
Sehabis dari pemakaman orang tuanya gita membuat janji dengan kedua sahabatnya untuk nongkrong di Cafe Raja Laut tempat favorit mereka saat sekolah dulu. Wajah gita terlihat Kelelahan serta matanya yang sedikit membengkak karna menangis tadi.
“ git, sorry ya kita telat tadi ada kelas tambahan “ ucap Henni dan melo bersamaan serta duduk di kursi kosong yang tepat di hadapan gita. karna merasa bersalah sudah membuat gita menunggu mereka.
“ nggak apa apa, gue juga baru sampek kok “ jawab gita dengan kembali fokus karna sedari tadi dia hanya melamun saja.
“ wajah lo pucat banget kita ke rumah sakit sekarang ya, jangan buat kita cemas gini ” bujuk melo seraya memegang kening gita untuk memastikan suhu tubuhnya baik baik saja.
“ gue gak apa apa, gue hanya kurang tidur aja kalian tenang aja “ sahut gita dengan menurunkan tangan melo dari keningnya.
“ lo harus jaga kesehatan lo, kasihan bayi yang ada di kandungan lo, sebaiknya kita pulang aja yuk biar lo bisa istirahat dengan tenang “ ajak melo lagi.
Gita menarik nafas panjang dan membuangnya dengan kasar.
“ gue mengajak kalian kesini karna gue lusa bakalan pergi, takutnya kita enggak ada waktu buat ketemu” ucap gita dengan sedikit senyum.
“ lo mau pergi ke mana, kita harus ikut “ melo mulai heboh tapi henni masih terus memperhatikan raut wajah gita yang belakangan ini semakin kusut saja.
“ gue bakal pergi buat tenangi pikiran gue, gue pengen ke negara favorit gue “ tambah gita dengan pandangan jauh keluar jendela.
“ lo enggak bisa pergi gitu aja dong ta, lo harus mikiri perasaan suami lo, mertua belum lagi perasaan kita, gue tau lo marah sama suami lo tapi enggak gini caranya main kabur kaburan “ henni mulai buka suara.
“ semua masalah bisa diselesaikan dengan kepala dingin, jangan gini donk lo harus mikiri bayi yang ada di kandungan lo” tambah Henni dengan suara agak meninggi.
“ Gue pergi enggak lama kok, tapi gue mohon sama kalian tolong jangan pernah kasih tahu siapa pun gue ke mana, gue hanya pengen mencari kebahagiaan gue sendiri” jawab gita dengan memegang tangan kedua sahabatnya.
“ lo enggak bisa gitu dong ta, setidaknya kasih suami lo kesempatanlah buat jelasi semuanya,
“ ok kita janji, tapi lo harus janji juga ke kita kalau lo bakal hidup bahagia lagi kembali ke gita yang dulu kita kenal “ ucap melo dengan cepat.
“ gue bakal hidup bahagia, kalian yang terbaik yang gue punya sekarang “ ucap gita dengan hampir menangis.
“ satu lagi kalau lo mau hidup dengan tenang di sana, lo janji jangan pernah nangis lagi “ tambah Henni dengan menunjukkan jari kelingkingnya pada gita dan gita pun mengaitkan jari kelingkingnya sebagai tanda janji.
Henni yang tahu perasaan gita yang sedang hancur dia juga ikut bersedih, dia berusaha sebisa mungkin menyenangkan hati sahabatnya yang sudah banyak menderita selama ini mulai dari harus menikah muda, ditinggal kedua orang tuanya serta suaminya yang tidur dengan wanita lain. Ibarat kata sudah jatuh ditimpa tangga pula. Dia kembali mengingat luka yang pernah papanya tinggalkan pada henni dan mamanya, semakin membuat dia takut untuk memiliki hubungan dengan lelaki.
“ ntar kalau gue libur kuliah, gue bakal sering sering jenguk lo sama baby ini” ucap melo sambil mengelus perut buncit gita yang sudah semakin kelihatan.
“ ntar carikan gue oppa yang ganteng di sana ya “ tambah melo dengan mengedipkan matanya berkali kali.
“ orang lagi sedih bisa bisanya lo mikiri cowok ganteng, gak peka banget sama sahabat sendiri “ ucap henni dengan mencubit kedua pipi melo yang mulus.
“ resek lo, gue kan pengen nikah juga masak gue jomblo terus, “ rengek melo dengan menepis tangan henni dari pipinya.
“ uda terima nasib lo jones... “ ejek henni.
“ lo juga jones kali buk sok nggak ngaku lo “ balas melo dengan mengeluarkan lidahnya.
Hahah... mereka pun mulai tertawa karna tingkah konyol melo yang selalu berhasil mencairkan suasana hati siapa pun. Gita sedikit terhibur karna ulah sahabatnya.
##
Keesokan harinya.
Mahendra yang masih merenungkan kesalahannya sepanjang malam hanya terjaga saja di ruang keluarga seperti sebelumnya, dia mulai memberanikan diri menemui gita dikamarnya, suasana pagi ini sangat sepi karna Henni dan melo sengaja pulang ke rumah mereka.
