Cinta tanpa batas

Cinta tanpa batas
permasalahan II


__ADS_3

Gita dengan sekuat tenaga merema* ponselnya karna geram pada kedua orang itu. Henni memperhatikan foto itu dan mulai menenangkan gita.


“ foto itu pasti rekayasa, gue yakin kak hendra tidak seperti itu” ucap henni dengan merangkul pundak sahabatnya itu.


“ semua ini kenyataannya, gue juga uda mendengar dari mulut mahendra langsung kalau dia kemarin malam tidur dengan wanita ini “ balas gita dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya.


“ lo harus mendengar penjelasan kak mahendra, jangan mendengar hanya sebelah pihak saja “ henni mulai menasihati gita.


“ gue tidak membutuhkan itu “ ucap gita dengan menghapus air matanya.


“ gue akan bangkit demi bayiku, gue uda memilih keputusan meninggalkan mahendra dan memulai hidup dengan bahagia “ tambah gita dengan hati yang hancur berkeping keping.


“ lo ngomong apa, itu nggak boleh terjadi, lo istri sah mahendra wijaya. Mengapa harus lo yang meninggalkan dia ?” bentak henni seraya langsung berdiri berkacak pinggang.


“ apa lo uda gila sampai mikir terlalu jauh, lo hanya perlu mendengar penjelasan suami lo, apa susahnya mendengarnya “ tambah henni dengan serius.


“ gue gak perlu mendengarkan apa pun, gue tahu mereka masih saling mencintai seharusnya gue memang gak hadir diantara hubungan mereka. Gue juga tau gue lah yang sebenarnya orang paling jahat yang sudah merusak hubungan orang lain “ jawab gita dengan menggigit bibir bawahnya untuk menahan getir hatinya yang sebenarnya hancur berkeping keping.


“ itu semua nggak benar gita, gue yakin kak hendra benar benar mencintai lo, kenapa lo harus menyalahkan diri lo sendiri, gue gak mau kalau lo harus meninggalkan orang yang benar benar membuat lo bahagia. Tatap mata gue bilang kalau lo memang mengikhlaskan suami lo dekat dengan wanita lain “ kata henni sembari memegang tangan gita.


“ gue mau pulang, gue ngerasa benar benar lelah, biar gue pulang sendiri gue masih mau menenangkan pikiran gue “ ucap gita sembari mulai melangkahkan kaki jenjangnya yang mulus menapaki jalan yang terlihat sepi.


Dia terus berjalan tanpa arah serta masih memikirkan setiap perkataan sahabatnya henni. Siang ini cuaca sepertinya mengikuti hati gita yang sedang bersedih rintikan hujan mulai membasahi bumi semua orang mulai berteduh di bawah bangunan bangunan pencakar langit tapi tidak untuk gita yang terus berjalan diderasnya tetesan hujan dia mulai menjatuhkan air matanya, dia mulai menyukai hujan karna hujan bisa menyembunyikan air matanya.


Arya yang sedari tadi memperhatikan tetesan hujan yang jatuh sejenak memperhatikan seorang wanita sedang berjalan diderasnya hujan kala itu,


“ berhenti pak, berhenti “ ucap arya dengan menepuk bahu sopir yang mengemudi mobilnya. Dan saat itu juga mobil itu berhenti tepat didepan gita.


“ hai,kenapa lo hujan hujanan gini, lo ikut gue sekarang gue nggak mau kalau lo sampek sakit ta “ pinta arya dengan memayungi gita serta menarik lengannya dengan paksa.


“ gue mau sendiri “ jawab gita dengan mulai melangkahkan kakinya dengan bibir yang mulai membiru karna mengigil kedinginan.

__ADS_1


“ kenapa sih.... lo itu keras kepala banget, gue cuman nggak mau lo sampek kenapa kenapa, apa perlu pingsan dulu lo baru mau ikut gue. Suami lo juga mana kok istrinya ujan ujanan gini malah dibiari “ bentak arya dengan menarik paksa lengan gita supaya masuk ke mobilnya.


Bibir gita mulai membiru dan sekujur tubuhnya menggigil serta matanya yang membengkak karna menangis sedari tadi. Arya dengan cepat memberikan jaketnya dan memerintahkan sopirnya untuk singgah di toko baju wanita. Arya membelikan sepotong kaos lengan panjang serta jens biru dan tak lupa membelikan minuman hangat untuk gita.


Hassiimmm...


Gita mulai dilanda flu serta suhu tubuhnya yang semakin panas ternyata dia sedang demam.


“ kita ke rumah sakit sekarang pak, gita harus segera dirawat Demamnya sepertinya semakin parah “ perintah arya pada sopirnya yang sedari tadi diam saja. Dia pun mengangguk pelan memberi kode setuju.


“ gue nggak apa apa gue mau pulang sekarang “ pinta gita tanpa melihat arya.


“ lo keras kepala banget sih, kenapa ngebantah mulu sih “ hardik arya dengan melihat gita yang sedari tadi membuang pandangan keluar jendela. bukan dia tidak mau menanyakan masalah yang sedang gita hadapi tapi dia tidak mau membuat gita semakin frustasi akan ini semua.


