Cinta Tak Mengenal Alasan

Cinta Tak Mengenal Alasan
Episode 18


__ADS_3

Setelah memarkirkan mobilnya didepan perkarangan kantor karan..


Raisa berdiam diri sejenak untuk menenangkan dirinya lantaran amarah dan emosi masih belum stabil untuk dikontrolkannya..


Pikirannya benar benar kacau dan menerawang kesana kemari untuk mencari jawaban atas lika liku kehidupan yang sedang dialaminya sekarang..


Sejenak raisa memalingkan pandangannya dan menatap lekat² gedung yang menjulang tinggi disamping kanannya..


Tempat dimana ia bekerja sekarang..


Dan bahkan ia tak memberikan tuannya kabar atas ketidakhadirannya selama beberapa hari..


Apakah mungkin aku sudah dipecat?


Raisa bertanya tanya didalam hati..


Ia teringat dengan perkataan ayahnya tadi pagi untuk tidak mengecewakan tuan karan,


Dan tanpa ayahnya ketahui bahwa tuan karan memang sudah sangat kecewa atas sikap raisa yang tak disiplin..


"Belum lagi masalah dirumah,


Sekarang malah nambah masalah disini,


Kenapa sih masalah terus masalah terus yang datang"


Ucap raisa geram sambil memukul pelan setir mobilnya..


Setelah memperbaiki sedikit penampilannya,,


Tanpa memikirkan apa apa lagi raisa langsung keluar dari mobil dan menuju kedalam..


Tak ada senyuman yang dilayangkan diwajahnya hari ini yang ada hanyalah rasa geram yang tak tersalurkan..


Pandangan sedikit terkejut dilontarkan semua pegawai disana menatap raisa,


Yah, mungkin karna ketidakhadirannya beberapa hari ini membuat mereka berfikir bahwa raisa taklagi bekerja disini..


"Bodo Amat"


Pikir raisa.


Toh lagian kalo dikeluarkan ia masih bisa kembali kekantor papanya sendiri.


Ia terus melangkahkan kakinya dan memasuki lift dengan tetap tenang dan santai..


Hingga saat ia sampai dilantai tempatnya bekerja beserta tuannya,Entah mengapa rasa percaya diri raisa berubah menjadi kecemasan..


Langkah kakinya tak lagi segagah barusan..


Gemetaran mulai dirasakan dijemarinya yang sangat dingin, ia bisa merasakan bahwa tubuhnya serasa sejuk tetapi mengapa keringatnya jatuh bercucuran..


Dengan memejamkan kedua mata sambil berdoa semoga semuanya baik baik saja..


Ia mencoba membuka pelan pintu ruangan tersebut dengan sedikit mengintip..


Menyadari jika karan sudah tau akan kedatangannya,,


Raisa yang masih berdiri dipintu menundukkan pelan pandangannya sambil berkata


"Ap apaa ehhm apa saya boleh masuk? "


"Tu tuann! ""


Sambung raisa merasa bersalah.


Dengan tajam karan menatap raisa yang masih berdiri dipintu..


Entah mengapa ia sangat merasa kesal kepada wanita ini..


Memang tidak ada yang menjadi hambatan dalam pekerjaan kantornya atas ketidakhadiran raisa selama beberapa hari..


Hanya saja yang membuat karan kesal adalah karna raisa meliburkan dirinya dari perusahaan karan tanpa permisi..


"Sudah lama aku menunggu kedatanganmu dan hari ini aku tidak akan melepaskanmu"


Ucap karan licik didalam hati..

__ADS_1


Dengan kasar karan membuang sebuah dokumen yang sedang dipelajarinya dimeja, ia bangkit dari duduknya pelan dan dengan langkah perlahan ia berjalan menuju raisa..


Sorotan tatapan tajam karan membuat raisa gemetar dan semakin takut..


Karan semakin mendekati dirinya semakin dekat dan semakin dekat..


Dengan lemah raisa juga memundurkan dirinya kebelakang hingga ia berdiri tepat disebuah lorong yang sangat sunyi dan takberpenghuni..


Mungkin karan akan bisa melakukan apapun kepada dirinya tanpa seorangpun mengetahui..


Ditatapnya pintu lift yang jauh disana seraya berfikir


"Apa aku lari dan kembali kekantor papa saja"


Saat hendak pergi berlari tanpa disadari raisa bahwa karan saat ini sudah benar benar dihadapannya..


