Cinta tanpa batas

Cinta tanpa batas
mengidam


__ADS_3

Gita kegirangan melihat henni dan melo yang datng berkunjung kerumahnya.


“ gue kangen banget sama kalian berdua “ ucap gita seraya memeluk kedua sahabatnya itu.


“ gue juga kangen sama lo “ ucap melo.


“ oiya gimana kabar keponakan gue , gak nyangka gue bentar lagi jadi aunty aja “ ucap melo yang mulai heboh sendiri.


“ dedek baik baik aja aunty jones “ sahut gita dengan tertawa .


Mahendra yang melihat istrinya sedang melepas kangen dia memilih masuk ke kamarnya agar mereka lebih leluasa mengobrolnya.


“ jahat lo katai kita Jones “ ucap henni yang tidak terima dikatai jones oleh gita.


“ makanya carik pacar biar gak dikatain jones “ sahut gita dengan tawa mengejek kedua sahabatnya.


“ Btw, kalau lo hamil berarti lo gak jadi dong kuliah “ tanya henni dengan serius.


“ hmmm... mungkin gue emank harus jadi ibu yang baik buat anak anak gue “ jawab gita dengan melirik dan mengelus perutnya .


“ lo jadi berangkat ke jepang hen “ tanya gita dengan menatap henni .


“ gue gak jadi kuliah di jepang , kalau gue pergi nanti mama gue gak ada yang temani “ ucap henni dengan memegang ujung bajunya .


“ lo yang sabar ya henni sayang, kita selalu ada kok buat lo , gue kan masih bisa temani lo dikampus “ sahut melo dengan merangkul pundak henni.


Setelah menghabiskan waktu dengan candaan serta kekonyolan mereka , mahendra pun terlihat menuruni anak tangga dan menghampiri mereka.


“ sudah malam, sebaiknya kalian pulang orang tua kalian mungkin mencari kalian gita juga harus istirahat , besok kalian boleh kembali lagi kesini “ perintah mahendra.


“ maaf kak karna keasyikan ngobrol kita sampek lupa waktu, kita pulang dulu ya kak, gita juga harus istirahat “ ucap henni sambil melirik jam yang ada di pergelangan tangannya.


“ bye gita, besok kita pasti datang lagi kok “ ucap melo dan henni bersamaan seraya melambaikan tangan .


Setelah kepergian melo dan henni gita merasa rumahnya terasa sangat sepi bahkan tidak terdengar suara apapun. Mereka berdua masih duduk disofa ruang keluarga.


“ hmmm.. kenapa terasa sunyi ya “ tanya gita dengan wajah cemberut.


“ sayang kan ada aku disini kenapa harus merasa sunyi “ ucap mahendra dengan memeluk tubuh istrinya.


“ rasanya aku menginginkan agar bayi ku segera lahir, agar rumah kita terasa lebih ramai lagi “ sahut gita dengan merebahkan kepalanya pada dada suaminya.


“Jangan terlalu dipikiri kau harus menjaga kondisi mood mu agar bayi kita tetap sehat didalam ini “ ucap mahendra menenangkan gita.

__ADS_1


Tiba tiba gita merasa perutnya mual dia pun bergegas pergi kekamar mandi yang ada didekat dapur . Mahendra mengikuti istrinya dan sesekali dia mengelus punggung istrinya.


“ maafkan aku, karna aku kau harus merasa sakit seperti ini “ ucap mahendra dengan air mata yang hampir jatuh karna dia tidak tega melihat istrinya kesakitan.


“ sayang, aku tidak apa apa, jangan terlalu berlebihan aku menikmati prosesku menjadi seorang ibu, dokter kristin juga berkata ini hal yang normal dialami seorang ibu “ gita menjelaskan pada suaminya.


“ tolonglah bertahan demi bayi kita, aku harap kau memiliki kekuatan menjaga bayi kita “ ucap mehendra dengan memeluk istrinya.


Tapi lagi lagi gita merasa isi perutnya dikocok kocok oleh sesuatu sehingga dia harus mengeluarkan isi perutnya lagi. Mahendra dengan cepat mengambilkan air hangat dan membantu gita meminumnya.


“ apa kita kedokter Kristin atau aku memanggilnya kesini “ ucap mahendra yang semakin cemas karna sudah hampir satu jam gita mengeluarkan isi perutnya, wajahnya juga terlihat semakin pucat.


“ aku baik baik saja , tolong bantu aku kekamar “ jawab gita dengan melingkarkan kedua tangannya pada leher suaminya.


Mahendra pun mengendong kita ke kamarnya dan merebahkan serta menyelimuti tubuh gita yang sudah sedingin es karna terlalu lama duduk dilantai kamar mandi. Mahendra pun memberikan obat mual yang diresepkan oleh dokter kandungan gita.


Tidak lama gita merasa mualnya berkurang dan dia pun mulai memejamkan matanya . Mahendra dengan setia duduk disisi ranjang tempat gita tidur.


Karna kelelahan Mahendrapun tertidur disamping gita. Jam sudah menunjukan pukul tiga pagi , tangan gita beberapa kali mengusap matanya serta mulai membuka matanya. Dilihatnya suaminya yang tertidur dia pun mulai membangunkan karna dia merasa sangat lapar.