__ADS_1
“ sayang, tolong maafkan aku, aku tidak bermaksud berbohong padamu “ ucap mahendra dengan memegang bahu gita yang saat itu masih tidur dengan memunggungi mahendra.
“ aku tahu kau masih marah padaku tapi tolong katakan sesuatu padaku jangan diam saja, aku tidak sanggup melihatmu seperti ini “ tambah mahendra lagi.
“ aku akan tetap bersabar menunggu marahmu redah, tapi setidaknya tolong jaga bayi kita, mungkin aku akan benar benar mati kalau kau dan bayi kita sampai kenapa kenapa, aku akan berangkat ke kantor segera hubungi aku atau abi kalau kau membutuhkan sesuatu“ ucapnya lagi seraya mencium pundak gita. Dia pun berdiri dan keluar dari kamar gita.
Gita tak menyahuti perkataan mahendra, dia masih mengingat setiap percakapan mahendra dan wanita itu.
Setelah dia terlihat rapi, gita mulai menuruni anak tangga serta menarik koper abu abu yang ukurannya sedang dia hanya membawa beberapa pasang pakaiannya saja, dia beberapa kali menoleh ke belakang memperhatikan seisi rumah yang penuh kenangan bersama kedua orang tuanya, rumah tempat dia di besarkan.
berat rasanya meninggalkan rumah itu tapi dia berjuang untuk melangkahkan kaki jenjangnya menapaki jalan yang ada didepanya. Tapi air matanya rasanya sudah kering sehingga tidak ada air mata yang jatuh saat dia meninggalkan rumahnya.
@ Di tempat lain
Mahendra yang tidak fokus dengan setumpuk berkas yang harus dipelajarinya karna siang ini dia harus metting dengan beberapa managernya, dia masih frustasi karna istrinya tak kunjung mau berbicara dengannya.
Diraihnya ponselnya di perhatikannya foto gita di ponselnya dengan senyum manis yang sudah lama menjadi wallpaper ponselnya, ditekannya nomor gita tapi operator yang menjawab
“ nomor yang Anda tuju sedang diluar jangkauan, cobalah beberapa saat lagi “ beberapa kali mengulang panggilannya tak kunjung tersambung juga dia mulai merasa khawatir.
Dengan sigap dia berdiri mengambil ponsel serta kunci mobilnya lalu dia melangkahkan kaki dengan cepat memasuki mobilnya serta langsung menginjak pedal gas untuk menaikkan kecepatan mobil sportnya. Dengan setengah berlari dia menaiki anak tangga dan didapatinya tidak ada istrinya dikamar, dengan nafas yang belum teratur dia memanggil istrinya.
“ sayang... sayang kau dimana “ panggil mahendra dengan menuruni anak tangga dengan pandangan ke sekeliling rumah.
“ gita... kau dimana “ panggilnya lagi dengan berjalan kesana kemari tapi tak ada yang menyahuti panggilannya.
Dia kembali lagi kekamar sambil terus menghubungi ponsel gita yang tidak tersambung juga. Dengan wajah cemas dilihatnya ada secarik kertas putih dan sepucuk surat yang terlipat terletak di meja rias istrinya serta terlihat cincin pernikahan mereka yang dikembalikan gita, diraihnya dengan cepat dan diperhatikan huruf demi huruf yang tertulis di sana ternyata itu adalah surat perceraian yang sudah ditanda tangani oleh gita.
Serta sepucuk surat yang bertulis:
Mahendra menangis membaca surat yang ditinggalkan istrinya.
“ aku tidak merasa tersiksa hidup denganmu, aku sangat bahagia hidup denganmu, mengapa kau meninggalkan aku, tolong beri aku kesempatan sekali lagi sayang akanku pastikan kesalahan ini tidak akan terulang lagi “ ucap mahendra dengan suara serak karna dia menangis.
“ aku akan menjemputmu dan anak kita akanku temukan dimana pun kau berada “ tambah mahendra sambil meraih ponselnya.
“ Abi tolong kau cari tahu keberangkatan ke mana pun dengan nama gita syah putri, aku hanya memberimu waktu setengah jam, kalau kau tidak bisa menemukannya akanku potong gajimu” perintah mahendra dengan penuh penekanan agar tidak dibantah asisten pribadinya.
“ baik tuan, akan saya usahakan “ jawab Abi dengan raut wajah yang ketakutan karna bosnya memberikan tugas yang berat.
Mahendra dengan cepat keluar dari kamar dan langsung masuk ke mobilnya dengan raut wajah kebingungan dia mencari gita di bandara Soekarno hatta, dia berlari kesana kemari tidak lama galang dan candra datang karna saat di perjalanan dia meminta bantuan kedua sahabatnya.
“ gimana uda ketemu belum ?” tanya galang dengan nafas ngos nggosan karna berlari dari parkir
Mahendra hanya menggeleng dengan wajah frustasi. Candra langsung pergi keruang informasi untuk mencari tahu keberangkatan dengan nama gita syah putri. Dia menemui seorang temannya di sana. Mahendra dan galang mengikuti candra.
