
“ pagi ma.. pagi pa “ sapa gita pada
orangtuanya yang sudah ada dimeja makan.
“ pagi juga sayang “ jawab surya
“ pagi juga nak “ jawab vero mamanya gita.
“ kamu gak usah sekolah dulu nak , lengan kamu kan masih sakit “ kata vero sambil mengambilkan makanan untuk gita.
Vero yang tau kejadian saat di Cafe dari mahendra karna Mahendra yang mengantarkan gita pulang semalam.
“ ma.. gita gak apa-apa kok , gita bentar lagi ujian akhir nasional ma gak mungkin gita libur, gita gak mau ketinggalan banyak pelajaran “ jawab gita sambil mengunyah makanannya.
“ iya udah kalau kamu tetap maksa sekolah ,tapi hari ini kamu kesekolahnya diantar Mahendra aja “ kata vero sambil melirik putrinya.
“ maaa... gita gak mau , gita bisa berangkat sekolah sendiri “ rengek gita pada mamanya.
“ lengan kamu masih sakit jadi gak usah bawak motor dulu “ perintah surya.
" kamu itu sebentar lagi mau menikah kami gak mau kamu itu sampai kenapa kenapa " tambah surya.
gita yang mendengar perkataan orangtuanya memilih menyetujuinya dari pada barus berdebat dipagi hari.
**
Kediaman Wijaya
“ Pagi mi.. pagi pi “ kata Mahendra pada orangtuanya.
“ pagi juga sayang “ sahut orangtuanya bersamaan.
“tadi mama Vero nelpon mami katanya tadi malam kamu anterin calon mantu mami pulang “ tanya Susi sambil meletakan kopi dihadapan suaminya.
“hmm..” jawab Mahendra singkat.
“ tangan calon menantu mami kenapa “ tanyanya lagi dengan serius.
Tetapi Mahendra memilih diam karna dia tau mama Vero pasti sudah memberitahu kejadiannya pada maminya itu.
“ kamu anterin calon istri kamu kesekolah hari ini “ sambung Susi lagi.
“ tapi kan mi...”
__ADS_1
“ gak ada tapi-tapian mami gak mau dengar alasan kamu “ susi memotong kata-kata anaknya itu.
mahendra menghabiskan sarapannya dan bersiap siap untuk segera berangkat,
Tidak lupa mahendra menyalami serta mencium punggung kedua tangan orangtuanya.
Mahendra langsung berangkat kerumah calon istrinya itu sebenarnya dia enggan mengantar tapi dari pada berdebat dengan maminya dia memilih menurut saja.
*
Tok..tok..
Mendengar ada yang mengetuk bi Tari langsung membukakan pintu.
“ Pagi ma.. pagi pa “ ucap Mahendra kepada calon mertuanya sambil mencium punggung tangan mertuanya bergantiaan.
“ pagi juga nak “ sahut mereka bersamaan.
“ maaf ya nak pagi-pagi udah ngerepotin kamu “ ucap mama vero.
“ gak ngerasa direpotin kok ma “ jawab Mahendra dengan senyum manis.
Surya dan vero membalas senyuman calon menantunya itu.
mahendra hanya tersipu malu mendengar pujian calon mertuanya itu.
Tidak berapa lama gita dan Mahendra pun berangkat. Sepanjang perjalanan gita hanya diam dan hanya memperhatikan keluar jendela mobil saja.
Mahendra sesekali melirik kearah calon istrinya itu.
Saat sudah sampai di depan gerbang sekolah semua murid memperhatikan mobil sport silver yang baru pertama kali datang ke SMA Nusa Bangsa.
Mahendra turun terlebih dahulu dan memutari mobilnya untuk membukakan pintu di kursi penumpang, sontak saja membuat murid wanita itu berteriak histeris karna terkagum melihat ketampanan Mahendra Wijaya.
Gita turun dari mobil sport itu semakin membuat murid wanita di sana semakin iri. Tetapi gita memilih cepat-cepat pergi tanpa mengucapkan terimakasih pada Mahendra.
Begitu juga Mahendra memasuki mobilnya dan langsung menuju Group Wijaya.
**
“ gue mau tau apa hubungan lo sama wanita yang di Cafe kemarin “ tanya gilang tanpa basa basi.
Membuat Mahendra yang baru saja memasuki ruangannya itu langsung mencari sumber suara itu.
__ADS_1
“ pagi-pagi lo datang kekantor orang lain hanya buat nanyakin masalah itu “ ucap mahendra dengan kesal.
Di ruangan Mahendra sudah ada galang dan candra yang duduk di sofa dengan penasaran karna kejadian di Cafe semalam.
“ wanita itu sebenarnya siapa lo , gue gak pernah tau selama ini lo punya pacar, apa lagi wanita liar gitu “ tanya candra lagi.
“ jangan pernah sebut dia wanita liar “ bentak Mahendra.
Membuat kedua sahabatnya semakin bertanya-tanya.
“ gue peringatin sama lo berdua jangan pernah menyebut wanita gue wanita liar !!!“ kata Mahendra dengan suara yang semakin meninggi.
“ wanita lo “ tanya galang dan candra bersamaan.
Mahendra menarik nafas dengan kasar sambil mengosok wajahnya dengan kuat.
“ sebenarnya wanita itu......!!
Mahendra terdiam sesaat dan melanjutkan kata-katanya.
“ wanita itu calon istri gue “ sambungnya.
Candra dan galang yang mendengar langsung memelototkan matanya seperti tidak percaya pada apa yang didengar mereka barusan.
karna mahendra tidak pernah mau berhubungan dengan wanita manapun bahkan seperti tidak tertarik dengan yang namanya wanita.
" sejak kapan lo nutupin ini semua , apa lo udah gak ngangap kita ada lagi hahh " tanya galang dengan kesal.
" gue juga binggung mau cerita dari mana dulu sama kalian " jawab mahendra dengan mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
" semuanya cepat banget papi sama mami gue udah ngerencanain perjodohan ini dari dulu , tapi gue baru dikasih tau minggu kemarin " mahendra menjelaskan lagi.
" tapi gue senang ahirnya ada juga yang mau jadi istri orang kayak lo " timpal galang dengan senyum manisnya.
" kalau gue tau dari dulu itu calon istri lo udah gue rebut dari dulu " ucap panji dengan tawanya.
mahendra yang melihat ulah konyol kedua sahabatnya geleng geleng kepala saja...
mohon kritik dan saran nya semuanyaa...
ini karya pertama saya.
semoga hari anda selalu bahagia 😊😊
__ADS_1