
Gita dan mahendra yang baru saja bangun langsung menuju meja makan disana sudah terlihat vero dan surya yang menunggu sudah menunggu kedarangan mereka.
“ pagi ma pagi pa...” sapa gita dengan mencium pipi papa dan mamanya bergantian.
“ pagi sayang “ ucap vero dan surya bersamaan.
Mahendra yang masih terbilang orang baru dikeluarga aditama merasa sungkan dengan vero dan surya.
“ pagi ma pagi pa “ ucap mahendra dengan senyum manisnya.
“pagi juga nak “ jawab vero surya terlihat sedang menyeruput kopinya.
“ ayo sarapan mama sudah meniapin sarapan kalian “ jawab vero lagi.
Terlihat gita dan mahendra sedang mengunyah makanan nya dengan lahap ,
Vero melihat kedua anaknya makan dengan lahap dia hanya tersenyum saja.
“ abis sarapan lebih baik kalian kembali kekamar kalian , sepertinya kalian masih butuh istirahat “ ucap surya dengan menatap putri dan menantunya itu bergantian.
Setelah selesai makan gita dan mahendra kembali kekamarnya , karna mahendra masih libur kerja.
“ gue tau lo gak nyaman sama semua ini , gue udah mikirin ini sebelum kita nikah , lebih baik kita tinggal dirumah kita aja “ kata mahendra yang sedang duduk disofa.
“ rumah kita.....!!! “ ucap gita terheran .
“ iya rumah kita , gue udah belik rumah sebelum kita nikah , karna gue tau lo pasti gak nyaman kalau kita harus gini terus “ jawab mahendra sambil menatap gita .
Gita pun setuju untuk pindah kerumah mereka sendiri . Karna dengan tinggal sendiri mereka bisa menjadi diri masing masing.
##
Tok..tok..
Mendengar ada yang mengetuk vero pun membuka pintu dan ternyata besannya yang datang.
Susi dan bambang datang berkunjung kerumah besannya untuk melihat menantu perempuannya itu.
Vero pun memanggil putri dan menantunya.
“ wahh... ternyata ada mami sama papi “ ucap gita sambil memeluk mertuanya bergantian.
__ADS_1
Mahendra pun menyalami mami dan papinya .
“ karna semua udah kumpul disini hendra bakal bicarain ini sekarang aja “ ucap mahendra pelan.
“ kamu mau bicara apa nak “ tanya vero heran.
“ hendra sama gita udah mutusin lebih baik kita tinggal sendiri aja , supaya kami juga bisa sama sama belajar mengenal satu sama lain “ jawab mahendra dengan hati hati , ditakut kalau kalau mertua atau mami papinya marah .
“ tapi sepertinya ini terlalu buru buru nak “ ucap susi yang terus memperhatikan putranya.
“ kami juga harus mandiri mi , sekarang kami harus bertanggung jawab untuk keluarga baru kami “ jawab mahendra mantap.
Gita hanya mengangguk dengan penjelasan suaminya itu.
“ kalau masalah ini mama setuju , tapi tolong kamu jaga gita dengan baik “ ucap vero pada hendra.
“ baik lah kalian boleh tinggal sendiri , tapi kamu harus betul betul menjaga istrimu “ surya kembali mempertegas ucapan istrinya.
Karna semua keluarga sudah setuju ahirnya mereka pun pindah kerumah barunya .
Gita pun mengemasin barang barang yang akan dibawanya , dia tidak membawa begitu banyak baju karna mahendra melarangnya dengan alasan akan membelikannya baju baru.
Sementara susi dan bambang sedang mengadiri acara pernikahan kenalan mereka . Sehingga gita dan mahendra saja yang kerumah barunya itu.
Saat memasuki kawasan villa mewah gita memperhatikan setiap villa yang dibangun dengan megah dan sangat luas , bahkan bisa dibilang luasnya hampir sama dengan rumah milik keluarganya.
