Cinta tanpa batas

Cinta tanpa batas
Arya


__ADS_3

Arya yang sedang mantau kantor cabangnya yang ada Di Thailand. Dia sedang menjalankan bisnis kuliner terbarunya, yaitu, Restoran Makanan khas indonesia. sambutan hangat yang diberikan masyarakat Negri Gajah Putih itu lah yang membuat Arya semakin suka dengan bisnis barunya itu.


Dia memilih langsung bahan dasar masakannya dari pasar tradisional.


" hufftt...!! sepertinya aku semakin bersemangat menjalankan bisnis ini " Ucap Arya sendiri seraya memperhatikan semua barang belanjaan nya yang sudah ditaruhnya di mobil miliknya.


" Rasanya, Aku benar - benar semakin menyukai kuliner ini. Jiwaku semakin menikmati setiap makanan yang selalu ku suka" tambahnya lagi seraya menautkan kedua alisnya.


" rasanya ada yang kurang, sepertinya Aku belum membeli beberapa bumbu lagi. Aku harus segera membelinya " ucapnya lagi sambil berjalan memasuki setiap lorong pasar tersebut.


Dia terus saja berjalan tanpa memperhatikan apa pun. seorang wanita yang jalan terburu-buru serta membawa barang belanjaan. tidak sengaja wanita itu menabrak Arya yang sedang melihat ponselnya.


" Sorry..!! Sorry.." ucap Arya yang baru saja memfokuskan pandangannya kewanita yang menabraknya.


" Maaf...!! saya buru-buru " sahut wanita itu sambil menaikan pandangannya melihat kearah pria tersebut.


"Melo...!! sedang apa kau disini ? dengan siapa kau kemari ?" tanya Arya dengan menatap Melo penuh tanda tanya serta mencari ke sekeliling Melo siapa temannya wanita yang dikenalnya itu. Karna tidak mungkin seorang Turis yang hanya berwisata saja mau repot-repot belanja kepasar tradisional.


"Gu-Gue... lagi liburan " sahut Melo gugup serta mengambil barang belanjanya dan bersiap untuk pergi. tapi tangannya langsung ditahan oleh Arya.


" Lo belum jawab pertanyaan Gue !! Lo bilang Lo lagi liburan, terus ngapian Lo belanja segini banyak ? kenapa Lo sendirian ?" Arya mulai bertanya dengan banyak pertanyaan. Dia sendiri juga merasa ini kebetulan atau memang ada sesuatu hal yang dilakukan oleh wanita itu.


" itu bukan urusan Lo !! Gue bilang lagi liburan ya berarti Gue lagi liburanlah !! enggak usah terlalu kepo sama urusan orang lain !!" bentak Melo seraya ingin meninggalkan Arya yang memiliki banyak pertanyaan. Lagi-lagi tangannya langsung ditarik oleh Arya.


" Henni mana? Gue enggak yakin Lo kemari sama keluarga lo !!" Arya bertanya lagi karna dia tahu Melo hanya memiliki teman Henni dan Gita, sementara untuk keluarganya, Keluarga Melo adalah keluarga Konglomerat jadi tidak mungkin membiarkan Putrinya berbelanja kepasar sendirian saja tanpa pengawasan pengawal pribadi.


" G-Gue kemari sendiri !! Minggir Lo Gue buru-buru " sabut Melo dengan menaikan volume suaranya agar gugupnya tidak terlihat. Dia mulai berlari kecil meninggalkan Arya, Tapi arya tidak tinggal diam, Dia mulai mengikuti Taksi Melo secara diam-diam.


" Sebetulnya anak ini mau kemana sih? kok bukan kearah kota malah pergi ke daerah pedesaan gini !! apa jangan-jangan dia???" gumam Arya sendiri seraya terus membuntuti taksi Melo yang semakin menuju pedesaan dibawah kaki gunung.