“ gue hanya perlu istirahat, lo nggak usah seserius inilah “ ucap gita santai.


Arya pun mengantarkan gita ke rumahnya, dilihatnya mahendra sudah berdiri serta melipat kedua tangannya pada dadanya.


Tanpa berkata apa pun gita meninggalkan mahendra, arya hanya memperhatikannya dari kejauhan karna dia tidak mau ikut campur dengan urusan rumah tangga orang lain.


Gita mengunci pintu kamarnya dan beberapa kali terdengar mahendra mengetuk pintu kamar gita tapi dia tidak menggubris panggilan mahendra. Dia menghubungi pengacara keluarganya pak sofyan.


“ malam pak, apa bapak ada waktu sebentar ?” tanya gita dengan gugup.


“ malam juga nona gita, saya sedang tidak sibuk. apa yang bisa saya bantu ?” tanya pak Sofyan dengan sopan.


“ saya ingin meminta bapak mengurus surat perceraian saya dengan mahendra wijaya, saya minta tolong secepatnya diurus “ perintah gita dengan nada yan serius.


“ nona bercandakah ?” tanya pak sofyan dengan heran.


“ saya serius pak, tolong bantu saya untuk segera menyelesaikan masalah ini dan saya mohon jangan mengatakan ini pada siapa pun terutama dengan suami saya” ucap gita dengan wajah tanpa ekspresi. Panggilan berakhir gita mulai merebahkan tubuhnya diatas ranjang yang serba putih.

__ADS_1


Pagi pagi sekali gita sudah bangun dan sudah terlihat sangat rapi serta tas jinjing lv ditangannya dia mulai menuruni anak tangga, mahendra yang semalaman terjaga duduk di sofa ruang keluarga dengan merenungkan kebodohan yang sangat disesalinya. Dia menghampiri gita tapi dengan cepat gita menghindari kontak fisik atau pun kontak mata dengan suaminya.


“ sayang, kau mau kemana pagi pagi begini ?” tanya mahendra dengan mengejar gita. Tapi dia hanya diam saja dengan naik ke taksi Online yang sudah dipesannya. Mahendra hanya memperhatikan taksi yang semakin jauh meninggalkan kediaman aditama, dia bukan tidak mau mengikuti taksi gita tapi dia menghargai privasi istrinya yang ingin sendiri.


“ kak hendra, pagi pagi begini gita mau kemana ?” tanya henni dan melo bersamaan saat hendak ingin berangkat ke kampus.


“ ntahlah, mungkin dia masih ingin sendiri biarkan saja mungkin dia masih tidak ingin melihat wajahku “ jawab mahendra dengan membuang pandangannya ke tempat lain.


“ nanti kita coba untuk bujuk gita untuk mau mendengarkan penjelasan kakak, kakak tenang aja jangan membuat dia semakin tertekan, saat marahnya hilang dia akan membaik dengan sendirinya “ hibur Mello dengan menepuk pundak Hendra. Dia hanya mengangguk saja,


“ oiya kak, kita berangkat dulu ya, bye kak” ucap mereka serta meninggalkan mahendra yang masih mematung didepan pintu karna pikirannya hanya tertuju pada wanitanya yang masih marah.


Gita mendatangi makam kedua orang tuanya serta meletakan buket bunga lili yang menjadi kesukaan kedua orang tuanya. Saat dimakam orang tuanya dia berusaha tidak menjatuhkan kristal putih yang tertahan dimatanya, rasanya dia akan semakin membuat orang tuanya sedih kalau setiap dia datang berkunjung selalu menangis.


“ ma pa.. apa kalian bahagia disana, gita harap kalian selalu bahagia bersama, gita baik baik aja disini pa ma, semua baik sama gita bayi gita juga sehat. Gita kangen sama kalian, rasanya gita belum yakin kalau kalian tinggali gita selamanya. Gita masih berharap ini semua hanya mimpi “ ucap gita dengan air mata rindu yang sudah tidak terbendungnya lagi.


“ gita masih pengen dipeluk kalian, masih pengen dimanja diperhatikan sama kalian. Gita belum sedewasa yang kalian harapkan, gita masih butuh kalian ma pa “ tambah gita dengan mengelus serta mencium nisan orang tuanya bergantian.


Cukup lama gita bercerita dengan orang tuanya hingga matahari semakin meninggi tepat diatas kepalanya terik matahari seperti tidak dia rasakan lagi karna dia masih terus mengingat kenangan yang bisa dia ingat bersama kedua orang tuanya sesekali dia akan tersenyum malu tapi terkadang mulai bersedih begitulah ekspresinya selalu berubah ubah.


.


.


.


mohon kritik dan sarannya..


jangan lupa tekan tombol like & isi kolom komentar.... ditunggu ya guyss...😁😁


semoga hari anda selalu bahagia..

__ADS_1


selamat akhir pekan semoga liburannya berjalan dengan baik 😗😗


__ADS_2