“ sayang, aku sangat lapar “ ucap gita dengan menggoyang goyang tubuh kekar suaminya.


Mahendra yang mendengar suara istrinya dengan cepat membuka matanya.


“ aku merasa sangat lapar “ ucap gita lagi dengan berusaha membangunkan suaminya.


Mahendra masih memejamkan matanya , gita merasa dicuekin oleh mahendra dia pun menangis seperti anak kecil . Mungkin benar disaat awal kehamilan mungkin mood seorang ibu akan gampang berubah ubah tanpa ada yang bisa menebaknya.


“sayang mengapa kau menangis “ kata mahendra terbangun saat mendengar ada suara orang menangis.


“ kau sangat jahat , tidak memedulikan aku dan bayiku “ jawab gita dalam tangisnya.


“ maafkan aku sayang, kau mau makan apa, aku akan menelpon abi agar mencarikan mu makanan “ tanya mahendra dengan menghapus air gita.


“ aku mau makan kepala ikan mas sambel tapi aku mau kau yang membelikannya “ ucap gita dengan kegirangan.


“ tapikan sayang aku tidak ---“ ucapan mahendra terpotong karna wajah gita langsung cemberut.


“ baiklah aku akan membelinya, tapi kau disini saja jangan coba coba keluar dari kamar “ tambah mahendra dengan bergegas keluar dari kamar.


“ kemana lagi carik kepala ikan mas subuh subuh gini “gumam mahendra dengan mulai menyalakan mobilnya.


Melihat mahendra yang keluar masih terlalu pagi para pengawalnya pun merasa heran , bahkan mengira ada sesuatu yang darurat.

__ADS_1


“ pagi pak, mau kemana jam segini , apakah perlu seorang supir?” tanya seseorang yang sedang memegang remot kontrol untuk membuka pagar secara otomatis.


“ biasalah pak permintaan ibu hamil, tolong jaga istri saya “ ucap mahendra dengan senyum ramahnya.


Setelah berkeliling kota Jakarta cukup lama akhirnya mahendra menemukan rumah makan yang buka dua puluh empat jam dan dilihatnya ada menu kepala ikan mas.


“ permisi buk, apakah menu kepala ikan masnya masih ada ?”tanya mahendra dengan memperhatikan pengujung yang terbilang masih lumayan ramai.


“ sudah habis mas, kebetulan ini potongan terakhir tapi sudah dipesan wanita yang berbaju putih yang duduk dipojok sana “ ucap ibu yang sudah setengah baya itu.


“ saya mohon buk , istri saya sedang mengidam ini dan dia sedang menangis menginginkan kepala ikan mas” sahut mahendra dengan memohon pada wanita itu.


“ sebaiknya kamu meminta izin kepada wanita yang disana “ penjual itu menunjuk kearah pelanggannya yang sedang menunggu pesanannya .


Mahendra dengan cepat melangkah kemeja paling pojok tempat wanita yang sudah cukup tua juga .


“ maaf buk mengganggu ibu, apakah saya boleh membeli kepala ikan mas yang ibu pesan , saya akan membayar berapa pun yang ibu minta, istri saya sedang mengidam “ ucap mahendra dengan memelas.


“ haii anak muda, tidak selamanya uang dapat membeli segalanya , tapi aku bangga pada suami yang bertanggung jawab sepertimu, kau tidak perlu membayarku , anggap saja aku mentraktir istrimu “ jawab wanita setengah tua itu dengan menepuk nepuk pundah mahendra.


“ terimakasih bu, tapi saya merasa tidak enak pada ibu “ ucap mahendra dengan berusaha mengeluarkan dompet miliknya.


“ aku akan marah kalau kau tidak menerima traktiranku , aku berharap bisa bertemu dengan istrimu lain waktu dan tolong sampaikan salamku padanya “ jawab ibu itu dengan senyum yang merekah.


“ sekali lagi terimakasih buk, saya akan menyampaikan salam ibu “ jawab mahendra dengan sedikit menunduk serta berpamitan untuk pulang.


Mahendrapun pulang dengan menginjak pedal gas mobil sport silver miliknya dengan kecepatan tinggi karna terbilang masih terlalu pagi jalan raya terlihat masih sepi. Sehingga mobil mahendra bisa berjalan dengan leluasa.


“ sayang aku sudah membeli pesananmu “ ucap mahendra dengan mengangkat kantong plastik berwarna putih .


Tapi dilihatnya gita ternyata sudah ketiduran karna terlalu lama menunggu mahendra. Mahendra pun merasa kesal dia menarik nafas dengan kasar tapi dia harus ekstra sabar menghadapi istrinya yang sedang mengandung buah hati mereka.


.


.


.


Mohon maaf semalam gak up karna adek lagi benar benar sibuk.


Mohon kritik dan sarannya guys...


Selamat hari senin dimana hari yang paling berat dalam satu minggu ^_^

__ADS_1


Semoga hari ada selalu bahagia 😗😗


__ADS_2