Cinta Tak Mengenal Alasan

Cinta Tak Mengenal Alasan
Episode 8


__ADS_3

Hampir 10 menit raisa berdiri mematung dihadapan karan,namun sampai saat ini karan masih juga belum menatap raisa meskipun ia sadar bahwa raisa sudah sedari tadi berdiri dihadapannya.Matanya terus fokus memeriksa berkas dokumen yang sedang dipegangnya..


Seolah olah sedang menyibukkan dirinya,, nyatanya karan hanya ingin memperlihatkan pada wanita ini bahwa dirinya sangat giat dalam bekerja..


Entah mengapa tapi karan sedikit merasa kaku saat berhadapan dengan wanita ini dan rasa kaku ini takpernah terjadi dengan wanita lain diseumur hidupnya..


Dengan merasakan sedikit pegal dikakinya yang hampir 15 menit berdiam diri tanpa bergerak..


Merasa terabaikan, Raisa dengan sedikit berani berjalan mendekat dan duduk pelan dikursi hadapan karan tanpa dipersilahkan..


Karanpun mengalihkan bola matanya dari tulisan dokumen yang sedang dipegangnya menatap raisa yang duduk tanpa dipersilahkan..


"Kakiku pegal"


Kata raisa tersenyum cengengesan saat ia sadar bahwa karan sedang menatapnya..


Karan pun kembali melanjutkan aktivitasnya tanpa memberi ekspresi kepada raisa..


"Jadi apa tugasku disini? "


Tanya raisa ragu saat tau bahwa karan kembali tak mengubris kedatangannya..


"Duduklah yang manis dihadapanku!! "


Jawab karan tanpa menatap..


"Appaa???


Bener bener pria ga waras!"


Pekik raisa didalam hati..


Dengan terpaksa tersenyum, raisa pun melipat kedua tangannya diatas meja didepan karan dan terpaksa tersenyum manis menatap karan..


Senyuman yang dilontarkan raisa itulah yang membuat karan menatapnya dan menghentikan pekerjaannya..


"Tersenyumlah dengan benar benar senyum!!"


Ucap karan menekankan sehingga menghilangkan senyum yang raisa tunjukkan..


"Jadi apa tugas saya disini tuan karan yang terhormat? "


Tanya raisa mengalihkan pembicaraan karna merasa tak ingin berlama lama dengan pria dihadapannya kini..


"Buatkan saya kopi! "


Titah karan datar dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Apa??? "


Jawab raisa kaget..


Raisa terkejut mendengar pekerjaannya disini,


Membuat kopi??


Bukankah itu tugas dari Sekretarisnya sendiri atau mungkinkah dirinya akan dijadikan pembantu disini..


Raisa menjadi resah dan perputaran suara neneknya tergiangΒ² dikepalanya..


Seorang pembantu tetap akan kembali kepada asalnya, dan Mungkinkah hari ini?


Pikir raisa tak karuan


"Apa kau tidakbisa membuat segelas kopi? "


Tanya karan penasaran saat mendapati wanita dihadapannya seperti sedang memikirkan sesuatu..


"Akk akk aku,,


Apa tidak ada tugas lain untukku?? "


Potong raisa yang semulanya gugup..


"Oke brarti fiks,,


Kamu adalah seorang wanita yang tidak bisa membuat kopi! "


Tuduh karan asal.


Tak terima dengan tuduhannya,,


Raisapun bangkit berdiri dari duduknya


"Anda terlalu menyepelekan saya tuan,,


Jangankan hanya segelas kopi.


Bahkan untuk makan siang hari ini anda saja saya mampu untuk memasaknya "


Ucap raisa dengan penuh bangga..


"Kalau begitu buktikan!! "


Tegas karan santai sambil menaikkan satu alis menatap raisa..


Menyadari dirinya terlalu banyak bicara,,


Raisa pun termakan dengan ucapannya..


Memang memasak bukanlah perkara yang sulit bagi raisa,Namun ia tetap enggan memasak apalagi untuk seseorang yang takpenting baginya..

__ADS_1


"Dengar,,


Saya sedang tidak ingin bercanda,,


Katakan apa pekerjaan saya disini? "


Keluh raisa pura pura lesu dan mencoba mengalihkan pembicaraan..


