
setelah tidak sadarkan diri cukup lama akhir dia pun tersadar, dibukanya matanya perlahan lahan , dilihatnya sekeliling ruangan yang cukup asing untuknya setelah memutar otaknya beberapa menit baru dia mengingat apa yang baru saja dia alami.
“itu pasti tidak nyata, aku pasti tadi hanya bermimpi buruk” ucap gita dengan mendudukkan dirinya di atas ranjang rumah sakit.
Mahendra yang baru keluar dari kamar mandi menarik nafas dengan kasar karna dia tidak tahu harus menjelaskan semuanya dari mana.
“ sayang, sepertinya aku baru saja mimpi buruk dalam mimpiku mama sama papa mengalami kecelakaan, tapi kenapa aku dirawat disini ?” ucap gita dengan memperhatikan selang infus ditangannya.
“ sebenarnya kau sedang tidak mimpi buruk, sebenarnya itu nyata---“ ucapan mahendra terjeda dan langsung memeluk tubuh istrinya yang terasa begitu dingin.
Gita yang mendengarnya hanya mematung dan air matanya mulai berjatuhan serta pikirannya yang mulai mengingat setiap perkataan dokter yang menangani orang tuanya.
“ ini gak mungkin, mama sama papa gak mungkin tinggali aku “ ucap gita seraya berlari meninggalkan ruang rawatnya.
Gita menangis sejadi jadinya ketika melihat mayat kedua orang tuanya yang sudah kaku. Media beramai ramai memberitakan perihal kecelakaan yang dialami oleh salah satu pengusaha terkaya di negeri ini, Henni dan melo yang melihat berita langsung pergi ke kediaman aditama.
Terlihat gita yang masih memandangi wajah kedua orang tuanya hingga tanpa memedulikan puluhan bahkan ratusan pelayat yang datang untuk berbelah sungkawa.
“ gita yang kuat ya, kuta tahu lo pasti kuat, lo jangan nangis lagi kasihan bayi yang ada di kandungan lo, lo jangan egois hanya memikirkan dirimu saja “ucap Henni sambil memeluk tubuh gita dengan wajah yang sangat pucat.
“ Gue gak punya siapa siapa lagi sekarang, mama sama papa tega tinggali Gue” ucap gita dengan tangis yang mulai memekik telinga Henni.
“ sayang, kamu gak boleh ngomong begitu, masih ada mami papi suami kamu sahabat kamu juga disini “ susi mulai berusaha menghibur menantunya itu.
Arya serta kedua orang tuanya juga tampak hadir hingga menghantarkan Vero dan surya ke peristirahatannya yang terakhir kali.
“ gita tolong jangan menangis lagi, aku sangat terluka melihatmu menangis seperti ini “ ucap arya dengan memeluk gita.
Gita pun membalas pelukan sahabat kecilnya itu, tapi di tempat lain mahendra mengepalkan tangannya dan mulai melangkahkan kakinya untuk mendekati arya karna merasa cemburu wanitanya disentuh apa lagi memeluk wanitanya, tapi dia tidak boleh egois saat ini gita membutuhkan orang lain untuk membagi sedihnya sehingga dia menghentikan langkahnya.
Setelah arya melepas dekapannya mahendra menghampiri gita dengan membawakan segelas susu rasa vanila khusus buat ibu hamil.
“ sayang, aku tahu kamu kuat menghadapi ini semua, aku selalu ada kok buat kamu, tolong kendalikan diri kamu, minumlah susu ini bayi kita butuh asupan gizi ” kata mahendra dengan menyodorkan susu yang dibawanya.
Tapi gita menolaknya dengan mengelengkan kepalanya.
“ nak, kalau kamu nangis terus papa sama mama kamu pasti akan sedih di sana” tambah bambang dengan menepuk nepuk pundak gita.
“ mama sama papa yang tenang di sana ya, gita janji bakalan hidup dengan bahagia “ ucap gita dengan memegang batu nisan kedua orang tuanya.
Semua orang mulai meninggalkan pusaran vero dan surya hingga tersisa mahendra dan gita yang masih menatap batu nisan serta tanah merah yang masih basah.
