
“Hallo... susi aku ingin mengundang keluarga kalian untuk makan malam dirumah kami akhir minggu ini” kata vero disebrang sana.
“Ya.. tentu dengan senang hati kami menerima undangan kamu vero” ucap calon besannya itu seraya mengahiri panggilan.
**
Hari yang ditunggu kedua keluarga besar itu pun akhirnya tiba.
Susi yang sudah mempersiapkan semua hadiah serta sepasang cincing pertunangan untuk putra dan calon menantunya.
“Mi.. mahendra cepat sedikit aku sudah tidak sabar bertemu calon menantuku” ucap bambang
“Iya.. iya mami udah selesai kok” jawab istrinya itu.
“Mahendranya mana kok belom turun juga “ Tanya bambang.
Lalu mahendra pun turun dengan mengenakan celana bahan berwarna hitam, menggunakan kemeja putih serta jas berwarna hitam yang semakin membuat penampilan mahendra trlihat sanga menarik.
“Ayo pi mi... mahendra udah selesai” jawab mahendra.
Sesampainya rombongan bambang dirumah calon besannya mereka tampak membawa hadih sangat banyak ada perhiasan,baju serta beberapa kado dari keluarga yang lainya.
Surya dan vero yang sudah menunggu sedari tadi langsung mempersilahkan keluarga calon besannya itu masuk.
“Bi tari.. panggil vero” tolong buatkan teh buat tamu ya bi..
“Iya nyonya..” saut bi tari ART yang bekerja dikeluarga surya.
“Ini apa susi kok repot-repot segala membawakan hadih segini banyak buat gita “ Tanya vero.
“Gak apa-apa ver, ini kan buat calon mantu kami juga “ sahut susi.
“calon menantuku mana surya kok belum kelihatan juga” tanya bambang dengan semangat.
“baiklah aku akan segera memanggilnya” jawab vero mamanya gita.
Dan seketika yang lainnya pun ikut tertawa bahagia.
kini seisi ruangan itu seperti tidak sabar menunggu kedatangan gita.
Vero pun masuk kekamar gita dan memberitahu kalau keluarga calon suaminya sudah datang.
Gita yang saat itu sangat terlihat anggun hanya menunduk ketika mamanya datang.
“sayang... kamu cantik sekali, kita turun ya calon suami kamu sudah datang “ ucap vero sambil mengelus pelan rambut putrinya itu.
__ADS_1
“iya ma.. gita akan turun “ jawab gita yang masih menunduk.
“jangan sedih terus nak.. calon suami mu oranganya baik tampan lagi “ vero berusaha menenangkan putrinya.
“hmmm...” ucap gita sambil mengangguk pelan pertanda setuju.
Mereka berduapun turun sambil vero mengandeng tangan putri kesayangannya itu, keluarga wijaya yang melihat kedatangan gita dan mamanya langsung berdiri karena terkaget melihat wanita yang akan menjadi calon menantunya itu sangat cantik.
Gita yang saat itu menggunakan dress selutut berwarna putih ditambah dengan make up yang sangat natural membuat gita terkesan sangat anggun.
Membuat yang lain berdiri dan menghampiri gita saat itu masih berdiri didekat anak tangga.
“kamu cantik sekali calon menantuku” kata susi sambil terus memandangi wajah gita yang memerah karna malu.
“kamu benar istriku calon menantu kita sangatlah cantik wajahnya bak malaikat” timpal bambang sambil terus tertawa dan membuat gita semakin menunduk karna malu akibat pujian dari calon mertuanya itu.
“te-te terima ka-ka kasih tante om” jawab gita terbata-bata karna malu.
Semua orang memuji kecantikan gita tetapi tidak untuk mahendra untuk melirik pun mahendra enggan dia lebih memilih duduk disofa milik keluarga surya aditama.
Ketika gita hendak duduk disamping mahendra barulah mahendra melihat calon istrinya itu.
“kamu ngapain disini “ tanya mahendra dengan heran.
