
Jam menunjukkan pukul 18.43
Ini artinya malam sudah datang menyapa..
Icha,
dengan Setelan Dress merahnya,
Ditemani dengan highheels juga rambutnya yang sedikit dibiarkan tergerai,
Berusaha untuk berpenampilan menarik dan mempesona..
Ia sengaja ingin memperlihatkan kecantikannya kepada arviin agar sipria sombong itu bisa tergila gila kepada dirinya..
Disisi lain..
Ririn yang dengan lihai nya mendandani raisa, Sangat tidak ingin sahabatnya berkencan untuk yang pertama kalinya berpenampilan biasa biasa saja..
Ia sengaja mempolesi raisa bedak yang tipis sebab tanpa dipolesi make up pun raisa sudah sangat cantik dan sempurna..
Dengan menggunakan Dress hitam yang selutut, Senada pula dengan sepatu tingginya yang memiliki warna hitam pekat...
Rambutnya yang sedikit dilancipkan memberi tanda menawan dan bahkan bisa membuat laki laki mana saja terpikat saat melihatnya.
"Woww.. Amazing..!!!
Kau sangat terlihat cantik sekali, raisa! "
Ucap ririn bersemangat..
Raisa hanya tersenyum malu mendengarkan pujian dari sahabatnya.
Dari pantulan cermin memang raisa bisa menyaksikkan bahwa dirinya memang sangat terlihat cantik..
Namun siapa sangka, bahwa raisa tidak percaya jika ini adalah dirinya..
Sungguh ia menyadari,
rupanya nasib yang ditempuhinya dalam kehidupan ini ternyata tidak secantik dengan parasnya sekarang..
"Sudah selesai..! "
Ucap ririn segar setelah mempolesi lipstik dibibir raisa..
"Benarkah?? "
Jawab raisa merasa bingung.
"Hmm..
Sekarang berangkatlah..
Sebelum make up mu luntur dan kau akan kembali mirip seperti manusia purba! "
Sindir ririn tertawa lepas..
"Kau ini..
Jangan membuatku tertawa lepas,,
Nanti penampilanku hancur! "
Jawab raisa kesal dan berusaha netral..
"Baiklah baiklah..
Sekarang berangkatlah, agar aku bisa tidur dengan nyenyak dan nyaman! "
Bantah ririn berlagak acuh..
"Hmm..
Baiklah!! "
Jawab raisa tersenyum.
_____
Sesampainya arvin dirumah icha..
Arvinpun sempat ternga-nga melihat icha yang cantiknya luarbiasa..
Ia segera berlari kecil untuk membukakan pintu mobil untuk icha dan pandangan matanya tetap mengarah menatap icha..
"Hai!! "
Sapa arvin saat icha berdiri tepat didepannya..
"Oh haii..!! "
Balas icha ramah dengan memberikan senyum termanis yang pernah ia punya..
"Kau terlihat sangat cantik sekali malam ini"
Gombal arvin tanpa melepaskan senyum dan pandangannya..
Icha hanya tersenyum malu mendengarkan pujian yang baru saja dilontarkan arvin kepada dirinya, meskipun didalam hatinya ia sangat merasa muak..
"Awas aja..
Aku akan buat perhitungan buat kamu untuk membayar semuanya! "
Keduanya pun menuju kesebuah tempat dimana arvin sudah menyiapkannya dan berjalan menuju meja dengan bergandengan tangan..
_______
Hampir 15 menit karan sampai..
Ia memperhatikan teliti disekelilingnya untuk memastikan keberadaan raisa, dan memang sepertinya raisa belum tiba..
Ia sengaja hadir lebih awal sebab hatinya semakin tak tenang dan fikirannya terus teringat akan diri raisa..
Karan semakin tak mengerti dengan perasaannya sekarang..
Namun prinsipnya hanya satu,
"Apapun yang terjadi dendam tetap tujuan utamanya,,! "
Ia sengaja merencanakan hukuman ini sebab ia hanya ingin menyenangkan hatinya..
