
Sesampai Icha disekolah..
Tak jauh dari tempatnya memarkirkan mobil,
ia melihat Arviin juga baru saja tiba menggunakan mobil pribadinya..
Tanpa menunggu lama,
Icha langsung turun dari mobilnya dan berjalan mengarah mobil arvin dengan gaya elegannya..
Sepanjang langkahan,
ia mengingat betul rencana apa yang akan dilakukannya sekarang setelah semalam panjang ia memikirkannya..
"Hai!!! "
Sapa icha tersenyum ramah tepat saat arvin baru saja keluar dari mobilnya..
Mendapati sapaan dari wanita yang dianggapnya pembawa sial..
Mulanya Arvin menaruh curiga dengan sapaan wanita ini..
Namun arvin hafal betul jika wanita dihadapannya ini hanyalah seorang gadis yang polos.
"Yaa.
Hai juga!! "
Jawab arvin tersenyum sambil menjabat tangan.
Arvin menatap dalam dalam wanita ini dengan senyum riangnya..
"Cantik! "
Gumam arvin didalam hati..
"Ehh,, ohiaa..
Kamu masih ingat sama akukan? ".
Tanya icha sok berbasa basi..
Arvin mengkernyitkan dahinya serta memasang tampang imutnya..
"Ehhmm...
"Siapa emangnya??
Aku ga ingat!! "
Balas arvin pura" bingung..
"Lhoo..
Masa lupa sih.."
Rengek icha sok manja..
"Ohiaa..
Aku uda telat ni,,.
Pamit masuk kelas ya! "
Imbuh arvin sambil memperhatikan jam di pergelangan tangannya.
Arvin pun berjalan pelan menuju kelasnya dengan tak menghiraukan ucapan icha..
"Kok gitu sih..
Kamu beneran lupa! "
Ucap icha memelas sambil mengikuti langkahan kaki arvin yang menuju berjalan kekelasnya..
"Aku ga lupa kok..
Aku masih ingat..
Bahkan sangat mengingat!! "
Jawab arvin cuek sambil terus berjalan.
"Yauda,,
Aku mau minta maaf atas kejadian kemaren..
Kamu mau nggak maafin aku!! "
Ucap icha sambil berlari² kecil mengikuti jejak arvin..
Kalau bukan karna rencana balas dendamnya,,.
Icha juga mati matian gabakalan mau begini..
"Nih cowok so Cool banget sih! "
Gumam icha kesal didalam hati.
Mendengar permintaan maaf icha..
Arviin berhenti dari jalannya..
Ia menatap serius wanita yang sedang berlari kecil disampingnya sekarang dan ia memikirkan berlipat kali tentang apakah wanita ini memiliki rencana lain dibalik baiknya sekarang..
"Kenapa menatapku begitu?
Apa aku berkata salah? "
Ucap icha polos saat mengetahui jika arvin mulai menaruh curiga kepadanya..
"Ehmm..
Aku fikir Sepertinya kau mempunyai niat lain dibalik baikmu sekarang! "
Ucap arvin to the point..
Mulanya icha nampak kebingungan.
Namun ia tetap tak ingin kehabisan akal..
"Niat buruk apa maksudmu?
Apa kau pikir aku mau merendahkan harga diriku sekarang ini dengan mengejar" mu begini hanya untuk sebuah niat buruk..
Kau ini payah sekali..
Jika memang tak ingin kau maafkan tak masalah juga..
Karna aku hanya ingin meminta maaf,,
Sudah,,
Itu saja!!! "
Kata icha berpura pura kesal dan melangkah pergi..
"Baiklah baiklah..
Aku memaafkanmu!! "
Sambung arvin segera saat menyadari wanita ini hendak pergi..
Icha menghentikan kakinya sebelum akhirnya membalikkan badannya..
"Dasar pria sombong.
Memangnya apa kesalahanku hingga kau memaafkan ..
Dalam kasus kemarin juga sepenuhnya kau yang salah ! "
Gumam icha heran didalam hati..
Walaupun harus kehilangan harga dirinya,
itu tak menjadi masalah sekarang.
Yang terpenting rencananya harus berjalan lancar sampai tuntas..
"Jadi kau memaafkan ku sekarang? ".
Tanya icha tersenyum ringan..
"Yaah..!! "
Ucap arvin membalas senyum.
"Baiklah..
Sebagai ucapan trimakasihnya kau harus dinner denganku nanti malam!! "
Ucap icha menyeringaii..
Arvin tertawa lepas mendengar ucapan icha..
