Cinta tanpa batas

Cinta tanpa batas
Bayi Mungil


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat. Kandungan Gita sekarang sudah berusia tujuh bulan. Sedangkan kandungan Rara sudah berusia empat bulan. Rara masih saja koma. perut Gita sudah semakin membesar saja. bahkan, dia terkadang harus dibantu orang lain untuk bangun dari duduknya.


" Nona, sebaiknya Nona Gita tinggallah dirumah. Saya akan segera kebandara menjemput Tamu Anda !" tutur Pak Rio sopir pribadi Gita. yang kasihan melihat Gita harus berjam jam lamanya diperjalanan untuk tiba kebandara.


" Tidak pak. saya harus ikut dengan Bapak ! Saya sudah tidak sabar bertemu Mereka !!" sahut Gita dengan memelaskan wajahnya. Pak Rio dan istrinya buk Desi adalah orang kepercayaan Gita selama Dia tinggal di Negri orang. Pak Riko dan istrinya tidak memiliki keturunan. sehingga, Mereka sudah menganggap Gita seperti Putrinya sendiri. Mereka menjaga Gita dengan Ketulusan mereka. Begitu juga dengan Gita yang sudah menganggap mereka penganti orang tuanya yang sudah pergi terlebih dahulu menghadap Tuhan Sang Pencipta.


" Benar yang dikatakan Bapak Non. sebaiknya tinggal saja disini, kasihan bayimu kalau kelelahan. " tambah Buk Desi lagi seraya mengelus perut buncit gita dan sesekali mengelus tangan Gita.


"Enggak Buk !! pokoknya Gita harus ikut sama Bapak titik. Gita uda enggak sabar ketemu sahabat Gita " ucap Gita sembari memeluk lengan Buk Desi, Agar diizinkan ikut pergi kebandara.


Hari ini Henni dan Melo datang mengunjungi Gita dan Bayi dikandungannya.


Gita sangat bahagia saat mendapat kabar kalau kedua sahabatnya akan datang. Sepanjang malam Dia tidak bisa tidur, karna Dia tidak sabar menunggu sang Fajar tiba.


" Baiklah. Nona boleh ikut, tapi, tidak boleh kemana pun. setelah dari bandara harus langsung pulang " Buk Desi memperingatkan Gita yang sedari tadi bersikeras ingin ikut.


" Satu lagi !! Bapak harus hati hati bawak Mobilnya, jangan kebut kebutan !!" kini Buk Desi memperingatkan Suaminya.


Gita hanya tersenyum saja, lalu dia kembali kekamarnya untuk mengambil jaket dan tas jinjingnya. mereka pun melanjutkan Perjalanan Mereka, sepanjang perjalanan Gita tidak henti hentinya tersenyum. Mereka pun tiba dibandara dan langsung menuju ke kedatangan.


" Mereka kok belum muncul ya pak ?" tanya Gita dengan melihat kesetiap orang yang keluar dari pintu kedatangan. Sesekali dia akan memperhatikan ponsel yang ada ditangannya untuk melihat kalau kalau sahabatnya memberi kabar.


" sabar Non, Nona duduk disana dulu ya. Biar saya saja yang menunggu disini !" perintah Pak Rio yang sedari tadi berdiri dibelakang Gita.


" Tidak pak, saya tidak apa apa. Saya akan menunggu disini " jawab Gita dengan pandangan yang menyapu setiap orang yang berlalu lalang dihadapannya.


Tidak lama ada suara yang memanggil nama Gita.


" Gita...!!" teriak orang diseberang sana sambil melambaikan tangannya.


Gita yang mendengar ada yang memanggil Namanya, Dia pun mencari sumber suara itu Dan ternyata...


" Henni Melo " ucap Gita pelan serta merentangkan kedua tangannya untuk memeluk kedua sahabat baiknya itu. Mereka pun berpelukan serta menangis. sehingga orang melihat kearah mereka dengan tatapan aneh, karna ya benar hanya mereka yang bermelo drama disana. Tapi mereka mengabaikan tatapan aneh orang orang yang ada disana.


" Gue kangen banget sama Kalian " ucap Gita dengan memeluk semakin erat kedua sahabatnya.


