
Hari semakin Malam tapi mahendra tidak kunjung pulang ke rumah, gita terlihat mulai cemas karna suaminya tidak pulang juga karna jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam, sudah beberapa kali dia menghubungi handphone suaminya tapi masih saja tidak bisa tersambung.
Gita yang gelisah berjalan mondar mandir diruang tengah sambil melipat kedua tangannya didepan dadanya sambil sesekali mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
“ kamu ke mana sih, uda malam nggak pulang nggak ada kabar juga” gerutu gita.
“ kak hendra belum pulang juga ya ?” tanya henni yang hendak mengambil minum ke dapur.
“ dia belum pulang, ponselnya gak bisa dihubungi, tadi dia katanya lagi metting tapi kok sampek jam segini belum pulang” jawab gita sambil melihat jam yang tergantung diruang tengah.
“ mungkin lagi dijalan pulang kali ta, lo tunggu dikamar aja ntar lo masuk angin “ ucap henni sambil mendorong tubuh gita menaiki anak tangga.
“ gue mau tunggu disini aja hen, kalau lo mau tidur, tidur Luan aja gue gak apa apa kok sendiri “ elak gita dengan memegang tangan henni.
“ ya uda gue temani aja, gue takut lo kenapa kenapa lagian besok gue gak ada kelas kok “ bujuk henni dengan mendudukkan tubuhnya di sofa.
“ ya uda kalau lo maksa, tapi makasih sayangku “ sahut gita dengan mendudukkan tubuhnya sambil memeluk tubuh hangat henni.
Mereka menyalakan tv agar suasanya tidak terlalu sepi, melo sudah tertidur lebih dulu jadi hanya mereka berdua saja yang menunggu kepulangan mahendra. Tapi mahendra tidak kunjung pulang sehingga mereka berdua tertidur di sofa.
##
Mahendra mulai membuka matanya dengan susah payah dia mengumpulkan seluruh nyawanya yang masih mengembara dialam tidur sana.
“ gue di mana ini “ kata mahendra dengan memperhatikan sekelilingnya dan pandangannya kembali tertuju pada sesosok wanita yang masih tertidur didadanya.
“ shittt... kenapa gue bisa tidur sama wanita ini “ mahendra setengah berteriak dan langsung menepis wanita yang ada didadanya serta langsung berdiri disisi ranjang.
“ mahen, kenapa kau sekasar ini padaku pada hal tadi malam kau sangat mendambakan tubuhku “ gerutu rara dengan berusaha mendudukkan dirinya diranjang.
“ apa yang kau lakukan padaku, mengapa aku bisa tidur dengan mu ?” tanya mahendra dengan memutar otaknya agar mengingat kejadian sebenarnya.
“ kau, kau sungguh tidak mengingatnya, tadi malam kau sendiri yang memaksaku untuk menemanimu, kau merobek bajuku, kau juga yang membawaku kehotel ini “ rara mulai bersilat lidah agar terlihat meyakinkan.
“ ini tidak mungkin, kau pasti sengaja membuat aku betul betul mabuk semalam” bentak mahendra seraya memakai kemeja putih favoritnya.
“ kau mengambil kehormatanku, tapi dengan gampangnya kau mengatakan ini, kau bahkan akan meninggalkan ku begitu saja. Apa kau pikir aku wanita panggilan yang bisa kau pakai kapan saja “ balas rara dengan menatap mahendra dengan kemarahan yang membara.
“ sittt... kenapa aku tidak bisa mengingat apa pun” gumam mahendra seraya membanting pintu hotel, dengan cepat dia melangkahkan kakinya keluar dari hotel dan dilihatnya ponsel miliknya mati.
“ sial... mengapa aku harus sesial ini pagi ini “ tambah mahendra sambil memasuki mobil lamborgini hitam miliknya yang terparkir didepan hotel.
__ADS_1
“ aku akan mengambil yang seharusnya menjadi hakku dan tak ada satu orang pun yang bisa menghalangiku “ teriak rara dalam kamar hotel dengan wajah yang sangat licik.
Mahendra dengan cepat memarkirkan mobilnya digarasi dan dibukanya pintu besar terbuat dari kayu yang dipernis berwarna coklat. Dilihatnya istrinya dan henni masih tertidur di sofa.
“ tuhan... maafkan aku, aku tidak bermaksud menyakiti istriku, aku sangat merasa bersalah “ ucap mahendra dengan memperhatikan wajah istrinya yang masih tertidur dengan lelap.
Diangkatnya tubuh gita perlahan lahan agar dia tidak sampai terbangun dan mulai menaiki anak tangga saat sampai dikamar direbahkannya tubuh gita dan mulai di dekapnya dengan perlahan.
“ kau sudah pulang, mengapa tidak membangunkan aku ?” tanya gita dengan menatap mata suaminya.
“ sudah mari kita tidur saja aku masih sangat mengantuk “ jawab mahendra dengan kembali memeluk istrinya serta mulai menutup kedua matanya.
“ kau dari mana saja aku menunggumu, mengapa kau bau alkohol ?” tanya gita dengan masih menutup kedua matanya.
“ aku tidak kemana mana, hanya minum dengan galang saja “ jawab mahendra seadanya saja.
“ baiklah, mari kita tidur aku masih sangat mengantuk “ balas gita.
Gita dan mahendra kembali tertidur dengan saling berpelukan.
::
Mahendra sedang membaca setiap map yang menumpuk di atas mejanya, tiba tiba rara memasuki ruangannya tanpa mengetuk terlebih dahulu, terlihat Abi yang mengikuti rara agar dia tidak masuk kedalam ruangan bosnya.