“ apa kita akan tinggal disini “ tanya gita sambil melihat villa villa itu .
“ ya , apa kau tidak menyukainya “ tanya mahendra yang saat itu sudah menghentikan mobilnya didepan sebuah villa yang pagarnya berwarna silver .
“ aku menyukainya , kenapa berhenti apa kita sudah sampai “ ucap gita dengan melihat kearah pengemudi .
“ baguslah ini rumah kita , mari masuk lah “ jawab mahendra sambil menurunkan dua koper milik mereka .
“ wahhh... rumah ini terlalu besar buat kita berdua “ kata gita sambil memperhatikan rumah yang akan ditempatinya .
“ tidak akan , kita kan sebentar lagi memiliki anak “ mehendra mulai mengoda gita .
“ ckh... kamu kalau bicara jangan sembarangan “ teriak gita dengan kesal .
“ istriku ... tolong jangan berteriak dihadapan ku , aku tidak suka dengan suara keras “ ucap mahendra dengan lembut .
__ADS_1
Tentu saja gita yang mendengar ucapan mahendra langsung malu dan pipinya pun mulai memerah .
Mereka menaiki anak tangga dan terlihat dua pintu kamar yang berdekatan .
“ pakailah kamar ini , aku tau kau tidak suka kalau harus berbagi kamar dengan orang lain “ ucap mahendra dengan membukakan pintu kamar yang sudah didekornya menjadi sebuah kamar yang bernuansa serba pink .
“ kenapa harus berwarna pink , aku tidak suka kamar ini “ jawab gita dengan menghentakan kakinya pada lantai .
“ kau kan wanita , kenapa tidak suka pink , mulai sekarang kau harus belajar menjadi wanita yang feminim “ ucap mahendra dengan merebahkan dirinya diranjang yang berwarna pink juga .
“ckh... gue gak suka sama kamar ini , lo aja yang tidur disini “ jawab gita dengan kesal.
“ mulai sekarang jangan pernah berkata tidak sopan pada ku , sekarang aku suami mu , jadi belajarlah menghormati orang yang lebih tua dari mu “ kata mahendra dengan langsung berdiri dihadapan gita .
gita yang sedang kesal karna perkataan mahendra ingin meninggalkan kamarnya dengan sigap mahendra menarik tangan gita dan langsung masuk kedalam pelukannya .
“ belajar lah untuk menjadi dewasa , aku tidak ingin istriku menjadi wanita yang tidak bisa diatur , mulai sekarang aku suamimu panggillah suamimu dengan baik “ kata mahendra dengan mengelus pelan pipi gita .
Gita yang merasa takut pun berusaha melepaskan dirinya dari pelukan mahendra tapi perlawanan gita sia sia karna tenaga mahendra lebih kuat dari gita .
“ lepasin gue , gue gak suka lo peluk gue sembarangan “ jawab gita yang masih berusaha lepas dari pelukan mahendra .
“ kamu belum mau belajar memanggil ku dengan sopan “ tanya mahendra .
Gita menghela nafasnya dan memberanikan diri menatap mata mahendra ,
“ baiklah kau memang suami ku , tapi aku sudah pernah bilang kalau aku belum siap untuk menjadi istrimu sepenuhnya . Tapi aku akan berusaha sebaik mungkin untuk menjadi seorang istri yang baik untukmu “ ucap gita pelan .
Mendengar ucapan gita , mahendra pun melepaskan pelukannya dan keluar dari kamar gita dengan langkah yang sangat cepat .
“ sial... kenapa gue jadi gak karuan gini sih “ mahendra berkata sendiri dikamarnya .
“ gue kenapa sih sebenarnya , setiap dekat tu anak gak bisa nahan diri “ ucapnya lagi dengan mengaruk kepalanya yang tidak gatal .
Ditempat lain henni sedang bersedih karna .......
Mohon kritik dan sarannya...
Mohon maaf kalau bahasanya aneh..
Semoga hari anda selalu bahagia.. 😊😊
__ADS_1