“ kita pulang sekarang ya, bentar lagi bakalan hujan, mama sama papa gak mau kalau kamu sampai sakit “ ajak mahendra .
“ aku masih mau disini, kau pulang lah lebih dulu, aku masih ingin bersama dengan kedua orang tuaku “ sahut gita dengan menaburi bunga di atas makan orang tuanya.
Hati mahendra sangat terpukul melihat wanita yang sangat dicintainya harus menderita seperti ini, ingin rasanya dia menggantikan kepedihan yang dirasakan istrinya.
“ ma pa, mahendra janji bakalan selalu menjaga serta menjamin kebahagiaan putri tunggal kalian, beristirahatlah dengan tenang jangan memikirkan apa pun “ ucap mahendra dengan menundukkan kepalanya memberi hormat.
__ADS_1
“ kita pulang ya sayang, bayi kita pasti sangat lelah , hujan juga akan segera turun” ajak mahendra dengan mulai mengendong tubuh gita.
Setelah kematian kedua orang tuanya gita memilih tinggal dirumah orang tuanya, gita hanya selalu termenung hingga mengabaikan semua orang lain bahkan dia sudah semakin terlihat kurus , mahendra bahkan memilih menemaninya selalu biarpun gita tak pernah memedulikan kehadiran mahendra.
“ aku tidak sanggup melihat mu seperti ini terus, kita sebaiknya segera pulang kerumah kita “ ucap mahendra dengan memperhatikan istrinya.
“ aku tidak akan pergi kemanapun, kalau kau ingin pulang pergilah aku akan tetap disini “ jawab gita dengan melihat sekelilingnya.
“ kau harus bangkit, pikirkan bayi kita, tolonglah memperhatikannya juga “ bentak mahendra yang kesal karna tingkah gita.
“kau bisa pergi dari sini, aku tidak membutuhkan mu “ jawab gita dengan meninggalkan mahendra.
" maaf kan aku sudah membentakmu, aku mohon maafkan aku " sahut mahendra dengan mengenggam kedua tangan istrinya.
" aku hanya ingin menenangkan pikiranku , pergilah aku hanya ingin sendiri " ucap gita dengan menundukan kepalanya.
Susi dan bambang setiap hari akan datang kerumah mendiang besannya itu untuk mengurusi menantunya.
Sudah tiga bulan kepergian orang tuanya kandungan gita sudah semakin membesar dia juga sudah mulai bangkit, dia sudah mulai mau melakukan aktifitas biarpun terkadang dia diam diam menangis saat mengingat kedua orang tuanya.
Kedua sahabatnya selalu bergantian menemani gita di saat mereka tidak memiliki jadwal untuk kuliah, kini henni dan melo sudah menjadi mahasiswa, terkadang di saat mereka memiliki banyak tugas dari dosen mereka akan menginap dirumah orang tua gita. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama demi membuat gita tidak kesapian.
##
Mahendra sudah mulai berkutat dengan setumpuk dokumen di atas meja kerjanya, malam ini mahendra menemui klien untuk membahas proyek pembangunan cabang hotelnya, sehingga mahendra pulang telat malam ini.
“ sayang, maafkan aku harus pulang terlambat malam ini, aku sedang metting dengan klien, pastikan mengunci semua pintu dan jendela, tidurlah lebih dulu tidak usah menungguku, I Love You sayangku❤❤ “ mahendra mengirimi gita pesan singkat karna dia takut gita akan mencemaskan mahendra.
Mahendra sudah bertemu dengan kliennya yang akan menangani proyek baru ini,
“ selamat malam pak Heru, sepertinya saya tellah membuat anda menunggu terlalu lama, maafkan saya “ ucap mahendra seraya menyalami kliennya itu.
“ tidak apa apa pak mahendra, saya juga baru saja sampai “ sahut pak heru serya mempersilahkan mahendra duduk.
“ anda ingin minum apa pak, biar saya pesankan ?”tanya pak heru dengan senyum.
“ anda tidak perlu repot repot pak, saya tidak akan lama istri saja sedang menunggu saya “ sahut mahendra menolak dengan halus.