Raisa bahkan bisa merasakan aroma nafas yang dikeluarkan karan didepannya.


Bagaimana mungkin ia masih bisa berlari,,


Sudah pasti karan akan mencekal tangannya..


"Ma.. Maafkan saya tuan! "


Ucap raisa menunduk.


Dilingkarkan tangan kiri karan didinding untuk memagar tubuh raisa..


Sedangkan tangan kananya pelan menyentuh poni rambut raisa dan menyingkirkan dari keningnya.


Ada rasa bahagia terselip dihati karan karna hari ini dengan leluasa dia bisa menatap wajah raisa,,


Namun lagi lagi ia terbuyarkan dengan dendam dan dendam..


Raisa semakin bingung dan tak mengerti ada apa dengan tuannya sekarang.


Tadi sorotan matanya tajam dan sekarang berubah menjadi sendu.


Raisa bisa melihat bahwa karan seperti merindukan seseorang hingga senyum kecil ia kembangkan tepat saat menatap wajah raisa..


Pikir raisa bingung.


Tanpa membantah, raisa hanya diam saja atas perlakuan yang dilayangkan karan untuknya..


Asal tidak menyakiti, raisa berfikir bahwa perbuatan ini aman aman saja untuk dirinya..


Dan ini membuat karan semakin memberanikan dirinya menyentuh pipi kiri raisa..


Barulah raisa merasakan rasa gemetar dan rasa kecemasan..


Ia tidakbisa menerima perlakuan demikian karna ia tau rasa cinta bisa hadir kapan dan untuk siapa saja..


"Tuan maafkan saya! "


Bantah raisa lembut dengan sedikit menolak dada karan untuk mundur kebelakang..


Tatapan tajam karan semakin membulat sempurna menatap raisa..


Dan hal ini membuat raisa semakin gugup dan cemas..


"Sial..


Kenapa wanita ini bisa menolak kuperlakukan begini..


Semua wanita juga pasti akan senang kuperlakukan begini,,


Tapi dia???


Dasar wanita gila"


Bentak karan didalam hati..


"Ini orang maunya apa sih..


Dari tadi gajelas banget kelakuannya..


Emhh gimana ya..

__ADS_1


Ahh, mending aku pura² pingsan aja biar dia tau rasak"


Ucap raisa licik didalam hati..


Saat karan hendak memberikan tatapan cintanya kepada raisa agar wanita ini bisa tergila gila kepada dirinya,,


Dalam hitungan detik saja ternyata raisa sudah ambruukk jatuh kelantai dan ini membuat karan setengah panik..


"Raisaa..


Heii raisaaa banggunn"


Ucap karan menepuk kecil pipinya..


"Gilaa..


Dikasi tatapan cinta aja bisa pingsan gini,,


Gimana kalo dinikahin ini wanita,,


Bisa tewas ditempat kali ya"


Gumam karan bingung..


Tanpa menunggu lama karanpun mengangkat tubuh raisa dan membaringkannya disofa ruangan karan.


"Ternyata kalo lagi tidur kamu itu semakin cantik ya"


Ucap karan didalam hati sambil tersenyum..


Karan mencoba menepiskan semua tentang wanita ini didalam fikirannya..


Ia mengambil tissue dan mengelap wajahnya yang dipenuhi dengan keringat, Dan berjalan mengarah menuju meja kerjanya kembali..


Raisa yang semakin bodoh karna ulahnya sendiri harus menanggung diamnya paling tidak sampai setengah jam.


Ia tak boleh membuka mata,


Tak boleh bergerak lalu bagaimana dengan roknya yang tersingkap.


Sedetik saja karan sesekali mengontrol diri raisa yang terlentang diatas sofa..


Lalu bagaimana dia bisa bergerak..


"Sial rupanya aku salah cara!! "


Bentak raisa didalam hati.


Sebenarnya karan tahu bahwa raisa berpura pura pingsan untuk menghindarkan diri dari serangan dirinya tadi.


Namun semakin raisa bertingkah sok pintar,


Maka karan pun juga akan menunjukkan bahwa dirinya ternyata lebih pintar..


Ia sengaja menyingkap sedikit rok raisa keatas saat dalam gendongannya tadi supaya raisa merasa tidak tenang dalam pingsannya yang pura²..


"Dasar wanita!! "


Gumam karan tersenyum renyah didalam hati.


.


.


.


.


.


.


Hallow Gais 😁😆


Terus lanjut di next episode yaah 😘


Jangan lupa like dan komentar. 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2