
Rara yang masih saja koma, akhirnya, akan segera melahirkan. karna, sudah cukup usia kandungannya akhirnya melalui persetujuan keluarganya Rara pun menjalani Operasi Caesar. Bayi yang Rara lahirkan adalah seorang bayi laki-laki. yang diberi nama Rama Wijaya, Dia menggunakan nama belakang keluarga Wijaya.
" Bayi yang malang. Semoga kau tetap bersabar sampai Mama mu sadar nak !" Mama Lilis mengendong cucu pertamanya itu. Dia merasa sedih, karna, putrinya tidak juga sadarkan diri.
" Dia akan menjadi anak yang kuat Ma !" sahut Mahendra.
" Rasanya Aku sangat bahagia karna sudah menjadi Nenek ! Tapi, disisi lain. Putriku tidak bisa ikut merasakan kebahagiaan ini !" ucap Mama yang menatap cucunya dengan rasa iba. Mahendra masih saja terdiam. Dia juga merasa bahagia bercampur sedih.
" kita harus sabar Ma ! kita harus menunggu Rara kembali ! Dia wanita kuat " tutur Mahendra dengan menatap Mama Lilis.
Mami Susi, Langsung kerumah sakit tempat dimana Rara dirawat begitu mendengar kalau Cucu mereka sudah Lahir. Dia langsung masuk kekamar inap Rara. terlihat Mahendra dan seorang wanita yang sedang mengendong Bayi kecil tersebut.
" Mahendra..!!" Panggil Mami Susi. Mahendra langsung menoleh kesumber suara yang memanggil namanya dipanggil.
" Mami..!! tidak ku sangka kau akan datang kesini " ucap Mahendra dengan memegang tangan Maminya.
" Apa Mami datang sendiri ? Dimana Papi ? " tanya mahendra sambil mencari sosok pria yang sangat disegani olehnya.
"Papi mu akan segera kemari. tunggulah sebentar !! Apakah wanita ini Mamanya Rara?" ucap Mami susi dengan ragu. Mahendra hanya mengangguk.
" perkenalkan, Nama saya Lilis. saya mamanya Rara. Terima kasih selama ini sudah merawat Rara" Mama Lilis memperkenalkan dirinya. Mami Susi langsung menghampirinya dan melihat Bayi Laki-laki tersebut.
" Aku tidak pernah melakukan apa pun ! berterima kasihlah pada putraku.bukan kepadaku !!" sahut Mami Susi dengan senyum canggungnya.
" Gendonglah cucu kita. Dia pasti akan merasa senang !" Mama Lilis menyerahkan bayi itu kepada Mami Susi.
" Dia memang cucuku. wajahnya sangat mirip dengan Mahendra ku !" kata Mami Susi sambil memperhatikan wajah bayi yang ada digendongannya. Mahendra tersenyum mendengar perkataan Maminya.
Tiba-tiba Papi Bambang masuk dengan membawa bingkisan di tangannya. Begitu pintu ruangan dibuka, semua orang yang ada disana langsung memperhatikan orang yang datang itu.
" Papi...!!" panggil Mahendra. Papi Bambang terus berjalan mendekati mereka.
" Kenapa Papi lama sekali ?" tanya Mami Susi pelan.
" iya papi....... " Ucapanya terhenti saat melihat Mama Lilis.
" Mengapa kau bisa ada disini ?" bentak Papi Bambang dengan menatap tajam Mama Lilis.
" A-aku !!" Mama Lilis menggigit bibi bawahnya. Dia ragu melanjutkan perkataannya.
" Dia, Mamanya Rara. Pi !" sahut mahendra santai.
__ADS_1
" Wanita yang memjijikkan !! kau sama seperti Putrimu !! sama-sama merusak rumah tangga orang lain !!" bentak Papi Bambang denga amarah yang sudah memuncak. Dia juga mengepalkan tangannya.