" Kita juga kangen sama lo, tapi enggak gini juga Git. Kasihan Debaynya kejepit gini " sahut Henni dengan melepas pelukan Gita.


" heheh...!! iya ya. maaf sayang Momy lupa, abisnya Momy kangen banget sama Aunty kamu ini nak " Gita mengelus perutnya seraya berbicara pada bayi yang ada dikandungannya.


" Debaynya baik baik aja kan Git ?" tanya Melo sambil mengelus Perut buncit gita.


" iya aunty, aku baik baik aja kok. Aku enggak nakal, apa lagi nyusahin Momyku "jawab Gita sambil menirukan suara anak kecil.

__ADS_1


mereka bertiga pun tertawa lepas sambil saling merangkul. Pak Rio bertugas membawakan koper milik sahabat Bosnya tersebut. Dia berjalan dibelakang Gita, seraya terus memperhatikan sekeliling bandara karna dia tidak ingin ada yang mengikuti Henni dan Melo dari Indonesia. Keberadaan Gita tidak boleh sampai ada yang tau.


mereka masuk kemobil dan pak Rio mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan rata rata. sepanjang perjalanan pulang mereka bercerita tidak ada henti hentinya, karna banyak cerita yang harus mereka bagi satu sama lain.


" Non !! kita sudah sampai, sebaiknya kalian masuk. kalian pasti kelelahan " ucap Pak Rio yang sudah memarkirkan mobilnya dipekarangan rumah Gita. Karna terlalu asik bercerita sehingga mereka tidak sadar sudah sampai.


" Henni Melo mari masuk ! Anggap saja rumah sendiri " tutur Gita yang berjalan dengan mengandeng tangan kedua sahabatnya.


" Buset !! ini tempat bagus banget !! Gue jadi betah tinggal disini " ucap Melo sambil melihat pemandangan disekeliling pemukiman yang Gita tinggali.


" kalau gini ceritanya, Gue bakal lupa sama rumah Gue yang di Indonesia " tambah Melo lagi seraya memejamkan matanya dan merentangkan kedua tangannya dan menarik nafas dalam dalam. Dia sangat menyukai udara sejuk yang ada ditempat tersebut.


" indahnya ciptaan tuhan, Gue jadi pengen tinggal disini terus " kata melo dengan manja serta berjalan menuju pintu masuk rumah tersebut.


" kita masuk dulu " Gita menarik paksa tangan kedua sahabatnya masuk kerumah, karna dia tau pasti kedua sahabatnya masih terpukau dengan pemandangan diluar rumah.


" pantesan lo betah tinggal disini, Disini nyaman banget. Udaranya sejuk serasa bisa buat hidup kita rileks terus " Henni mulai berbicara seraya mendudukan dirinya diSofa Coklat muda tersebut. Dia juga melihat sekeliling ruangan yang dilapisi dengan dinding kaca.


tiba tiba Buk Desi datang dengan membawa tiga gelas teh hangat.


" maaf buk jadi ngerepotin " ucap henni seraya mengatupkan kedua tangannya.


" tidak apa apa !! kalian pasti lelah seharian diperjalanan. sekarang minumlah, sebentar lagi makan malam akan selesai " sahut Buk Desi dengan meletakan Gelas yang dibawanya.


"heheh.... Ibu Desi ini warga Indonesia. Dia sengaja di kirim kemari oleh Asisten kepercayaan mendiang Papa untuk menjaga Gue disini. Nah, Pak Riko tadi suami ibu ini " Gita menjelaskan pada sahabatnya yang belum tahu tentang sepasang suami istri yang selalu merawatnya selama disini.


" maaf Bu, saya enggak tahu madalah ini " kata Melo dengan menatap Ibu Desi.


" tidak apa apa nak, sekarang beristirahatlah. saya sudah menerintahkan pelayan lain untuk mempersiapkan kamar untuk kalian berdua " tambah Ibu Desi.


" Makasih banyak ya buk, maaf akan merepotkan ibu selama kami disini " Henni bergantian menjawab ibu Desi.


