
Jam menunjukkan pukul 19.25 malam..
Waktu makan malam telah tiba bagi seluruh anggota keluarga Takur..
Saat karman berbincang sejenak dengan ayahnya,
Semua anggota keluarganya terlihat sudah hadir dan menduduki kursi makan mereka masing masing..
Namun dari kejauhan karman menyadari bahwa satu putrinya belum juga turun untuk bergabung makan malam bersama..
"Apa raisa benar benar sakit?? "
Tanya karman khawatir..
Sang ibu langsung memasang wajah masam saat mendengar pertanyaan putra kandungnya..
Sedangkan elif hanya memandang mertuanya dalam sebagai tanda aba aba agar sang ibu saja yang menjawab pertanyaan suaminya..
"Jangan terlalu kau pikirkan putri keras kepalamu itu..
Dia sendiri yang meminta kita semua untuk tidak mengganggu waktu istrirahatnya"
Jawab ibu mencoba menjelaskan.
"Apa?? "
Balas karman tak percaya..
Ia yakin putrinya tidak seperti yang ibunya katakan..
Tanpa menunggu jawaban ibunya karman langsung beranjak berdiri dari tempat duduknya dan menyuruh pelayan untuk menyiapkan sepiring nasi untuk dihantarkan kepada putrinya..
"Jangan terlalu memanjakan dia karman"
Bantah tuan takur..
"Ayah apa yang kau katakan..
Aku hanya ingin melihat keadaan putriku!!
Itu saja "
Jelas karman seadanya..
"Dia bukan putrimu..
Dia hanya seorang PEMBANTU.
INGAT ITU!!! "
bantah nyonya takur..
Elif hanya bisa tersenyum kecil melihat tontonan gratis yang selalu terpampang jelas didepan matanya tanpa perlu memasang sebuah dvd..
Anak anaknya pun memutar bola matanya malas karna merasa bosan dengan semua drama konyol yang hampir setiap hari begini..
"Cukup bu!!!
Jangan pernah mengatakan putriku seorang pembantu! "
Bantah karman geram dengan mengigit gigi atas bawahnya.
"Apa ibumu berkata salah? "
Sindir tuan takur merasa tak berdosa..
"Sudah kukatakan dari dulu,
DIA PUTRIKU!!!
jika kalian tidak bisa menerima kehadirannya,
Biarkan aku pergi dengan membawa putriku"
Bantah karman tak tahan.
"Apa yang kau katakan suamiku.
Apa kau lupa bahwa aku disini sebagai istrimu? "
Potong elif berpura pura memelas..
"Yaa..
Aku lupa bahwa kau adalah istriku,
karna kau sendiri juga lupa bahwa kau sendiri juga tidak bisa menyayangi putriku! "
Sahut karman memandang elif tajam..
Melihat ibunya tersudutkan..
Keisya pun bergegas memotong pembicaraan orangtua nya agar sang papa tak lagi memojokkan mamanya..
"Sepertinya aku sudah tak berselera lagi makan!! "
Kata Keisya putri kandung elif bergurat sedih dan beranjak pergi meninggalkan meja makan..
"Aku juga!!!! "
Balas Arvin menyambung dan berlangkah pergi..
Mengetahui suasana keluarganya semakin berantakan, Akhirnya tuan takur pun memilih mengalah untuk memperbaiki suasana agar karman tidak benar benar pergi..
__ADS_1
"Karman jangan memperburuk suasana..
Duduk dan makanlah dengan tenang.
Biarkan aku sendiri yang akan menemui cucuku sekarang ini! "
Kata tuan takur lembut..
Karman memandang tajam manik mata papanya..
Ia yakin betul ada segurat akting yang tergambar disana..
"Biarkan aku sendiri yang akan menemuinya!! "
Ucap karman jelas dan berlalu pergi dengan membawa sepiring nasi dan segelas air diatas talam..
***
"Sayang,!!!
aku sudah menunggumu dua jam disini"
Kata Christy sebal setengah mati.
"Oh ya, maafkan aku ,
Aku mendadak ada urusan penting yang harus aku tangani dulu! "
Jawab karan diseberang memberi alasan..
"Apa???
Jadi ada yang lebih penting dari aku sekarang ini!! "
Bantah christy segera tak terima dengan alasan karan..
"Tidak sayang,,. Bukan begitu..
Bagaimana kalo kita akan berjumpa kembali besok"
Tanya karan mencoba memperbaiki suasana.
"Sayang aku mau kita ketemu sekarang..
Bukan besok!!! "
Jawab christy ngambek..
Terdengar karan menghembuskan nafasnya kasar.
Ingin ia segera pulang dan beristrirahat, namun ia juga takbisa membiarkan wanita yang dicintainya itu memendam amarah kepada dirinya.
"Baiklah,
Jawab karan mengalah..
Christy pun tersenyum kemenangan disebalik ponselnya saat mengetahui karan mengalah dan memilih bertemu dengannya.
Christy seorang model terkenal yang berdekatan dengan lelaki kaya mana saja, ia tak peduli dengan cinta yang karan berikan untuknya karna crhisty hanya ingin menguras hartanya saja dan ingin menumpang tenar..