" Tempat apaan ini? kok gue enggak pernah tau dinegara ini punya tempat sebagus ini ?" ucap Arya yang semakin terheran-heran melihat pemandangan kiri kanan hamparan sawah.


Taksi Melo berhenti didepan rumah Gita. Dia turun dengan terburu-buru, saat diketuknya pintu ternyata Gitalah yang membukakannya.


Arya yang dari kejauhan melihat Gita, Sontak dia langsung turun dari mobilnya.


"Gita....!!" Teriak Arya yang berjalan semakin cepat menemui Gita dan Melo.


"Arya !! Kenapa Dia bisa ada disini ?" tanya Gita yang mulai panik, Dia juga meremass tangannya sendiri.


Dengan cepat Arya langsung memeluk tubuh mungil Gita dengan sangat erat.


" Gue kangen banget sama Lo !! Kenapa Lo pergi gue tanpa pamit?" bisik Arya yang masih memeluk Gita. Tapi Gita masih tak bergeming. Gita beberapa kali mengedipkan matanya, karna, terlalu terkejut.


" Lo kok bisa ada disini ?" tanya Gita dengan melepas pelukan Arya. Arya hanya diam dan terus memandang Wajah wanita yang selama ini Dia cari. sekali lagi, Dia memeluk Tubuh Gita lagi.

__ADS_1


" Gue kangen banget, Tolong jangan menghilang lagi !! Gue benar-benar khawatir sama Lo !" Ucap Arya lagi. Kali ini Gita membalas pelukan sahabat kecilna itu.Karna, Dia juga memang merindukan pria.


" Maafin Gue...!! Gue janji enggak bakal ngilang lagi " sahut Gita yang sudah menangis. Arya adalah salah satu orang yang selama ini mendukung Gita, orang yang tahu betul semua keinginan Gita.


" jangan nangis lagi !! Gue enggak suka liat Lo nangis lagi. Gue yakin Lo tinggal disini karna memang kemauan Lo !! Ucap Arya sambil menghapus air mata Gita.


" Kalau Gue enggak jumpa Melo dipasar, Mungkin, sampai kapan pun gue enggak bakal bisa jumpa sama Lo !! " tutur Arya sambil memperhatikan Melo yang tertunduk takut.


" Git..!! Maafin Gue. Gue selalu ceroboh!" Melo mulai berbicara sambil tertunduk.


" Enggak apa-apa Mel !! Gue tau Lo gak niat begitu kok " sahut Gita sambil mengelus Pundak Melo yang masih tertunduk. Tapi Gita tidak mempermasalahkan kalau Arya tau keberadaannya.


" kita masuk yok, ceritanya didalam aja !" ajak gita dengan menarik kedua tangan sahabatnya itu.


Arya mendengarkan semua curhatan Gita. Dia sangat senang, akhirnya, Dia menemukan kembali wanita yang selalu mengisi relung hatinya.


" Gue pamit dulu ya semuanya !! Gue janji bakal sering-sering mampir kesini " Arya berpamitan kepada semua orang yang ada disana.


Beberapa hari kemudian Arya juga diajak kerumah sakit untuk menjenguk bayi Gita yang masih dirawat Di Rumah sakit. Bayi cantik itu diberi nama "Magita syah putri".


" sayang..!! Momy datang, Ini paman Arya teman Momy sejak kecil. Dia baik banget sama Momy " sapa Gita pada bayi yang Inkubator itu.


" Hai sayang...!! Aku paman Arya. Bayi ini sangat cantik seperti Momynya !! Cepatlah sehat, Agar kau bisa menemani Momy Mu. Dia sangat gampang kesepian sayang..!! Arya mulai mengajak Bayi kecil itu berbicara Dengan senyum manis Arya memperhatikan setiap inci bayi prematur itu.


" Momy kangen nak, segeralah pulang!! Momy hanya punya kamu " kata gita dengan memegang kaca transparan itu.


" jangan menangis lagi, kuatlah demi bayimu !! tambah Arya dengan memegang tangan gita erat.


mereka pun tersenyum sesekali mereka akan saling berpelukan.


