
Gita yang sudah dikamarnya tiba-tiba menuruni anak tangga membuat vero bertanya ,
“ sayang kamu mau kemana malam-malam gini “ tanya vero.
“ gita keluar sebentar ya ma.. gita ada janji sama henni dan melo “ jawab gita
“ tapi janji ya pulangnya jangan sampai larut malam besok kamu harus sekolah “ ucap surya dengan tegas.
“ siap bos “ jawab gita sambil meletakan tangan kanan nya kekepala seperti dia sedang menirukan anak buah yang sedang menerima perintah komandannya.
Surya yang melihat tingkah gita hanya tertawa kecil.
Lalu gita menyalami papa dan mamanya tidak lupa mencium punggung tangan mereka.
*
Di cafe sudah terlihat ada henni, melo, arya, dedi dan panji.
“sorry gue telat “ ucap gita sambil menjatuhkan tubuhnya dikursi disamping arya.
“ kita juga baru pada dateng kok “ jawab arya dengan senyum manis.
Mereka pun asik bercerita tanpa menyadari kalau mahendra dan sahabatnya juga ada dicafe itu.
“ itu kan gadis kemarin , kenapa selalu ketemu sama gue ya jangan-jangan jodoh gue lagi “ kata galang dengan bangga tetapi malah ditertawakan oleh sahabatnya yang lain.
“ gue jadi penasaran sama wanita itu “ tambah galang lagi.
“ cantik banget mereka gue jadi pengen kenalan sama mereka “ tambah candra yang saat itu terus memperhatikan meja gita dan temannya.
“ kalau lo mah pantang banget liat yang cantik “ timpal galang pada candra dan mereka pun tertawa keras.
Tiba-tiba ada pelayan yang membawa hot coklat sepertinya tersandung dan tanpa sengaja hot coklat itu pun tertumpah mengenai tangan gita sontak saja gita marahi pelayan itu.
“ lo gak punya mata huh , kalau lo gak bisa kerja gak usah kerja “ bentak gita yang sedang menahan rasa sakit ditangannya.
__ADS_1
“ ma-ma maaf mbak , sa-sa saya tadi gak sengaja “ ucap pelayan itu sambil tertunduk karna takut melihat gita yang sedang murka.
“ git.. lo gak apa-apa kita kerumah sakit sekarang ya , gue gak mau lo kenapa-kenapa “ ucap arya sambil memegang tangan gita dengan sangat khawatir.
“ udah mbak teman saya gak apa-apa kok, mbak boleh balik kerja lagi “ kata henni sambil memegang pundak pelayan itu.
“ sekali lagi saya minta maaf mbak , saya benar-benar tidak sengaja “ ucap pelayan itu lagi dan langsung pergi meninggalkan meja gita.
Mahendra yang melihat arya memegang tangan gita sontak langsung berdiri dan menghampiri gita lalu menarik tangan gita dan membawanya pergi,
Sontak saja membuat orang yang tertinggal disana mematung karna tidak tau ada hubungan apa antara gita dan mahendra.
mengapa mahendra bisa sebegitu perdulinya dengan wanita yang tidak dikenalnya.
hal ini membuat kedua sahabat mahendra bertanya-tanya sendiri.
" loh kok jadi mahendra yang bawak wanita itu bukan nya wanita itu teman kalian " tanya panji heran.
" kita juga gak tau pria itu siapa " jawab henni dengan bohong.
tetap saja mereka merasa ada yang ditutupi oleh mahendra dari kedua sahabatnya itu.
Henni dan melo yang tau akan hubungan gita dan Mahendra lebih memilih diam saja, karna takut pasti kalau cerita gita bakalan memarahin temannya itu.
“ lepasin tangan gue , lo mau bawak gue kemana “ bentak gita dengan keras
Mahendra hanya diam dan mendudukkan gita dikursi penumpang. mahendra memilih fokus kedepan saat mengemudi.
“ gue mau di bawak kemana sih , gue mau turun disini aja “ ucap gita dengan keras.
Tetapi mahendra hanya melirik dengan tajam membuat gita ngeri melihat tatapan mahendra,
mahendra langsung mengemudi dengan cepat agar cepat Sampai dirumah sakit.
sesampainya dirumah sakit mahendra buru-bury turun dan langsung membopong gita masuk kerumah sakit.
__ADS_1
“ tolong suruh dokter terbaik dirumah sakit ini kesini buat obatin lengan wanita ini “ ucap mahendra dengan tegas pada suster yang datang menyambut mereka.
“ baik tuan akan saya panggilkan dokter irwan “ jawab suster itu dengan menunduk.
" lo apaan sih pakek gendong gue segala , gue bisa jalan yang sakit itu tangan gue bukan kaki gue " jawab gita karna merasa malu dilihatin orang yang ada ruang tunggu rumah sakit.
" lo milih diam atau gue jatuhin lo disini " jawab mahendra dengan langkahnya yang semakin cepat memasuki ruangan yang sudah disediakan.
Tidak lama dokter Irwan dokter pribadi keluarga wijaya pun datang dan gita saat itu sudah ada diruangan vvip.
“ tangan kamu jangan terkena air dulu nona, agar lukanya cepat kering “ ucap dokter Irwan.
dokter irwan sudah selesai mengobati tangan gita dengan sigap.
“ bagaimana keadaan nya dok “tanya mahendra dengan khawatir.
“ tangan nona ini baik-baik saya tuan mahendra, tidak ada yang perlu dikhawatirkan “ jawab dokter Irwan sambil sedikit tersenyum.
“ini resepnya tolong ditebus dan obatnya jangan lupa diminum ya nona “ perintah dokter Irwan.
“ iya dok , terimakasih banyak “ ucap gita pada dokter Irwan.
“ ya sama-sama nona “
“ saya tinggal dulu tuan dan nona “ pamit dokter Irwan.
" lo gak usah kemana-mana gue mau tebus obat lo dulu " kata mahendra dengan melirik gita.
" udah gue aja , gue sendiri bisa kok gue gak mau repotin orang lain " jawab gita sambil merebut resep obat yang diberikan dokter irwan.
" kalau dikasih tau itu nurut " kata hendra dengan suara sedikit meninggi.
mahendra pun berlalu dari hadapan gita setelah selesai mengambil obat mahendra mengantarkan gita pulang kerumahnya..
mohon kritik dan sarannya..
__ADS_1
ini karya pertama saya..
semoga hari anda selalu bahagia 😊😊😊...