Cinta Tak Mengenal Alasan

Cinta Tak Mengenal Alasan
Episode 12


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 06.43..


Artinya pagi telah datang menyapa kembali..


Akan tetapi sepertinya waktu tidur masih belum cukup untuk pria satu ini..


Yaa..


Karan Darwich yang masih setia terbungkus hangat didalam selimut tidurnya, merasa enggan untuk bangkit bangun,namun mengingat tentang pekerjaan'ya takmemungkinkan untuk ia melanjutkan tidurnya..


Setelah membersihkan diri ia pun berlangkah mendatangi kamar raisa untuk mengajaknya sarapan pagi, namun setelah beberapa kali ia membunyikan bel kamarnya,sepertinya wanita ini masih juga belum bangun dari tidurnya.


"Benar² payah!! "


Ucap karan setengah kesal.


Dengan sedikit geram karan pun mencoba menghubungi raisa agar ia bangun dan membukakan pintu kamarnya, namun setelah beberapa kali ia mencoba menghubunginya,sepertinya masih juga takada tanda bahwa raisa akan menjawab panggilannya..


"Apa dia sudah mati kedinginan didalam? "


Ucap karan bingung.


Bingung harus melakukan apa?


Akhirnya karan berniat kembali kekamarnya guna menunggu wanita ini terjaga dari tidurnya..


Namun saat ia hendak berbalik dari hadapan pintu kamar raisa, karan pun menyadari dari kejauhan bahwa wanita yang berdiam diri diteras perkarangan hotel itu adalah Raisa..


Yaa itu adalah raisa..


Tanpa menunggu lama karan pun segera datang menghampirinya.


"Kau ini kemana saja?


Kau tau?


Aku sudah menunggu didepan kamarmu selama 1 jam.


kakiku pegal pegal sekarang dan kau harus bertanggungjawab untuk itu! "


Omel karan tibatiba.


Raisa sedikit terkejut dengan kehadiran karan yang tibatiba muncul..


Akhirnya ia pun memutar bola matanya malas karna manusia inilah yang saat ini paling tidak ingin dia hadapi..


"Maafkan aku tuan..


tapi apa aku harus melapor kepadamu kalo aku sudah bangun, ingin jalanjalan, Ingin sarapan..


Atau ingin kemana pun itu apa aku juga harus memberitahukanmu? "


Nyinyir raisa malas..


"Apa kau fikir aku ini seorang pria yang tidak bertanggungjawab?


Bagaimana kalo seandainya kau diculik,?


Apa yang harus kukatakan kepada orangtuamu?


Mengatakan bahwa para preman disini telah berhasil menculikmu dariku? "


Bantah karan takterima..


Raisa hanya tersenyum sinis mendengar ucapan karan..


"Memangnya siapa yang akan menculikku..


Toh keluarga ku sendiri saja tidak menginginkan kehadiranku".


Jawab raisa lemah..


"Apa?? "


Jawab karan terkejut..


"Lupakan! "


Balas raisa santai..


Karan kini semakin bingung mendengar pembicaraan wanita dihadapannya .


Memang sepertinya benar , bahwa manusia akan berbicara ngawur kalau sarapan paginya masih belum tertuntaskan..


Tanpa berfikir panjang..


Karan pun menarik pergelangan tangan raisa dan menuju kesebuah restoran untuk mengisi perutnya yang sedari tadi mengusik kenyamanannya..


_____


Hampir 24 jam tuan takur berfikir keras tentang siapa yang bernama karan..


Namun sepertinya ia benar² lupa dan sama sekali tidak mengingatnya..


Alhasil..


Ia pun mencoba menemui karman diruang kerjanya guna untuk menyelidiki siapa pria yang bernama karan..


Tokk tokk tokk..


"Apa papa boleh masuk? ".


Tanya tuan takur.


"Masuklah! "


Jawab karman datar..


"Apa yang sedang kau kerjakan? "


Tanya tuan takur berbasa basi..


"Aku hanya sedang memperbarui prosedur proyekku yang disini"


Jawab karman seadanya..