" A-aku.. tidak bermaksud begitu. Bambang !! Aku minta maaf !!" Sahut Mama Lilis dengan suara parau serta meremass tangannya yang sudah dibasahi keringat. Mahendra dan Maminya masih belum mengerti maksud perkataan mereka.
" Kau wanita yang paling tidak ingin ku lihat !! Hidupmu penuh dengan sandiwara. kalian sama-sama merusak yang bukan milik kalian " ucap Bambang yang terlihat semakin marah.
" sebenarnya ini apa apa ?" Tanya Mami Susi yang masih saja binggung arah pembicaraan suaminya.
" Apa kau tau wanita ini siapa !! Dia wanita yang merusak rumah tangga Adik perempuan ku !!" Jawab Bambang.
flash back
Dua puluh tujuh tahun yang lalu.
" Mita...!! Mau kah kau menikah dengan ku ? Aku sungguh sangat mencintai mu !!" kata Wahyu Aksara. Dengan berlutut dihadapan wanita cantik yang rambut terkepang dua. Dia melamar wanita yang sudah menjadi pacarnya selama lima tahun. Dia juga mempersiapkan makan malam romantis di sebuah Cafe yang sedang hits saat itu.
" Aku mau menikah dengan mu !! " Jawab wanita yang bernama Mita itu. Wahyu Aksara pun memasangkan cicin pertunangan dijari manis gadis cantik itu. setelah itu mereka pun berpelukan. Mereka menikah.
Mita wijaya adalah adik kandung Bambang Wijaya. Mereka dua bersaudara. Keluarga wijaya saat itu sudah terbilang sukses. Hubungan Mita dan Wahyu awalnya tidak direstui oleh keluarga wijaya. Mita adik kesayangan Bambang. Dia sangat dimanjakan oleh keluarganya.
saat itu Wahyu masihlah seorang karyawan biasa diperusahaan Wijaya.
Tapi karna kegigihannya Wahyu akhirnya bisa berada dipuncak. kehidupannya semakin membaik.
beberapa kali juga Mita memergoki mereka berduaan Tapi Wahyu selalu mengelak dengan alasan pekerjaan. tapi akhirnya Lilis mengandung anak dari wahyu. awalnya Lilis hanya ingin menguras harta Wahyu tapi lama kelamaan dia semakin serakah ingin memiliki Wahyu seutuhnya. Dia pun menyuruh Wahyu menceraikan Mita.
" Aku menceraikan mu Mita !! Sebaiknya kau tanda tanganilah surat percaeraian ini !" kata Wahyu dengan melemparkan secarik kertas kewajah Mita. Wahyu semakin kasar bahkan sering bermain tangan pada Mita.
" Aku tidak mau menanda tangani surat perceraian ini !! Aku bahkan sedang mengandung Bayi mu !!" sahut Mita dengan tangis yang sudah pecah. Dia sudah mengandung lima bulan.
" Apa kau bilang !! kau tidak mau !! aku sydak muak menikah dengan wanita bodohh sepertimu !! sebaiknya kau tanda tangani surat ini !!" Bentak Wahyu dengan mencekikk leher Mita. hingga rasanya Mita hampir tidak dapat bernafas lagi.
" A-aku... a-akan me-menanda tanganinya " Ucap Mita dengan terbata-bata. Dia akhirnya menanda tangani surat perceraian itu. rasanya Dia sudah muak disiksa oleh Wahyu. Dia pun menyerah untuk meninggalkan laki-laki yang dulu sangat mencintaiinnya. bahkan, tidak pernah membiarkannya terluka. Tapi kini suaminya itu sudah berusah menjadi Laki-laki yang sangat kejam.