Dari kejauhan karan bisa memastikan bahwa mobil raisa terparkirkan diujung sana..
Dua pelayan datang dan mengarahkan raisa untuk menuju kemeja yang sudah dipesankan karan..
Namun karan berlagak sok acuh dan tak perduli seolah berpura pura sibuk dengan gadgetnya.
"Yang benar saja.
Apakah tadi aku tidak salah mendengarkan hukumannya!! "
Lirih raisa cemas didalam hati dengan pandangannya menatap sendu punggung karan..
Langkahan kaki raisa semakin pelan dan melambat,,
Ia semakin tidak tenang dan tidak punya nyali untuk mendekat..
Pikirannya kacau mengingat² apakah benar posisinya disini malam ini..
Dinner dengan seorang Karan, sungguh bukan mimpinya berada diwaktu yang sekarang..
Pelan atau lambat..
Akhirnya raisa berdiri tepat dibelakang karan yang tengah sibuk memainkan handphone nya.
Raisa terpaku dan terdiam tak tau harus bagaimana,
Harus memulainya seperti apa, raisa sungguh tak mengerti..
Apa dia langsung duduk saja,
Atau menyapa?.
Atau menyentuh bahunya karan sebagai pertanda bahwa dia sudah sampai..
"Oh tuhan..
Kenapa menjadi serumit inii sih! "
Lirih raisa pilu dengan menggigit bibirnya geram..
Karan yang menyadari jika kedatangan raisa tak kunjung sampai,
mencoba mencari tau mengapa wanita itu lama sekali tibanya,,
Mungkinkah pelayan salah memberi tahu meja?? .
Ia sengaja tak ingin menyaksikan raisa dengan matanya langsung agar tak menaruh curiga kepada diri raisa..
Karan mencoba menghidupkan kamera depan handphone nya, untuk mengintip keberadaan raisa melalui kameranya saja.
Sebelum kameranya hidup, iapun mencoba meminum sedikit air yang sudah dipesannya...
Saat kameranya mulai hidup..
Alangkah terkejutnya karan karna ternyata raisa telah berdiri tepat dibelakangnya..
Raisa berdiri dengan tegak tanpa ekspresi sudah seperti roh gentayangan saja.
Bahkan air yang baru saja diteguk karan mendadak keluar kembali hingga membuat mulut dan hidungnya pedih..
"Uhuukk uhukk!! "
Batuk karan dengan menutup mulutnya..
"Tuaann..
Apa anda merasakan sakit.. "
Panik raisa tiba tiba dan memegang bahu kanan karan..
Ingin sekali karan memaki wanita ini hanya saja hidungnya masih terasa perih..
Tanpa menunggu aba aba raisa pun mencoba mengambil tissue dan mengelap hidung karan yang mulai kemerahan..
"Apa masih sakit? "
Tanya raisa cemas dengan terus mengelap..
"Ehmm..
Sudah mendingan..
Duduklah! "
Ucap karan berusaha santai dan memperbaiki penampilannya..
Raisa pun duduk dihadapan karan sesuai dengan titah tuannya..
Ada rasa bersalah yang timbul dihati raisa kenapa ia harus berdiri dibelakang karan barusan, hingga membuat tuannya terkejut secara tiba tiba .
Namun terselip rasa lucu juga, akhirnya raisa tau bahwa tuannya ternyata hobbi mengambil gambar.
"Apa yang kau lakukan dibelakangku barusan? "
Tanya karan spontan..
"Ak.. Aku hanya sedang mengambil nafas ! "
Jawab raisa segera..
"Apa kau fikir aku akan menerkammu disini sampai kau harus mengambil nafas? "
Bantah karan segera..
"Aku hanya tidak terbiasa berada dalam situasi seperti ini"
Jawab raisa lesu..
Karan pun akhirnya diam tanpa menjawab sepatah katapun..