“ Nayla, how are You ?” tanya candra sambil memeluk kepala informasi di bandara Soekarno. Nayla adalah teman candra saat kuliah di Jerman, Nayla memiliki dua warga negaraan Indonesia dan Jerman, dia lama tinggal di Jerman sehingga bahasa Indonesianya masih kurang fasih.
“ Fine, what Can i do For You ?” tanya Nayla karna sebelumnya candra sudah menghubungi Nayla untuk meminta bantuan.
“ sebenarnya istrinya Hendra pergi entah ke mana tanpa pamit, gue mau minta tolong sama lo buat cari tahu dia terbang ke mana atas nama gita syah putri“ jawab candra dengan hati hati menjelaskan masalah rumah tangga sahabatnya.
“ ok, gue coba cari sebentar ya, kalian tunggu dulu disini “ perintah Nayla sambil berlalu meninggalkan mereka bertiga. Tidak lama Nayla pun kembali lagi.
“ Sorry, but there is no named gita syah putri in our records “ ucap Nayla yang tiba tiba membuyarkan lamunan mereka.
__ADS_1
“ are you sure “ tanya mahendra dengan cepat.
“ Yes, I sure Mr.hendra, but kamu bisa melihat CCTV “ jawab Nayla dengan bahasa Indonesia yang kurang fasih. Mereka melihat CCTV tapi mereka tapi tidak membuahkan hasil juga.
Abi juga menghubungi mahendra dia memberi tahu kalau dia tidak bisa menemukan apa pun tentang gita.
Mereka bertiga pun kembali ke kantor mahendra, galang dan candra duduk disofa coklat tua sementara mahendra duduk dimeja kerjanya.
“ sayang... kamu ke mana aku sangat khawatir sama kamu dan anak kita “ ucap mahendra dengan memelas.
“ gue pasti suruh orang kepercayaan gue untuk bantui lo cari gita “ tambah candra.
“ tapi kenapa gita tiba tiba pergi, lo apain gita “ tanya galang dengan sedikit membentak.
“ gue yang salah sebenarnya, gue kemarin tidur sama rara, tapi gue juga enggak tahu kenapa gue bisa tidur sama dia “ jawab mahendra dengan menunduk.
“ apa lo bilang, tidur, lo uda punya istri bentar lagi punya anak bisa bisanya lo tidur sama perempuan lain “ bentak galang serta menarik kerah baju mahendra dan langsung meninju wajah mahendra tapi dia tidak membalas pukulan galang.
“ uda lang, lo enggak boleh gini, mahendra uda mengaku salah kenapa harus dengan kekerasan untuk menyelesaikan masalah sih “ candra menarik tangan galang agar tidak memukuli mahendra lagi.
“ *** lo, laki laki enggak tau diri lo “ bentak galang sambil mendudukkan dirinya lagi disofa. Setelah cukup lama diam galang mulai buka suara
“ lo tenangi diri lo, supaya lo bisa berpikir dengan jernih apa yang harus lo perbuat” tambah galang.
“ gue bakal bujuk sahabat gita supaya kasih tahu gue “ ucap mahendra seraya melangkah meninggalkan kedua sahabatnya di ruangannya.
Mahendra langsung ke universitas Indonesia untuk menemui sahabat istrinya.
“ henni, gue tahu kalian pasti tahu gita pergi kemana, tolong kasih tahu dia kemana ?” tanya mahendra serta memegang tangan Henni.
“ kita enggak tahu gita kemana, dia juga enggak pernah bilang dia mau pergi “ jawab Henni serta menepis tangan mahendra.
“ kalau pun kita tahu, kita enggak bakal kasih tahu, gita uda cukup banyak menderita jadi tolong izini dia untuk bahagia kali ini aja kak, kalau kakak benar benar sayang sama dia jangan cari dia lagi “ ucap melo seraya menari tangan henni untuk meninggalkan mahendra yang masih mematung.
“ dan tolong jangan mengusik hidup kita juga “ tambah melo.
Semenjak kepergian gita, mahendra setiap malam mabuk mabukan , bahkan dia sudah tidak pernah lagi terlihat datang ke kantornya.
Kalau dia tidak mabuk dia akan selalu mengurung dirinya dirumah yang pernah ditinggali olehnya dan gita. Dia tidak pernah lagi mau menemui siapa pun, sepanjang hari dia hanya akan menangis bahkan terkadang dia akan berteriak dan membanting semua barang yang ada dirumahnya.
Bahkan susi dan bambang semakin khawatir dengan kesehatan mahendra. Beberapa Detektif sudah dikerahkan bambang untuk mencari menantunya tapi tak Satu pun yang mendapat informasi tentang gita.
.
.
.
mohon kritik dan saranya..
jangan lupa tekan tombol like & komen..
selamat bermalam minggu 😙😙
semoga hari anda selalu bahagia
__ADS_1