Sepertinya berteman dengan wanita ini juga tidak membosankan bagi seorang arvinn..
"Jika hanya dinner saja..
Jangankan semalam,,
Setiap malam pun saya sudah sangat siap tuan putri!! "
Imbuh arviinn tertawa riang..
_____________
Hampir 40 menit raisa tak bergerak dan masih dalam keadaan yang tetap sedari tadi,
membuat tubuhnya kaku dan pegal yang takbisa dibendungkan lagi..
Ia pun mencoba membuka matanya pelan dan bisa ia pastikan bahwa karan tengah sibuk dengan komputernya sekarang..
Mulanya raisa ingin mengubah posisi tidurnya tanpa sepengetahuan karan namun ternyata tubuhnya berkata lain..
"Aduuhh!! "
Ucap raisa menahan nyeri saat hendak membalikkan tubuhnya..
"Kenapa??
Kau sudah bangun? "
Ucap karan sedikit terkejut serta berjalan segera menuju raisa..
"Ohh tidak.
Seluruh badanku pegel dan nyerii sekali!! "
Ucap raisa lemah..
Karan hanya tersenyum usil melihat raisa..
"Lalu bagian mana yang sakit? "
Tanya karan tibatiba sambil menyentuh kaki raisa.
"Awww..
Jangan sentuh kakiku tuan,,
Kumohon jangan sentuh kakiku!! "
Ucap raisa memelas menahan nyeri..
"Kenapa kau melarangku menyentuh kakimu?
Bukankah tadi kau bilang seluruh badanmu pegal?? "
Ucap karan sambil meremas keras kaki raisa kembali hingga membuat raisa menahan sakit dan menutup wajahnya..
Melihat tingkah raisa membuat karan semakin bersemangat untuk mengerjainya.
Ia terus meremas kecil kaki raisa hingga sesekali membuatnya merasakan geli..
"Tuan jangan menyentuh kakiku!! "
Teriak raisa sambil melemparkan bantal kecil kearah wajah karan..
"Sepertinya tuan sangat senang mengerjaiku!! "
Ucap raisa dan memukul mukul kecil wajah karan dengan bantal hingga membuat karan kewalahan dalam menepis..
"Cukup cukup maafkan aku..
Maafkan aku!! "
Ucap karan tertawa riang dengan melindungi kepalanya dari serangan raisa..
"Apa kau fikir aku mau memaafkanmu!! "
Teriak raisa sambil terus memukulinya..
Akhirnya raisa pun merasa kewalahan dan menghentikan serangannya..
Keduanya terkulai lemas dengan nafas yang terengah engah..
"Semua ini salah kau ..
Tau? "
Ucap karan setengah kuat..
"Jangan hanya menyalahkanku.
Kau sendiri juga salah.. "
Balas raisa takmau kalah..
"Hufttt..! "
Bangkit karan dengan memperbaiki penampilannya.
"Kau tau apa kesalahanmu.. "
Ucap karan tegas..
"Kesalahan pertama,.
Kau libur tanpa izin dan permisi dariku..
Dan kesalahan yang kedua,
Kau baru saja berpura pura pingsan didepanku!! "
Imbuh karan santai sambil berjalan menuju kursi kerjanya.
"What's??
Darimana tuan tau??? "
Sahut raisa kaget setengah mati saat ia sadar bahwa karan mengetahui jika tadi ia berpura pura pingsan..
"Ehmm.
Maksud..
Maksud saya,,.
__ADS_1
Apa maksud tuan mengatakan saya berpura pura pingsan tadi? "
Elak raisa bingung harus mengatakan apaa..
"Sudah..
Kau akui saja!! "
Imbuh karan santai sambil memperhatikan dokumen ditangannya..
Kini raisa kehabisan cara..
Ia tak tau harus mengatakan apa lagi..
Ia memejamkan matanya kuat kuat mengingat kebodohan yang sudah ia lakukan sendiri..
"Duduklah disini! "
Ucap karan serius saat menyadari bahwa raisa mulai tak nyaman dengan posisinya saat ini..
Dengan langkahan kecil raisa berjalan menuju meja karan,
Dan menempati kursi kosong tepat dihadapan karan sekarang.
"Lalu,,..
Apa jawabanmu?? "
Tanya karan serius..
"Jawaban,,
Jawaban apa?? "
Jawab raisa bingung dan mengingat²..
"Kau ini payah sekali..
Jadi apa alasanmu?
Kenapa kau sampai tidak masuk selama 4 hari? ".
Jelas karan dengan terus memperhatikan raisa..
"Ohh itu..