@Di Indonesia


Rara yang masih belum sadarkan diri masih dirawat di Rumah Sakit. Mahendra selalu datang menjenguk Rara. Dia selalu membawa bunga mawar merah setiap harinya, Dia akan meletakannya bunga itu di dalam Vas diatas meja.


Mahendra selalu membasuh tangan wajah serta membantu mengantikan pakaian Rara, setiap pagi dan sore hari. Rasanya, hidup Mahendra yang dihabiskan dengan pergi kekantor dan menjaga Rara dirumah sakit.


" Mahendra !! Kau tidak boleh seperti ini terus, Apa kau betul-betul sudah tidak melupakan Gita dan Bayinya ?" bentak Bambang yang semakin cemas melihat putra tunggalnya selalu sibuk pada urusan pribadinya saja.


" Aku muak melihatmu seperti ini !! Aku saja bahkan tidak menghentikan pencarianku ! Kenapa kau selalu menyusahkan dirimu sendiri. wanita itu memiliki keluarga. mengapa kau yang harus bertanggung jawab untuk semua ini ??" tambah Bambang dengan kedua tangannya memegang pinggangnya.


" Mungkin, kalau tidak karna kebodohan mu. sekarang ini Aku akan melihat cucuku yang akan lahir. Entah bagaimana keadaan putriku itu ?" kata Bambang lagi dengan wajah sendunya.


Mahendra hanya terdiam dan meninggalkan papinya yang berkata panjang lebar.


" Bagaimana keadaan mereka ?? Aku juga merindukan mereka. Maafkan aku sayang !" gumam Mahendra dengan mengosok wajahnya dengan kasar.

__ADS_1


" Aku sudah melupakan mereka terlalu lama! Aku orang yang sangat egois " tambahnya lagi. Dia mengingat sesuatu, Dia langsung mengambil ponselnya dan memanggil satu kontak disana.


" Apa kalian sudah menemukan keberadaannya ?" tanya Mahendra dengan tanpa basa basi.


" maaf bos..!! Kami belum menemukan apapun " Sahut orang disebrang sana. panggilan pun berakhir.


" hufft...!!! Kalian kemana sih ?? Mengapa pergi terlalu jauh ?" ucapnya sambil merebahkan dirinya diatas ranjang berseprai abu-abu. Dia pun tertidur karna dia memang kurang tidur akhir-akhir ini.


" Mahendra....!! Bayi kita sangat mirip dengan mu bukan ? kita sudah menjadi papi dan momy !! Jangan pernah lupakan kami, kami selalu mencintaimu !! "


" jangan pernah melupakan kami.."


" jangan pernah melupakan kami.."


" kami merindukan mu... "


" kami menunggu mu... "


" datanglah menjemput kami " Gita memperlihatkan Bayi munggil yang ada dipelukannya.


" Gita...!!! Gitaa... Giittaaa....!!! Teriak Mahendra. Ternyata dia memimpikan Gita yang sedang mengendong seorang bayi.


" A-apa..arti mimpi ini? Ku harap kalian baik baik saya sayang !" kata Mahendra dengan memeganggi foto pernikahan mereka, dengan nafas yang masih tersengal-sengal dia memeluk foto itu. Air matanya mulai berjatuhan.


" aku merindukan kalian sayang...!! tunggulah, aku akan menjemput kalian sayang !" ucapnya dalam tangis rindunya.


Malam ini dia betul-betul merindukan sosok istrinya yang menghilang begitu saja.


rasanya Dia ingin segera berlari memeluk tubuh hangat istrinya, Dia ingin mencium harum tubuh istrinya.


Dia sangat ingin segera menemukan istrinya.






.


Mohon sarannya semuanya...


Tinggalkan Komentar dan jangan lupa tekan tombol Likenya 😗

__ADS_1


selamat berlibur..!!


semoga hari anda selalu bahagia..😗😗


__ADS_2