Ia hanya terus memperhatikan raisa dari seberang..
Sepertinya ada yang berbeda dengan penampilannya malam ini...
Terlihat sangat anggun nan cantik sekali..
Jika seandaikan tak ada misi dendam yang terselip diantara dirinya dan raisa..
Karan pasti akan menjadikan wanita ini sebagai kekasih hatinya mulai malam ini..
Bagaimana tidak,
Dia cantik, senyumnya sempurna,
__ADS_1
Badannya indah, kulitnya bersih,
Lalu dimana kekurangannya??
Hanya saja sayang sekali dia terlahir dari darah seorang pembunuh..
Dan pembunuh tetap akan menjadi seorang pembunuh meskipun ia berparas sangat cantik..
"Aku akan memulangkan mobilmu,
Dan kau akan pulang bersamaku nanti.
Ini kulakukan agar tak ada sesuatu yang buruk menimpamu saat kau pulang, jadi tidak usah beranggapan berlebihan! "
Ucap karan dingin berharap tak ada bantahan.
"Pulangkan mobilku ketempat ririn saja,
Aku akan menginap disana?! "
Jawab raisa menatap.
"Kirimkan alamatnya keponselku! "
Titah karan segera.
Tanpa menunggu lama raisa langsung mengirimkan alamat ririn melalui emailnya.
5 menit kemudian,
hadirlah dua pelayan dengan membawa hidangan makanan..
Baru saja makanannya dihidangkan tetapi perut raisa sudah mulai keroncongan..
Ia berusaha mengalihkan suara perutnya dengan berpura pura menatap kesana kemari..
Dan barulah raisa menyadari bahwa saat ini mereka berada tak jauh dari pantai yang indah..
Raisa tersenyum riang menyaksikan gelombang laut yang sangat terlihat indah bila dimalam hari..
Yahh..
Walaupun ia melihat dari kejauhan, tetapi pemandangannya benar benar indah sekali..
"Apakau akan merasa kenyang hanya dengan melihat pantai? "
Ejek karan memecahkan lamunan raisa.
Tanpa menjawab raisa pun mencoba memakan sewajarnya..
Walaupun sangat lapar tapi ia sangat tidak ingin memperlihatkan kepada karan..
Yang ada nanti dirinya malah akan disindir habis habisan..
"Bagaimana?
Kau suka? "
Tanya karan penasaran.
"Hmm..
Aku suka sekali"
Jawab raisa tersenyum..
"Baiklah..
Coba kau makan ini..
Ini rasanya juga sangat lezat skali! "
Ucap karan menyodorkan makanan kedalam mulut raisa.
Tanpa sungkan raisa pun menerima suapan tersebut..
"Hmm..
Yah..
Rasanya sangat lezat sekali! "
Balas raisa kegirangan..
"Kau mau lagi? "
Tawar karan ramah..
"Emm.. Tidak..
Kau juga harus merasakan ini! "
Ucap raisa dan mencoba menyuapi karan..
Saat karan hendak mau menerima suapan raisa..
Dengan tiba tiba raisa baru mengingat dengan siapa ia sedang berhadapan sekarang..
Senyum riangnya berubah menjadi senyum sendu..
Ia tidak ingin berlebihan dalam bersikap apalagi nantinya jika sampai hadir perasaan yang tidak diharapkannya ..
************"
.Setelah menerima email dari tuannya, dion langsung menuju kealamat tersebut untuk memulangkan mobil raisa.
Sesampai disana, yakin tak yakin dion lebih memilih masuk untuk memastikan apakah benar ini alamatnya.
Tuk tuk tuk tuk.
Sedikit lama, namun akhirnya ada jawaban yang berasal dari orang didalam.
"Sebentarrr!! "
Teriak ririn geram yang terbangun dari tidurnya.
"Kenapa kau pulang dengan begitu cep? "
Ucap ririn sebal bersamaan dengan membuka pintu.