Tuan takur pun menduduki sebuah sofa lembut yang tersedia didalam ruangan kerja karman..


"Aku tidak melihat putrimu pagi ini?


Apa dia baik² saja? "


Tanya tuan takur berpura²..


Mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut papanya mendadak karman mengkernyitkan dahinya dan menatap dalam kedua mata papanya..


Baru kali ini ia mendengar papanya menanyakan tentang keadaan putrinya..

__ADS_1


Apa saat ini ia sedang berusaha memainkan dramanya?


"Apa aku tidak salah dengar??


Sejak kapan kau mulai mengawasinya?


Atau lebih tepatnya sejak kapan kau mulai mengkhawatirkannya?? "


Seringai karman takpercaya..


"Kau ini terlalu berlebihan skali..


Papa hanya menanyakan keberadaan nya sekarang..


Jangan sampai ia berbuat hal yang bisa membuat keluarga takur menjadi malu akibat kelakuannya"


Sindir tuan takur..


"Itu tidak akan terjadi pa! "


Balas karman cuek dan melanjutkan kegiatannya..


_____


"ini adalah proyek baru kita disini! "


Ucap karan..


"Hmm..


Jadi pembangunan ini atas dasar ide tuan sendiri"


Tanya raisa polos.


"Lalu siapa lagi "


Balas karan cepat..


Raisa memutar kedua bola matanya malas karna telah memberikan pertanyaan bodoh..


"Aku hanya ingin..


Kamu menandatangani surat perjanjian ini! "


Titah karan kembali..


"Surat perjanjian??


Surat perjanjian apa? "


Tanya raisa bingung..


"Surat perjanjian bahwa kau akan selalu bekerja untukku,tidak akan mengkhianatiku,dan akan selalu menuruti perintahku"


Jelas karan datar..


"Apa harus sedetil ini bekerja padamu tuan karan ? "


Tanya raisa polos..


"Tentu saja Raisa Casandra..


Aku ini sudah memperkerjakan manusia puluhan tahun,dan aku selalu membuat surat perjanjian kerja! "


Jelas karan.


Bantah raisa takmau kalah..


Karan hanya tersenyum sinis mendengar ucapan raisa..


Hingga akhirnya ia tertawa lepas..


Melihat karan tertawa..


Raisa menjadi semakin bingung dengan apa yang terjadi pada pria dihadapannya ini..


"Apa ada yang lucu?? "


Tanya raisa hatihati.


"Sudah sebaiknya tanda tangan saja..


Aku tidak ingin membuang waktu hanya untuk sesuatu yang tidak bermanfaat! "


Jawab karan lepas..


"Dasar pria sombong! "


Balas raisa geram dan lalu menandatangani surat perjanjian tsb..


Karan tersenyum puas saat mendapati raisa menandatangi surat perjanjian tersebut, surat itu sengaja dion usulkan kepada karan agar karan bisa leluasa mengendalikan raisa. Sayangnya raisa jengah, dia tidak menyadari bahwa terdapat banyak perjanjian didalam isi surat tersebut dan salahsatunya adalah raisa hanya boleh menikah dengan karan.


Raisa mengembalikan surat itu kepada karan dengan santai, dan tak sedikitpun ia curiga.


"Oke..


Pekerjaan kita sudah selesai, proyek ini baru dimulai dan kita akan kembali lagi saat semuanya selesai"


Ucap karan seksama.


"Lalu apa sekarang kita akan pulang? "


Tanya raisa tergurat sedih.


"Lalu? "


Jawab karan heran.


"Apakau tidak butuh sedikit jalan jalan! "


Tanya raisa hati hati.


"Ide yang bagus! "


Sahut karan segera hingga membuat raisa sedikit bahagia.


Keduanya pun kembali menelusuri jalan untuk menikmati indahnya alam disini, gedung gedung tinggi membuat raisa berdecak kagum karna ia tak pernah melihat pemandangan sebagus ini,


Sesekali mereka menulusuri negeri ini dengan mobil, sesekali berjalan kaki sambil merasakan lembutnya ******* escriem, hal ini cukup membuat raisa bahagia dan bahkan sangat berbahagia.


