
Persiapan pernikahan pun sudah disiapkan oleh tim wedding organizer , resepsi yang akan dilaksanakan dirumah gita , rumah keluarga aditama sudah dihias sangat indah.
Gita dan mahendra yang akan melangsungkan pernikahan sudah tidak diperbolehkan kemana mana lagi.
Gita yang sangat bosan karna tidak diperbolehkan vero melalukan apapun.
Dia pun menelepon kedua sahabatnya yang entah sedang sibuk apa.
“ kalian dimana gue bosan dirumah aja , gak boleh keluar dari kamar “ rengek gita.
“ gue sama melo lagi dimall , lagi carik gaun yang bagus buat dipakek dipernikahan lo “ jawab henni.
“ gue bisa mati karna bosan dikamar aja , kalian gak kasihan sama gue , kalian kesini kek “ pinta gita dengan merengek manja.
“ iyaa ntar kalau udah selesai kita bakal kerumah lo kok “ jawab henni lagi.
Gita hanya memainkan hapenya sambil merebahkan dirinya diranjang.
Diapun tertidur sejenak karna bosan dengan kesendiriannya.
“ tante vero “ ucap henni dan melo sambil menyalami vero.
“ kalian datang sayang , tolong temani dikamarnya “ pinta vero dengan mengelus pundak vero dan melo.
“ siap tante “ kata mereka bersamaan dan berjalan kekamar gita.
Mereka masuk dan melihat gita tertidur dengan nyenyak mereka pun ikut merebahkan diri diatas ranjang gita. Mereka bertiga pun tertidur nyenyak , gita terbangun dan melihat kedua sahabatnya tertidur nyenyak dikamarnya.
“ sejak kapan mereka disini “ tanya gita sambil berjalan masuk kekamar mandi.
Saat ada yang mengetuk pintu henni dan melo pun terbangun , lalu tim Wedding organizer masuk untuk menghias kamar pengantin wanita.
“ loh kenapa ramai amat “ tanya gita yang keluar dari kamar mandi.
“ ini mbak kita mau hias kamar pengantin wanita “ jawab tim WO.
Gita dan kedua sahabatnya memilih meninggalkan kamar gita , mereka pun duduk ditaman belakang miliki keluarga aditama.
“ gak terasa besok lo udah nikah aja “ kata melo dengan memegang tangan gita.
“ hmmm “ jawab gita singkat.
__ADS_1
“ gue harap apa pun yang terjadi lo selalu bahagia , tetap jadi diri lo sendiri karna bagimana pun lo yang bisa buat lo bahagia “ ucap melo pelan.
Gita menghela nafas panjang, dia masih saja tidak percaya besok akan menikah dengan orang yang tidak dikenal bahkan bisa dikatakan asing.
Tapi dia tetap melakukannya agar orangtuanya tetap bahagia .
**
Ke esokan harinya.
Di kediaman aditama sudah terlihat kerabat dekat mereka berdatangan ,
Aditama mengelar pesta resepsi yang besar mengingat dihanya memiliki satu orang putri jadi dia tidak sungkan membuat pesta mewah.
Dikamarnya gita sudah terlihat mengenakan gaun pengantinnya berwarna putih yang begitu mewah dan besar , gita yang biasanya tomboi tapi hari ini dia terlihat sangat cantik .
Gita ditemani oleh kedua sahabatnya dan tidak lama arya pun memasuki kamar gita .
Arya yang baru pulang dari perjalanan bisnisnya keluar negeri memilih langsung pulang saat orang tuanya mengabari kalau gita akan menikah . Arya tidak mengetahui perjodohan antar gita dan mahendra.
“ lo kok gak pernah bilang bakalan menikah , kalau ayah sama ibu gak bilang kemarin mungkin gue gak akan tau sama sekali “ ucap arya yang tiba tiba masuk kekamar gita.
“ maafin gue , gue gak berani buat kasuh tau lo “ jawab gita dengan menunduk.
“ gue harap lo selalu bahagi “ ucap arya sambil memegang tangan gita.
Arya pun keluar meninggalkan kamar pengantin wanita yang sudah dihias dengan dekorasi serba putih itu.