“ pertanyaan macam apa itu sayang, dia adalah calon istri mu “ jawab susi dan membuat yang lain tertawa terbahak-bahak karna pertanyaan putranya itu.
“ kamukan wanita yang waktu itu, wanita yang hampir membahayakan nyaw.......” mahendra langsung terdiam.
Seketika gita langsung memelototkan matanya kepada mahendra pertanda supaya ucapanya jangan dilanjutkan lagi,
karna dia takut saat papanya mendengar perkataan mahendra penyakit papanya akan kambuh.
“apakah kalian sudah saling kenal atau sudah pernah bertemu sebelumnya “ tanya bambang heran
“kita belum pernah bertemu sebelumnya om” jawab gita dengan cepat.
Dan membuat semua orang seketika tertawa karna melihat tingkah gita dan mahedra.
Lalu bambang pun memberikan cincin pertunangan yang sudah disiapkan itu kepada mahendra dan mehendra pun menerimanya dengan berat hati.
“ tunggu apa lagi nak, segera lah pasangkan cincin itu pada calon istrimu “ kata bambang lagi.
Mahendra pun mengangguk pertanda setuju, begitu juga gita dengan berat hati menyerahkan tangan kirinya kepada mahendra.
Tetapi mereka tidak dapat menolak permintaan keluarganya itu gita dan mahendra memilih memasangkan cincin pada jari pasangannya itu.
__ADS_1
“ kalian sekarang sudah resmi bertunangan “ kata bambang
Sontak semua orang yang ada disana bertepuk tangan dengan kegirangan.
Tetapi gita dan mahendra masih tetap diam saja.
“ sayang mulai sekarang kamu harus menjaga calon istrimu yang cantik ini “ kata susi dengan senyum yang terlihat bahagia.
“kamu juga gita mulai sekarang harus menjaga perasaan calon suamimu ini jangan pernah membuat mahendra hawatir kepada mu” tambah susi lagi.
Bersamaan mereka berdua hanya menggangguk saja.
“ jangan pernah memanggil kami om dan tante lagi panggillah mami dan papi karna sebentar lagi kau akan menjadi menantu sekaligus putri dikeluarga wijaya “ ucap bambang dengan bangga.
“kamu juga harus terbiasa memanggil calon mertuamu mama dan papa “ tambah bambang serta melihat kepada mahendra yang duduk tepat dihadapannya.
“ iya pi...” jawab mahendra singkat
Surya, vero, bambang dan susi masih asik bercerita tanpa mereka sadari gita dan mahendra tidak ada disana.
**
Taman belang kediaman surya aditama
Mahendra yang melihat gita duduk termenung disalah satu kursi yang ada ditaman belakang kediaman surya aditama, mahendra pun berinisiatif menghampirinya
“ kenapa harus lo yang dijodohkan sama gue, lo itu masih anak kecil kenapa gak nolak perjodohan ini “ tanya mahendra yang sudah berdiri disisi gita dan melirik gita dengan sinis.
“ ckh.... kalau gue tau lo yang bakal jadi calon suami gue, gue juga bakal nolak “ jawab gita dengan kesal.
“ lo pikir gue senang dijodoh-jodohin, gue masih pengen kuliah masih pengen kejar cita-cita gue biar lo tau “ ucap gita dengan menaikkan sedikit nada suaranya.
“ gue hanya gak mau buat mama sama papa gue gak punya muka lagi sama keluarga lo, lo tau sendirikan gimana akrabnya papa gue sama om bambang” tambah gita
“ kalau lo bisa nolak kenapa gak lo aja yang nolak perjodohan ini dari awal “ tanya gita yang sudah berdiri dan mengepal tangannya karna kesal pada mahendra.
Mahendra hanya diam saja tanpa memperdulikan ucapan gita dan berlalu begitu saja.
Karna sudah semakin larut malam keluarga wijaya pun berpamitan pulang.
Mohon kritik dan sarannya...
maaf kalau bahasanya masih kaku.
semoga hari anda selalu bahagia 😊😊
__ADS_1