
Pagi hari ini..
Entah mengapa nasib sial menerpa kehidupan arviin..
Pagi ini ia mendapat perintah untuk menghadap dosen pembimbingnya guna kembali membahas persoalan kemarin..
Bahkan arvin sempat mengira bahwa persoalan itu telah usai..
"Jadi apa kau akan mengatakan semuanya sendiri?
Atau kau akan menunggu saya menjelaskan kecuranganmu kemarin? "
Ucap sang dosen seksama setelah mengetahui semua kebohongan arvin melalui cctv...
"Sak.. Saya minta maaf pak..
Atas kecerebohan saya kemarin?! "
Ucap arvin menunduk..
"Kau bilang maaf..
Berulang" saya menjelaskan perihal peraturan disekolah kita ini..
Bahwa kata maaf saja tidak akan mampu untuk menutupi semua kesalahan siapapun!!"
Jelas dosen
"Dan sepertinya kau memang harus diberi hukuman!! "
Tambah dosen yakin..
Tak butuh waktu lama..
Sang dosen langsung memberikan arvin hukuman dengan dipermalukan didepan lapangan atas kebohongan yang ia ciptakan sendiri..
Banyak siswa siswi yang berbisik² merasa takpercaya bahwa seorang pangeran disekolahnya juga bisa mendapatkan hukuman..
Mengingat nasibnya kini..
Ingin sekali arvin mencakar wajah wanita yang memperebutkan buku bersamanya kemarin..
Dan Karna ulah wanita itulah,,
Arvin merasa hingga ia sampai kebencana ini..
Dari kejauhan icha menyadari ,
saat semua siswa siswi sibuk membicarakan seseorang yang sedang menjalani hukuman dipertangahan lapangan..
Ia pun sedikit penasaran karna kehebohan mahasiswa dan langsung berjalan mendekati teman"nya.
"Siapa yang dihukum? "
Tanya icha penasaran..
"Tuh..
Si Arvin yang kece itu loh..
Masak bisa kena hukuman sih? "
Jawab temannya menertawakan..
"Arvinn siapa sih?
Kok guek gak kenal? "
Tambah icha penasaran..
"Makanya lo itu update dikit kek jadi manusia..
Noh liat aja Sana lebih deket , siapa tau lo juga kenal! "
Jawab temannya menyarankan..
Tanpa menunggu lama icha pun berjalan mengayuni langkahan kakinya..
Semakin mendekat sepertinya semakin ia merasa bahwa ia pernah berjumpa dengan laki" ini..
Semakin mendekat dan semakin mendekat..
"Lho..
Kok lo disini?
Lo.. Bentar" deh..
Lo kenak hukuman? "
Tanya icha takpercaya..
Menyadari kedatangan icha membuat arvin muak dan mati gaya..
"Udah mending lo pergi sana deh..
Jauh jauh ya..
Jauh jauh"
Jawab arvin asal..
"Itu kardus dileher loh ketulis
"SAYA BERBOHONG TENTANG KASUS YANG KEMARIN! "
Kasus yang mana nih,?
Jangan² yang kasus sama guek itu yak?? "
Jawab icha asal menerka..
"Uda deh loh gausah ngaco deh..
Lagian ini masalah gue sendiri juga!! "
Jawab arvin mengelak..
"Whats??
Jadi dalam seminggu lo bisa bikin 10 ulah?
Oh noo..! "
Sahut icha takpercaya..
"Udah deh mending lo masuk kelas aja sana..
Bikin ribet banget sih jadi cewe!! "
__ADS_1
Gertak arvin geram..
"Its oke.
Gue cuman mau kasih selamat aja sih ya buat lo..
Karna dihari yang indah ini lo bisa mendapat hukuman yang begitu istimewa!! "
Jawab icha setengah menghayal..
"Sial nih cewe! "
Gumam arvin didalam hati..
Setelah mengatakan hal itu..
Icha pergi meninggalkan arvin seorang diri..
Namun bukan pergi memasuki kelas.
Ia justru pergi menemui dosennya, untuk menanyakan tentang kasus apa yang terjadi, sehingga arvin bisa mendapatkan hukuman..
"Jadi benar..
Pria gila itu berbohong tentang soal kejadian buku rusak itu?
Pantesan aja waktu itu dia ngelarang gue masuk duluan keruang dosen...
Ternyata ini rencana dia.? "
Lirih icha bertanya" setelah mendengarkan penjelasan dosennya..
"Awas aja!!
Urusan kita belum selesai!! "
Ucap icha setengah kesal..
______
Disisi lain..
Karan yang masih setia menunggu kedatangan raisa..
Masih terus bertanya" didalam fikirannya tentang kehadirannya hari ini..
Satu jam..
Dua jam..
Namun kehadirannya juga tak kunjung muncul..
Ini artinya sudah dua hari raisa tak hadir bekerja..