“ ayo lah pak, kita kolega kenapa harus begitu” ucap pak heru dengan mengangkat tangan sebagai kode memanggil pelayan.
“ baiklah saya pesan Espresso saja” kata mahendra kepada pelayan itu.
“ saya juga pesan Espresso “ tambah pak heru dan pelayan itu pun berlalu .
Setelah berbincang cukup lama akhirnya mahendra menerima proposal kerja sama dari pak heru.
“terimakasi untuk kesempatannya pak mahendra, saya sangat bangga bisa bekerja sama dengan Anda dan saya akan segera mengirimi Anda kontrak kerja kita” ucap pak heru seraya menjabat tangan mahendra dengan gagah serta mulai melangkahkan kakinya keluar dari restoran mewah tersebut.
Mahendra hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya menandakan setuju.
__ADS_1
Di tempat lain ternyata rara sudah sedari tadi memperhatikan mahendra yang sedang duduk tidak jauh dari mejanya.
Saat mahendra mulai melangkahkan kakinya rara dengan yakin mendekati mahendra.
“ mahen, lama kita tidak berjumpa, bagaimana kabar istrimu aku turun berduka untuk musibah yang menimpa mertua mu?” tanya rara basa basi.
“ itu bukan urusanmu, minggirlah dari hadapanku “ jawab mahendra dengan membuang pandangannya ke tempat lain.
“aku hanya ingin menyapamu, mengapa kau menjadi sensitif begini, aku tidak memiliki niat apa pun aku hanya ingin memintamu menemani ku makan” ucap rara dengan air mata yang sudah berjatuhan sebenarnya dia hanya akting.
“ mengapa kau harus menangis, minggirlah aku ingin pulang” sahut mahendra dengan melangkahkan kakinya meninggalkan rara.
“tolong temani aku makan sekali ini saja, anggap ini permintaan maafku pada mu karna sudah meninggalkan mu dulu” bujuk rara dengan menarik tangan mahendra.
“ baik tapi kau harus berjanji, setelah ini jangan pernah kau ganggu kehidupanku “ ucap mahendra penuh penekanan.
“ aku berjanji “ sahut rara dengan senyum seraya membentuk jari telunjuk dan jari tengahnya berbentuk huruf V.
Mahendrapun duduk di meja yang sudah terhidang banyak jenis makanan.
“ spageti kesukaanmu dan anggur grand vin lafite khusus buatmu “ ucap rara dengan menuang Wine ke dalam gelas mahendra.
“terimakasi tapi aku tidak bisa minum karna aku harus menyetir” jawab mahendra dengan menatap anggur yang ada di hadapannya.
“ aku mohon minumlah, aku akan menepati janjiku kalau kau mau meminumnya “ bujuk rara dengan wajah memelas.
Rara tahu kelemahan mahendra, sebenarnya mahendra tidak pernah meminum alkohol. Dia memiliki niat tersendiri pada mahendra.
Dengan berat hati mahendra meneguk anggur yang ada digelasnya , setelah meminumnya hingga habis, rara sengaja menuang anggur lagi.
“ ayolah, ini anggur terakhir yang akan kutuankan untuk mu “ bujuk rara lagi.
Mahendra meneguk anggurnya lagi dan dia pun langsung merasa pusing , rara dengan bersusah payah memapah tubuh mahendra ke mobilnya.
“ berhasil, aku akan membuat rumah tanggamu dengan wanita itu hancur “ ucap rara seraya mengemudi mobilnya.
Rara dengan cepat merebahkan tubuh mahendra di sebuah kamar hotel dan dilepasnya semua baju mahendra dengan sengaja dia mengambil foto dengan gaya yang sangat erotis membuat yang melihatnya pasti yakin dengan apa yang dilihatnya.
Dengan tertawa bahagia dia memeluk tubuh mahendra yang sudah tidak sadarkan diri.
.
.
Mohon kritik dan sarannyaaa..
Jangan lupa like & komen juga ya guyss..
Semoga hari anda selalu bahagia 😗😗
__ADS_1
Faithing...