Pemberkatan pun dilakukan .
gita yang memasuki altar gereja dengan didampingi oleh surya aditama dan mengantarkan gita menemui mahendra yang saat itu sudah berdiri didepan pendeta ,
Surya pun mempersatukan tangan gita da mahendra ,
“ tolong jaga gita , kamu harus membuatnya selalu bahagia “ ucap surya dengan senyum bahagianya.
Mahendra pun mengangguk menyetujui permintaan mertuanya itu.
“ apakah kau bersedia menemani suami mu baik suka mau pun duka “ tanya pendeta pada gita.
Gita hanya terdiam , pendeta pun mengulang pertanyaannya . Gita masih tetap terdiam, membuat semua yang hadir kebingungan.
__ADS_1
Lalu mahendra pun tersenyum lembut kepada gita serta mahendra mempererat mengenggam tangan gita , seperti pertanda mahendra memberi dukungan pada gita.
“ ya saya bersedia “ ucap gita lantang.
“ apakah kau bersedia menemani istrimu baik suka mau pun duka “ pendeta lanjut bertanya pada mahendra.
“ ya saya bersedia “ jawab mahendra .
Mahendra dan gita pun bertukaran cincin pernikahan mereka , terlihat semua yang hadir dipemberkatan sangat bahagia , membuat gita menangis karna dia melihat orang tua yang membesarkan dia selama ini tersenyum bahagia.
Mahendra yang melihat gita menjatuhkan air matanya ntah itu air mata bahagia atau air mata penyesalan karna menikah dengan nya mahendra pun tidak tau .
Dia langsung menghapus air mata gita dengan ibu jari dan mencium kening gita dengan lama .
Tamu yang melihat tingkah sepasang suami istri itu langsung bertepuk tangan bahagia .....
Resepsi pun dilanjutkan dikediaman aditama terlihat sangat banyak tamu yang datang , karna kedua keluarga ini adalah salah satu orang terkaya diindonesia jadi wajar saja kalau tamu yang berdatangan pun tidak hanya dari kalangan atas , para selebritis pun terlihat memenuhi pesta itu.
Gita terlihat sangat lelah karna sudah berdiri berjam jam karna begitu banyak tamu yang berdatangan untuk menyalami serta memberikan ucapan selamat .
Mahendra merasa kasihan pada gita dan langsung ditariknya tangan gita untuk meninggalkan resepsi itu , dan membuat semua tamu meneriaki mereka karna pergi dengan terburu buru .
“ aduh... sakit banget kaki gue karna sepatu sialan ini “ ucap gita dengan membuang sepatu yang sedari tadi menyiksa dia.
“ gue capek banget , gue bisa mandi duluan kan , gue gak suka sama baju baju ini “ tambah gita dengan bersusah payah meraih kancing bajunya.
Mahendra yang melihatnya langsung membantu gita dan saat kancing baju gita terbuka mahendra berusaha tetap tenang dilihatnya punggung gita yang sangat putih dan mulus . Saat itu gaun pengantin yang gita pakai memiliki kancing dibelakang.
Saat gita sudah memasuki kamar mandi terlihat mandra yang memegang dadanya karna detak jantungnya yang terasa sangat cepat setiap saat bersama gita.
Mereka pun bergantian menggunakan kamar mandi yang ada dikamar gita , saat mahendra keluar dari kamar mandi dilihatnya gita masih duduk diranjang yang sudah dihias dengan bunga bunga.
“ gue tau kita udah menikah tapi gue belum siap dengan apapun yang namanya menjadi seorang istri , jadi gue harap lo jangan memaksa gue “ ucap gita dengan menunduk .
“ gue gak bakal maksa lo kok , gue juga tau kita menikah karna terpaksa “ jawab mahendra sambil terduduk disofa yang ada didalam kamar gita.
“ gue bakal tidur disofa , lo tidur aja diranjang “ tambah mahendra.
Karna mereka sangat kelelahan mereka memilih untuk tidur saja.
mohon kritik dan sarannya
__ADS_1
maaf kalau bahasanya kaku banget.
semoga hari anda selalu bahagia 😊😊