Karan pun bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati raisa, Tanpa aba aba karan langsung melingkarkan jemarinya dipergelangan tangan raisa dan menariknya menuju kesuatu tempat..


Tanpa memberi perlawanan, raisa pun mengikuti arah jalan yang dilangkahi karan..


Hingga raisa terbelalak saat mendapati dirinya ternyata telah sampai disebuah dapur yang lengkap dengan bahan masakannya..


"Keluar semua!! "


Ucap karan kepada semua chef kantornya..


Ya begitulah seorang karan yang takpernah luput dari pelayan, chef, dan pengawal..


Bahkan karan mempekerjakan beberapa chef diperusahaannya untuk melayaninya dan para jajaran jabatan tinggi di Darwins Group..


"Katakan pada seluruh pegawai untuk makan siang diKantin lantai bawah hari ini, karna dapur akan saya tempati seharian ini!! "


Sambung karan setengah berteriak..


Semua chefpun mengangguk sedikit memberi hormat dan berjalan keluar meninggalkan mereka berdua..


"******,


Sepertinya dia ingin aku membayar ucapanku tadi"


Lirih raisa cemas didalam hati


Setelah semuanya benar benar pergi..


Tersisalah karan dan hanya raisa diruangan ini..


Dengan pelan karan melepaskan genggaman tangan raisa yang sudah di genggam nya sedari tadi..


Dengan menghembuskan nafasnya pelan,


Karan menatap raisa seksama dengan menaikkan satu alisnya..


"Apa??? "


Tanya raisa bingung pura pura tak mengerti.


"Apa kau sedang pura pura membodohi dirimu sendiri? "


Tanya karan mencerna kebingungan raisa yang nampak dibuat buat..


"Apa aku harus membayar ucapanku tadi? "


"Tepat sekali!! "


Jawab karan segera dan berjalan menuju sebuah kulkas besar..


"Kau bisa memasak apapun untuk makan siangku hari ini,,


Semua bahan ada disini,, "


Jelas karan dan menutup kembali pintu kulkas..


"Dan ya,,.


Kau tidak perlu takut untuk tinggal sendirian diruangan besar ini karna aku disini akan setia menemani kau sampai selesai"


Sambung karan lagi dan menatap raisa dengan tersenyum usil..


"Tidak perlu tuan,,


Kau boleh pergi,,


Setelah makanannya masak nanti aku sendiri yang akan mengantarkan masakan itu keruangan tuan! "


Bantah raisa dengan menahan geram diwajahnya..


Karan mengernyitkan keningnya setelah mendengar penolakan raisa..


"Bagaimana jika aku mengatakan sekarang bahwa aku tetap disini bukan untuk menemanimu,


Melainkan untuk mengawasi masakanmu agar tak ada racun yang kau tuangkan! "


Sela karan mencari alasan,


Entah mengapa,, tapi sepertinya dia sedikit suka mengerjai wanita dihadapannya.


"Apa kau fikir aku seorang pembunuh? "


Tanya raisa tak terima dengan tuduhan yang dilayangkan karan..


Karan tersenyum sinis mendengar ucapan raisa,,


"Memang bukan seorang pembunuh, tapi lebih tepatnya anak seorang pembunuh"


Pikir karan..


Tanpa ingin memperpanjangkan perdebatan dengan tuannya..


Raisa pun bergegas memakai satu celemek dan mengambil beberapa bahan makanan untuk dimasaknya, Ia mengambil sepotong ayam yang telah dicuci dengan bersih, dipotongnya kecil kecil dan dihalusi serta dengan campuran bahan lainnya,,

__ADS_1


Raisa mencoba membuat makanan sederhana saja meskipun ia yakin bahwa tuannya terbiasa dengan makanan yang mewah..


Mulanya raisa memasang ekspresi kesal diwajahnya dan tak sedikitpun memandang karan yang sedari tadi menatapnya..


Saat raisa telah menuangkan sedikit tepung untuk dicampuri dengan daging ayam tadi,tanpa memikir panjang raisa langsung mengadukkan halusan ayam itu memakai tangannya sendiri..