Ehhmm.. Itu
Anuu. N!! "
Jawab raisa tak jelas..
"Katakan yang sebenarnya terjadi!! "
Desak karan saat ia melihat raisa kebingungan dalam menjawab..
"4 hari ini sya kurang enak badan tuan,,.
Yahh,, saya sakit! "
Kata raisa tersenyum kecil..
"Benarkah? "
Tanya karan menyelidiki..
"Benar tuan..
Sungguuh,,. Saya sakit!! "
Imbuh raisa meyakinkan..
"Maksud saya Sakit hati!! "
Gumam raisa kesal didalam hatii..
"Baiklah..
Saya tau persis kalo kamu sedang berbohong sekarang..
Tak masalah..
Jika memang kau tak ingin menceritakan, itu takkan menjadi masalah bagiku..
Karna apapun alasanmu,
kau tetap akan mendapatkan hukuman dariku!! "
Imbuh karan menekankan hingga membuat raisa tesendat saat mendengar ucapan karan..
"Hu,, hukuman apa itu?! "
Tanya raisa hati hati..
"Kau harus dinner denganku nanti malam! "
Ucap karan menatap intens..
"Apa???
Dinner??
Hukuman macam apa itu?? "
Bantah raisa segera.
"Tak masalah Jika kau takmau,
Maka hari ini hari terakhir kau bekerja disini,
Dan saat ini juga kau sudah boleh pergi mengangkat kaki!! "
Imbuh karan cuek tanpa menatap raisa..
"Whats..
Dinner..
Yang benar saja tuann... 😣
****** ****** ******..
Kalo aku keluar sekarang,,
Artinya aku kembali kekantor papa.
Trus gimana kalo nanti aku dimarahin papa..
Gimana kalo sekeluarga mengatakan aku ini ga becus..
Gimana aku mau sukses coba kalo aku terus terusan kerja dikantor papaa.
Tapi dinner??
Dinner itu sungguh sangat tak pantas untukku..
Apalagi sampai dinner dengan seorang karan...
Gimana aku bisa keluar malam coba?.
Dan gimana juga kalo nanti aku pulangnya kemaleman..
Yaa Ammpuun Tuhan aku harus bagaimana?? "
Teriak batin raisa..
Tanpa memikirkan apapun lagi raisa langsung menjawab
"Hmm..
Baiklah..
Jawab raisa lemah..
"Bagus!! ".
Respon karan cepat..
Dihatinya ia berteriak kemenangan karna raisa tidak memilih untuk meninggalkan kantornya.
Mulai detik ini kebencian raisa terhadap orangkaya semakin meningkat..
Dimana mana orang kaya selalu bersikap begitu,
Seenak dan semaunya saja..
**********
Jam Kembalipun tiba..
Mengingat Dinnernya malam ini membuat pikiran raisa tak tenang dan tak bisa konsentrasi..
Ia berfikir keras tentang alasan apa yang harus ia katakan pada ayahnya nanti saat meminta izin keluar..
Tidak mungkin ia mengaku tentang masalah pekerjaan sebab raisa yakin,
bahwa ayahnya tau betul jika pekerjaan raisa dikantornya karan tidak selarut itu..
Apalagi jika sampai karan datang menjemputnya..
Pasti keluarganya akan menghina dirinya habis habissan..
Sambil merapikan meja kerjanya,
raisa memikirkan seribu cara agar ia bisa melewati hukumannya ini dengan berhasil menghindari hinaan dari keluarganya dan juga tak ingin mengecewakan tuan karan..
Dua duanya harus berhasil ia lakukan apapun caranya (pikir raisa)
Karan yang sudah sedari tadi tiba dirumah sangat tak sabar untuk menjalani dinnernya..
Padahal raisa bukan kekasihnya,
Tapi entah mengapa sepanjang hari ini,
senyuman merekah terus hadir dari bibir karan mengingat hukuman yang diberikannya untuk raisa nanti malam..
"Hmm..
Nanti dia pasti cantik skali"
Hayal karan tak karuan..
Raisa yang masih bingung dengan tujuannya sekarang terus menerka nerka,
Sambil berjalan keluar kantor karan, raisa terus berbicara kecil dengan dirinya sendiri
"Pulang, atau tidak pulang saja..
Pulang, atau tidak pulang saja ,, "
hitung raisa menggunakan jemarinya..
Pasalnya jika ia pulang,
bagaimana dia bisa keluar lagi nantinya sedangkan kakeknya pasti akan mengocehi dirinya ..