Ririn menyangka jika yang diluar adalah raisa, tapi ternyata seorang pria.
"Ada apa? "
Tanya ririn datar.
Tanya dion menatap.
"Benar! "
Jawab ririn bingung.
"Saya dion, saya diperintahkan tuan karan untuk memulangkan mobil nona raisa! "
Jelas dion mantap..
"Ohh,
Apa raisa tidak akan pulang? "
Tanya ririn curiga.
"Dia akan diantarkan tuan saya! "
Jawab dion segera.
"Wuihh,
Romantis sekali mereka!! "
Jawab ririn dengan mengambil kunci mobil yang diberi dion.
Ririn menyangka jika raisa pasti sedang berbunga bunga sekarang, bagaimana tidak? Bahkan dia dimanja karan sampai sejauh ini.
Hayalan ririn terpecahkan karna dion tak juga minggat dari tempat berdirinya, Ia menatap dion, apa masih ada pesan yang lain,? Atau mungkin raisa juga memesankan dion malam ini untuk menginap ditempat ririn?
Pikir ririn cemas.
"Apa masih ada pesan lain? "
Tanya ririn memastikan.
"Apa nona juga ingin dimanjakan seperti nona raisa sekarang? "
Tanya dion tersenyum sumringah.
"Apa tuan karan akan setuju jika dinner denganku? "
Tanya ririn berharap gembira
"Tidak dengan tuan karan"
Bantah dion menepis..
"Lalu dengan siapa? "
Tanya ririn bingung
"Denganku! "
Jawab dion mantap.
"Cih..
Mending juga aku lanjut tidur sekarang! "
Balas ririn kesal.
_______
Makan malam sudah selesai. Saatnya Arvin dan Icha menuju pulang.. Namun saat melewati satu meja, arvin seperti mengenali wanita yang bersama seorang pria disana.. Ia menyipitkan kedua matanya seraya berjalan pelan, dan yahh,, pemikirannya sama sekali tidak salah, ia cukup yakin betul bahwa wanita itu adalah kaka tirinya raisa..
"Sedang apa dia disana! "
Pikir arvin seketika
Namun arvin acuh saja dan terus berjalan, karna itu sama sekali bukan urusannya.
Berbeda dengan arvin, sepertinya karan masih ingin terus berlama lama dengan raisa.. Dia sama sekali tidak ingin cepat pulang dan menyelesaikan dinnernya sekarang.. Matanya sesekali mengintip raisa yang terlihat lebih menundukkan pandangannya..
"Kau kenapa??
Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu? "
Tanya karan penasaran..
"Ah, tidak..
Aku hanya ehmm..
Tidak apa apa"
Jawab raisa tak karuan..
Aneh..
Seperti ada sesuatu yang disembunyikan raisa..
Tapi apa???
Pikir karan menerka nerka.
"Baiklah..
Kita sudah selesai..
Bisakah kau mengantarku pulang? "
Tanya raisa berharap..
Karan tidak menjawab.
Wanita ini sungguh tidak bisa mengerti kemauan hati karan yang masih ingin bersama dirinya.
Karan bangkit dari duduknya dan raisa pun mengikuti arah gerak karan tanpa ia sadari bahwa karan tengah bermasam muka..
Sampai dimobilpun kaduanya masih terus berdiam .
Dan sekarang sepertinya raisa sudah menyadari bahwa diwajah karan nampak tergurat kecewa,
Tapi karna apa?
Pikir raisa tak faham..
__ADS_1
"Bisa kita berhenti disini! "
Kata raisa tiba tiba memecah keheningan..
"Kenapa?".
Tanya karan bingung namun tetap menghentikan mobilnya..
"Aku hanya ingin kesana! "
Jawab raisa dengan menunjuk telunjukknya kearah pantai yang tak jauh dari jalan raya.
"Emm..
Ide yang bagus! "
Jawab karan sumringah dan memarkirkan mobil pada tempatnya..