"Sebenarnya apa yang terjadi pada wanita ini? "
Guman karan bertanya"..
Perasaan karan yang diliputi gundah gulana akhirnya terbebaskan saat seseorang membukakan gagang pintu ruangannya..
Ia cepat" bangkit dari kursi dan matanya fokus menatap menuju pintu untuk mengetahui siapa yang muncul disebalik pintu itu..
"Sayang..!!! "
Sapa crhisty berlarian kecil untuk memeluk karan..
Mengapa bukan raisa?
"Ohia..
Kenapa tak memberi kabar jika ingin kemari? "
Tanya karan sambil membalas pelukan.
"Apa kau tidak tau betapa aku sangat merindukanmu? "
Jawab christy ngambek dengan gayanya.
"Ohia !! "
Jawab karan datar..
"Apa kau tidak merindukan aku? "
Tanya christy kesal..
"Sepertinya tidak!! "
Jawab karan asal.
"Kau jahat sekali! "
Bantah christi kecewa.
"Baiklah baiklah..
Aku merindukanmu juga syg!! "
Jawab karan tersenyum..
Mendengar pernyataan karan..
Christy pun menjadi bersemangat kembali dan memeluk karan dengan segera.
Entah apa yang terjadi dengan hati karan..
Sepertinya ia sekarang mulai jenuh dengan kehadiran christy dan fikirannya selalu terbayang" tentang raisa..
Walaupun begitu..
Karan tetap harus fokus pada tujuan pertamanya..
ia tidak Ingin mengambil tindakan pantang mundur hanya karna masalah percintaan..
Toh lagian itu hanya tentang perasaan..
Fikir karan..
"Apa kau sibuk hari ini? "
Tanya christy..
"Hmm..
Sepertinya begitu!! ".
Jawab karan seadanya..
"Tinggalkan kesibukanmu sehari ini saja..
__ADS_1
Aku sangat ingin menghabiskan hari ini bersamamu!! "
Rengek christy manja..
sejenak karan berfikir..
Mungkin dengan bepergian akan lebih bisa menenangkan fikirannya saat ini..
"Baiklah..
Tapi hanya untuk kali ini saja!! "
Ucap karan mengingatkan..
"Ahh ia baiklah!! "
Jawab christy segera..
Keduanya pun berangkat menuju kesebuah pantai yang indah nan menawan..
Dengan luapan histeris angin membuat keduanya tertawa kesana kemari menyambut hadirnya angin yang berkelabu tajam..
Namun lagi lagi entah mengapa.
Bayangan wajah christy tergambarkan wajah raisa dari bayangan tatapan karan..
Hingga karan harus menyadarkan dirinya cepat² agar bayangan wajah raisa segera menghilang sehingga antarkeduanya tidak terjadi kesalahpahaman..
"Sayang kamu kenapa? "
Tanya christy cemas saat menyadari jika sesuatu terjadi pada karan..
"Tidak..
Bukan apa apa..
Aku hanya kelelahan saja! "
Ucap karan menyeka..
"Kalo begitu kita duduk dulu saja..
Ayokk.
Disana! "
Ajak christy segera..
Karan pun langsung mengikuti langkahan kaki christy untuk menuju kesebuah tempat..
Sebenarnya tidak membuatnya kelelahan,
Hanya saja ia semakin geram dengan fikirannya yang terus terusan mengingat raisa..
"Duduklah! "
Titah christy kepada karan..
Karan pun langsung mendaratkan pantatnya dikursi tersebut.
"Kau mau pesan apa? "
Tanya christy kembali..
"Tidak..
Pesankan aku apa saja!! "
Jawab karan.
"Ehhmm..
Yasudah pesankan kami seperti biasa! "
Jawab christy kepada pelayan..
"Baiklah!! "
Jawab pelayan ramah..
Pelayan itupun akhirnya pergi setelah mencatat menu makanan..
"Apa sudah mendingan? "
Tanya christy hati²..
"Seperti yang kau lihat! "
Jawab karan segera...
"Memang nya apa yang kau fikirkan? "
Tanya christy penasaran..
"Aku hanya sedang memikirkan rais"
Ucap karan tiba² terputus...
"Lupakan!"
Sambung karan kembali .
Christy semakin bingung menghadapi pria dihadapannya kini..
Sedang memikirkan rais?
Rais siapa?.
Tanya christy kepada dirinya sendiri..
"Aku harus mencari tau!!! "
Ucap christy didalam benakknya..
Tak berselang lama pun akhirnya karan memilih untuk mengantar christy pulang, karna ia ingin segera menenangkan fikirannya dirumah.
.
.
.
.
Bingung nih mamas karan.. 😂
Bingung mau pilih neneng raisa atau neneng crhisty. 🤔
Tetap pantongiin yah gais di next episode 😋💋
__ADS_1