Setelah pekerjaannya selesai..


Akhirnya petang ini karan dan raisa kembali.


Meskipun sehari saja tapi ia menemukan kenyamanan tinggal disini..raisa berharap,semoga suatu saat ia bisa kembali kesini..


Sesudah membereskan semua barangnya..

__ADS_1


Raisa keluar untuk menemui tuannya yang sudah sedari tadi menunggunya..


"Apa kau sudah siap? "


Tanya karan memastikan..


"Seperti yang tuan lihat! "


Jawab raisa santai..


"Baiklah..


Kita pulang! "


Ucap karan..


Keduanya pun mengikuti para pelayan yang dengan setia membawa barang nya menuju bandara, namun sepertinya ada sesuatu yang mengganjal dibenak raisa..Seperti ada yang ketinggalan.


Tapi apa??.


"Oh ya ampun..


Tuan berangkatlah terlebih dahulu..


Ada sesuatu yang aku tinggalkan!! "


Ucap raisa tibatiba dan langsung berlari kembali.


Karan bingung dengan wanita ini..


Apa yang ia tinggalkan sampai ia harus kembali untuk mengambilnya..


Pikir karan..


Setelah menunggu selama 20 menit Akhirnya dari kejauhan karan bisa melihat bahwa wanita aneh itu telah kembali, tapi yang membingungkan karan adalah, raisa kembali hanya untuk mengambil setangkai bunga mawar yang dibelikan oleh dirinya kemarin.


"Whatss??


Hanya untuk bunga ini kamu kembali?? "


Tanya karan takpercaya..


"Memangnya kenapa?


Apa ada yang salah?


Tuan pasti tidak tau bahwa aku telah jatuh hati kepada mawar ini! "


Jawab raisa tersenyum..


"Kau boleh mencintai bunga buruk ini.


Tapi jangan sampai kau mencintai sipembeli bunga ini"


Bantah karan segera.


"Mana mungkin aku mencintai pria sepertimu?


Diberi gratis saja aku tak sudi! "


Jawab raisa meledek dan berjalan pergi..


"Apa kau fikir aku ini sampah!! "


Teriak karan kesal namun tak digubris oleh raisa...


______


Selesai sudah perjalanan melelahkan keparis..


Dan akhirnya malam ini raisa kembali harus menghadapi keluarganya lagi.


Sebuah mobil asing masuk keperkarangan istana takur, Itu artinya seseorang tamu datang berkunjung atau anggota keluarga baru saja pulang, Dengan tergesa Elif berjalan mendekati jendela kamarnya untuk memastikan siapa yang datang ?


"Ternyata wanita gila itu yang kembali! "


Ucap Elif kesal setelah melihat bahwa raisa telah kembali..


Tanpa menunggu lama..


Ia pun segera turun untuk menyambut kepulangan anak tirinya itu..


"Akhirnya kau pulang juga ******! "


Kami sangat merindukanmu disini! "


Ejek elif tanpa basa basi.


"Aku sedang takbutuh sambutan dari siapapun! "


Jawab raisa menepis..


"Ohh yaa yaa yaa..


Aku faham..


Kau pasti sangat cape sekali!! "


Tambah elif menyindir..


Karna tak ingin memperpanjang,


Akhirnya Raisa pun berlangkah masuk menuju kamarnya dan meninggalkan ibu tirinya sendiri..


Setelah membersihkan diri , ingin rasanya ia tidur dengan tenang untuk mengembalikan rasa penat disekujur tubuhnya..


Dan juga agar ia bisa tetap bersemangat untuk menyambut hadirnya pagi.


.


.


.


.


.


Perjanjian menikah?


Dan apakah raisa akan setuju?? 😋🤔


Ikuti terus yah kisahnya di next episod. 😚🤗


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like and Comentarnyahhh tayang 😁😍


__ADS_2