Malam itu juga, Mita yang sedang berbadan dua langsung di usir oleh Lilis dari rumah Wahyu. Hatinya seperti tercabik-cabik, Mita pulang kerumah keluarganya tanpa memberi tahu selama ini dia disiksa oleh suaminya.
karna terlalu meratapi perceraiannya. Akhirnya, Mita meminum racunn. Dia dan Bayinya pun meninggal. Sejak saat itulah Bambang sangat membenci Wahyu yang pernah menjadi Adik iparnya itu.
Flash Off
" Kau tidak layak mendapatkan kebahagiaan !! Adik ku meninggal karna kalian berdua yang tidak punya hati !!" ucap Bambang dengan mencekikk leher Mama Lilis. Mahendra langsung menarik papinya menjauh dari Mama Lilis.
__ADS_1
" A-aku.. aku minta maaf.. selama ini aku merasa bersalah.. tolong maafkan aku !! Mama Lilis memegang kaki Bambang.
" Kau tidak layak mendapat maaf dari ku apa lagi dari adik ku " bentak Papi Bambang dengan mendorong tubuh Mama Lilis menjauh dari kakinya.
" Papi..!!" bentak Mahendra dengan membantu mama Lilis berdiri.
" Kau berani berteriak dihadapanku hanya untuk membela wanita perusak keluarga orang ini !! apa kau sungguh tidak menghargai ku lagi sebagai orang tua mu ??" Bentak Bambang balik dengan kedua tangannya memegang pinggangnya.
" ku peringatkan kau Mahendra, Sebaiknya mulai sekarang jangan pernah mengurusi wanita ini, bahkan, putrinya itu !! Sebaiknya kau Fokus menjemput menantu ku !! Papi Bambang menatap Mahendra tajam. Mahendra hanya Diam dan terus berpikir tentang perkataan Papinya itu.
" sampai kapan pun, bahkan, sampai aku mati sekali pun aku tidak akan pernah merestui putrimu dengan putraku. !! Menantuku hanya GITA SYAH PUTRI WIJAYA !! " tambah Papi Bambang dengan penuh penekanan.
" kalian sama-sama tidak layak untuk bahagia "!! Papi bambang menarik tangan istrinya yang sudah meletakkan bayi kecil itu dikeranjang Bayi.
Mami Susi hanya terdiam saja, karna, Dia sudah pernah mendengar cerita mendiang adik ipar yang meninggal karna bunuh diri. mereka pun pulang. selama diperjalanan Mami susi Dan Papi Bambang yang duduk dikursi penumpang terlihat sama-sama diam saja.
sedangkan Mama Lilis menangis tersedu-sedu, Dia masih terus menginggat perbuatanya jahatnya kepada Mita. Istri pertama Wahyu yang dia usir waktu itu.
" Maafkan aku Mita.. Maafkan !! Aku tau ini salahku, Bahkan aku tidak layak disebut sebagai wanita ! Mohon ampuni kesalahan ku...!" Ucap Mama Lilis didalam tangisnya.
" Mahendra !! Pulanglah, Aku akan mengurus Putri dan Cucuku. kami sangat tidak pantas menerima kebaikan dari mu !" Katanya lagi. Tapi mahendra langsung memeluk tubuh mama Lilis.
" Sebaiknya pulanglah Nak !! Kau dan Rara tidak memiliki status apa pun. Aku memiliki hak penuh atas Rara dan Rama " tambah mama Lilis dengan melepas pelukan mahendra.
Mahendrapun perlahan meninggalkan rumah sakit. Dia kembali kerumah Papinya. Tapi tidak ada orang yang didapatinya dirumah. Dikamar orang tuanya juga tidak ada.
" Mereka kemana?? Mengapa tidak ada dirumah ?" tanya Mahendra sendiri serta mulai menghubungi ponsel milik orang tuanya bergantian, Tapi, tidak satu pun yang tersambung.
▪
▪
▪
▪
▪
Terima kasih sudah Mampir ❤
jangan Lupa Like dan tinggaklan komennya agar author semakin semangat menulis 👩💻
__ADS_1
Semoga hari anda selalu Bahagia...😗😗