Raisa tidak menyadari bahwa pagi ini ia sengaja membuat rambutnya terlepas tergerai,


Tujuannya untuk mempercantik diri dihari pertamanya kerja justru membuatnya sangat kesusahan saat ingin melakukan tugas masak dari tuannya..


Karan terus memandang wanita dihadapannya dengan tersenyum tipis, Pasalnya wanita itu memasang tampang kesal sepanjang memasak,tapi sepertinya sekarang ia membutuhkan pertolongan karan..


Tanpa menunggu lama karan pun mengambil sebuah sumpit dan berjalan mendekati punggung raisa yang sedang sibuk mengibas rambutnya kebelakang.


Saat menyadari seseorang menyapu rambut dibagian atas telinganya,Raisa merasakan detakan jantung yang sangat kencang pasalnya ini adalah kali pertama seorang laki laki menyentuhnya selain bagian tangan..


Raisa menghentikan adukannya,,.


Ia memalingkan kepalanya pelan menatap orang yang sedang berusaha mengangkat rambutnya lalu melilitnya, dan dijepit dengan disumpit..


"Tenanglah,,


Aku hanya sedang membantumu!! "


Ucap karan berusaha santai saat melihat secara dekat tekuk leher mulus raisa.


"Aduh sakit tau!! "


Bantah raisa kesal saat rambutnya tertarik terjepit sumpit itu..


"Sudah selesai!! "


Ucap karan tanpa mengubris kesakitan raisa..


Dengan membelakangi karan,,


Raisa kembali melanjutkan aktifitasnya membuat masakan untuk makan siang karan, dengan segajapun Karan melangkahkan kakinya tepat berdiri sejajar dan disamping raisa .


Melihat karan yang sudah berposisi sangat dekat dengan tempatnya memasak..


Entah mengapa,


Raisa yang mulanya bisa memasak mendadak menjadi kaku dan lupa dengan bahan apa yang akan dipakai selanjutnya, Ia berjalan mondar mandir kesana kemari tanpa jelas harus mengambil apa..


Sebenarnya bukan lupa,,.


Hanya saja raisa merasa kaku dalam memasak jika seseorang memantau dirinya terlalu dekat..


Dengan keringat bercucuran jatuh dikening raisa, akibat dirinya merasa terlalu gugup,Raisa terus melakukan kegiatannya walaupun batinnya terus berdoa semoga pria ini secepatnya pergi meninggalkan dirinya..


Meskipun tak menyukai,,


Tapi bukan berarti bisa bersikap biasa jika sedang bersama dengan orang yang baru dikenalnya..


"Bisakah tuan keluar.?


Dengar,,


Saya tidak akan mungkin meracuni tuan "


Keluh raisa Merengek


Karan sedikit tertawa mendengar ucapan raisa..


Karena merasa sedikit iba melihat wanita dihadapannya dipenuhi dengan keringat bercucuran,,


Ia pun mengambil beberapa tisu dan kembali mendekati raisa untuk menyapu keringat dingin yang berjatuhan dikening raisa..


Mulanya Raisa hanya diam mendapatkan perlakuan dari karan ..


"Aku bisa sendiri!! "


Ucap raisa dengan merebut tisu yang sedang dipegang karan dikeningnya..


"Baiklah..


Antarkan nanti keruanganku saat jam makan siang!! "


Ucap karan dan berlangkah pergi meninggalkan raisa sendiri dengan senyum yang ditahankan..


Setelah berhasil membuat karan keluar,,


Barulah raisa bisa mengambil nafas dengan tenang kembali dan tanpa menunggu lama ia pun langsung menyiapkan masakannya..


.


.


.


.


Memang gada Akhlak yah sikaran πŸ˜‚πŸ˜‚


Dirumah sendiri dianggap pembantu eh dikantor karan pun diperlakukannya selayaknya pembantu. πŸ˜…πŸ˜‚


Tapi tak masalah kalo nak jadi pembantunya babang karan. πŸ˜‹πŸ˜


.


.

__ADS_1


Kepoin terus yahhh bagaimana kisah kelanjutannya diepisod depan 😜


Jangan lupakan like dan komentar nya thuayangg πŸ™


__ADS_2