
Mamanya Henni sudah diperbolehkan pulang oleh dokter yang menangani cici ,
Gita dan melo terlihat mengunjungi rumah henni .
“ selamat siang tante , apa tante sudah baikan “ tanya gita dengan senyum yang merekah dan langsung mencium punggung tangan cici .
“ siang sayang , maaf ya sudah merepotkan kalian berdua “ sahut cici dengan wajah yang masih pucat .
“ kita gak ngerasa direpotkan kok tante , malah kita senang bisa bantuin jaga tante cici “ ucap melo .
Karna cici harus istirahat henni pun mengantarkan mamanya masuk kekamarnya sepeninggalan mamanya ketiga wanita muda itu mulai membuka suara .
“ apa om susilo belum pulang juga “ tanya melo hati hati .
“ belum , gue udah hubungi tapi hapenya gak aktif , gue rasa papa lagi bahagia sama wanita barunya “ jawab henni dengan tertunduk .
“ nanti kita bantuin lo ya carik om susilo “ ucap gita dengan mengelus lembut pundah henni .
Henni pun mengangguk tanpa mengucapkan sepatah kata pun .
##
Diruangan kerja mahendra
Drrttt...drrttt....
Dengan sigap mahendra melirik hapenya dan terlihat panggilan dari papinya .
“ hallo nak .... bagaimana keadaan menantuku “ tanya bambang disebrang sana .
“hallo pi .... ya menantumu sehat , apakah aku sudah tidak menjadi anak kalian lagi , mengapa hanya wanita itu saja yang kalian hawatirkan “ jawab mahendra dengan kesal .
“ hah..haha .., terdengar bambang tertawa .
“ tentu saja aku menghawatirkan menantuku karna aku tau kau pasti tidak mengurusnya dengan baikkan , kau selalu dingin dengan wanita “ sahut bambang dengan mulai mengoda putranya itu , tapi memang benar bambang dan susi sedikit khawatir kalau kalau Marendra tidak menjaga gita dengan baik .
“ baiklah tolong kau bawa menantuku makan malam bersama kami disini , kami sangat merindukan dia “ tambah bambang.
Saat mahendra ingin menjawab ucapan papinya , bambang sengaja mengakhiri panggilan .
Mahendra hanya membuang nafas dengan kasar dan mulai memeriksa setiap dokumen yang ada dimeja kerjanya .
Saat hari semakin sore mahendra buru buru keluar dari ruang kerjanya dan beberapa karyawan yang berlalu lalang langsung membungkuk saat mahendra lewat , tapi dia sama sekali tidak memperdulikan bawahannya itu. Mahendra langsung memasuki mobil sport kesayangannya serta melesat dengan cepat .
Sesampainya dirumah mahendra langsung mengetuk pintu
Tokk..tokk...
Dengan sigap ART setengah baya yang bernama bik ani membuka pintu .
__ADS_1
“ sore tuan muda “ ucap bik ani dengan membungkuk .
“ sore bik , dimana nona muda “tanya mahendra sambil mencari gita dengan melihat kekanan dan kekiri .
“ nona muda ada dikamarnya tuan “ jawab bik ani dengan sopan .
Mahendra pun langsung menaiki anak tangga dan langsung membuka pintu kamar gita tanpa mengetuknya terlebih dahulu .
Gita yang baru keluar dari kamar mandi dengan handuk seadanya yang masih melilit tubuh mulusnya membuat mahendra terteguk melihat pemandangan yang ada dihadapannya .
Gita yang baru menyadarinya langsung membelakangi Mahendra .
“ dasar cabul , kau sengajakan masuk tanpa mengetuk pintu , sekarang keluarlah“ ucap gita dengan menyilangkan kedua tangannya pada dadanya .
“ memangnya kenapa aku harus keluar , aku kan suamimu “ jawab Mahendra seraya mendudukkan dirinya diranjang gita.
“ aku mohon keluarlah “ kata gita dengan sedikit gemetar .
Bukannya keluar tapi mahendra malah berjalan mendekati istrinya untuk mengodanya .
“ stop .... aku mohon berhentilah disana “ teriak gita .
“ segeralah bersiap siap tadi papi menelepon mengundang kita makan malam bersama mereka “ jawab mahendra dengan memperhatikan tubuh mulus milik istrinya .
“ baiklah aku akan bersiap siap , segeralah keluar “ sahut gita pelan karna merasa malu terhadap suaminya itu .
Gita terus saja mengutuki laki laki yang sudah menjadi suaminya itu , setelah selesai mengenakan pakaian gita membuka pintu kamarnya terlihat mahendra sudah berdiri dengan bersandar pada daun pintu kamar gita .
