
pagi pagi sekali Galang baru pulang keapartemennya.
dia menginap dirumah sakit menemani Mahendra yang menjaga Rara diruang inapnya.
dia merasa sangat mengantuk selama perjalanannya menuju apartemennya beberapa kali dia menguap, dia sangat menahan kantuknya.
" hooaammm.... !!
gue ngantuk banget, gue harus cepat cepat menemui ranjang kesayangan gue " Galang beberapa kali bicara pada dirinya sendiri.
dia masuk kedalam lift dengan menyandarkan tubuhnya kedinding untuk menahan tubuhnya agar tidak jatuh serta sempat memejamkan matanya yang terasa sangat berat.
ting...
pintu lift terbuka, begitu juga dengan matanya dibukanya. matanya langsung menemukan sesosok wanita cantik yang terlihat sudah rapi mengenakan kemeja pink dan jens putih serta membawa sebuah paper bag pink ditangannya.
" ceehh...!! jam segini baru pulang, dasar laki. laki " gumam Henni dalam hatinya serta menunggu Galang keluar dari lift.
" pagi tuan putri, mari saya antar tuan putri..!!" sapa Galang dengan mengembangkan senyum yang terbaik. awalnya dia sangat lemas disisa sisa tenaganya tapi saat wanita cantik itu tepat dihadapannya rasanya tenaganya menjadi full kembali.
" garing lo !! minggir sana ! gue buru buru kekampus " ucap Henni dengan ketus sambil melirik kearloji yang ada ditangan kirinya.
" ayok biar gue antari, lo kan buru buru " Galang menarik dengan buru buru tangan Henni memasuki lift kembali.
" lepasin tangan gue !!
jangan sok akrab dengan gue, gue bukan teman lo !!" bentak Henni serta melepaskan genggaman Galang, bukannya melepaskan tangan Henni tapi Galang semakin mengeratkan genggamannya.
tingg...
pintu lift terbuka Galang menarik tangan Henni dan langsung memaksa Henni duduk dikursi penumpang dan memasangkan seat belt untuk Henni.
" gue bisa sendiri enggak usah sok baik sama gue " bentak Henni lagi dengan berusaha membuka pintu mobil Galang tapi Galang langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan dibawah rata rata.
" gue enggak sedekat itu sama lo ! kenapa lo harus dekat dekat sama gue terus sih ?" tanya Henni yang kesal karna perlakuan Galang tanpa persetujuan dari Henni.
" masih pagi tuan putri, jangan marah marah mulu nanti cantiknya ilang " sahut Galang dengan senyum serta mengacak acak rambut Henni yang tergerai rapi yang sudah di tatanya dengan susah payah.
" lo apaan sih, rambut gue kan jadi berantakan !! " tutur Henni dengan memasang wajah jutek kepada Galang karna mengacak acak rambutnya, dia merasa marah karna rambut kesayangannya dirusak oleh orang lain.
" semakin lo jutek gini, lo itu semakin cantik tau " puji Galang dengan menyengirkan gigi putih serta rapinya.
" basi lo !! Gue enggak mempan sama gombalan lo yang receh kayak gitu. " sahut Henni malu dengan pipi yang sedikit memerah karna lagi lagi Galang berhasil membuat hatinya bergejolak tidak jelas.
" oiya. mahendra lagi dirumah sakit " Galang mulai memberanikan diri membahas suami dari sahabat baiknya Henni.
" apa !! kak hendra sakit apa ?" Henni memelototkan matanya karna terkejut dengan perkataan Galang tersebut.
" bukan dia yang sakit, tapi Rara. dia semalam diserang sama berandalan tak dikenal. makanya kita nginap dirumah sakit l." Galang melanjutkan perkataannya.
" jadi kak hendra udah benar benar lupain Gita, secepat itu kah ?" gumam Henni dalam hatinya.