***
Tok tok tok
Karman mengetuk pintu kamar raisa dengan lembut..
Lama menunggu berharap pintu akan segera terbuka,..
Karman akhirnya kewalahan mematung dan memilih membuka pintu kamar raisa dengan tangannya sendiri secara spontan..
Setelah berhasil masuk..
Karman meletakkan bawaannya diatas meja kecil kamar raisa dengan sangat hati hati agar tidak membunyikan suara riuh..
Dengan perasaan bersalah karman menapakkan kakinya mendekati raisa dan menatap iba wajah lelah putrinya yang sedang tertidur pulas diranjang tidur kamarnya.
Ditaruhnya telapak tangan kanan karman didahi raisa untuk memastikan keadaan raisa..
Memang tak ada yang mengkhawatirkan,
Sepertinya putriku hanya membutuhkan sedikit istrirahat saja.
Pikir karman.
Sebelum bergegas keluar..
Karman Memandang sejenak wajah putrinya..
Wajah yang mengingatkan dirinya kepada sosok wanita yang begitu dicintainya..
Dengan pelan ia duduk disamping putrinya yang tertidur..
Disibak pelan poni rambut anaknya itu untuk menatap lekat manik manik wajah putrinya yang mirip persis seperti wajah ibunya itu, hingga membuat karman benar benar mengingat perjuangan cintanya dulu kepada sasmita..
"Kau pergi dengan meninggalkan seorang putri untukku sayang!.. "
Lirih karman pilu dengan menggenggam tangan kanan raisa..
"Aku berjanji atas cinta kita sayang,
Selama aku masih bernafas aku akan selalu menjaga putri tercinta kita raisa ..
Aku berjanji akan selalu membuatnya bahagia!! "
__ADS_1
Sambung karman dengan mencium erat jemari tangan raisa disertai rintikan airmata pilu..
Ia sangat menyesal karna sasmita tak lagi bisa kembali kesisi nya..
Ia tau persis hidup sasmita selalu dalam kesengsaraan selama hidupnya dan karman tak ingin kejadian seperti itu terulang lagi kepada putri tercintanya..
Setelah menghabiskan waktu setengah jam untuk melepaskan kerinduan terhadap putrinya..
Karman pun akhirnya bergegas keluar agar ia tak semakin berlarut dalam kesedihannya..
Ia berharap semoga suatu saat putrinya bisa merasakan kebahagiaan Dalam hidupnya..
Sebuah kebahagiaan yang tak ia dapatkan dari keluarganya,.
Dan semoga ia dapatkan dimasa depannya.
***
"Kelihatannya wajah kamu masih terlihat sangat kusut, apa yang kau cemaskan sekarang?
Aku sudah disampingmu"
Ucap karan kepada wanita tercintanya itu..
"Aku hanya merasa kau sangat sibuk akhir akhir ini. "
Bantah christy jutek.
"Seharusnya kau memaklumi itu"
Jawab karan segera.
"Terus kalo aku rindu bagaimana?
Apa aku juga harus memaklumi itu? "
Sahut christy .
"Hmm..
gimana kalo sekarang kita pulang!? "
Ajak karan mengalih kata.
"Lhoo kok pulang sih! "
Bantah christy tak terima..
"Iya ini uda terlalu larut sayang..
Lagian aku juga uda lelah banget pengen istrirahat"
balas karan mengeluh..
"Yaudah deh..
Tapi Kamu anterin aku pulang ya? "
Bujuk christy. .
"Iya sayang!! "
Jawab karan dengan mengacak sedikit rambut christy. .
Setelah mengantar christy sampai kerumah..
Karan pun langsung melajukan mobilnya kembali menuju rumahnya karna rasa kantuk menyapanya sudah sangat mendalam..
***
Raisa terbangun dari tidurnya karna cacing liar dalam perutnya sudah pada berdemo meminta suapan makanan..
Ia pun berjalan kekamar mandi untuk mencuci sedikit wajahnya agar rasa kantuknya menghilang.Namun saat hendak keluar..
Tanpa sengaja raisa melihat sepiring nasi tergeletak rapi diatas meja kecil kamarnya. .
"Apa tadi papa kesini?? "
Tanya raisa bingung kepada dirinya sendiri..
Tanpa memikir panjang raisa langsung melahap makanan itu karna ia yakin betul bahwa makanan itu adalah bawaan papa untuk dirinya.
Suapan demi suapan raisa lahapkan dengan seksama dan penuh senyum kebahagiaan mengingat papanya masih memperdulikan dirinya..
Raisa memang mudah memaafkan, mudah melupakan, buktinya sekarang dia sudah melupakan jika papanya tak mengucapkan selamat ulang tahun untuk dirinya hanya karna sebuah perlakuan yang begitu sederhana.
.
.
.
.
.
.
Hai Readers. 😍😁
Pantau terus yah gimana kelanjutan cerita Karan dan raisa bisa sampai bertemu 😄😝
Jangan lupa tinggalkan jejakmu. ❤😚
__ADS_1
Juga komentar dan sarannya. 🤗