
seperti pepatah lama berkata
" pucuk dicinta ulam tiba " begitulah yang dirasakan oleh galang.
pagi ini galang sedang jogging disekitaran taman apartemennya di daerah kelapa gading,
" maaf buk, maaf saya betul betul tidak melihat anda " galang meminta maaf pada seorang wanita yang sudah kepala empat karna sudah menabraknya karna terlalu fokus dengan gadget ditangannya.
" tidak apa apa, saya juga salah karna tidak memperhatikan orang lain " jawab wanita itu sambil memungut beberapa belanjanya yang berserakan karna ditabrak oleh galang.
" sepertinya aku pernah liat ibu ini tapi dimana ya " ucap galang dalam hati sambil terus mengingat wajah wanita yang ada dihadapannya.
" sekali lagi saya minta maaf bu, boleh saya bantu bawakan belanjaan ibu ?" tanya galang yang sudah mengangkat belanja wanita itu, karna dia tidak tega kalau wanita yang sudah seusia itu harus membawa banyak barang dengan jarak yang cukup jauh.
" tentu saja, tapi apa saya tidak merepotkan kamu ?" tanya wanita itu dengan menautkan kedua alisnya.
" tentu saja tidak bu, saya merasa senang kalau bisa membantu ibu " jawabnya sambil mulai melangkah kecil. sebenarnya pinggang wanita sakit karna terjatuh tadi.
" kau sangat rendah hati, tampan lagi, sangat cocok dengan putri semata wayangku. dia juga sangat cantik pintar memasak lagi, nanti kau harus mencoba masakan putri ku " puji wanita itu sambil terus menatap wajah tampan galang.
mereka berjalan berdampingan dan masuk kedalam lift dan wanita itu memencet tombol sepuluh.
" apa ibu tinggal dilantai sepuluh ?" tanya galang dengan senyum manisnya.
" iya, kami baru seminggu pindah diapartemen ini " wanita itu mulai menjelaskan.
" ternyata kita tinggal dilantai yang sama, saya juga tinggal dilantai sepuluh " ucap galang lagi.
ting.. pintu lift terbuka dan mereka pun melangkahkan kakinya keluar dari lift.
" ini apartemen kami " wanita itu menunjuk apartemen yang bernomor 1550 ternyata tepat bersebelahan dengan apartemen galang yang bernomor 1551.
" wahh... ternyata kita tetangga , saya tinggal disebelah " galang menunjuk dengan melipat bibirnya.
" ternyata kita tetangga, kau harus sering sering datang kesini, anak gadis saya tidak punya teman disini, tapi dengan adanya kamu pasti dia akan senang " ucap wanita itu sambil membuka pintu apartemen mereka.
galang yang mengikuti dari belakang melihat sekeliling ruangan yang interior bernuansa putih dan abu abu serta beberapa lampu gantung yang terbuat dari kristal. bentuk tangga yang melengkuk lengkuk, rumah ini minimalis tapi terlihat sangat rapi serta sangat elegan karna menggunakan furnitur asal jerman. rumah ini ditata arsitektur dari jerman yang khusus di datangkan oleh pemilik rumah.
" wahh... rumah ini sangat bagus " puji galang sambil berjalan kedapur untuk meletakan belanja bawaannya.
" terimakasih... duduklah, akan saya panggilkan putri saya " ucap wanita itu sambil berlalu.
tidak lama pemilik rumah itu pun keluar bersama gadis muda yang berkulit putih bersih yang saat itu mengenakan celana pendek hitam dan kaos oblong berwarna putih, serta rambut yang dicepol keatas sehingga terliat jelas garis lehernya.
__ADS_1
" ngain lo kerumah gue, pasti lo ngapa ngapain mama guekan, mama kasih tahu henni mama diapain sama ini orang " sambil berputar putar dimamanya untuk memastikan mamanya tidak diapa apain oleh orang asing itu.
" sayang, kau mengenal pemuda ini, dia sudah menolong mama mengantarkan belanja mama , kau tidak boleh berkata kasar pada tamu kita" ucap mamanya dengan melihat kearah putrinya.
henni hanya mengangguk sambil menunduk.
" wahh.. bagus kalau kalian sudah saling kenal, oiya nak saya mamanya henni nama saya cici, kamu bisa memanggil saya tante cici" tambah mama cici.
" saya galang tante, maaf tadi saya lupa memperkenalkan diri saya " ucap galang sambil membungkukan kepalanya serta jantungnya yang berdetak sangat cepat karna bertemu dengan wanita itu lagi.
ternyata henni dan mamanya baru saja pindah disalah satu apartemen di sana karna mamanya tidak sanggup kalau harus terus tinggal dirumah yang penuh kenangan dengan mantan suaminya, yang sebenarnya adalah separoh hidup susi sudah pergi bersama kepergian suaminya menikah dengan wanita lain.
" enggak apa apa buk, saya juga tidak salah sudah menabrak ibu tadi, sebaiknya saya permisi sekarang " galang langsung bangkit dari duduknya.
