergambar disana..


"Biarkan aku sendiri yang akan menemuinya!! "

__ADS_1


Ucap karman jelas dan berlalu pergi dengan membawa sepiring nasi dan segelas air diatas talam..


***


"Sayang,!!!


aku sudah menunggumu dua jam disini"


Kata Christy sebal setengah mati.


"Oh ya, maafkan aku ,


Aku mendadak ada urusan penting yang harus aku tangani dulu! "


Jawab karan diseberang memberi alasan..


"Apa???


Jadi ada yang lebih penting dari aku sekarang ini!! "


Bantah christy segera tak terima dengan alasan karan..


"Tidak sayang,,. Bukan begitu..


Bagaimana kalo kita akan berjumpa kembali besok"


Tanya karan mencoba memperbaiki suasana.


"Sayang aku mau kita ketemu sekarang..


Bukan besok!!! "


Jawab christy ngambek..


Terdengar karan menghembuskan nafasnya kasar.


Ingin ia segera pulang dan beristrirahat, namun ia juga takbisa membiarkan wanita yang dicintainya itu memendam amarah kepada dirinya.


"Baiklah,


Aku kesana sekarang!! "


Jawab karan mengalah..


Christy pun tersenyum kemenangan disebalik ponselnya saat mengetahui karan mengalah dan memilih bertemu dengannya.


Christy seorang model terkenal yang berdekatan dengan lelaki kaya mana saja, ia tak peduli dengan cinta yang karan berikan untuknya karna crhisty hanya ingin menguras hartanya saja dan ingin menumpang tenar..


***


Tok tok tok


Karman mengetuk pintu kamar raisa dengan lembut..


Lama menunggu berharap pintu akan segera terbuka,..


Karman akhirnya kewalahan mematung dan memilih membuka pintu kamar raisa dengan tangannya sendiri secara spontan..


Setelah berhasil masuk..


Karman meletakkan bawaannya diatas meja kecil kamar raisa dengan sangat hati hati agar tidak membunyikan suara riuh..


Dengan perasaan bersalah karman menapakkan kakinya mendekati raisa dan menatap iba wajah lelah putrinya yang sedang tertidur pulas diranjang tidur kamarnya.


Ditaruhnya telapak tangan kanan karman didahi raisa untuk memastikan keadaan raisa..


Memang tak ada yang mengkhawatirkan,


Sepertinya putriku hanya membutuhkan sedikit istrirahat saja.


Pikir karman.


Sebelum bergegas keluar..


Karman Memandang sejenak wajah putrinya..


Wajah yang mengingatkan dirinya kepada sosok wanita yang begitu dicintainya..


Dengan pelan ia duduk disamping putrinya yang tertidur..


Disibak pelan poni rambut anaknya itu untuk menatap lekat manik manik wajah putrinya yang mirip persis seperti wajah ibunya itu, hingga membuat karman benar benar mengingat perjuangan cintanya dulu kepada sasmita..


"Kau pergi dengan meninggalkan seorang putri untukku sayang!.. "


Lirih karman pilu dengan menggenggam tangan kanan raisa..


"Aku berjanji atas cinta kita sayang,


Selama aku masih bernafas aku akan selalu menjaga putri tercinta kita raisa ..


Aku berjanji akan selalu membuatnya bahagia!! "


Sambung karman dengan mencium erat jemari tangan raisa disertai rintikan airmata pilu..


Ia sangat menyesal karna sasmita tak lagi bisa kembali kesisi nya..


Ia tau persis hidup sasmita selalu dalam kesengsaraan selama hidupnya dan karman tak ingin kejadian seperti itu terulang lagi kepada putri tercintanya..


Setelah menghabiskan waktu setengah jam untuk melepaskan kerinduan terhadap putrinya..


Karman pun akhirnya bergegas keluar agar ia tak semakin berlarut dalam kesedihannya..


Ia berharap semoga suatu saat putrinya bisa merasakan kebahagiaan Dalam hidupnya..


Sebuah kebahagiaan yang tak ia dapatkan dari keluarganya,.


Dan semoga ia dapatkan dimasa depannya.


***


"Kelihatannya wajah kamu masih terlihat sangat kusut, apa yang kau cemaskan sekarang?


Aku sudah disampingmu"


Ucap karan kepada wanita tercintanya itu..


"Aku hanya merasa kau sangat sibuk akhir akhir ini. "


Bantah christy jutek.


"Seharusnya kau memaklumi itu"


Jawab karan segera.


"Terus kalo aku rindu bagaimana?


Apa aku juga harus memaklumi itu? "


Sahut christy .


"Hmm..


gimana kalo sekarang kita pulang!? "


Ajak karan mengalih kata.


"Lhoo kok pulang sih! "


Bantah christy tak terima..


"Iya ini uda terlalu larut sayang..


Lagian aku juga uda lelah banget pengen istrirahat"


balas karan mengeluh..


"Yaudah deh..


Tapi Kamu anterin aku pulang ya? "


Bujuk christy. .


"Iya sayang!! "


Jawab karan dengan mengacak sedikit rambut christy. .


Setelah mengantar christy sampai kerumah..


Karan pun langsung melajukan mobilnya kembali menuju rumahnya karna rasa kantuk menyapanya sudah sangat mendalam..


***


Raisa terbangun dari tidurnya karna cacing liar dalam perutnya sudah pada berdemo meminta suapan makanan..


Ia pun berjalan kekamar mandi untuk mencuci sedikit wajahnya agar rasa kantuknya menghilang.Namun saat hendak keluar..


Tanpa sengaja raisa melihat sepiring nasi tergeletak rapi diatas meja kecil kamarnya. .


"Apa tadi papa kesini?? "


Tanya raisa bingung kepada dirinya sendiri..


Tanpa memikir panjang raisa langsung melahap makanan itu karna ia yakin betul bahwa makanan itu adalah bawaan papa untuk dirinya.


Suapan demi suapan raisa lahapkan dengan seksama dan penuh senyum kebahagiaan mengingat papanya masih memperdulikan dirinya..


Raisa memang mudah memaafkan, mudah melupakan, buktinya sekarang dia sudah melupakan jika papanya tak mengucapkan selamat ulang tahun untuk dirinya hanya karna sebuah perlakuan yang begitu sederhana.


.


.


.


.


.


.


Hai Readers. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Pantau terus yah gimana kelanjutan cerita Karan dan raisa bisa sampai bertemu ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜


Jangan lupa tinggalkan jejakmu. โค๐Ÿ˜š


Juga komentar dan sarannya. ๐Ÿค—

__ADS_1


__ADS_2