Keduanya akhirnya turun. Dengan hembusan kencangnya angin malam ternyata membuat raisa merasakan kedinginan. Karan menyadari itu, dan ia pun melepaskan jasnya dan menutupi bagian atas badan raisa yang sedikit terbuka.
Mereka terus berjalan menyusuri pantai dengan kaki kosong tak beralaskan sepatu, celana karan yang sengaja dilipatkan sedikit keatas, menambahkan kesan yang sangat keren bagi seorang karan..
Raisa sesekali mencuri pandang melirik karan, dari dulu memang dia sangat menyadari jika ketampanan karan sungguh luarbiasa, namun meskipun begitu, memiliki seorang karan bukanlah doanya.
"Ehmm..
Apa kau sering kesini? "
Tanya raisa seketika..
"Jarang! "
Jawab karan spontan.
"Aku sangat jarang sekali berliburan,
Apalagi kepantai! "
Sambung karan menjelaskan..
"Kau sendiri? "
Tanya karan balik.
"Aku dulu sering kepantai. "
Jawab raisa mengingat pilu.
"Meskipun hanya sendiri aku tetap kepantai..
Meskipun malam aku tetap kepantai..
Karna dengan kepantai aku merasa beban hidupku serasa berkurang..
Karna setiap kepantai aku pasti akan menceritakan semua keluh kesah ku dengan berteriak,
Dan itu cukup menenangkan pikiranku.. "
Sambung raisa tersenyum sumringah.
Mendadak mata raisa melotot setelah bertukar pandang dengan karan, dia baru menyadari jika dirinya terlalu banyak berbicara, ia berharap jika karan tak mendengar semua omongannya barusan, tapi ternyata harapannya berkata lain.
"Memangnya apa yang membuat mu gelisah?
Kau kaya, punya keluarga, daaaan "
Jawab karan terpotong sesesat
kau cantik! "
Sambung karan sedikit bingung.
Raisa tersenyum kecut mendengarkan jawaban karan. Raisa yakin karan tidak mengerti apa maksudnya barusan dan raisa pun malas menceritakan.
Bagi raisa karan bukanlah jalan keluar untuk masalahnya sekarang, jadi diam saja lebih baik baginya.
Mereka terus menyelusuri pantai dengan suara riuk piruk air yang menghembus kasar,terus diam dalam berjalan,dan sesekali karan mencuri pandang.
Karan sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya disembunyikan wanita ini, memang karan menemukan banyak kecurigaan terhadap raisa, namun kemarin ia mengacuhkannya saja, tetapi sepertinya sikap acuhnya itu tak berlaku lagi sekarang.
"Itu, ada kursi.
Boleh kita duduk sebentar disana? "
Tunjuk raisa dengan rasa gembira.
"Tentu! "
Jawab karan dengan tangan didalam sakunya.
Mereka pun berjalan menuju sebuah bangku, mereka duduk disana dengan menatap ombak laut yang sangat kasar, ada tersirat rasa bahagia dibenak raisa, rupanya begini suasana malam.
"Ehmm..
Boleh aku bertanya sesuatu? "
Sidik karan hatihati..
"tentu saja "
Jawab raisa sedikit waspada.
"Kulihat, pendidikanmu tidakpanjang,
Apa aku boleh tau mengapa? "
Selidiki karan penasaran.
Raisa memalingkan pandangannya dari karan menuju pantai dengan pelan, ia bingung harus menjawab apa, ia sama sekali tidak ingin orang orang menganggap jika papanya adalah seorang ayah yang tidak bertanggungjawab.
Papanya seorang hartawan mana mungkin pendidikan anakknya serendah demikian.
"Aku sendiri yang tidak ingin melanjutkan pendidikanku waktu itu! "
Jawab raisa spontan.
"Alasannya? "
Tanya karan kembali.
"Aku hanya tidak berminat untuk menjadi orangkaya! "
Jawab raisa segera.