Raisa yakin bahwa keluarganya pasti akan mengatai dirinya seorang ****** jika ia nekat keluar..
Dan sebenarnya sebutan ****** itu sangat sakit sekali rasanya walaupun raisa berusaha tetap tegar saah sebelumnya..
Dan jika dia tidak pulang..
Harus kemana?
Sedangkan jam baru menunjukkan pukul 17.09.
Berdiam diri dikantor karan bukanlah sebuah ide yang tepat..
"Kenapa sih harus ini hukumannya!! "
Rengek raisa kesal dan menggertakkan kaki didalam mobilnya..
**Bipp..
1 message.
Mengetahui 1 pesan masuk raisa langsung membuka Pesannya.
Walaupun ia akan sangat muak jika pengirim pesannya ternyata adalah karan..
Ririn :
Saa..
Kamu dimana?
Kok lama banget gada kabarnya..?
Aku rindu tauk..
Uda mulai sombong nih ya..
Raisa tersenyum pulas mendapati pesan dari sahabatnya..
Hampir seharian penuh ia memikirkan kemana ia harus pergi dan alangkah bodonya ia sampai lupa dengan sahabatnya sendiri..
"Bodoh bodoh bodoh?! "
Ucap raisa geram memukuli kepalanya kecil.
Ia takpercaya bagaimana bisa ia melupakan sahabatnya ririn..
Tanpa menunggu lama raisa akhirnya menghubungi ayahnya.
Ia hanya ingin mengatakan kepada karman bahwa ia tak akan pulang kerumah malam ini sebab ia akan menginap di kontrakannya ririn..
Mendengar nama ririn karman setuju setuju saja sebab ia hafal betul bahwa ririn adalah wanita yang baik dan bahkan sudah lama menjadi sahabatnya raisa..
_______
Setelah berenang sejenak ,
untuk sekedar melepaskan tubuhnya dari rasa penat,
Akhirnya icha bangkit dari kolam renang dan mengambil handuk kecilnya..
Sesudah mengganti pakaian renang dengan jubah mandinya, icha pun mengayunkan kakinya guna menuju kamarnya..
"Itss..
Tunggu dulu!!! "
Cegah karan tiba tiba saat menyadari adiknya hendak lewat dari kamarnya..
"Kenapa?? "
Jawab icha bingung..
"Coba deh, masuk sebentar aja!! "
Sahut karan dengan mendorong kecil bahu icha agar mau masuk kekamarnya..
Sesampai dikamar karan.
"Ada apa? "
Tanya icha cuek..
__ADS_1
"Ehmm..
Ini..
Sebenarnya!! "
Jawab karan ngawur sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal..
"Apaan sih? "
Bantah icha kesal..
"Uda gausah ngambek² sekali ini aja bisa nggak sih.."
Sahut karan bete..
"Hiyaa hiyaa..
Orang nggak ngambek kok! "
Jelas icha tertawa..
"Ehm..
Tolong dong..
Pilihin baju buat kak karan nanti malam! "
Ucap karan tiba tiba..
"Baju??? "
Ucap icha bingung..
"Memangnya nanti malam kaka mau kemana?.
Sampai harus dipilihkan baju? "
Tanya icha penasaran..
"Ehmm..
Nggak kemana mana sih..
Tapi nanti malam kakamu ini harus bertemu dengan seorang klien..
Yaah.., seorang klien!! "
Jawab karan mengelak dan berusaha menipu adiknya.
"Klien???
Bukankah setiap hari kaka selalu bertemu dengan klien??
Dan apa bedanya dengan klien yang nanti malam akan kaka jumpai??? "
Tanya icha semakin penasaran..
"ini bocah kepo banget sih..
Tau gini juga gausah minta bantuan dia sedari tadi"
"Uda..
Sebenarnya ada niat mau bantuin nggak sih? "
Potong karan pura pura kesal..
"Yaa makanya jelasin dulu dong mau ketemu siapa??
Baru ica bantuin "
Imbuh icha semakin melonjak..
"Emh..
Mau ketemu Cristy..
Udah bantuin aja udah,,
Yang mana?? "
Ucap karan sibuk dengan pilihan bajunya..
"Whatss..
Mau ketemu wanita itu pun kaka uda seheboh ini???
Tau gini juga icha gamau bantu..
Kalo hanya mau ketemu si Cristhy itu,
Tanpa kaka make baju juga dia tetap bakalan mau kok!!! ".
Nyindir icha kesal dan keluar dari kamar karan..
"Sialan!! "
Pekik karan bete..
