
Kriing Kriing Kriing.
Suara alarm Berbunyi, Raisa mengeliat kesana kemari sebagai permulaan jika ia sudah mendengarnya, meskipun amat mengganggu tidurnya namun hal seperti ini sudah biasa terjadi bagi raisa,tak lama setelah itu ia pun duduk diranjang, ia melepaskan semua penatnya dengan nikmat
"Huuhhh"
Jerit raisa dengan mensenamkan tubuhnya.
Beberapa saat kemudian ia baru sadar bahwa ririn taklagi disampingnya, ini artinya ia sudah bangun,
"Baguslah! "
Pikir raisa, ia tak perlu bersusah payah untuk membangunkannya.
Raisa bangkit dari ranjangnya, ia berjalan mengambil handuk dengan rasa malas dan menuju kekamar mandi, baru saja ia sampai dipintu kamar mandi namun suara klakson mobil diluar berbunyi hingga memekik telinganya, siapa yang mengganggunya pagi pagi begini, dengan dilanda rasa penasaran raisa langsung menuju keluar dan membatalkan niatnya untuk kekamar mandi terlebih dahulu.
Sesampai diluar
Tiiit tiit tiitt.
"Ya ammpunn kaamu ngapain sih rin,! "
Teriak raisa kesal dengan menutup telinganya
"Kamu itu kelamaan deh..
Aku uda nunggu satu jam tau? "
Decak ririn kesal.
"Nunggu satu jam.
Emang kita mau kemana coba?
Jangan ngaco deh rin,ini baru pukul 6 lewat 10 juga!! "
Balas raisa bete.
"Oh my good, kamu itu masih belum paham juga yaa ternyata..
Hari adalah hari pertama aku bekerja dikantor tuan karan, dan aku ga mau kecewain kesempatan emas ini dengan alasan aku telat datang! Titik"
Jelas ririn menekan.
"Serah deh,
__ADS_1
Lagian heboh banget sih, baru juga tingkat sikaran, ! "
Bantah raisa menyindir.
"Gitu gitu juga idola gue kali,
Awas aja kalo lo kepincut!
Nggak gue restuin lo "
Balas ririn mengejek kecil.
"Bodo amat! "
Balas raisa acuh.
"Yaudah,
Gimana kalo kita adu rebutin hati tuan karan aja, gimana? Lo setuju nggak? "
Tawar ririn menyeringai..
"OGAH!!! "
Balas raisa menekan.
Unfaedah banget tau nggak"
Sambung raisa kesal dan melangkah masuk kedalam untuk menlanjutkan mandinya yang tadi sempat tertunda.
"Bukan karna ogah sih,.
Tapi lo jujur aja kalo emang tuan karannya sebenarnya gamau sama elo"
Teriak ririn asal.
Raisa yang mendengar teriakan ririn hanya tertawa kecil saja, lagian memang kenyataanya begitu kan? Pikir raisa sejenak.
Setelah bersiap siap, raisa akhirnya kembali keluar, ia berniat untuk sarapan pagi terlebih dahulu namun ririn memaksanya untuk segera berangkat.
"Aduh rin kamu kesambet setan apa sih semalam, ini itu masi pagi tau nggak,?Lagian tuan karan juga belum datang jam segini! "
Jelas raisa setengah kesal
Tanpa mendengarkan keluhan raisa, ririn tetap menarik pergelangan tangan raisa dan memasukkannya kedalam mobil.
__ADS_1
"Udah, duduk yang cantik disini! Oke "
Kata ririn dan tersenyum sumringah.
Raisa memanyunkan bibirnya, ia sebenarnya lapar, tapi sepertinya sahabatnya ini lebih lapar dibandingkan dirinya,
"Terlalu lapar untuk segera bertemu dengan tuan karan! "
Pikir raisa heran.
Akhirnya raisa mengikut saja, untuk membantah sepertinya juga akan percuma.
Merekapun berangkat, sepanjang jalan raisa bermuka masam,lantaran masih merasa kesal kepada sahabatnya yang tak memberikan waktu untuknya makan, namun ririn tak menyadari akan hal itu.
"Ehmm,,
Sa, mending mulai sekarang kamu tinggal sama aku aja, gimana? "
Tanya ririn memecahkan kesunyian.
"Apa?
Tinggal bersama?.
Bisa mati kelaparan dong akunya lama lama, "
Bantah raisa cepat..
"Nggak lagii..
Ini ituh cuman sehari aja kok berlakunya,
Besok nggak lagi,, suer dehh!! "
Jawab ririn cengengesan.
"Gabisa dong,
Kamu taukan keluarga aku itu gimana.
Tapi intinya, aku bakalan sering sering nginap kok,. Apalagi sekarang kita satu tempat kerja!! "
Jawab raisa tersenyum.
"Oke deh!! "
__ADS_1
Jawab ririn bahagia.