" Rara lagi mengandung bayinya Mahendra. Gue juga baru tahu masalah ini. ternyata, Gita ninggalin Mahendra karna kondisi yang enggak bisa dia hindari, gue juga kalau diposisi Gita mungkin gue juga bakal lakuin yang sama juga " jelas Galang lagi serta sesekali melirik kearah Henni yang tiba tiba menjadi kalem serta mendengarkan setiap perkataan Galang tanpa mencela setiap ucapannya. Ternyata mereka sudah memasuki gerbang kampus Henni.
__ADS_1
" gue turun disini aja, makasih udah nganterin gue " ucap Henni yang langsung bersiap keluar dari mobil Galang. Galang langsung menepikan mobilnya, tanpa basa basi Henni langsung berjalan meninggal mobil Galang. Galang hanya memperhatikan Henni hingga tidak terlihat lagi.
" saatnya pulang, welcome back to my sweet home " Ujar Galang dengan penuh semangat seraya menjalankan mobilnya pulang keapartemennya.
##
Henni memasuki kelasnya yang sudah terlihat beberapa mahasiswa yang datang.Henni melihat ke sekeliling kelas untuk mencari keberadaan Melo sahabat baiknya tersebut.
" buset. udah jam segini, siMelo belum datang juga ! " gumam Henni sambil melihat arloji yang ada dilengan kirinya.
dia mendudukkan dirinya dibangku kosong dan mulai mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya.
" nomor siapa ini ?" tanya Henni sendiri sambil membuka isi pesan di whatsapp yang dikirimkan nomor asing itu.
" Wow....!! foto yang cantik !! Gue jadi pengen cepat cepat kesana !! " kata Henni sendiri dengan sibuk memperhatikan foto yang dikirim nomor
" Gue juga pengen kesana ðŸ˜ðŸ˜!! tunggui aunty ya debay " Henni membalas whatsapp yang ternyata dari sahabatnya yang sekarang tinggal di Negri orang yaitu dithailand negara yang dijuluki Negri Gajah putih.
" ditunggu kedatangannya aunty sayang...!! kami sangat merindukanmu 🤗🤗" Gita membalas kembali whatsapp dari temannya serta menambah emoji memeluk. karna memang mereka sudah berpisah satu bulan.
" gue juga kangen banget 🤗🤗 " Henni membalas whatsapp dari Gita lagi. mereka bercurhat ria melepas kekangenan mereka. Dengan berat hati tapi Henni tetap harus memberitahu Sahabatnya kalau Suaminya kini sedang merawat Rara dirumah sakit. Bahkan memberitahu kalau Rara sedang mengandung bayi dari Mahendra.
Hati Gita sangat terisir mendengar kabar dari sahabatnya yang ada di tanah kelahirannya. Tapi dia harus mengiklaskan semuanya, karna, dia sendiri yang memilih pergi dari sisi Mahendra.
" Aku harus kuat, karna bayiku hanya mempunyai aku saat ini " ucap Gita sendiri serta menghapus air matanya yang jatuh.
" Nak, tolong kuat demi momy ya. Momy hanya punya kamu, jadi, tolong jangan pergi tinggali momy ya !!" Gita mengajak bayi yang ada dirahimnya berbicara serta berkali kali dia mengelus lembut perutnya yang semakin membesar. kini, usia kandungan Gita sudah menginjak Usia lima bulan.
Gita tinggal disalah satu kota kecil dithailand Mae Hong Son Persisnya di bagian pegunungan yang dekat dengan perbatasan Myanmar. Gita tinggal di sebuah rumah kecil yang sederhana tetapi sangat nyaman. Dia juga ditemani beberapa pelayan dan sopir pribadi yang disediakan oleh Asisten Pribadi keluarga Aditama.
dia sangat menyukai tempat tersebut, selain udaranya yang sejuk ditempat ini juga bisa melihat ragam budaya yang tidak banyak dikenal kalangan luar.
@ Ditempat Lain.
Mahendra bertemu dengan keluarga Aksara yang sangat cemas karna mengetahui keadaan Rara yang belum juga sadarkan diri.