"Apa? "
Sahut karan sedikit terkejut.
"Hmmm!!! "
Raisa menghembuskan nafas dengan kasar.
"Keluargaku sangat mendesakkanku waktu itu untuk bertekad melanjutkan pendidikanku, tapi aku sendiri yang menolaknya sebab aku sama sekali tidak ingin pendidikan yang menjulang tinggi, aku ingin hidup dalam kesederhanaan dan aku sama sekali tidak ingin hidup dalam gelimangan harta! "
Jelas raisa akhirnya.
"Aneh! "
Pikir karan semakin bingung.
Semua orang berlomba lomba ingin kaya dan pendidikan yang tinggi, tapi wanita ini?
Sedikit rasa iba muncul dibenak karan saat menatap wanita disampingnya kini yang terlihat sangat lesu, ia seharusnya tak menanyakan ini, namun harus bagaimana? Ia ingin mendengarkan langsung semua jawaban dari mulut raisa.
Hanya sedikit iba, tidak untuk sepenuhnya, karna apapun yang terjadi dendamnya tetaplah dendam, tak akan tergantikan atau terhentikan hanya karna rasa iba.
"Lalu mengapa tuan menanyakan pendidikan ku secara tiba tiba?
Apa aku tak pantas bekerja diperusahaanmu?? "
Tanya raisa polos.
"Tidak,
Aku hanya sedikit penasaran saja! "
Jawab karan menyatakan.
"Baiklah! "
Jawab raisa lemah.
"Kau terlihat sangat pilu sekali,
Ayo ikut denganku.! "
Ucap karan bersemangat dan menarik tangan raisa..
Raisa terkejut dengan sikap karan yang mendadak tiba tiba gembira, namun ia mengikut saja kemana karan mengarah dengan berlari kecil.
Karan membawa raisa menuju air, gelinangan air yang begitu sejuk mereka rasakan dikaki, juga hembusan angin yang semakin kencang membuat mereka merasakan dingin disekujur badan.
Raisa memeluk erat erat jas karan yang masih berada dibahunya, dan ini sedikit membuatnya merasakan hangat.
"Kau lihat ombak ini! "
Kata karan tertawa dengan menciprat air kemuka raisa.
"Ombak ini tetap kembali menuju ketinggian meskipun ketinggian mengusirnya! "
Teriak karan tersenyum.
Raisa menutup dua gendang telinganya, suara karan cukup membuat telinganya sakit, namun hal ini membuat raisa tertawa lepas.
"Tapi kau juga harus tau tuan, setiap ombak ini kembali keketinggian dan akhirnya dia diusir lagi,
Dan kau tau bukan,selamanya juga akan terus begini! "
Jelas raisa dengan tertawa lepas.
"Tetapi setidaknya dia tidak menyerah untuk tetap kembali! "
Jawab karan acuh .
"Kau akan lihat,
Jika kesabaran ombak ini habis, dia akan menyerang menghancurkan seluruh bumi!
Dan kejadian itu sungguh menegangkan. "
Jawab karan mengancam.
Raisa terus saja tertawa mendengarkan karan yang sangat tidak ingin berposisi kalah.
"Baiklah baiklah,
Aku mengerti maksudmu tuan! "
Jawab raisa tertawa lepas.
"Sepertinya kita sudah sangat cukup merasakan angin malam sekarang, mari kita pulang! "
Ajak karan
Raisa terlihat sedikit sedih, pasalnya ia merasakan betah berada disini. Menyadari diwajah raisa tersirat sendu, karan mencoba menghiburnya
"Kita akan kesini lagi lain kali! "
Ucap karan mantap.
"Benarkah? "
Tanya raisa berharap..
"Tentu!! "
Jawab karan tersenyum.
"Baiklah, kita pulang"
Ucap raisa bersemangat.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Halllueww 😜😋
Jangan lupa like dan komennya yah manteman 😚🤗