“ maaf tuan, saya sudah melarang nona ini untuk tidak masuk tapi dia bersikeras ingin menemui tuan “ kata Abi dengan setengah ketakutan pada bosnya.
“ pergilah, aku akan mengurus wanita ini” jawab mahendra sambil mengerutkan keningnya. Abi pun pergi serta kembali menutup pintu ruangan bosnya.
“ mahen, aku sangat merindukanmu “ rara dengan cepat mendudukkan dirinya di pangkuan mahendra.
“ menyingkirlah wanita iblis, aku tidak ingin melihatmu apa lagi berurusan dengan mu” mahendra dengan cepat berdiri dari kursinya dan membuat rara hampir terjatuh.
“ kau sangat keterlaluan, aku datang kesini ingin meminta pertanggung jawabanmu atas apa yang kemarin malam kau perbuat kepadaku, kau memperlakukan aku dengan sangat tidak terhormat setelah kau tidak membutuhkan tubuhku dengan cepat kau melupakan tentang kenangan kita malam itu” teriak rara dengan memekik telinga mahendra.
“ aku tidak tahu mengapa aku bisa tidur denganmu, jangan menyalahkan aku sepenuhnya” mahendra mulai membela dirinya.
Disisi lain gita yang sudah berdiri didepan pintu ruangan mahendra yang hendak mengantarkan kotak makan siang untuk mahendra, Abi sebenarnya ingin melarang gita yang hendak masuk tapi dia juga tidak mau membuat istri bosnya itu menunggu. dia sangat terkejut dengan apa yang didengarnya air matanya sudah tidak terbendungnya lagi. Dengan langkah gemetaran gita menghampiri mahendra.
Plakkkk....
“ kau pantas menerima ini, semoga hidup kalian berdua selalu bahagia” gita menampar wajah suaminya dengan sangat keras serta langsung mempercepat langkahnya meninggalkan ruangan mahendra.
__ADS_1
“ sayang... sayang.. aku mohon dengarkan penjelasanku dulu” kata mahendra dengan menahan tangan gita.
“ tidak ada yang perlu dijelaskan lagi, aku sudah tahu semuanya, kembalilah kepada cinta pertamamu “ jawab gita marah serta air mata yang sudah berjatuhan.
“ aku mohon sekali ini saja, tolong dengarkan penjelasanku “ imbuh mahendra serta mempercepat langkahnya mengimbangi langkah gita.
beberapa pegawai yang melihat mahendra mengejar gita dengan air mata yang berjatuhan merasa heran dan mulai berbisik bisik satu sama lain, karna setahu mereka hubungan pemimpin perusahaannya itu sangatlah harmonis bahkan banyak membuat orang merasa iri.
Tapi gita tidak menghiraukan perkataan mahendra dengan cepat gita masuk ke dalam mobil Henni yang mengantarkannya ke kantor mahendra. Henni yang heran melihat gita menangis dia langsung menjalankan mobilnya.
“ gita, lo kenapa tadi lo baik baik aja, tapi kenapa lo menangis “ tanya henni dengan melirik kearah gita.
Gita masih diam saja dan henni memberikan beberapa lembar tissue kepada gita. Terlihat panggilan dari mahendra tidak henti hentinya menghubungi ponsel henni, Henni menepikan mobilnya disalah satu taman yang biasa dikunjungi oleh mereka saat cabut dari sekolah, taman ini terbilang sepi saat hari biasa tapi tidak untuk akhir pekan.
“ lo bisa nangis sepuasnya disini, gue bakal tunggui lo sampek lo siap cerita “ henni mulai mendudukkan dirinya dirumput yang dirawat dengan rapi.
Gita mulai mendudukkan dirinya di samping Henni dan menarik nafas dengan kasar. diperhatikannya ponselnya yang sedari tadi berdering , banyak panggilan tidak terjawab dari mahendra serta ada nomor baru yang membuat gita penasaran dibuka foto yang dikirim nomor baru itu ternyata foto suaminya yang sedang telanjang dada memeluk rara wanita yang dilihatnya tadi serta pakaian yang berserakan dimana mana.
Flashback.
“ semua ini karna perbuatanmu, kau menghancurkan rumah tanggaku, apa sekarang kau puas “ ucap mahendra dengan mengepalkan tangannya karna amarannya pada rara.
“ aku belum puas, aku akan membuat orang orang di sekelilingmu menderita kalau kau tidak mau menikah denganku, dan ini baru permulaan “ sahut rara dengan wajah sinis menatap mahendra.
“ enyahlah dari kehidupanku sebelum aku menghancurkan hidupmu “ kata mahendra dengan amarah yang sudah memuncak.
“ kita lihat saja nanti, siapa yang pantas berada disisimu, aku atau wanita sialan itu” balas rara dengan senyum nakal serta berjalan keluar dari ruangan mahendra tapi dia membalikkan badannya lagi.
“ aku tidak suka berbagi apa pun dengan orang lain, jadi aku akan menyingkirkan siapa pun yang menghalangi jalanku “ kata rara dengan ketus.
Dia pun meninggalkan kantor mahendra dan dia tersenyum lirih melihat foto yang sudah diambilnya saat dia tidur dengan mahendra dan mulai mengirimnya ke nomor ponsel gita yang diambilnya dari ponsel milik mahendra pada malam itu.
“ Hahah ..... permainan ini sangat menarik” kata gita dengan tertawa bahagia .
Flashoff
.
.
mohon dukungannya guyss..
__ADS_1
jangan lupa like dan komen.... jangan lupa ya hahah...
semoga hari anda selalu bahagia 😙😙