" Bagaimana Keadaan Rara ? kapan dia akan sadar ?" tanya Mama Lilis ibu dari Rara aksara, dia baru saja tiba dijakarta karna selama ini dia tinggal di Amerika. Dia sangat cemas mendengar kabar dari adiknya yang kalau putri semata wayangnya mengalami musibah, sehingga dia harus dirawat dirumah sakit.
" Rara belum sadarkan diri tante !" kata Mahendra sambil memandang wanita yang sudah dia kenal lama sejak dia menjalin hubungan dengan Rara. Mereka sudah saling kenal karna saat mereka pacaran, Mahendra sering berkunjung ke kediaman Aksara.
" apa yang terjadi pada putriku ? mengapa dia bisa sampai begini ? apa yang sebenarnya terjadi ?" banyak pertanyaan yang dilontarkan mama Lilis pada Mahendra yang menjaga Rara diruangannya. Mama Lilis menangis histeris sambil memegangi pipi dan tangan putrinya bergantian.
" Tante..!! tante tenang dulu ya ! jangan seperti ini Rara akan sedih kalau tante seperti ini. kuta harus sabar menghadapi musibah ini " ucap Mahendra sambil memeluk tubuh mama Lilis sesekali dia akan mengelus punggung mama Lilis dengan lembut.
" tante tenang dulu ya, Mahen juga belum tau keadaan Rara pastinya bagaimana. Dokter akan segera membacakan hasil diaknosanya, apa pun hasilnya kita harus kuat tante " ucap Mahendra lagi sambil mengajak mama Lilis duduk disofa ruangan Rara. Nama Mahen adalah panggilan yang diberikan oleh Rara saat mereka masih pacaran.
Mama Lilis sesekali masih sesegukan karna tangisnya pecah saat melihat tubuh putrinya dipenuhi alat alat medis.
" sebenarnya apa yang terjadi pada Rara ? bisakah kamu menberitahu tante ?" tanya mama Lilis dengan menatap mata mahendra yang sayu.
*begini tante ( Mahendra mulai bercerita kronologi kejadian dibar Alexa milik Galang).....*
" sebelum Mahen cerita masalah yang satu ini. Mahen minta Maaf yang sebesar besarnya pada tante, Mahen harap tante bisa memaafkan Mahen " ucapnya tertunduk.
__ADS_1
" ada masalah apa lagi Mahen ? apa Rara membuat kesalahan atau membuat dosa apa hingga kamu harus meminta maaf ?" tanya mama Lilis dengan menaikan alisnya.
" begini tante..., sebenarnya, Rara sedang mengandung bayi kami !! tapi Mahen mohon jangan memarahi Rara, karna ini sepenuhnya kesalahan saya. sekali lagi Mahen harap tante tidak menghukum Rara, Mahen akan bertanggung jawab tante " ucap Mahen serta sudah mau menatap mata Mama Lilis. karna selama mereka pacaran kalau Rara melakukan kesalahan Mama Lilis akan langsung menghukumnya dengan keras. Didikkan keluarga Aksara sangat keras bahkan pada putri semata wayangnya sendiri.
" tante sudah tahu masalah ini ! kau tidak perlu meminta maaf pada tante, yang tante minta hanya satu. Tolong selalu kau jaga Rara, kebahagiaan hanya bersamamu " kata Mama Lilis seraya memeluk Tubuh tegap Mahendra.
" seharusnya tante yang minta maaf !! sebenarnya aku yang memisahkan kalian sembilan tahun yang lalu, saat itu aku tidak mau putriku menikah denganmu karna sesuatu hal. Aku memaksa Rara untuk melanjutan sekolah Baletnya Di Amerika. aku juga memberi dia tantangan yang berat, kalau dia bisa menjadi Penari Balet terbaik Di Dunia maka aku akan merestui hubungan kalian. Dia selalu bersemangat untuk berlatih bahkan saat kakinya terluka sekali pun. tapi saat dia kembali kau sudah menikah dengan wanita lain! " ucap Mama Lilis dengan mata yang sedikit memerah membendung air matanya.