_________
Tok tok tok
Tok tok tok
Setelah mengetuk pintu beberapa kali ,
tak lama kemudian muncullah si empunya kontrakan dengan ekpresi yang sedikit terkejut.
"Lho saa..
Kamu kesini! "
Kata ririn takpercaya..
"Trus..
Kamu pikir aku ini roh gentayangan yang harus kamu kagetin selebai ini! "
Balas raisa ngambek..
"Yaahh.
Bukan gitu siih..
Cuman kan kamu jarang banget kesini..
Lagian pesan aku tadi juga ga kamu balas..
Aku pikir kamu uda gaingat lagi sama aku! "
Sahut ririn datar..
"Diijinin masuk gak ni? "
Sindir raisa keras..
"Yaelah,,
dikontrakan sendiri juga pake harus dipersilahkan segala..
Kamu mau makan, mau tidur , mau loncat loncat juga silahkan,,
Gausah minta ijin!! "
Jawab ririn ketus..
"Jadi Kalo aku mau bakarin kontrakan ini juga gausah minta ijin gitu?? "
Sahut raisa tersenyum sinis..
"Sadis banget sih jadi Sahabat? "
Teriak ririn sok sedih hingga membuat raisa tertawa lepas..
"Ohiaa..
Aku nginap ya!! "
Ucap raisa datar saat hendak menaruhkan tasnya disofa kontrakan ririn..
"Serius nginap,?? "
Tanya ririn takpercaya..
"Emm..!! "
Jawab raisa cuek sambil melangkahkan kakinya menuju kulkas untuk mengambil minuman..
"Emm..
Sa,,
Kamu nggak lagi diusir kan?? "
Tanya ririn hati hati.
"Yaah untuk saat ini belum diusir sih..
Tapi akan!! "
Balas raisa cuek dan duduk disofa.
"Trus kok tumben kamu gapulang?? "
Tanya ririn menyelidiki dan ikut duduk disamping raisa..
"Aku mau dinner sama karan nanti malam! "
Jawab raisa bete
"Appaaa???
Kamu mau dinner sama karan nanti malam?? "
Teriak ririn terkejut tak percaya serta membungkam mulutnya dengan tangan..
"Udaa..
Ngomongnya gausah kenceng² bisa bengkak telinga aku tau!! "
Sahut raisa kesal sambil menutup gendang telinganya..
"Nah kan.
Uda aku bilang juga suatu saat kamu pasti bakalan kepincut sama tampannya sikaran itu..
Kamu aja yang sok sok an ngeles! "
Jelas ririn cuek..
"Ini kejadiannya nggak seperti itu ririn..
Pokoknya aku gasuka dan gak akan pernah suka sama dia..
Titik!! "
Sahut raisa menekankan..
"trus kenapa kamu mau aja diajak dinner sama dia? "
Tanya ririn penasaran..
"Yaah..
Karna ada alasannya lah..! "
Jawab raisa malas..
"Alasannya?? "
Tanya ririn cepat..
"Nahkan..
Ketahuan kepoo!! "
Jawab raisa tertawa lepas sambil menunjukkan telunjuknya mengarah wajah ririn...
"Yailah gueh kepo..
Wanita mana coba yang ga bakalan kepo sama tuan karan..! "
Balas ririn berlagak sombong dan menghayal.
"Hmm..
Gueh ga kepo tu!! "
Sahut raisa cepat..
"Maklum aja sih..
Lo kan waria"
respon ririn segera dan menahan tawa.
"Ih enak aja! "
Serang raisa takmau kalah dan langsung memukul kecil kepala ririn menggunakan bantal sofa..
"Ampunn ampuun!! "
Melas ririn sambil menutup wajah..
Namun raisa tak mengubris permintaan ririn,
ia terus memukul kepala ririn dengan menggunakan bantal sofa..
Hingga akhirnya ia kewalahan dengan nafas yang terengah engah..
Kejadian ini mengingatkan raisa kepada kejadian tadi,,
Dimana dia juga memukul kepala karan dengan bantal sofa ruangan kerjanya tanpa ampun..
"Ternyata perputaran kehidupan sedetil ini"
Lirih raisa pilu didalam hati..
"Aku mau mandi! "
Kata raisa tiba tiba dan bangkit berjalan menuju ke kamarnya ririn..
"Mandi yang bersih ya..
Jangan sampai nanti tuan karan jadi bersin² pas lagi dinner sama kamu "
Ejek ririn berteriak dengan tawa yang tertahankan..
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar nyah readers 😜
Biar authornya bisa tambah cumangattt 😝😝