" tidak merasa direpotkan. Malah saya senang, Nona Gita akan memiliki teman. apa lagi diusia kehamilannya yang sudah semakin mendekat kelahiran ini " timpal Ibu Desi.


Mereka bertiga selalu menghabiskan waktu bersama kemana pun Mereka pergi.


Namun nasib berkata lain. Gita yang baru selesai mandi. Dia keluar dari pintu kamar mandi, tapi, kakinya terpeleset sehingga dia kehilangan keseimbangan tubuhnya pun ambruk dan dia jatuh dengan posisi terduduk.


Bu Desi yang sedang membersihkan kamar Gita , Dia langsung panik dan berusaha menuntun tubuh Gita keranjangnya. Tapi Bu Desi tidak kuat.


" Pak....!! Bapak " teriak Ibu Desi dari kamar Gita. Dia semakin Panik karna dia melihat darah yang mengalir dikaki Gita.


" Bu Desi, Gita kenapa ?" Tanya Henni dan Melo yang baru masuk kekamar Gita karna mendengar suara teriakan Bu Desi. saat melihat Gita yang terduduk dilantai dan mengeluarkan darah Mereka pun ikut panik tidak karuan.

__ADS_1


Melo langsung berinisiatif berlari untuk memanggil Pak Rio agar Gita segera dibawa kerumah sakit.


" Pak...!! Pak Rio.. tolong Gita ! Dia terjatuh dikamar mandia " ucap Melo dengan nafas belum teratur karna berlari begitu cepat.


Pak Rio tidak berkata apa pun. Dia langsung berlari menuju kamar Gita.


" Pak..!! Tolong bawa Gita kerumah sakit pak !" seru Henni begitu melihat Pak Rio dan Melo yang datang. Dia sudah terisak melihat Gita yang menahan kesakitan.


tanpa banyak perintah Pak Rio langsung mengangkat tubuh Gita dan Memasukkan kedalam mobil.


Bu Desi Henni dan Melo juga ikut menemani Gita kerumah sakit. Begitu sampai dirumah sakit, Gita langsung ditangani oleh dokter kandungan.


" Mohon Maaf, Nona ini harus segera dioperasi sekarang juga. saya takut bayinya akan kenapa kenapa kalau terlalu lama ditangani " ucap Dokter wanita itu dalam bahasa Thailand.


" Tolong lakukan yang terbaik untuk Nona saya ! apa pun itu lakukan saja agar Nona dan bayinya juga selamat " sahut Ibu Desi yang sudah semakin panik karna saat sampai di rumah sakit Gita sudah tidak sadarkan Diri.


operasi pun dilakukan. Pak Rio Ibu Desi Melo serta Henni, menunggu dengan sangat cemas. Mereka sangat menghawatirkan Gita dan Bayi dikandungannya.


setelah beberapa lama Dokter Wanita yang menangani operasi Gita pun keluar. Terlihat Dia membawa seorang bayi kecil digendongannya.


" Selamat..!! Ibu dan Bayinya baik baik saja. Dia melahirkan Bayi yang sangat Cantik sama seperti Ibu !! " Dokter menyelamati Mereka berempat yang sedari tadi frustasi menunggu dokter keluar.


" wahh...!! cantik sekali kamu sayang !!" sahut Melo dengan mengelus pelan wajah Bayi Gita yang masih berwarna Merah.


" Saya akan segera memindahkan Nona Gita keruangan inapnya. Untuk Bayi mungil ini, kita harus memantau kesehatannya terus. jadi, sebaiknya kalian jangan terlalu cemas " tutur Dokter tersebut seraya masuk lagi kedalam ruang Operasi.


Bayi yang Gita lahirkan berjenis kelamin wanita. Dengan berat 2,8 kg.


Kini dia sudah Sah menjadi seorang Ibu. Bayinya lahir dengan prematur jadi harus dirawat dengan sangat insentif. karna, bayi yang lahir prematur memiliki tubuh yang tidak tahan dingin. sehingga, harus segera dirawat di Inkubator.






Mohon tinggalkan sarannya...


jangan lupa tekan tombol Likenya juga👍👍


Terimakasih sudah mampir

__ADS_1


semoga Hari anda selalu bahagia 😗😗


__ADS_2