" karna keegoisanku lah kalian berpisah ! Aku sangat bersalah pada kalian ! Aku minta maaf Mahen, ku harap kau mau memaafkan ku ! Aku yang terlalu egois pada kalian. selama ini Rara hidup sangat menderita hidup tanpa ada kau disisinya, bahkan lelahnya selama ini tidak berbuah dengan manis " tambah Mama Lilis dengan sudah menanggis sejadi jadinya.
" jangan menangis lagi tante !! yang lalu biarlah berlalu " sahut Mahendra dengan mengelus pundak mama Lilis.
" Aku mama yang paling jahat di dunia ini, bahkan tidak untuk memberi kebahagiaan pada putriku pun aku tidak mampu. semua ini karna keegoisan ku karna tidak pernah melupakan masa lalu ku dengan seseorang, Bahkan putri ku sendiri tidak pernah menggangapku ibunya, karna perbuatanku yang sangat kejam padanya " Mama Lilis mulai membayangkan kembali setiap perbuatan hingga perkataannya yang sering membuat putrinya sakit hati.
" aku tidak pantas disebut seorang ibu !!" serunya lagi dengan dengan memukul mukul dadanya sendiri. Mahendra berusaha menenagkan Mama Lilis.
tidak lama dokter yang menangani Rarapun masuk serta terlihat beberapa suster yang mengikuti dokter muda itu.
" selamat siang tuan dan nyonya..., saya akan memeriksa nona Rara terlebih dahulu " sapa dokter muda itu serta memeriksa keadaan Rara.
" ada yang ingin saya sampikan, apakah kita bisa bicara diruangan saya ?" tanya dokter muda itu dengan menatap Mahendra dan Mama Lilis bergantian.
" baik dok" sahut Mahendra yang berjalan keluar serta diikuti mama Lilis.
mereka pun samapi diruangan dokter dan mereka langsung dipersilahkan duduk oleh dokter itu.
" begini tuan dan nyonya, oprasi yang kita lakukan kemarin memang berhasil tapi kami sudah melakukan CT Scan dan MRI pada bagian kepala nona Rara. Gangguan kesadaran. Beberapa penderita cedera kepala berat mungkin mengalami gangguan kesadaran, seperti koma atau vegetative state, yaitu kondisi ketika pasien sadar, namun tidak responsif. " jelas dokter muda itu dengan menunjukkan hasil CT scan dilayar komputernya.
" jadi bisa dikatakan, Nona Rara saat ini koma !!" tambah dokter itu lagi dengan memasang wajah ikut bersedih apa yang dialami oleh pasiennya.
" saya akan segera membawa putri saya ke Amerika, tolong dokter siapkan segala sesuatunya" tutur Mama Lilis dengan cepat karna dia mencemaskan keadaan putrinya.
" maaf nyonya! saat ini keadaan nona Rara belum stabil. Dia belum bisa dibawa kemana pun saat ini " jawab Dokter muda itu lagi dengan menatap Mama Lilis lekat lekat.
" sebaiknya kita rawat disini saja dulu tante, nanti kalau kondisinya sudah stabil baru kita bawa kesana " ucap Mahendra sambil memegang tangan Mama Lilis.
Hati ibu mana yang tidak hancur saat melihat anaknya tidak kunjung sadarkan diri !!
Mama Lilis sangat ingin melihat Rara sehat seperti dulu lagi, Dia juga ingin segera berbaikan pada putri semata watayangnya itu.
☆
☆
☆
☆
☆
jangan Lupa tinggalkan Like dan komen yang membangun ya kakak kakak...
setiap komen akan menjadi pekerjaan rumah buat saya kedepannya.. 😆😆
__ADS_1
jadi jangan pelit pelit kasih kritiknya ya kak
semoga hari anda selalu bahagia 😗😗😗