“ ayo “ kata mahendra sambil memegang erat tangan gita .
Gita hanya memelototkan matanya karna terkejut sikap mahendra yang berubah . Merekapun melesat dengan cepat dan sampai dikediaman wijaya terlihat mobil milik surya yang sudah terparkir .
“ malam mama papa “ ucap gita seraya langsung memeluk papa dan mamanya bergantian karna sangat merindukan mama dan papanya .
“ kamu gak merindukan mami sama papi “ tanya susi dengan tawanya .
Terlihat susi dan bambang tidak sabar untuk memeluk menantunya itu . Mereka pun menuju meja makan yang sudah ditata rapi serta banyak jenis makanan . Gita yang duduk bersebelahan dengan mahendra membuat gita sedikit canggung karna dia masih belum terlalu dekat dengan suaminya .
“ makanlah yang banyak nak , supaya kau memiliki kekuatan disaat persiapan kehamilan mu “ucap susi sambil meletakkan ayam goreng kepiring menantunya .
Sontak saja gita binggung dengan ucapan mertuanya itu , gita hanya melirik kearah mahendra tapi mahendra hanya mengunyah makanannya .
“ segeralah kalian memberikan kami momongan , kalian harus memikirkan kami yang semakin tua “ tambah susi
Seketika gita tersedak karna ucapan mertuanya yang begitu tiba tiba .
Mahendra dengan cekatan memberikan minum pada istrinya sambil mengelus pelan punggungnya .
“ sayang , kamu harus pelan pelan makannya tidak akan ada yang mengambil makanan mu “ ucap mahendra dengan perhatian .
__ADS_1
Sesaat mahendra memikirkan apa yang baru saja dia katakan .
“ kamu tidak apa apakan nak “ tanya vero khawatir .
Gita hanya menggeleng , rasa nafsu makannya hilang karna ucapan mertuanya tadi . Setelah selesai makan malam mereka mengobrol hingga larut malam , vero dan surya pun berpamitan lebih dulu pada besannya .
Terlihat gita dan mahendra juga akan berpamitan pada mertuanya .
“ ini sudah malam , kenapa kalian tidak menginap disini saja “ tanya bambang .
“ tidak apa apa pi , besok pagi pagi sekali aku ada metting takutnya terlamat “ jawan mahendra sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya .
Mereka pun meninggalkan kediaman wijaya , terlihat gita frustasi memikirkan perkataan mertuanya itu .
Tapi mahendra hanya berfokus pada kemudi mobilnya saja .
##
Pagi pagi sekali mahendra sudah bersiap berangkat kekantor . Terlihat mahendra mencari keberadaan gita , tapi dia tidak menemukan gita ternyata gita belum bangun .
“ dasar wanita pemalas , bagaimana menjadi seorang ibu , jam segini saja belum bangun “ gumam mahendra dalam hati sambil masuk kedalam mobil sportnya .
Mahendra meninjak pedal gas mobilnya dan melesat dengan cepat meninggalkan vilanya .
Sesampai dikantor mahendra langsung memulai metting dengan kliennya yang dari jepang , dengan meyakinkan mahendra menjelaskan semua proyek pembangunan hotel yang akan mereka kerjakan dan dengan cepat kliennya itu memutuskan bersedia kerja sama dengan wijaya Group.
Setelah selesai menanda tangani kontrak terlihat klien dari jepang itu buru buru meninggalkan kantor mahendra .
“ hufff... pagi pagi sudah harus memutar otak “ ucap mahendra sambil memasuki ruangan nya dan dia sangat terkejut ternyata galang sudah tertidur disofa ruangan mahendra .
“ ngapain lagi anak ini pagi pagi sudah tidur disini “ ucap mahendra sambil mengoyang goyang pundak galang .
Galang tidak juga bangun mahendra pun membangunkan nya dengan setengah berteriak .
“ bangun gak lo , atau gue siram air sekarang juga “ ucap mahendra .
“ tolong biarin gue tidur disini bentar , gue ngantuk banget “jawab galang dengan mata masih terpejam .
“ apa sekarang lo udah bangkrut sampai gak bisa sewa hotel buat lo tidur “ bentak mahendra .
Galang tidak menjawab perkataan mahendra , dia memilih memejamkan matanya .
Mahendra pun berjalan kemeja kerjanya dan duduk dikursi besar miliknya , serta mulai membaca tumpukan dokumen yang harus segera ditanda tanganinya .
mohon kritik dan sarannya guyss..
jagan lupa like juga heheh..
Semoga hari anda selalu bahagia 😗😗
__ADS_1
selamat bermalam minggu wkwkwk ...