" enggak apa apa nak, duduk lah sebentar henni harus membuatkan kamu teh, saya dan henni harus berterima kasih karna sudah membantu saya, sekalian kita berkenalan karna kita kan tetangga. " cici mulai mencairkan suasana yang sedikit menegang.
" apa mama bilang dia tetangga kita ?" tanya henni dengan memelototkan matanya.
" ya dia tetangga baru kita, kau harus akrab dengannya karna kau kan tidak punya teman disini " perintah mama cici yang sudah duduk disofa cream dan beralas karpet merah asal turki tepat dihadapan galang. galang hanya tersenyum manis menatap henni.
" ogah temanan dengan orang seperti dia " sahut hennk seraya berjalan kedapur membuatkan teh perintah mamanya.
" maafkan henni ya nak, di memang begitu kalau bertemu orang baru tapi kalau dia sudah mengenalnya pasti dia sangat ramah " kata mama cici.
tidak lama gita datang dengan membawa baki yang berisi dua gelas teh hijau. henni meletakkannya dengan hati hati dan langsung duduk disamping mamanya.
" itu minum lo, cepatan di abisin terus lo cabut sana " ucap henni dengan pandangan sinis.
" sayang, kau tidak boleh begitu, nak galang tamu kita berprilaku lah dengan baik. oiya nak silahkan minumnya di minum " mama cici menatap henni dengan serius.
" ya ma maaf " kata henni yang dia tahu maksud tatapan mamanya itu, dia hanya menjatuhkan kepalanya dipundak mamanya, dia terlihat sangat manis karna sangat manja pada mamanya.
" wanita luar biasa, sangat penurut pada orang tuanya " batin galang sambil menyeruput teh hijaunya.
galang dan henni beberapa kali beradu pandangannya, tapi yang galang merasa jantungnya berdebar sangat cepat dia langsung mengalihkan pandangannya ketempat lain. tapi henni hanya menatap galang dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
" nanti malam datanglah makan malam disini, tante sedang berulang tahun, tante sangat mengharapkan kehadiran kamu " bujuk mama cici dengan wajah ayunya.
" maa.... " henni merenggek dan menatap mamanya yang mengundang orang lain tanpa meminta persetujuannya.
" nak galangkan teman kamu, lagian mama tidak yakin nak galang akan datang " mamanya memotong ucapan gita.
" saya pasti akan datang tante , saya sedang tidak sibuk kok " dengan cepat galang menerima undangan mama cici karna dia tahu kesempatan tidak akan datang dua kali.
__ADS_1
henni yang mendengar keputusan galang hanya memelototkan matanya kepada galang karna sangat tidak suka pada galang
.
tidak lama galangpun berpamitan pulang keapartemenya. selama dia berjalan masuk keapartemenya dia sangat bahagia dan senyumnya tidak henti henti.
malam harinya galang datang dengan membawa kotak kado yang berwarna silver dan memberikannya kepada mama cici.
" adduh nak, kenapa repot repot begini, tante jadi merasa enggak enak " ucap mama cici yang menerima hadiah dari galang.
" galang gak ngerasa direpotin tante, sekali lagi selamat ulang tahun ya tante " galang mulai menyelamatin serta menyalim dan memeluk tubuh mama cici.
" trimakasih banyak ya nak " dengan membalas pelukan dari galang. setelah itu galang mulai bergabung dengan beberapa orang yang sudah ada disana hanya melo tamu yang dikenal oleh galang dia memang merasa sedikit canggung dengan keluarga yang hadir disana.
" hai kak galang " sapa melo dengan senyum terbaiknya karna tadi henni sudah sempat bercerita tentang galang.
" hai.. juga " galang membalas sapaan melo sambil langsung duduk dikursi kosong tepat disebelah henni. diliriknya henni yang mengenakan dress pink yang dibelinya saat itu.
" dimakan nak galang, yang masak ini semua henni, jadi kamu harus mencoba semuanya semuanya pasti enak" mama cici mulai memberikan makanan kepada galang.
" mahh... " renggek henni dengan pipi sedikit memerah.
" enak tante, henni sangat jago memasak " puji galang dengan menaikan ibu jarinya sebagai tanpa ok.
" wanita ini sangat cantik pinter masak lagi, aku berharap dia akan benar benar menjadi milik ku " batin galang.
karna seluruh keluarga sudah hadir makan malam pun dilanjutkan setelah makan beberapa keluarga yang datang terlihat menikmati teh di ruang keluarga.
galang yang tiba tiba menerima panggilan mendesak harus segera meninggalkan acara ini setelah selesai makan.
setelah kepergian galang dia merasa kesepian pada hal ada melo dan beberapa sanak saudaranya yang tinggal disana.
.
.
.
mohon kritik & saraanya
jangan lupa like dan komen guyss..
semoga hari anda selalu bahagia 😗😗
__ADS_1